Modul Ajar & RPP ILMU HADIST Kelas XI
Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis(
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | ILMU HADIST |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami pengertian dasar hadis, sunah, dan fungsinya dalam Islam. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab |
| Elemen / Domain | Hadis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menganalisis berbagai jenis hadis berdasarkan kualitas sanad dan matannya, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap penetapan hukum Islam dan praktik kehidupan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ seperti hadis tentang niat (إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ) yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim adalah contoh hadis sahih. |
| Konseptual | Klasifikasi hadis menjadi sahih, hasan, dhaif, dan maudhu' didasarkan pada kriteria penerimaan perawi, sanad, dan matan untuk menentukan otentisitas dan kehujahannya. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah meneliti sanad dan matan hadis untuk mengidentifikasi tingkat kesahihan atau kedhaifannya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya sikap kritis dan kehati-hatian dalam menerima dan mengamalkan hadis sebagai sumber hukum Islam. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari dan mengamalkan hadis sahih dan hasan sebagai wujud ketaatan kepada ajaran Nabi Muhammad ﷺ, serta menjauhi hadis dhaif dan maudhu' untuk menjaga kemurnian syariat. |
| 2. Cinta Ilmu | Menumbuhkan semangat kritis dan teliti dalam mengkaji kebenaran suatu hadis, menggunakan berbagai sumber terpercaya untuk memperkaya pemahaman Ilmu Hadis. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga lingkungan belajar yang kondusif dan saling mendukung antar sesama peserta didik, serta menghindari penyebaran informasi hadis yang tidak jelas sumbernya. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan pendapat dalam khazanah Ilmu Hadis, serta berkolaborasi dalam mencari kebenaran dengan semangat persaudaraan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menerapkan nilai-nilai keislaman dari hadis sahih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang, demi kemajuan Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri hadis sahih dan hasan dengan tepat.
- Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat membedakan hadis sahih, hasan, dhaif, dan maudhu' berdasarkan kriteria ulama hadis secara runtut.
- Melalui diskusi kelas, peserta didik dapat menjelaskan implikasi hukum dari hadis sahih dan hasan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
- Dengan menyusun peta konsep, peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis-jenis hadis dhaif dan maudhu' serta penyebabnya secara sistematis.
- Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat menyajikan contoh hadis dari setiap kategori (sahih, hasan, dhaif, maudhu') beserta alasannya dengan jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami klasifikasi hadis membantu peserta didik membedakan ajaran Nabi yang otentik dari yang tidak, sehingga mereka dapat mengamalkannya dengan keyakinan yang benar dan terhindar dari kesesatan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu mengetahui apakah suatu hadis itu sahih atau tidak sebelum mengamalkannya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Arab: Memahami struktur kalimat dan kaidah nahwu-shorof dalam matan hadis untuk menghindari salah tafsir. Sejarah Kebudayaan Islam: Mengetahui konteks historis periwayatan hadis dan biografi para perawi untuk menilai kredibilitas sanad. Aqidah Akhlak: Mengaitkan isi hadis dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang diajarkan dalam Islam. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk berdiskusi dengan peserta didik tentang hadis-hadis yang sering didengar di masyarakat dan menanyakan statusnya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi dengan sudut bacaan kitab-kitab hadis primer dan sekunder, serta akses internet untuk mencari referensi digital yang terpercaya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi pencari hadis seperti Lidwa Pusaka atau situs web resmi lembaga hadis untuk memverifikasi status hadis. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri hadis sahih dan hasan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat membedakan hadis sahih, hasan, dhaif, dan maudhu' berdasarkan kriteria ulama hadis secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan perbedaan antara hadis sahih, hasan, dhaif, dan maudhu'.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, buku ajar Ilmu Hadis, akses internet.
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
1 2 3 4 5 Mendatar 1. Rangkaian perawi yang menyampaikan hadis dari Nabi ﷺ hingga kepada kita. 4. Orang yang meriwayatkan atau menyampaikan hadis. 5. Isi atau redaksi hadis yang merupakan perkataan Nabi ﷺ. Menurun 2. Sifat perawi yang kuat hafalannya dan teliti dalam meriwayatkan hadis. 3. Sifat perawi yang tidak pernah berbuat dosa besar dan menjaga muru'ah. Gambar 1. Teka-teki silang - Amati kartu hadis berikut yang berisi potongan hadis dan informasi sanadnya.
- Diskusikan dalam kelompok, identifikasi ciri-ciri sanad dan matan dari setiap hadis.
- Berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, tentukan apakah hadis tersebut cenderung sahih, hasan, dhaif, atau maudhu'.
- Tuliskan alasan penentuan status hadis pada kolom 'Keterangan' di tabel yang tersedia.
- Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil analisis kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang sumber-sumber hukum Islam?
- Menurut Anda, apa bedanya Al-Qur'an dan Hadis?
- Pernahkah Anda mendengar istilah 'sanad' dan 'matan' dalam konteks hadis?
- Mengapa penting untuk mengetahui siapa yang meriwayatkan suatu hadis?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kejelasan argumentasi saat presentasi.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis hadis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri hadis sahih dan hasan dengan tepat. | Hadis Sahih dan Hasan | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Membedakan hadis sahih, hasan, dhaif, dan maudhu' secara runtut. | Hadis Dhaif dan Maudhu' | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menjelaskan implikasi hukum dari hadis sahih dan hasan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. | Implikasi Hukum Hadis | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
Hadis merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an, berisi perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad ﷺ. Mempelajari klasifikasi hadis sangat penting agar kita dapat membedakan mana hadis yang otentik dan mana yang tidak, sehingga ajaran agama yang kita amalkan benar-benar bersumber dari Nabi ﷺ dan terhindar dari kesesatan atau bid'ah. Pemahaman ini akan membimbing kita dalam beribadah dan bermuamalah sesuai tuntunan syariat.
