Modul Ajar & RPP Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas III
Rumah Adat Sumatera Selatan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Muatan Lokal Budaya Banyuasin |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Rumah Adat Sumatera Selatan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang bentuk-bentuk rumah tinggal dan beberapa bangunan di lingkungan sekitar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — elemen: Mengenal dan menghargai budaya
Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai keberagaman rumah adat di Sumatera Selatan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik merancang dan membuat maket rumah adat dengan ide-ide baru yang sesuai dengan ciri khas rumah adat Sumatera Selatan. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dengan orang lain
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek maket rumah adat, berbagi tugas, dan saling membantu.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran |
| Elemen / Domain | Masyarakat dan Lingkungan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mengidentifikasi dan menghargai keunikan berbagai macam budaya lokal, termasuk rumah adat, serta mampu menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Rumah Limas dan Rumah Rakit adalah contoh rumah adat di Sumatera Selatan. |
| Konseptual | Setiap rumah adat memiliki arsitektur, fungsi, dan nilai budaya yang khas sebagai identitas suatu daerah. |
| Prosedural | Langkah-langkah mengidentifikasi ciri khas rumah adat dan membuat maket sederhana dari bahan bekas. |
| Metakognitif | Kesadaran bahwa melestarikan rumah adat berarti melestarikan warisan budaya leluhur yang berharga. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati gambar dan video, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri khusus Rumah Limas dan Rumah Rakit dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat membandingkan perbedaan antara Rumah Limas dan Rumah Rakit berdasarkan bentuk, bahan, dan fungsinya secara runtut.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang denah maket Rumah Limas atau Rumah Rakit menggunakan bahan bekas secara kreatif.
- Melalui kerja kelompok, peserta didik dapat membuat maket Rumah Limas atau Rumah Rakit dari bahan bekas sesuai rancangan dengan mandiri.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan maket rumah adat yang dibuatnya di depan kelas dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami keberagaman rumah adat di Sumatera Selatan akan menumbuhkan rasa bangga dan keinginan untuk melestarikan budaya lokal, serta mengembangkan keterampilan merancang dan berkolaborasi.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana ya, bentuk rumah yang berbeda-beda di daerah kita ini bisa menceritakan kisah tentang nenek moyang kita?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Peserta didik mengembangkan keterampilan menggambar, mewarnai, dan membuat model 3D saat merancang dan membuat maket. Matematika: Peserta didik mengaplikasikan konsep bentuk geometri dan pengukuran sederhana saat membuat denah dan memotong bahan untuk maket. Bahasa Indonesia: Peserta didik melatih kemampuan berbicara dan menjelaskan saat mempresentasikan hasil karya maket mereka. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat membantu peserta didik mencari bahan bekas yang diperlukan untuk proyek maket rumah adat di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruangan kelas ditata agar nyaman untuk kerja kelompok dan tersedia area untuk memajang maket rumah adat hasil karya peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video dan gambar digital dari internet untuk mengenalkan bentuk dan ciri khas rumah adat Sumatera Selatan kepada peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati gambar dan video, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri khusus Rumah Limas dan Rumah Rakit dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tepuk Rumah Adat: Guru memimpin tepuk dengan gerakan meniru bentuk rumah. Peserta didik menirukan tepuk dan gerakan sambil menyebut 'Rumah Limas, Rumah Rakit!'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat membandingkan perbedaan antara Rumah Limas dan Rumah Rakit berdasarkan bentuk, bahan, dan fungsinya secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Kata Rumah Adat: Guru menyebutkan ciri-ciri rumah adat (misal: 'atapnya seperti piramida, tiangnya banyak'), peserta didik menebak 'Rumah Limas!'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Rumah Limas dan Rumah Rakit serta membandingkan perbedaannya.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, penggaris, pewarna
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 dan gambar 2 dengan saksama.
Gambar 1. Kartu gambar - Tuliskan ciri-ciri yang kamu temukan pada Rumah Limas di kolom 'Rumah Limas'.
- Tuliskan ciri-ciri yang kamu temukan pada Rumah Rakit di kolom 'Rumah Rakit'.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu, apa saja perbedaan mencolok dari kedua rumah adat ini?
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja jenis-jenis rumah yang kamu ketahui?
- Apakah kamu pernah melihat rumah adat? Rumah adat apa?
- Menurutmu, apa bedanya rumah biasa dengan rumah adat?
- Pernahkah kamu mendengar nama Rumah Limas atau Rumah Rakit?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kerja sama, dan kemajuan pembuatan maket.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil maket rumah adat dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah disepakati.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri khusus Rumah Limas dan Rumah Rakit | Ciri-ciri Rumah Limas dan Rumah Rakit | 2 JP | Kewargaan |
| 2 | Membandingkan perbedaan antara Rumah Limas dan Rumah Rakit | Perbedaan bentuk, bahan, dan fungsi Rumah Limas dan Rumah Rakit | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 3 | Merancang denah maket Rumah Limas atau Rumah Rakit | Konsep denah dan bahan maket | 2 JP | Kreativitas |
| 4 | Membuat maket Rumah Limas atau Rumah Rakit dari bahan bekas | Keterampilan membuat maket | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 5 | Mempresentasikan maket rumah adat | Kemampuan presentasi dan penjelasan | 2 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Indonesia kaya akan budaya, salah satunya adalah rumah adat. Setiap daerah memiliki rumah adat dengan bentuk dan ciri khas yang berbeda-beda. Di Sumatera Selatan, kita punya Rumah Limas dan Rumah Rakit yang unik. Mari kita kenali lebih dekat keindahan dan cerita di balik rumah-rumah adat ini.
