SDKelas IFase A

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas I
Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Modul ini memperkenalkan kekayaan budaya Jawa melalui geguritan (puisi Jawa), tembang dolanan (lagu permainan), cerita rakyat, pancelathon (percakapan santun), dan Aksara Jawa. Peserta didik belajar mengidentifikasi ciri-ciri geguritan, menyanyikan tembang, menceritakan kembali cerita rakyat, berdialog dengan unggah-ungguh basa, dan menulis Aksara Jawa dasar. Pembelajaran ini diharapkan menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal dan meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa
Bahasa Jawa · Kelas I · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa
Bahasa Jawa · Fase A · Kelas I · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasA / I
Materi PokokGeguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal beberapa kosakata Bahasa Jawa sederhana dan dapat berkomunikasi lisan dalam konteks sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  2. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
  3. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMembaca dan Memirsa, Menulis, Berbicara dan Mempresentasikan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menanggapi, dan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis mengenai teks sederhana, serta mengenali dan menuliskan Aksara Jawa dasar.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualGeguritan adalah puisi Jawa, tembang dolanan adalah lagu permainan anak-anak, cerita rakyat adalah kisah yang diwariskan secara turun-temurun, pancelathon adalah percakapan, dan Aksara Jawa adalah sistem penulisan tradisional Jawa.
KonseptualMateri ini mengenalkan peserta didik pada kekayaan budaya Jawa melalui ragam bentuk sastra lisan dan tulisan, serta dasar-dasar komunikasi dan aksara.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara membaca geguritan, menyanyikan tembang dolanan, mendengarkan cerita, berdialog, dan menulis Aksara Jawa dasar.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal dan manfaat belajar bahasa daerah untuk berkomunikasi dan memahami identitas diri.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui mendengarkan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri geguritan sederhana dengan tepat.
  2. Setelah menyimak cerita rakyat, peserta didik dapat menceritakan kembali isi cerita dengan urut dan jelas.
  3. Melalui praktik percakapan sederhana, peserta didik dapat menggunakan unggah-ungguh basa yang sesuai dengan lawan bicara secara santun.
  4. Dengan mencontoh tulisan, peserta didik dapat menuliskan Aksara Jawa nglegena (dasar) dengan rapi.
Halaman 2 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami Geguritan, Tembang Dolanan, Cerita Rakyat, dan Aksara Jawa akan membantu peserta didik mengapresiasi budaya lokal dan mengembangkan kemampuan berbahasa serta berkomunikasi dalam konteks Jawa.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menjaga agar cerita dan lagu-lagu Jawa tidak hilang ditelan zaman?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mengenal dan mengapresiasi bentuk seni sastra lisan seperti geguritan dan tembang dolanan.
Pendidikan Pancasila: Membangun karakter cinta tanah air dan bangga akan budaya lokal melalui cerita rakyat dan bahasa daerah.
Matematika: Menghitung jumlah baris dalam geguritan atau jumlah karakter dalam Aksara Jawa sederhana.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota keluarga dapat diajak untuk bercerita rakyat atau menyanyikan tembang dolanan di rumah, serta membantu peserta didik mencari contoh geguritan.
Lingkungan PembelajaranKelas dihias dengan poster bergambar tokoh cerita rakyat atau tulisan Aksara Jawa, dan disediakan pojok baca buku cerita anak berbahasa Jawa untuk menumbuhkan minat.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video animasi cerita rakyat, rekaman audio geguritan dan tembang dolanan, serta aplikasi latihan menulis Aksara Jawa sederhana di tablet atau komputer.
Halaman 3 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui mendengarkan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri geguritan sederhana dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru menayangkan video pendek tentang anak-anak yang bermain sambil menyanyikan tembang dolanan, lalu bertanya: 'Apa yang anak-anak ini lakukan? Pernahkah kalian bermain sambil bernyanyi seperti itu?'
  3. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar tentang Geguritan dan Tembang Dolanan, dan akan membuat 'Buku Geguritan dan Tembang Dolanan' sederhana. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan proyek.
