Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas IX
Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai
Modul ajar (RPP) Prakarya SMP kelas IX materi Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai yang Anda cari? Materi Prakarya Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan alam dan buatan serta teknik dasar dalam berkarya seni rupa.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, mandiri.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kerajinan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu merancang, membuat, dan mengevaluasi produk kerajinan berdasarkan eksplorasi bahan, teknik, dan fungsi, serta mengidentifikasi potensi lokal untuk pengembangan produk. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan seperti tas dari eceng gondok atau miniatur rumah adat dari stik es krim adalah contoh nyata kerajinan fungsi pakai dan hias. |
| Konseptual | Konsep inti materi ini adalah memahami perbedaan, karakteristik, dan keterkaitan antara kerajinan yang memiliki fungsi hias dan fungsi pakai, serta proses pembuatannya. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah merancang, memilih bahan, menerapkan teknik, dan membuat produk kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari mengapa pemilihan bahan dan teknik sangat memengaruhi nilai estetika dan fungsionalitas sebuah kerajinan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai berdasarkan bahan dan teknik pembuatannya.
- Menganalisis karakteristik dan nilai estetika kerajinan fungsi hias.
- Menganalisis karakteristik dan nilai fungsional kerajinan fungsi pakai.
- Merancang ide produk kerajinan fungsi hias atau fungsi pakai dengan mempertimbangkan estetika dan fungsionalitas.
- Membuat karya kerajinan fungsi hias atau fungsi pakai menggunakan bahan dan teknik yang sesuai.
- Mempresentasikan hasil karya kerajinan fungsi hias atau fungsi pakai dengan menjelaskan proses dan alasannya.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kerajinan bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang kegunaan dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, sehingga mampu menciptakan karya yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah benda sederhana bisa menjadi karya seni yang indah sekaligus bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Penerapan prinsip-prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, irama) dalam pembuatan kerajinan. Matematika: Pengukuran dan perhitungan skala dalam perancangan dimensi kerajinan. Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan deskripsi dan presentasi hasil karya kerajinan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berkolaborasi sebagai narasumber atau mentor untuk berbagi teknik kerajinan tradisional atau modern. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memiliki area kerja yang cukup luas dan aman untuk praktik kerajinan, serta sudut pajang untuk inspirasi dan hasil karya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan internet untuk mencari inspirasi desain, tutorial teknik, dan referensi bahan kerajinan, serta mendokumentasikan proses pembuatan karya melalui foto/video. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai berdasarkan bahan dan teknik pembuatannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menunjukkan beberapa gambar kerajinan (vas bunga, kotak pensil, lukisan dinding) dan bertanya 'Apa fungsi utama dari masing-masing benda ini?', lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana sebuah benda sederhana bisa menjadi karya seni yang indah sekaligus bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai contoh kerajinan yang dibawa guru atau ditampilkan melalui proyektor (misalnya, hiasan dinding, patung kecil, tas anyaman, tempat pensil dari kaleng bekas). Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi mana yang termasuk fungsi hias dan mana yang fungsi pakai, serta bahan dan teknik yang mungkin digunakan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi lembar kerja dengan mengklasifikasikan kerajinan yang diamati ke dalam kategori fungsi hias atau fungsi pakai, menuliskan alasan, serta perkiraan bahan dan teknik pembuatannya. Mereka juga diminta mencari contoh lain dari lingkungan sekitar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang perbedaan dan persamaan kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai, serta mengenalkan beragam bahan dan teknik yang umum digunakan. Peserta didik mencatat poin-poin penting. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi hari ini. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang apa yang mereka pelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya tentang perancangan kerajinan. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Merancang ide produk kerajinan fungsi hias atau fungsi pakai dengan mempertimbangkan estetika dan fungsionalitas. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya dan menghubungkannya dengan tugas perancangan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang ide kerajinan dan menjelaskan kriteria penilaian rancangan. Guru menegaskan kembali pertanyaan pemantik yang relevan dengan tahap perancangan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mencari inspirasi ide kerajinan fungsi hias atau fungsi pakai dari berbagai sumber (internet, buku, majalah). Mereka menganalisis elemen estetika (warna, bentuk, tekstur) dan fungsionalitas (kegunaan, kenyamanan) dari contoh-contoh yang ditemukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap peserta didik mulai membuat rancangan produk kerajinan (sketsa atau gambar desain) fungsi hias atau fungsi pakai, lengkap dengan deskripsi bahan yang akan digunakan, teknik yang dipilih, dan penjelasan fungsi serta nilai estetikanya. