Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas IX
Kampung Adat
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kampung Adat |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang keberadaan kebudayaan lokal di Jawa Barat dan beberapa kosakata bahasa Sunda terkait lingkungan sosial. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama
Peserta didik berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok untuk merumuskan ide pelestarian Kampung Adat, menunjukkan sikap tanggung jawab sosial. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis informasi tentang nilai-nilai dan tradisi Kampung Adat, kemudian mengevaluasi relevansinya dalam konteks kekinian. - komunikasi — elemen: Mengekspresikan dan menafsirkan informasi
Peserta didik mengkomunikasikan hasil observasi dan analisis mereka tentang Kampung Adat melalui presentasi lisan dan tulisan yang jelas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Berbicara |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menginterpretasi berbagai jenis teks berbahasa Sunda lisan maupun tulis, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan struktur yang baik dan pilihan kata yang tepat sesuai konteks dan tujuan komunikasi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kampung Adat seperti Kampung Naga, Kampung Pulo, dan Kampung Cireundeu adalah contoh nyata masyarakat yang masih mempertahankan tradisi leluhur. |
| Konseptual | Konsep utama dari Kampung Adat adalah pelestarian nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan harmoni antara manusia dengan alam. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari prosedur observasi, wawancara sederhana, dan analisis data untuk menggali informasi tentang Kampung Adat. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang Kampung Adat dapat memperkaya perspektif mereka tentang identitas budaya dan pentingnya melestarikan warisan leluhur. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik Kampung Adat di Jawa Barat dengan tepat.
- Menjelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Kampung Adat.
- Menganalisis tantangan dan upaya pelestarian Kampung Adat dalam konteks kekinian.
- Menyusun laporan singkat hasil observasi atau kajian literatur tentang Kampung Adat berbahasa Sunda.
- Mempresentasikan hasil kajian tentang Kampung Adat dengan bahasa Sunda yang baik dan benar.
Pemahaman bermakna: Memahami Kampung Adat bukan sekadar menghafal nama tempat, tetapi menyelami kearifan lokal, nilai-nilai luhur, dan cara hidup harmonis dengan alam yang relevan untuk masa kini.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa di tengah gempuran modernisasi, masih ada masyarakat yang memilih hidup sederhana dengan mempertahankan tradisi leluhur di Kampung Adat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami struktur sosial, sistem kepercayaan, dan sejarah masyarakat adat. Pendidikan Pancasila: Mengaitkan nilai-nilai luhur Kampung Adat dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika. Seni Budaya: Mengidentifikasi bentuk-bentuk kesenian tradisional yang masih lestari di Kampung Adat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang tradisi keluarga atau kearifan lokal di lingkungan tempat tinggal mereka yang relevan dengan materi Kampung Adat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan akses internet yang stabil untuk mencari informasi dan menampilkan media visual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (misalnya Canva, Google Slides) untuk membuat infografis atau poster digital tentang Kampung Adat dan sumber belajar daring (video dokumenter, artikel) sebagai bahan eksplorasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik Kampung Adat di Jawa Barat dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Gambar: Guru menampilkan beberapa gambar Kampung Adat, peserta didik menebak nama kampung dan menyebutkan satu ciri khasnya secara bergiliran. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik terkait tradisi lokal, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 5 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati video atau gambar tentang beberapa Kampung Adat di Jawa Barat, kemudian berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan non-fisik yang menonjol dari masing-masing kampung tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mengisi lembar kerja (LKPD) yang berisi tabel perbandingan ciri-ciri Kampung Adat, lalu mencoba merumuskan definisi 'Kampung Adat' berdasarkan temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 5 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan rumusan definisi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan serta meluruskan konsep yang kurang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri umum Kampung Adat, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas untuk mencari informasi awal tentang nilai-nilai kearifan lokal, dan menutup pelajaran dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Kampung Adat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Sambung Kata: Guru memulai dengan kata 'Adat', peserta didik melanjutkan dengan kata yang berhubungan dengan Kampung Adat secara bergiliran, tidak boleh sama. Guru membuka pelajaran, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya, dan mengaitkan dengan materi nilai-nilai kearifan lokal yang akan dipelajari dengan pertanyaan 'Apa yang membuat Kampung Adat tetap lestari?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 5 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus singkat (teks atau video) tentang satu Kampung Adat tertentu, mengidentifikasi masalah atau tantangan yang dihadapi dan mencari nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi solusi atau landasan hidup masyarakatnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, menjaga lingkungan, atau kesederhanaan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di Kampung Adat tersebut dan relevansinya dengan kehidupan modern. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 5 menit | Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka tentang nilai-nilai kearifan lokal dan bagaimana nilai tersebut dapat menjadi solusi atas tantangan, kemudian kelompok lain memberikan masukan dan guru memfasilitasi diskusi mendalam. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru merumuskan daftar nilai-nilai kearifan lokal yang penting, guru memberikan apresiasi, memberikan tugas untuk mulai mengumpulkan ide proyek pelestarian, dan menutup pelajaran dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 10 menit
Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis ciri-ciri serta nilai-nilai kearifan lokal Kampung Adat.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Kampung Adat di Jawa Barat merupakan cerminan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat mampu hidup selaras dengan alam sambil mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi.
