Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas XII
Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Islam SMA kelas XII materi Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Islam Kelas XII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik Reflektif |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang akhlak terpuji dan tercela dalam Islam.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kemampuan Berkomunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Akhlak |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis dampak negatif perilaku tercela seperti munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan sehari-hari, serta merumuskan solusi konkret untuk menghindari dan mengatasi perilaku tersebut berdasarkan tuntunan ajaran Islam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Seringkali kita menyaksikan orang yang berbeda ucapan dan perbuatan, atau menolak kebenaran meskipun sudah jelas. |
| Konseptual | Sikap munafik, keras hati, dan keras kepala merupakan penyakit hati yang menjauhkan diri dari rahmat Allah dan merusak hubungan sosial. |
| Prosedural | Mempelajari cara mengidentifikasi ciri-ciri perilaku tersebut, memahami dampaknya, dan menerapkan metode pencegahan serta penanggulangannya. |
| Metakognitif | Menumbuhkan kesadaran diri untuk senantiasa mengintrospeksi perilaku dan berusaha memperbaiki diri agar terhindar dari sifat-sifat tercela. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis dampak negatif sikap munafik dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan dalil naqli.
- Mengidentifikasi ciri-ciri orang yang memiliki hati keras dan kepala batu serta dampaknya bagi diri sendiri dan masyarakat.
- Mengevaluasi hubungan antara sikap munafik, keras hati, dan keras kepala dengan kerugian duniawi dan ukhrawi.
- Merumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan sikap munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan pribadi.
- Mempresentasikan hasil analisis dampak negatif dan solusi dari sikap tercela tersebut secara komunikatif.
- Menerapkan sikap jujur, rendah hati, dan mau menerima kebenaran dalam interaksi sehari-hari sebagai antitesis dari sikap tercela.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa perilaku munafik, keras hati, dan keras kepala membawa kerugian besar bagi diri sendiri dan orang lain, serta pentingnya menjaga hati dan lisan agar selaras.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa kesal atau tidak percaya pada seseorang karena perkataan dan perbuatannya tidak sesuai? Apa yang kalian rasakan saat itu?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + Praktik Reflektif |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis penggunaan bahasa dalam teks yang menunjukkan ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan. Sosiologi: Memahami dampak perilaku munafik, keras hati, dan keras kepala terhadap tatanan sosial dan interaksi antarindividu. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dilibatkan dengan meminta mereka mengamati dan mendiskusikan perilaku anak di rumah terkait kejujuran dan keterbukaan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Menciptakan suasana kelas yang terbuka, saling menghargai, dan berani berpendapat tanpa takut salah untuk mendorong refleksi diri. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Memanfaatkan platform digital untuk presentasi hasil karya (poster/infografis) dan berbagi artikel terkait akhlak terpuji. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis dampak negatif sikap munafik dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan dalil naqli. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, mengaitkan materi dengan pengalaman siswa tentang ketidakjujuran, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati dan membaca teks tentang ayat Al-Qur'an dan Hadis terkait kemunafikan, serta mencari informasi mengenai ciri-ciri dan dampaknya dalam kehidupan nyata. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi contoh-contoh perilaku munafik di lingkungan sekitar dan menganalisis dampaknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang bahaya kemunafikan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang dampak negatif kemunafikan, merefleksikan pentingnya kejujuran, mengapresiasi partisipasi aktif, dan memberikan tugas membaca materi pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi ciri-ciri orang yang memiliki hati keras dan kepala batu serta dampaknya bagi diri sendiri dan masyarakat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menyajikan sebuah studi kasus singkat tentang seseorang yang sulit dinasihati. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus, mencari informasi tentang pengertian hati keras dan keras kepala, serta dalil-dalil terkait. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik mendiskusikan ciri-ciri perilaku keras hati dan keras kepala yang muncul dalam studi kasus dan kehidupan sehari-hari, serta dampaknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis mereka, dilanjutkan dengan diskusi kelas untuk menggali lebih dalam dampak negatifnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kelembutan hati dan keterbukaan, peserta didik merefleksikan sikap mereka sendiri, dan guru memberikan tugas untuk mencari contoh orang yang memiliki sikap terpuji dalam menerima kebenaran. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan sikap munafik, keras hati, dan keras kepala dalam kehidupan pribadi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Guru mengulas kembali materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan meminta siswa menyampaikan kembali inti dari sikap tercela yang telah dipelajari. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu atau kelompok merancang poster digital atau infografis yang berisi ajakan untuk menghindari sikap munafik, keras hati, dan keras kepala, serta tips praktis. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik membuat poster/infografis menggunakan aplikasi desain sederhana atau alat tulis, dan mempraktikkan dialog singkat yang menunjukkan sikap rendah hati dan menerima masukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil karyanya dan mempraktikkan dialog di depan kelas, guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya menjaga hati dan lisan, merefleksikan pembelajaran yang paling berkesan, mengapresiasi karya siswa, dan merencanakan aksi nyata untuk menerapkan sikap terpuji di kehidupan sehari-hari. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak negatif sikap munafik, keras hati, dan keras kepala serta merumuskan solusinya.
Alat & bahan: Buku paket PAI, Al-Qur'an dan terjemahannya, artikel, spidol, kertas plano, laptop/tablet (jika tersedia).
Langkah kerja:
- Bacalah studi kasus yang diberikan mengenai seseorang yang memiliki sifat tercela.
- Diskusikan dalam kelompok ciri-ciri, penyebab, dan dampak negatif dari sikap munafik, keras hati, dan keras kepala yang ada dalam studi kasus.
- Cari dalil naqli (ayat Al-Qur'an dan Hadis) yang relevan untuk memperkuat analisis kalian.