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan pada setiap rancangan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik saling bertukar rancangan dengan teman sebangku atau kelompok lain untuk mendapatkan masukan konstruktif. Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai tantangan dalam merancang dan bagaimana mengatasi kendala tersebut. Beberapa peserta didik mempresentasikan rancangan awalnya untuk umpan balik kelas. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dalam perancangan kerajinan. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas rancangan peserta didik. Guru mengingatkan untuk membawa bahan dan alat yang dibutuhkan untuk praktik pembuatan di pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat karya kerajinan fungsi hias atau fungsi pakai menggunakan bahan dan teknik yang sesuai dan mempresentasikannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali rancangan yang telah dibuat dan mengingatkan kembali tujuan pembelajaran hari ini: mewujudkan rancangan menjadi karya nyata dan mempresentasikannya. Guru memotivasi peserta didik untuk bekerja dengan teliti dan kreatif, serta mengingatkan pentingnya keselamatan kerja. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa memastikan karya kita sesuai dengan rancangan dan memiliki nilai estetika serta fungsi yang baik?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara mandiri atau dalam kelompok kecil (sesuai rancangan) mulai mengerjakan produk kerajinan mereka berdasarkan rancangan yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya. Guru memantau proses kerja, memberikan bantuan teknis jika diperlukan, dan memastikan semua peserta didik terlibat aktif. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik melanjutkan proses pembuatan kerajinan hingga selesai. Setelah karya jadi, mereka menyiapkan presentasi singkat mengenai nama karya, bahan, teknik, fungsi (jika fungsi pakai), makna (jika fungsi hias), serta tantangan dan solusi selama proses pembuatan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap peserta didik atau kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Peserta didik lain memberikan pertanyaan, masukan, dan apresiasi. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya dan presentasi, serta menguatkan pemahaman tentang pentingnya proses dan hasil dalam berkarya kerajinan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik membuat simpulan akhir tentang seluruh proses pembelajaran kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua karya dan usaha peserta didik. Peserta didik melakukan refleksi akhir tentang pengalaman mereka. Guru memberikan informasi tindak lanjut (misalnya, pameran kecil) dan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi, menganalisis, dan merancang kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai.
Alat & bahan: Kertas, pensil, penggaris, pewarna (opsional), contoh-contoh kerajinan, akses internet/buku referensi
Langkah kerja:
- Amati berbagai contoh kerajinan yang disediakan atau yang kamu temukan.
- Identifikasi jenis kerajinan (fungsi hias atau fungsi pakai) dan tuliskan alasannya.
- Tuliskan perkiraan bahan dan teknik yang digunakan untuk membuat kerajinan tersebut.
- Pilih satu jenis kerajinan (hias atau pakai) yang ingin kamu rancang.
- Buatlah sketsa desain kerajinanmu, lengkapi dengan deskripsi bahan, teknik, dan fungsinya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa perbedaan utama antara benda yang hanya indah dan benda yang indah sekaligus berguna?
- Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang memiliki fungsi hias!
- Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang memiliki fungsi pakai!
- Menurutmu, bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat kerajinan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, proses perancangan, dan praktik pembuatan karya.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap hasil karya kerajinan (estetika dan fungsionalitas) dan presentasi lisan peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. | Pengenalan konsep dan klasifikasi kerajinan. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis karakteristik dan merancang ide kerajinan. | Analisis karakteristik, eksplorasi ide, dan perancangan desain. | 2 JP | Kreativitas, Mandiri |
| 3 | Membuat dan mempresentasikan karya kerajinan. | Praktik pembuatan karya dan presentasi hasil. | 2 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
Kerajinan adalah bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan manusia, menggabungkan keindahan (estetika) dengan kegunaan (fungsionalitas). Modul ini akan membawa Anda memahami lebih dalam tentang kerajinan berdasarkan fungsinya, yaitu kerajinan fungsi hias yang menitikberatkan pada keindahan visual dan kerajinan fungsi pakai yang mengutamakan kegunaan praktis. Mari kita eksplorasi potensi kreativitas dalam menciptakan karya yang bermakna.