Alat & bahan: Laptop/komputer, proyektor, kertas HVS, alat tulis, spidol, gambar/video Kampung Adat.
Langkah kerja:
- Amati dengan seksama gambar atau video Kampung Adat yang ditampilkan guru.
- Diskusikan dalam kelompok ciri-ciri fisik dan non-fisik yang kalian temukan.
- Identifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dari kehidupan masyarakatnya.
- Catat hasil diskusi kalian pada tabel yang tersedia.
- Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil diskusi kelompok.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan satu nama tempat yang memiliki tradisi unik di Jawa Barat!
- Apa yang kamu ketahui tentang adat istiadat?
- Mengapa penting untuk melestarikan budaya lokal?
- Apakah kamu pernah mendengar istilah 'Kampung Adat'?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, pengisian LKPD, dan presentasi lisan.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek mini (poster/infografis/presentasi) tentang analisis tantangan dan solusi pelestarian Kampung Adat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan karakteristik Kampung Adat di Jawa Barat dengan tepat. | Ciri-ciri dan karakteristik Kampung Adat. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Kampung Adat. | Nilai-nilai kearifan lokal Kampung Adat. | 3 JP | kewargaan |
| 3 | Menganalisis tantangan dan upaya pelestarian Kampung Adat dalam konteks kekinian. | Tantangan dan upaya pelestarian Kampung Adat. | 3 JP | komunikasi |
Kampung Adat di Jawa Barat merupakan cerminan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat mampu hidup selaras dengan alam sambil mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi. Mempelajari Kampung Adat tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan leluhur untuk generasi mendatang.
1. Naon Ari Kampung Adat Téh?
Kampung Adat téh nyaéta hiji wewengkon atawa pakampungan anu masarakatna tetep ngagem pageuh adat istiadat jeung tradisi karuhunna. Ieu adat téh ngawengku pola hirup, wangunan imah, sistem sosial, kapercayaan, nepi ka cara ngokolakeun lingkungan. Sanajan jaman geus robah, maranéhna tetep ngajaga kalestarian budayana salaku ciri jati diri. Conto Kampung Adat di Jawa Barat nyaéta Kampung Naga di Tasikmalaya, Kampung Pulo di Garut, jeung Kampung Cireundeu di Cimahi.
2. Ciri-ciri jeung Karakteristik Kampung Adat
Ciri utama Kampung Adat nyaéta wangunan imah anu tradisional, biasana ngagunakeun bahan alami saperti kai, awi, jeung hateup injuk atawa ijuk. Tata letak kampungna ogé biasana nuturkeun pola nu tangtu sarta aya aturan adat nu ngatur. Salian ti éta, masarakatna ngagem kapercayaan jeung ritual adat anu masih kénéh dilaksanakeun. Hubungan sosial antar warga kacida raketna, sarta hirupna basajan tur mandiri, ngandelkeun hasil alam di sabudeureunana. Basa Sunda ogé masih kénéh jadi basa sapopoe.
