Modul Ajar & RPP Matematika Kelas II
Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun
Modul ajar (RPP) Matematika MI kelas II materi Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik Langsung |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal bilangan cacah sampai 100 dan mampu melakukan penjumlahan serta pengurangan sederhana tanpa teknik bersusun.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai dengan 100, termasuk melakukan penjumlahan dan pengurangan, serta memecahkan masalah terkait. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Penjumlahan dan pengurangan bersusun sering digunakan saat berbelanja di warung atau menghitung jumlah kelereng. |
| Konseptual | Penjumlahan dan pengurangan bersusun adalah cara menghitung dengan menempatkan angka satuan, puluhan, dan ratusan pada kolom yang sejajar. |
| Prosedural | Langkah-langkah penjumlahan dan pengurangan bersusun dimulai dari kolom satuan, kemudian puluhan, dan seterusnya, dengan memperhatikan teknik menyimpan atau meminjam. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami posisi nilai tempat sangat penting untuk memecahkan masalah penjumlahan dan pengurangan yang lebih kompleks. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi nilai tempat bilangan cacah dua angka (satuan dan puluhan) dengan tepat.
- Melakukan penjumlahan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun tanpa menyimpan dengan benar.
- Melakukan penjumlahan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun dengan menyimpan dengan benar.
- Melakukan pengurangan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun tanpa meminjam dengan benar.
- Melakukan pengurangan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun dengan meminjam dengan benar.
- Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bersusun.
Pemahaman bermakna: Memahami penjumlahan dan pengurangan bersusun membantu kita menghitung lebih cepat dan akurat dalam berbagai situasi sehari-hari, seperti mengelola uang jajan atau menghitung benda.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana ya cara menghitung belanjaan yang banyak atau sisa permen jika kita punya banyak angka?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + Praktik Langsung |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Menghitung jumlah sedekah atau zakat yang harus dikeluarkan, menumbuhkan rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan. Bahasa Indonesia: Membaca dan memahami soal cerita yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan, serta menuliskan langkah penyelesaiannya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk membantu anak berlatih menghitung uang kembalian saat berbelanja atau menghitung jumlah benda di rumah menggunakan konsep bersusun. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan meja dan kursi yang mudah digeser untuk kerja kelompok, tersedia area pojok matematika dengan alat peraga balok nilai tempat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan aplikasi edukasi sederhana di tablet/komputer untuk latihan penjumlahan dan pengurangan bersusun interaktif, atau video tutorial singkat dari YouTube. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi nilai tempat bilangan cacah dua angka (satuan dan puluhan) dengan tepat dan melakukan penjumlahan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun tanpa menyimpan dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman peserta didik menghitung benda di sekitar mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar cara menghitung yang lebih mudah dan cepat, serta menjelaskan langkah-langkah kegiatan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati contoh bilangan dua angka yang ditulis di papan tulis. Mereka diajak berdiskusi tentang posisi angka satuan dan puluhan, serta mencoba menyusun balok-balok kecil untuk membentuk bilangan tersebut. Guru memfasilitasi penemuan konsep nilai tempat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik menggunakan media benda konkret (misalnya stik es krim atau kelereng) untuk melakukan penjumlahan dua bilangan dua angka tanpa menyimpan. Mereka menuliskan hasilnya dalam bentuk bersusun di lembar kerja yang disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, menjelaskan bagaimana mereka menempatkan angka-angka. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya menempatkan satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru membuat kesimpulan bersama tentang cara penjumlahan bersusun tanpa menyimpan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi untuk terus berlatih, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melakukan penjumlahan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun dengan menyimpan dengan benar dan melakukan pengurangan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun tanpa meminjam dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang penjumlahan bersusun tanpa menyimpan. Guru menampilkan sebuah masalah cerita yang membutuhkan penjumlahan dengan menyimpan, memantik rasa ingin tahu peserta didik, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menganalisis masalah cerita yang diberikan guru dan mencoba mencari solusi. Guru membimbing mereka untuk menemukan bahwa kadang ada 'kelebihan' di kolom satuan