Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Kerajaan Hindu Budha
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kerajaan Hindu Budha |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep waktu, perubahan, dan keberlanjutan dalam sejarah Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa praaksara hingga masa Hindu-Buddha, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik, serta menyajikannya dalam berbagai bentuk media. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Candi Borobudur dan Prambanan adalah contoh nyata peninggalan megah Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. |
| Konseptual | Kerajaan Hindu-Buddha merupakan periode penting dalam sejarah Indonesia yang ditandai dengan masuknya pengaruh India dan pembentukan kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis sumber sejarah, mengidentifikasi karakteristik kerajaan, dan menyajikan hasil analisis secara sistematis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pengaruh budaya asing dapat beradaptasi dan membentuk identitas lokal di Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis sumber sejarah yang disediakan, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik utama Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor penyebab kemajuan dan kemunduran Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara runtut.
- Setelah melakukan studi kasus, peserta didik dapat menyajikan contoh konkret akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan budaya lokal dalam bentuk infografis dengan kreatif.
- Melalui presentasi hasil investigasi, peserta didik dapat mengevaluasi relevansi nilai-nilai peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini secara kritis.
Pemahaman bermakna: Memahami Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia bukan hanya tentang nama raja dan tahun, tetapi juga tentang bagaimana peradaban ini membentuk fondasi sosial, budaya, dan politik yang masih relevan hingga kini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha di masa lalu masih bisa kita rasakan dan lihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik mengembangkan kemampuan menulis laporan dan menyajikan informasi secara efektif. Seni Budaya: Peserta didik menganalisis bentuk arsitektur dan seni rupa peninggalan Hindu-Buddha serta membuat infografis yang menarik. Geografi: Peserta didik memahami letak strategis kerajaan dan pengaruh kondisi geografis terhadap perkembangan maritim. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan legenda lokal atau mengunjungi situs sejarah terdekat yang terkait dengan Kerajaan Hindu-Buddha. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk akses buku sejarah dan ruang kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok, serta proyektor untuk presentasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari sumber sejarah digital, membuat infografis menggunakan aplikasi desain grafis online, dan menyajikan hasil kerja melalui presentasi digital. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis sumber sejarah yang disediakan, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik utama Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor penyebab kemajuan dan kemunduran Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik dan menganalisis faktor kemajuan serta kemunduran Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Kerajaan Hindu-Buddha merupakan babak penting dalam sejarah Indonesia, menandai masuknya pengaruh peradaban India yang membawa perubahan signifikan.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku teks Sejarah, gawai dengan akses internet
Langkah kerja:
- Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
Gambar 1. Garis waktu - Amati 1 tentang peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha, lalu tuliskan nama dan lokasinya.
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Baca dan analisis sumber-sumber sejarah yang diberikan mengenai Kerajaan Hindu-Buddha.
- Isilah tabel di bawah ini dengan karakteristik dan faktor-faktor yang relevan dari dua kerajaan yang berbeda.
- Diskusikan dalam kelompok untuk menyusun infografis tentang salah satu kerajaan yang kalian analisis.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia!
- Apa yang kalian ketahui tentang Candi Borobudur?
- Menurut kalian, mengapa pengaruh Hindu-Buddha bisa masuk ke Indonesia?
- Apa saja peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha yang masih bisa kita lihat hingga kini?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas infografis yang dihasilkan.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap presentasi kelompok dan hasil analisis tertulis peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik utama Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. | Karakteristik politik, ekonomi, sosial, dan budaya Kerajaan Hindu-Buddha. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis faktor-faktor penyebab kemajuan dan kemunduran Kerajaan Hindu-Buddha. | Faktor internal dan eksternal kemajuan/kemunduran kerajaan. | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Menyajikan contoh akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan budaya lokal. | Bentuk-bentuk akulturasi budaya dalam arsitektur, seni, dan sistem kepercayaan. | 2 JP | Kreativitas |
Kerajaan Hindu-Buddha merupakan babak penting dalam sejarah Indonesia, menandai masuknya pengaruh peradaban India yang membawa perubahan signifikan. Periode ini membentuk fondasi kebudayaan, sistem politik, dan struktur sosial yang kompleks, meninggalkan warisan monumental seperti candi dan prasasti yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Memahami era ini adalah kunci untuk menyelami akar identitas bangsa.