3. Nilai-nilai Kearifan Lokal dina Kahirupan Kampung Adat
Dina kahirupan Kampung Adat, aya loba pisan nilai-nilai kearifan lokal anu bisa dijadikeun conto. Contona 'silih asih, silih asah, silih asuh' anu ngagambarkeun pentingna gotong royong jeung silih tulungan. Aya ogé 'mipit kudu amit, ngala kudu menta' anu nuduhkeun pentingna ngajaga alam jeung teu meunang sarakah. Nilai-nilai ieu ngajarkeun urang pikeun hirup harmonis jeung sasama manusa, sarta jeung alam sakurilingna. Kapatuhan kana aturan adat ogé ngajaga katertiban jeung karukunan.
4. Tantangan jeung Ancaman pikeun Kampung Adat
Sanaos ngagaduhan nilai luhur, Kampung Adat nyanghareupan sababaraha tantangan. Modernisasi sareng globalisasi mangrupikeun ancaman utama, sabab tiasa ngikis nilai-nilai tradisional sareng minat generasi muda. Tekanan pariwisata anu teu teratur ogé tiasa ngaruksak kasucian sareng otentisitas kampung. Salian ti éta, masalah lingkungan saperti polusi sareng alih fungsi lahan ogé tiasa mangaruhan kalangsungan hirup Kampung Adat. Kurangna perhatian pamaréntah jeung masarakat luar ogé jadi tantangan.
5. Upaya Pelestarian Kampung Adat
Pikeun ngajaga kalestarian Kampung Adat, aya sababaraha upaya anu bisa dilakukeun. Kahiji, pendidikan jeung sosialisasi ngeunaan pentingna adat jeung budaya ka generasi muda. Kadua, ngembangkeun pariwisata anu berbasis komunitas (community-based tourism) anu ngutamakeun partisipasi warga jeung ngajaga nilai-nilai lokal. Katilu, ngadukung masarakat adat dina ngokolakeun sumber daya alam sacara lestari. Kaopat, ngadokumentasikeun jeung ngawanohkeun adat istiadat Kampung Adat ka masarakat luas ngaliwatan media digital jeung buku.
6. Peran Generasi Muda dina Ngamumulé Kampung Adat
Generasi muda ngagaduhan peran anu penting pisan dina ngamumulé Kampung Adat. Ku diajar sareng ngartos nilai-nilai luhur anu aya di Kampung Adat, para nonoman tiasa janten panerus jeung penjaga tradisi. Maranéhna tiasa ngamangpaatkeun téknologi pikeun ngawanohkeun Kampung Adat ka dunya luar, saperti ku nyieun kontén digital atawa kampanye di média sosial. Keterlibatan aktif dina kagiatan adat ogé bakal nguatkeun rasa cinta kana budaya sorangan jeung ngajaga kalestarianana.
Rangkuman: Kampung Adat di Jawa Barat mangrupa wewengkon anu ngagem pageuh adat istiadat karuhun, dicirikeun ku wangunan tradisional, pola hirup basajan, jeung kapercayaan anu kuat. Di jerona loba pisan nilai-nilai kearifan lokal saperti gotong royong jeung ngajaga alam. Sanaos nyanghareupan tantangan modernisasi, pariwisata, jeung lingkungan, upaya pelestarian terus dilakukeun ngaliwatan pendidikan, pariwisata berbasis komunitas, sarta peran aktif generasi muda pikeun ngajaga warisan budaya.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Adat | Kebiasaan turun-temurun yang dianut dan ditaati oleh masyarakat. |
| Kearifan Lokal | Pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. |
| Karuhun | Leluhur atau nenek moyang. |
| Ngamumulé | Melestarikan atau menjaga. |
| Gotong Royong | Bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kampung Adat" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kampung Adat yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kampung Adat pada Bahasa sunda SMP, Fase D, elemen Menulis dan Berbicara.
Modul Kampung Adat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kampung Adat untuk Bahasa sunda kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa sunda materi Kampung Adat ini gratis?
Ya. Modul Kampung Adat untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kampung Adat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa sunda kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kampung Adat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kampung Adat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kampung Adat ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kampung Adat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kampung Adat untuk Bahasa sunda kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kampung Adat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kampung Adat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa sunda kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa sunda ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kampung Adat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.