1. Hadis Sahih: Kriterianya
Hadis sahih adalah hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil (tidak pernah berbuat dosa besar, tidak terus-menerus berbuat dosa kecil, menjaga muru'ah) dan dhabit (kuat hafalannya, teliti), tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat), dan tidak ada 'illah (cacat tersembunyi). Contohnya adalah hadis-hadis dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Hadis sahih wajib diamalkan dan menjadi hujjah dalam penetapan hukum Islam. Kualitas perawi menjadi penentu utama dalam kesahihan hadis.
2. Hadis Hasan: Karakteristiknya
Hadis hasan memiliki kriteria yang hampir sama dengan hadis sahih, namun ada sedikit perbedaan pada kualitas dhabit perawinya. Perawi hadis hasan memiliki kedhabitan yang sedikit di bawah perawi hadis sahih, artinya hafalannya tidak sekuat perawi sahih, namun tetap dapat dipercaya. Hadis hasan juga wajib diamalkan dan dapat dijadikan hujjah dalam penetapan hukum Islam, meskipun tingkat kekuatannya sedikit di bawah hadis sahih. Contoh hadis hasan banyak ditemukan dalam Sunan Abu Dawud dan Jami' at-Tirmidzi.
3. Hadis Dhaif: Jenis dan Sebabnya
Hadis dhaif adalah hadis yang tidak memenuhi syarat hadis sahih maupun hasan. Kedhaifan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sanadnya terputus (seperti hadis mursal, munqathi', mu'allaq), perawinya tidak adil (fasik, pendusta) atau tidak dhabit (lemah hafalannya, banyak salah), terdapat syadz (kejanggalan), atau 'illah (cacat tersembunyi). Hadis dhaif umumnya tidak dapat dijadikan hujjah dalam penetapan hukum, namun sebagian ulama membolehkan untuk fadhailul a'mal (keutamaan amal) dengan syarat tertentu.
4. Hadis Maudhu': Ciri dan Bahayanya
Hadis maudhu' atau hadis palsu adalah hadis yang dibuat-buat dan disandarkan secara dusta kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah jenis hadis terburuk dan haram meriwayatkannya kecuali untuk menjelaskan kepalsuannya. Ciri-ciri hadis maudhu' antara lain bertentangan dengan Al-Qur'an atau hadis sahih yang jelas, isinya tidak masuk akal, atau perawinya dikenal sebagai pendusta. Membuat dan menyebarkan hadis maudhu' adalah dosa besar karena telah memalsukan ajaran agama.
5. Implikasi Klasifikasi Hadis
Klasifikasi hadis memiliki implikasi besar dalam penetapan hukum Islam dan praktik keagamaan. Hadis sahih dan hasan menjadi dasar utama dalam fiqih dan akidah. Sementara itu, hadis dhaif tidak dapat dijadikan hujjah hukum, meskipun dalam beberapa kondisi tertentu masih dapat digunakan untuk motivasi kebaikan. Hadis maudhu' sama sekali tidak boleh diamalkan dan harus dihindari sepenuhnya. Memahami klasifikasi ini membimbing umat Islam untuk berpegang pada ajaran yang benar dan terhindar dari kesesatan.
Rangkuman: Klasifikasi hadis menjadi sahih, hasan, dhaif, dan maudhu' sangat krusial dalam Ilmu Hadis. Hadis sahih dan hasan memenuhi syarat sanad dan matan yang kuat, sehingga menjadi hujjah dalam hukum. Hadis dhaif memiliki kelemahan pada sanad atau perawi, tidak dapat menjadi hujjah hukum. Hadis maudhu' adalah hadis palsu yang dibuat-buat, haram diriwayatkan kecuali untuk menjelaskan kepalsuannya. Pemahaman ini penting untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sanad | Rangkaian perawi yang menyampaikan hadis dari Nabi ﷺ hingga kepada kita. |
| Matan | Isi atau redaksi hadis yang merupakan perkataan Nabi ﷺ. |
| Rawi | Orang yang meriwayatkan atau menyampaikan hadis. |
| Adil | Sifat perawi yang tidak pernah berbuat dosa besar dan menjaga muru'ah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis(" mata pelajaran ILMU HADIST Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( yang Anda cari? Materi ILMU HADIST Kelas XI lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar ILMU HADIST kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( pada ILMU HADIST MA, Fase F, elemen Hadis.
Modul Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( untuk ILMU HADIST kelas XI.
Apakah modul ajar ILMU HADIST materi Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( ini gratis?
Ya. Modul Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( untuk kelas XI MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas ILMU HADIST kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul ILMU HADIST kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( dapat Anda sesuaikan dengan murid ILMU HADIST kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar ILMU HADIST kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab, pada Fase F untuk kelas XI MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( untuk ILMU HADIST kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh ILMU HADIST kelas XI MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap ILMU HADIST kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul ILMU HADIST ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Bab 1 (Hadis Shohih dan Hasan), Bab 2 (Hadis Dhoif), Bab 3 (Hadis Maudhu'), Bab 4 (Hadis( yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.