1. Pengertian dan Perbedaan Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai
Kerajinan fungsi hias adalah karya kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai benda pajangan atau dekorasi untuk memperindah suatu ruangan atau objek. Nilai utamanya terletak pada keindahan visual, bentuk, warna, dan teksturnya. Contohnya meliputi lukisan, patung kecil, vas bunga kosong, atau hiasan dinding. Sementara itu, kerajinan fungsi pakai adalah karya kerajinan yang memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari, selain nilai estetikanya. Kegunaannya menjadi prioritas utama. Contohnya adalah tas anyaman, tempat pensil dari bambu, mangkuk dari tanah liat, atau kursi dari rotan. Meskipun berbeda, keduanya seringkali saling melengkapi dan bisa ditemukan pada satu objek.
2. Jenis Bahan dan Teknik Pembuatan Kerajinan
Bahan untuk kerajinan sangat beragam, mulai dari bahan alam seperti kayu, bambu, rotan, tanah liat, serat alam (eceng gondok, pandan), batu, hingga bahan buatan seperti plastik, logam, kain perca, dan kertas. Pemilihan bahan sangat memengaruhi hasil akhir dan teknik yang digunakan. Teknik pembuatan kerajinan juga bervariasi, antara lain menganyam (untuk serat alam), memahat (untuk kayu/batu), membentuk (untuk tanah liat), menjahit (untuk kain), membatik (untuk kain), dan mengukir. Setiap bahan dan teknik memiliki karakteristik serta tantangannya sendiri, yang membutuhkan kreativitas dan ketelatenan pengrajin.
3. Aspek Estetika dalam Kerajinan Fungsi Hias
Aspek estetika sangat krusial dalam kerajinan fungsi hias. Ini mencakup keselarasan bentuk, komposisi warna yang menarik, tekstur yang unik, dan detail yang memperindah. Sebuah kerajinan hias yang baik mampu menciptakan suasana tertentu, mengekspresikan emosi, atau menyampaikan pesan budaya. Kreativitas dalam memadukan elemen-elemen ini akan menghasilkan karya yang memiliki daya tarik visual tinggi. Penempatan kerajinan hias juga perlu diperhatikan agar dapat menonjolkan keindahannya dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya, sehingga menciptakan harmoni visual yang menyenangkan mata.
4. Aspek Fungsionalitas dalam Kerajinan Fungsi Pakai
Selain estetika, kerajinan fungsi pakai harus memenuhi aspek fungsionalitas, yaitu kegunaan dan kenyamanan saat digunakan. Misalnya, sebuah kursi anyaman harus kokoh dan nyaman diduduki, atau tas rajut harus kuat menampung barang dan mudah dibawa. Desain yang ergonomis dan material yang awet menjadi pertimbangan penting. Keseimbangan antara keindahan dan kegunaan adalah kunci. Sebuah kerajinan fungsi pakai yang baik tidak hanya indah dipandang, tetapi juga efektif dalam memenuhi kebutuhan penggunanya, sehingga memberikan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkuman: Kerajinan dibedakan menjadi fungsi hias (prioritas estetika) dan fungsi pakai (prioritas kegunaan), meskipun keduanya seringkali saling terkait. Pemilihan bahan alam atau buatan, serta teknik seperti menganyam, memahat, atau menjahit, sangat memengaruhi hasil karya. Kerajinan fungsi hias berfokus pada keindahan bentuk, warna, dan tekstur, sementara kerajinan fungsi pakai menekankan kegunaan, kenyamanan, dan kekuatan. Keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas menciptakan karya kerajinan yang bernilai tinggi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Estetika | Cabang filsafat yang membahas keindahan dan seni. |
| Fungsionalitas | Kemampuan suatu objek untuk memenuhi tujuan atau kegunaan tertentu. |
| Anyaman | Teknik membuat kerajinan dengan menyilangkan bahan secara beraturan. |
| Ergonomis | Desain yang mempertimbangkan kenyamanan dan efisiensi pengguna. |
| Komposisi | Susunan atau tata letak elemen-elemen dalam sebuah karya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai" mata pelajaran Prakarya Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Prakarya Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Elektronika DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRancangan dan Biaya ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran ProdukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Prakarya di kelas lain
Kerajinan Bahan BuatanPrakarya Kelas IX SMPKerajinan Bahan Limbah Lunak dan KerasPrakarya Kelas IX SMPKerajinan tekstil bahan alamPrakarya Kelas IX SMPKerajinan Bahan AlamPrakarya Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Prakarya Kelas IX →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Prakarya Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Prakarya kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai untuk Prakarya kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Fungsi Hias dan Fungsi Pakai dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.