yang harus 'disimpan' ke kolom puluhan. Konsep menyimpan ini dijelaskan dengan demonstrasi menggunakan kartu nilai tempat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Secara berpasangan, peserta didik mengerjakan latihan soal penjumlahan bersusun dengan menyimpan dan pengurangan bersusun tanpa meminjam pada LKPD. Mereka saling memeriksa pekerjaan dan berdiskusi jika menemukan kesulitan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa pasangan mempresentasikan cara mereka menyelesaikan soal di depan kelas. Guru memberikan penguatan pada strategi menyimpan dan memastikan semua peserta didik memahami langkah-langkahnya. Guru juga membahas pentingnya ketelitian dalam pengurangan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang penjumlahan dengan menyimpan dan pengurangan tanpa meminjam. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik, mengingatkan untuk berlatih di rumah, dan mengakhiri pembelajaran dengan pesan motivasi dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (Mini Proyek) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melakukan pengurangan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun dengan meminjam dengan benar dan memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bersusun. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali konsep penjumlahan dan pengurangan yang sudah dipelajari. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'Mini Proyek Toko Mainan' yang melibatkan banyak hitungan, sekaligus tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menjelaskan konsep pengurangan bersusun dengan meminjam melalui simulasi jual beli di 'Toko Mainan' dengan uang mainan. Peserta didik diajak berperan sebagai penjual dan pembeli, mengalami langsung situasi 'kurang' yang membutuhkan peminjaman dari nilai tempat di sebelahnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik merancang daftar harga mainan dan melakukan simulasi transaksi jual beli. Mereka mencatat setiap transaksi (penjumlahan total belanja atau pengurangan sisa uang) menggunakan teknik bersusun dengan atau tanpa meminjam pada lembar catatan transaksi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'laporan keuangan' dari simulasi toko mainan mereka, menjelaskan bagaimana mereka melakukan perhitungan penjumlahan dan pengurangan bersusun. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan apresiasi dan penguatan pada keterampilan pemecahan masalah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan manfaat belajar penjumlahan dan pengurangan bersusun dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras semua kelompok, mengingatkan pentingnya kejujuran dalam berhitung, dan menutup pembelajaran dengan doa yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat melatih keterampilan penjumlahan dan pengurangan bersusun dalam berbagai konteks soal.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, lembar LKPD, balok nilai tempat/stik es krim
Langkah kerja:
- Bacalah setiap soal dengan teliti.
- Gunakan balok nilai tempat/stik es krim untuk membantu menghitung jika diperlukan.
- Tuliskan bilangan-bilangan yang akan dijumlahkan/dikurangkan dalam bentuk bersusun dengan rapi.
- Hitunglah mulai dari kolom satuan, kemudian puluhan.
- Periksa kembali jawabanmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Berapa hasil dari 15 + 4?
- Berapa hasil dari 20 - 7?
- Jika kamu punya 12 permen dan temanmu memberimu 5 lagi, berapa permenmu sekarang?
- Jika kamu punya 18 kelereng dan 6 hilang, berapa sisa kelerengmu?
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, presentasi, dan pemeriksaan hasil LKPD untuk melihat pemahaman konsep dan keterampilan menghitung.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan memecahkan masalah penjumlahan dan pengurangan bersusun.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi nilai tempat bilangan cacah dua angka (satuan dan puluhan) dengan tepat. | Nilai tempat satuan dan puluhan. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melakukan penjumlahan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun (tanpa/dengan menyimpan). | Penjumlahan bersusun tanpa dan dengan menyimpan. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Melakukan pengurangan bilangan cacah dua angka dengan teknik bersusun (tanpa/dengan meminjam). | Pengurangan bersusun tanpa dan dengan meminjam. | 2 JP | penalaran kritis |
Matematika itu seru! Setiap hari kita pasti berhitung. Misalnya, saat membeli jajan atau menghitung mainan. Kali ini, kita akan belajar cara berhitung yang lebih mudah dan cepat, yaitu penjumlahan dan pengurangan bersusun. Dengan cara ini, angka-angka yang banyak pun jadi mudah dihitung. Mari kita mulai petualangan berhitung kita!
1. Mengenal Nilai Tempat: Satuan dan Puluhan
Setiap angka dalam bilangan memiliki nilai tempat. Untuk bilangan dua angka, ada nilai tempat satuan dan puluhan. Angka paling kanan adalah satuan, dan angka di sebelah kirinya adalah puluhan. Misalnya, pada bilangan 23, angka 3 menempati nilai tempat satuan (nilainya 3), dan angka 2 menempati nilai tempat puluhan (nilainya 20). Memahami nilai tempat sangat penting agar kita tidak salah saat menghitung dengan cara bersusun. Ingat, satuan selalu berpasangan dengan satuan, dan puluhan dengan puluhan.