  4. Guru bertanya: 'Apa saja ya yang perlu kita siapkan untuk membuat buku ini?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang manfaat dan tantangan dalam membuat buku kumpulan geguritan dan tembang dolanan untuk teman-teman di kelas.
  2. Guru memutarkan rekaman audio geguritan sederhana dan tembang dolanan. Guru meminta peserta didik mendengarkan dengan seksama.
  3. Guru bertanya kepada peserta didik: 'Apa bedanya geguritan dengan tembang dolanan yang kalian dengar tadi?' dan 'Apa ciri-ciri dari geguritan itu?'
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil dan meminta setiap kelompok merencanakan isi buku mereka, termasuk memilih geguritan dan tembang dolanan yang akan dikumpulkan.
  2. Setiap kelompok diberi contoh teks geguritan dan tembang dolanan. Peserta didik membaca dan mencoba memahami isi serta ciri-cirinya.
  3. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi kata-kata sulit dalam geguritan dan tembang dolanan, serta mencari maknanya bersama-sama.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan rencana awal proyek mereka, termasuk geguritan dan tembang dolanan pilihan serta alasan pemilihannya.
  2. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap rencana proyek setiap kelompok.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang ciri-ciri geguritan dan tembang dolanan, serta memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang geguritan dan tembang dolanan yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik atas partisipasi aktif dan ide-ide yang telah disampaikan, serta mengingatkan untuk melanjutkan proyek di pertemuan berikutnya.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari satu geguritan atau tembang dolanan lain dari orang tua/lingkungan sekitar, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Setelah menyimak cerita rakyat, peserta didik dapat menceritakan kembali isi cerita dengan urut dan jelas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru menanyakan kembali tugas rumah mencari geguritan/tembang dolanan. Beberapa peserta didik diminta berbagi temuan mereka.
  3. Guru mengingatkan kembali proyek 'Buku Geguritan dan Tembang Dolanan' dan menyampaikan bahwa hari ini akan mendalami cerita rakyat dan pancelathon, serta melanjutkan proyek buku tersebut. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan.
  4. Guru bertanya: 'Siapa yang suka mendengarkan cerita? Cerita apa yang paling kalian ingat?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Guru menayangkan video animasi cerita rakyat Jawa (misalnya 'Timun Mas' atau 'Rawa Pening') tanpa teks, lalu meminta peserta didik menyimak dengan cermat.
  2. Guru meminta peserta didik menceritakan kembali inti cerita rakyat yang disimak secara berpasangan.
  3. Guru memberikan teks cerita rakyat sederhana dan meminta peserta didik membaca serta mengidentifikasi tokoh dan alur ceritanya.
  4. Guru menjelaskan konsep 'pancelathon' (percakapan) dan 'unggah-ungguh basa' (tata krama berbahasa) dalam Bahasa Jawa, memberikan contoh kalimat sederhana.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok melanjutkan pengerjaan 'Buku Geguritan dan Tembang Dolanan' dengan menambahkan cerita rakyat yang telah mereka pilih dan menuliskan pancelathon sederhana yang relevan dengan cerita tersebut.
  2. Peserta didik secara berpasangan mempraktikkan pancelathon sederhana menggunakan unggah-ungguh basa yang tepat, misalnya percakapan tentang tokoh favorit dalam cerita rakyat.
  3. Guru membimbing peserta didik dalam penulisan Aksara Jawa nglegena (dasar) dengan memberikan contoh dan lembar kerja latihan menulis aksara.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan 'Buku Geguritan dan Tembang Dolanan' yang telah mereka buat, termasuk membacakan geguritan, menyanyikan tembang dolanan, menceritakan kembali cerita rakyat, dan mempraktikkan pancelathon.
  2. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik terhadap presentasi dan hasil karya buku, termasuk kejelasan cerita, kelancaran pancelathon, dan kerapian tulisan Aksara Jawa.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya komunikasi santun dan pelestarian budaya melalui cerita rakyat dan Aksara Jawa, serta memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang cerita rakyat, pancelathon, dan Aksara Jawa yang telah dipelajari, serta keberhasilan proyek buku.
  2. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada peserta didik atas seluruh proses pembelajaran dan hasil karyanya, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
  3. Guru memberikan penguatan untuk terus berlatih berbicara dan menulis Aksara Jawa, serta menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan mengenal dan menuliskan beberapa elemen budaya Jawa.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.