1. Rumah Adat di Sumatera Selatan
Sumatera Selatan memiliki beberapa rumah adat yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakatnya. Dua yang paling terkenal adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit. Kedua rumah ini memiliki keunikan masing-masing, baik dari segi arsitektur, bahan bangunan, maupun fungsi sosialnya. Mengenal rumah adat berarti mengenal identitas dan sejarah nenek moyang kita.
2. Rumah Limas
Rumah Limas adalah rumah adat tradisional masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan. Ciri khas utamanya adalah bentuk atapnya yang menyerupai limas atau piramida terpenggal. Rumah ini biasanya dibangun di atas tiang-tiang tinggi, melambangkan strata sosial masyarakat. Bahan utamanya adalah kayu unglen atau tembesu yang kuat dan tahan lama. Di bagian dalam, terdapat ruang-ruang bertingkat yang disebut 'kekijing', digunakan untuk acara adat dan menunjukkan status keluarga.
3. Rumah Rakit
Berbeda dengan Rumah Limas, Rumah Rakit adalah rumah tradisional yang dibangun di atas rakit dan mengapung di sungai, terutama di Sungai Musi. Rumah ini banyak ditemukan di daerah Banyuasin. Ciri khasnya adalah pondasinya yang terbuat dari susunan balok kayu yang diikat kuat sehingga dapat mengapung. Rumah Rakit biasanya lebih sederhana dalam bentuk dan ukuran dibandingkan Rumah Limas. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat tinggal masyarakat yang hidup di tepi sungai dan memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi utama.
4. Perbedaan Utama Rumah Limas dan Rumah Rakit
Perbedaan paling mencolok antara Rumah Limas dan Rumah Rakit terletak pada lokasinya. Rumah Limas berdiri kokoh di daratan dengan tiang-tiang tinggi, sementara Rumah Rakit mengapung di atas air. Dari segi arsitektur, Rumah Limas lebih kompleks dengan atap limas dan ruang bertingkat, menunjukkan kemewahan dan status. Sedangkan Rumah Rakit lebih sederhana, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sungai. Bahan bangunan Rumah Limas umumnya kayu keras, sementara Rumah Rakit menggunakan kayu yang lebih ringan dan tahan air untuk pondasinya.
5. Nilai-nilai dalam Rumah Adat
Rumah adat bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga menyimpan banyak nilai luhur. Bentuk dan penataan ruang pada Rumah Limas mencerminkan nilai kekeluargaan, gotong royong, dan hierarki sosial. Keberadaan Rumah Rakit menunjukkan kearifan lokal masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan sungai, serta nilai kebersamaan dalam komunitas. Melestarikan rumah adat berarti menjaga warisan budaya dan memahami filosofi hidup nenek moyang kita.
Rangkuman: Rumah adat Sumatera Selatan, seperti Rumah Limas dan Rumah Rakit, adalah cerminan kekayaan budaya dan kearifan lokal. Rumah Limas dengan atap piramida dan tiang tinggi berdiri di darat, sementara Rumah Rakit mengapung di sungai. Keduanya memiliki ciri khas, bahan, dan fungsi yang berbeda, namun sama-sama mengandung nilai-nilai luhur yang perlu kita lestarikan. Mengenal dan menghargai rumah adat adalah bagian dari mencintai budaya bangsa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rumah Adat | Rumah tradisional yang dibangun dengan gaya arsitektur khas suatu daerah. |
| Rumah Limas | Rumah adat Sumatera Selatan dengan atap berbentuk limas, biasanya di daratan. |
| Rumah Rakit | Rumah adat Sumatera Selatan yang dibangun di atas rakit dan mengapung di sungai. |
| Arsitektur | Seni dan ilmu merancang serta membangun bangunan. |
| Maket | Model atau tiruan sebuah bangunan dalam bentuk kecil. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Rumah Adat Sumatera Selatan" mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Rumah Adat Sumatera Selatan yang Anda cari? Materi Muatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas III lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Muatan Lokal Budaya Banyuasin Terkait
Buah-buahan Khas Sumatera SelatanMuatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas III SDKuliner Masyarakat SUMATERA SELATANMuatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas III SDWisata Alam SUMATERA SELATANMuatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas III SDBab 4 Rumah Adat Khas Sumatera SelatanMuatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SDBab 2 Keunikan Kuliner Khas Sumatera SelatanMuatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SDBab 3 Buah-buahan Khas Sumatera SelatanMuatan Lokal Budaya Banyuasin Kelas IV SDPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Rumah Adat Sumatera Selatan pada Muatan Lokal Budaya Banyuasin SD, Fase B, elemen Masyarakat dan Lingkungan.
Modul Rumah Adat Sumatera Selatan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Rumah Adat Sumatera Selatan untuk Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III.
Apakah modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin materi Rumah Adat Sumatera Selatan ini gratis?
Ya. Modul Rumah Adat Sumatera Selatan untuk kelas III SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Rumah Adat Sumatera Selatan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Rumah Adat Sumatera Selatan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Rumah Adat Sumatera Selatan dapat Anda sesuaikan dengan murid Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Rumah Adat Sumatera Selatan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran, pada Fase B untuk kelas III SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Rumah Adat Sumatera Selatan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Rumah Adat Sumatera Selatan untuk Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Rumah Adat Sumatera Selatan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Rumah Adat Sumatera Selatan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Muatan Lokal Budaya Banyuasin kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Muatan Lokal Budaya Banyuasin ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Rumah Adat Sumatera Selatan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.