- Rumuskan solusi konkret dan langkah-langkah praktis untuk menghindari dan mengatasi sikap-sikap tersebut.
- Siapkan presentasi singkat hasil diskusi kelompok kalian.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sikap munafik?
- Bagaimana ciri orang yang keras hati?
- Mengapa penting untuk bersikap terbuka terhadap nasihat?
- Sebutkan satu contoh perilaku keras kepala yang pernah kamu lihat!
Formatif (proses): Observasi keaktifan siswa dalam diskusi, presentasi, dan tanya jawab selama pembelajaran.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya poster/infografis dan unjuk kerja praktik dialog.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis dampak negatif sikap munafik | Sikap Munafik | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi ciri sikap keras hati dan keras kepala | Sikap Keras Hati dan Keras Kepala | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Merumuskan strategi pencegahan dan penanggulangan | Solusi dan Praktik Akhlak Terpuji | 4 JP | Kemampuan Berkomunikasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang bahaya kemunafikan dan keutamaan kejujuran. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari dan mempelajari berbagai literatur keislaman untuk memperluas pemahaman tentang akhlak terpuji. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekolah sebagai cerminan akhlak mulia. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai perbedaan pendapat teman dan bersikap terbuka terhadap kritik yang membangun. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menerapkan nilai-nilai kejujuran dan amanah dalam setiap tindakan sebagai wujud cinta tanah air. |
Setiap Muslim diperintahkan untuk memiliki akhlak mulia. Namun, godaan untuk berbuat tercela selalu ada. Materi ini akan mengupas tuntas dampak negatif dari sikap munafik, keras hati, dan keras kepala, serta bagaimana kita bisa menghindarinya agar selamat dunia akhirat.
1. Bahaya Lisan yang Berbeda dengan Hati (Munafik)
Sikap munafik adalah salah satu penyakit hati yang paling berbahaya. Ciri utamanya adalah ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, atau berjanji tetapi mengingkari. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang munafik itu (menipu) Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa': 142). Dampaknya sangat luas, mulai dari hilangnya kepercayaan orang lain, rusaknya hubungan sosial, hingga ancaman siksa neraka yang pedih.
2. Keras Hati: Menolak Kebenaran dan Nasihat
Hati yang keras membuat seseorang sulit menerima kebenaran, nasihat, atau teguran. Ia merasa dirinya paling benar dan meremehkan orang lain. Padahal, hati yang sehat adalah hati yang lembut dan mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah. Allah SWT berfirman: "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan (juga) batu-batu yang membelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan (juga) batu-batu yang berjatuhan karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 74). Keras hati menjauhkan seseorang dari ilmu dan hidayah.
3. Keras Kepala: Menolak Aturan dan Kebijaksanaan
Sikap keras kepala identik dengan ketidakmauan untuk mengikuti aturan, kebijaksanaan, atau arahan yang baik. Orang yang keras kepala seringkali egois, merasa paling tahu, dan sulit diajak kompromi. Hal ini bisa terjadi karena kesombongan, ketidakpercayaan diri, atau pengaruh lingkungan yang buruk. Akibatnya, ia seringkali terjerumus dalam kesalahan yang sama berulang kali dan merugikan dirinya sendiri serta orang di sekitarnya. Ini berbeda dengan sikap teguh pendirian pada kebenaran.
4. Dampak Gabungan dan Solusi Praktis
Ketika sikap munafik, keras hati, dan keras kepala bersatu dalam diri seseorang, maka kehancuran diri dan sosial tak terhindarkan. Kepercayaan hilang, hubungan renggang, rezeki sempit, dan yang terpenting, jauh dari rahmat Allah. Untuk menghindarinya, kita perlu senantiasa membersihkan hati dengan zikir, tadabbur Al-Qur'an, memperbanyak doa memohon kelembutan hati, serta bergaul dengan orang-orang saleh. Selain itu, latihlah diri untuk selalu jujur, rendah hati, mau mendengar, dan menerima kebenaran dari mana pun datangnya.
Rangkuman: Sikap munafik, keras hati, dan keras kepala adalah penyakit kronis yang merusak diri, hubungan sosial, dan menjauhkan dari Allah. Mengenali ciri-cirinya, memahami dampaknya, dan menerapkan solusi pencegahan seperti kejujuran, kelembutan hati, serta keterbukaan adalah kunci untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Munafik | Orang yang kemunafikan; berbeda antara ucapan dan perbuatan. |
| Keras Hati | Sifat tidak mau menerima kebenaran, nasihat, atau teguran. |
| Keras Kepala | Sikap tidak mau mengikuti aturan atau kebijaksanaan yang baik; egois. |
| Dalil Naqli | Bukti yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. |
| Tadabbur | Merenungkan dan memahami makna Al-Qur'an. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Pernikahan dalam IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWarisan dalam IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIman kepada Hari Akhir serta Qada dan QadarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModerasi BeragamaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Perkembangan Islam di IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKetentuan Waris (Faraid)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIjtihad dan Semangat KeilmuanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEtos Kerja Islami di Dunia IndustriBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Islam di kelas lain
Cabang iman (keterkaitan antara iman , islam dan ihsanPendidikan Agama Islam Kelas XII SMABeberapa cabang keilmuan (syuabul iman)Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMABerpikir Kritis dalam Al-Qur'anPendidikan Agama Islam Kelas XI SMABersyukur dengan menggunakan akalPendidikan Agama Islam Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas XII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari ini gratis?
Ya. Modul Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase F untuk kelas XII SMA.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari untuk Pendidikan Agama Islam kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Dampak negatif sikap munafik, kers hati dan keras kepala dalam kehidupan sehari hari dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.