Info singkat: Selamat datang di modul Bahasa Jawa! Di sini, kita akan belajar banyak hal menarik tentang budaya Jawa.

Alat & bahan: Pensil, penghapus, krayon/pensil warna, lembar LKPD

Langkah kerja:

  1. Amati gambar kartu 'tokoh cerita rakyat' di bawah ini.
  2. Tuliskan nama tokoh dan sebutkan satu sifat baiknya di kolom yang tersedia.
  3. Warnai gambar tokoh favoritmu dengan rapi.
  4. Lengkapilah kalimat pancelathon sederhana di bawah ini dengan kata yang tepat.
  5. Tuliskan Aksara Jawa nglegena sesuai contoh di kotak yang tersedia.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan satu lagu daerah yang kamu tahu!
  2. Pernahkah kamu mendengar cerita tentang pahlawan dari Jawa?
  3. Apakah kamu tahu arti 'sugeng enjing'?
  4. Bisakah kamu menulis namamu dengan huruf yang berbeda?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik pancelathon, dan kerapian pengerjaan proyek 'Buku Geguritan dan Tembang Dolanan'.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil akhir 'Buku Geguritan dan Tembang Dolanan' dan presentasi kelompok, serta tes tertulis singkat tentang Aksara Jawa dasar.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Melalui mendengarkan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri geguritan sederhana dengan tepat.Geguritan dan Tembang Dolanan2 JPkreativitas, penalaran kritis
2Setelah menyimak cerita rakyat, peserta didik dapat menceritakan kembali isi cerita dengan urut dan jelas.Cerita Rakyat dan Pancelathon2 JPkomunikasi, penalaran kritis
3Dengan mencontoh tulisan, peserta didik dapat menuliskan Aksara Jawa nglegena (dasar) dengan rapi.Aksara Jawa2 JPkreativitas, kemandirian
Halaman 8 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Selamat datang di modul Bahasa Jawa! Di sini, kita akan belajar banyak hal menarik tentang budaya Jawa. Kita akan mengenal puisi Jawa yang indah, lagu-lagu permainan yang seru, cerita-cerita lama yang penuh pelajaran, cara berbicara yang santun, dan tulisan khas Jawa. Ayo kita jelajahi bersama kekayaan budaya Jawa ini!

1. Geguritan: Puisi Jawa
Geguritan adalah puisi dalam Bahasa Jawa. Berbeda dengan puisi Indonesia, geguritan biasanya tidak terlalu terikat pada aturan jumlah suku kata atau rima yang ketat. Geguritan seringkali berisi nasihat, gambaran keindahan alam, atau perasaan. Contoh geguritan sederhana adalah 'Padhang Bulan' yang menggambarkan suasana malam terang bulan. Ketika membaca geguritan, kita perlu memperhatikan intonasi dan ekspresi agar maknanya tersampaikan dengan baik. Geguritan juga bisa menjadi cara untuk mengungkapkan perasaan atau pemikiran kita.