1. Awal Mula Pengaruh India
Masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia diperkirakan terjadi melalui jalur perdagangan. Para pedagang dan brahmana dari India membawa serta ajaran agama, sistem kepercayaan, dan kebudayaan. Teori Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Arus Balik mencoba menjelaskan bagaimana proses penyebaran ini terjadi. Namun, yang jelas, masyarakat lokal Indonesia tidak serta merta menerima mentah-mentah, melainkan melakukan akulturasi dengan budaya asli, menciptakan corak khas Nusantara.
2. Kerajaan-Kerajaan Awal
Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dikenal sebagai kerajaan tertua dengan bukti prasasti Yupa yang berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Di Jawa Barat, Kerajaan Tarumanegara meninggalkan jejak berupa prasasti-prasasti yang berisi tentang raja Purnawarman. Sementara itu, di Sumatera, Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim besar yang menguasai jalur perdagangan dan pusat pendidikan agama Buddha, menunjukkan kekuatan pengaruhnya di Asia Tenggara.
3. Puncak Kejayaan dan Warisan Budaya
Masa puncak Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa ditandai dengan berdirinya Kerajaan Mataram Kuno yang membangun Candi Borobudur (Buddha) dan Prambanan (Hindu). Kemudian, muncul Kerajaan Majapahit yang mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, dengan cita-cita mempersatukan Nusantara. Warisan budaya berupa seni arsitektur, sastra, dan sistem kepercayaan masih dapat dilihat hingga kini.
4. Faktor Kemajuan dan Kemunduran
Kemajuan Kerajaan Hindu-Buddha sering kali didukung oleh faktor geografis strategis, kekuatan maritim, sistem pemerintahan yang stabil, dan toleransi beragama. Namun, kemunduran dapat disebabkan oleh konflik internal, persaingan kekuasaan, serangan dari luar, bencana alam, hingga pergeseran jalur perdagangan. Contohnya, runtuhnya Majapahit sering dikaitkan dengan perang saudara dan masuknya pengaruh Islam yang semakin kuat.
Rangkuman: Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia adalah periode penting yang membentuk peradaban awal Nusantara. Dimulai dari masuknya pengaruh India, terbentuklah kerajaan-kerajaan besar seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, hingga Majapahit. Periode ini meninggalkan warisan budaya monumental seperti candi dan prasasti, serta memberikan fondasi bagi sistem sosial dan politik. Faktor internal dan eksternal memengaruhi kemajuan dan kemunduran kerajaan-kerajaan tersebut.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Yupa | Tugu batu yang berfungsi sebagai prasasti, peninggalan Kerajaan Kutai. |
| Brahmana | Golongan pendeta dalam sistem kasta Hindu. |
| Prasasti | Tulisan atau gambar yang dipahat pada batu atau logam sebagai dokumen sejarah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajaan Hindu Budha" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kerajaan Hindu Budha yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Pengantar Ilmu SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Penulisan Sejarah (Historiografi)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah dan Teori SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Kerajaan Hindu-Buddha dan IslamSejarah Kelas X SMKBab 5: Jalur Rempah Pra-Kolonialisme dan Jejak-jejak Nusantara sebagai Poros Maritim DuniaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara di IndonesiaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara IndonesiaSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajaan Hindu Budha pada Sejarah SMK, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.
Modul Kerajaan Hindu Budha ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajaan Hindu Budha untuk Sejarah kelas X.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kerajaan Hindu Budha ini gratis?
Ya. Modul Kerajaan Hindu Budha untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajaan Hindu Budha ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajaan Hindu Budha ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajaan Hindu Budha dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajaan Hindu Budha ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajaan Hindu Budha tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajaan Hindu Budha untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajaan Hindu Budha ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajaan Hindu Budha beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kerajaan Hindu Budha disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.