2. Penjumlahan Bersusun Tanpa Menyimpan
Penjumlahan bersusun tanpa menyimpan adalah cara menjumlahkan dua bilangan dengan menempatkan angka satuan sejajar dengan satuan, dan puluhan sejajar dengan puluhan. Setelah itu, kita menjumlahkan mulai dari kolom satuan. Jika hasilnya tidak lebih dari 9, kita langsung menuliskannya. Kemudian, kita menjumlahkan kolom puluhan. Contoh: 21 + 15. Satuan (1+5) = 6. Puluhan (2+1) = 3. Jadi, hasilnya 36. Mudah sekali, bukan?
3. Penjumlahan Bersusun dengan Menyimpan
Kadang, hasil penjumlahan di kolom satuan bisa lebih dari 9. Saat ini terjadi, kita perlu 'menyimpan'. Misalnya, 28 + 15. Pertama, jumlahkan satuan: 8 + 5 = 13. Tulis angka 3 di bawah kolom satuan, dan 'simpan' angka 1 (yang berarti 1 puluhan) di atas kolom puluhan. Kemudian, jumlahkan kolom puluhan: 1 (simpanan) + 2 + 1 = 4. Jadi, hasilnya 43. Teknik menyimpan ini membantu kita menghitung angka yang lebih besar.
4. Pengurangan Bersusun Tanpa Meminjam
Pengurangan bersusun juga dilakukan dengan menempatkan angka satuan sejajar dengan satuan, dan puluhan sejajar dengan puluhan. Kita mulai mengurangi dari kolom satuan. Jika angka di atas lebih besar atau sama dengan angka di bawahnya, kita bisa langsung menguranginya. Contoh: 47 - 23. Satuan (7-3) = 4. Puluhan (4-2) = 2. Jadi, hasilnya 24. Pastikan untuk selalu mengurangi angka yang di atas dengan angka yang di bawahnya.
5. Pengurangan Bersusun dengan Meminjam
Akan ada saatnya angka di kolom satuan atas lebih kecil dari angka di bawahnya, sehingga kita tidak bisa langsung menguranginya. Saat inilah kita perlu 'meminjam' dari angka di kolom puluhan di sebelahnya. Misalnya, 32 - 17. Satuan (2-7) tidak bisa. Pinjam 1 puluhan (menjadi 10 satuan) dari angka 3 di puluhan, sehingga 3 menjadi 2, dan 2 menjadi 12. Sekarang, 12 - 7 = 5. Kemudian, puluhan (2-1) = 1. Jadi, hasilnya 15. Meminjam membantu kita menyelesaikan pengurangan sulit.
Rangkuman: Penjumlahan dan pengurangan bersusun adalah cara efektif untuk menghitung bilangan dua angka atau lebih. Kunci utamanya adalah memahami nilai tempat (satuan, puluhan) dan menempatkan angka pada kolom yang sejajar. Ingatlah teknik menyimpan saat hasil penjumlahan satuan lebih dari 9, dan teknik meminjam saat angka satuan di atas lebih kecil dari angka di bawahnya. Latihan teratur akan membuatmu semakin mahir berhitung!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bersusun | Cara menuliskan bilangan secara vertikal, sejajar berdasarkan nilai tempatnya. |
| Nilai Tempat | Nilai suatu angka berdasarkan posisinya dalam suatu bilangan (misalnya satuan, puluhan). |
| Satuan | Nilai tempat yang menunjukkan jumlah satu-satuan, berada di paling kanan. |
| Puluhan | Nilai tempat yang menunjukkan jumlah kelipatan sepuluh, berada di sebelah kiri satuan. |
| Menyimpan | Proses memindahkan nilai puluhan dari hasil penjumlahan satuan ke kolom puluhan. |
| Meminjam | Proses mengambil satu puluhan dari kolom puluhan untuk membantu pengurangan di kolom satuan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun" mata pelajaran Matematika Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Matematika Kelas II Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap
Bilangan sampai 100Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
Pembagian DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengukuran Panjang (cm dan m)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWaktu dan DurasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPecahan Sederhana (Setengah dan Seperempat)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
Penjumlahan dan Pengurangan DasarMatematika Kelas I MIPenjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100.000Matematika Kelas V MIBilangan sampai 20Matematika Kelas I MIBilangan BulatMatematika Kelas VI MILihat semua Modul Ajar Matematika Kelas II →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun ini gratis?
Ya. Modul Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun untuk kelas II MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas II MI.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun untuk Matematika kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.