2. Tembang Dolanan: Lagu Permainan Anak
Tembang dolanan adalah lagu-lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak saat bermain. Liriknya sederhana, mudah dihafal, dan seringkali mengandung pesan moral atau pengenalan lingkungan sekitar. Contoh tembang dolanan yang terkenal adalah 'Gundhul-Gundhul Pacul' atau 'Cublak-Cublak Suweng'. Menyanyikan tembang dolanan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kemampuan berbahasa, gerak motorik, dan kerja sama. Mari kita lestarikan tembang dolanan agar tidak punah dan tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

3. Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang
Cerita rakyat adalah kisah-kisah yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang kita. Cerita ini seringkali mengandung nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kejujuran, atau kebaikan. Tokoh-tokoh dalam cerita rakyat biasanya memiliki karakter yang kuat dan menjadi teladan. Contoh cerita rakyat Jawa adalah 'Timun Mas', 'Rawa Pening', atau 'Ande-Ande Lumut'. Dengan mendengarkan cerita rakyat, kita bisa belajar banyak tentang sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai kehidupan yang penting untuk diterapkan sehari-hari.

4. Pancelathon: Berbincang Santun
Pancelathon berarti percakapan atau dialog. Dalam Bahasa Jawa, ada tata krama berbahasa yang disebut unggah-ungguh basa. Ini penting agar kita bisa berbicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua atau menghormati teman sebaya. Misalnya, kita menggunakan kata 'panjenengan' untuk orang yang lebih dihormati, dan 'kowe' untuk teman akrab. Belajar pancelathon melatih kita untuk berkomunikasi dengan baik, menggunakan pilihan kata yang tepat, dan menghargai lawan bicara. Ini akan membuat kita menjadi pribadi yang santun dan disukai banyak orang.

5. Aksara Jawa: Tulisan Khas Jawa
Aksara Jawa adalah sistem penulisan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Jawa sejak dahulu kala. Aksara Jawa memiliki bentuk yang unik dan indah. Ada beberapa jenis Aksara Jawa, dan yang paling dasar adalah Aksara Nglegena. Aksara Nglegena terdiri dari 20 huruf utama, seperti 'ha', 'na', 'ca', 'ra', 'ka', dan seterusnya. Belajar menulis Aksara Jawa bukan hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga melatih ketelitian dan kesabaran kita. Ayo kita coba menuliskan beberapa Aksara Jawa dasar!

Rangkuman: Modul ini memperkenalkan kekayaan budaya Jawa melalui geguritan (puisi Jawa), tembang dolanan (lagu permainan), cerita rakyat, pancelathon (percakapan santun), dan Aksara Jawa. Peserta didik belajar mengidentifikasi ciri-ciri geguritan, menyanyikan tembang, menceritakan kembali cerita rakyat, berdialog dengan unggah-ungguh basa, dan menulis Aksara Jawa dasar. Pembelajaran ini diharapkan menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal dan meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa.

Halaman 9 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
GeguritanPuisi dalam Bahasa Jawa
Tembang DolananLagu permainan anak-anak Jawa
PancelathonPercakapan atau dialog dalam Bahasa Jawa
Unggah-ungguh BasaTata krama berbahasa Jawa
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IPeta Konsep
Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara JawaGeguritan: Puisi JawaTembang Dolanan: Lagu Permainan AnakCerita Rakyat dan Tokoh SayangPancelathon: Berbincang SantunAksara Jawa: Tulisan Khas Jawa
Dari sub-bab Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara JawaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas ILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IProfil Lulusan
KreativitasKomunikasiPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa yang Anda cari? Materi Bahasa Jawa Kelas I lainnya:

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 1 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas I dan kelas 1 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa pada Bahasa Jawa SD, Fase A, elemen Membaca dan Memirsa, Menulis, Berbicara dan Mempresentasikan.

Modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa untuk Bahasa Jawa kelas I.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini gratis?

Ya. Modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa untuk kelas I SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas I ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas I langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas I di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas I ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas I SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa untuk Bahasa Jawa kelas I di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas I SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas I berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?

Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Geguritan, Terbang Dolanan, Cerita Rakyat dan Tokoh Sayang, Pancelathon, Aksara Jawa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa SDSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.