Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X
Pembiakan Generatif dan Vegetatif
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Agribisnis Tanaman |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Pembiakan Generatif dan Vegetatif |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang bagian-bagian tumbuhan dan fungsi umumnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide inovatif untuk metode pembiakan tanaman yang efisien di lingkungan sekitar. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan dan melaksanakan proyek pembiakan tanaman secara efektif. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis keberhasilan berbagai metode pembiakan dan mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhinya.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Agribisnis Tanaman |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami proses bisnis agribisnis tanaman secara menyeluruh, termasuk prinsip-prinsip pembiakan tanaman generatif dan vegetatif, serta mampu mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangan komoditas tanaman. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pembiakan generatif terjadi melalui biji, sedangkan pembiakan vegetatif menggunakan bagian tubuh tanaman seperti batang atau daun. |
| Konseptual | Konsep dasar pembiakan tanaman meliputi reproduksi seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif) dengan tujuan memperbanyak tanaman. |
| Prosedural | Langkah-langkah pembiakan vegetatif seperti stek, cangkok, dan okulasi memerlukan teknik khusus untuk keberhasilan perbanyakan tanaman. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya memilih metode pembiakan yang tepat untuk jenis tanaman dan kondisi lingkungan tertentu guna mencapai hasil optimal. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok dan pengamatan, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan antara pembiakan generatif dan vegetatif dengan tepat.
- Setelah mengamati video tutorial, peserta didik dapat menjelaskan tahapan proses pembiakan generatif dan vegetatif secara runtut.
- Dengan bimbingan guru dan jobsheet, peserta didik dapat melakukan praktik stek batang pada tanaman kopi atau teh sesuai prosedur K3 yang benar.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan metode pembiakan generatif dan vegetatif untuk tanaman tertentu.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek pembiakan vegetatif dengan percaya diri dan komunikatif.
Pemahaman bermakna: Memahami pembiakan generatif dan vegetatif akan membantu peserta didik memilih metode perbanyakan tanaman yang paling sesuai untuk berbagai komoditas pertanian, meningkatkan produktivitas, dan melestarikan keanekaragaman hayati.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa beberapa petani lebih suka menanam bibit dari biji, sementara yang lain memilih metode stek atau cangkok?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami struktur dan fungsi organ reproduksi tanaman serta proses genetik. Kewirausahaan: Mengembangkan ide bisnis berbasis perbanyakan tanaman unggul dan analisis pasar. Pendidikan Lingkungan Hidup: Menyadari pentingnya konservasi keanekaragaman hayati melalui pembiakan yang berkelanjutan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas petani lokal dapat dilibatkan sebagai narasumber atau tempat praktik magang singkat untuk memperkaya pengalaman peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan lahan praktik sekolah atau kebun percobaan sebagai laboratorium hidup serta area diskusi kelompok yang nyaman dan aman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video tutorial pembiakan vegetatif, aplikasi identifikasi tanaman, dan platform kolaborasi daring untuk berbagi hasil proyek dan sumber belajar. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok dan pengamatan, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan antara pembiakan generatif dan vegetatif dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Kata Tanaman: Guru menyebutkan ciri-ciri tanaman, peserta didik menebak nama tanamannya. Contoh: 'Berbuah merah, bijinya di luar.' (Stroberi)
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan jobsheet, peserta didik dapat melakukan praktik stek batang pada tanaman kopi atau teh sesuai prosedur K3 yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Rantai Kata Tanaman: Peserta didik menyebutkan satu kata terkait tanaman, lalu peserta didik berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan dengan kata sebelumnya. Contoh: 'Bunga' -> 'Mekar' -> 'Indah'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan membandingkan metode pembiakan generatif dan vegetatif.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, smartphone (opsional)
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati 1 yang disajikan oleh guru.
- Identifikasi bagian-bagian tanaman pada gambar yang berperan dalam pembiakan generatif dan vegetatif, lalu diskusikan dalam kelompok.
- Lengkapi tabel perbandingan di bawah ini berdasarkan hasil diskusi dan sumber informasi yang relevan.
- Diskusikan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode pembiakan untuk tanaman pertanian di daerah Anda.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang cara tumbuhan berkembang biak?
- Sebutkan contoh tanaman yang diperbanyak menggunakan biji!
- Sebutkan contoh tanaman yang diperbanyak tanpa menggunakan biji!
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama praktik stek batang dan diskusi kelompok, serta penilaian kelengkapan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek pembiakan vegetatif dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi perbedaan pembiakan generatif dan vegetatif | Konsep pembiakan generatif (biji) dan vegetatif (non-biji) | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan tahapan proses pembiakan generatif dan vegetatif | Proses pembentukan biji, perkecambahan, dan teknik vegetatif (stek, cangkok, okulasi) | 4 JP | kreativitas |
| 3 | Melakukan praktik stek batang pada tanaman kopi atau teh | Praktik stek batang, persiapan media, perawatan stek, K3 | 4 JP | kolaborasi |
Modul ini akan membimbing Anda memahami dua cara utama tanaman memperbanyak diri: pembiakan generatif dan vegetatif. Keduanya memiliki peran penting dalam pertanian dan perkebunan, terutama di daerah pegunungan yang kaya akan keanekaragaman tanaman. Dengan menguasai materi ini, Anda akan mampu memilih metode perbanyakan yang tepat untuk berbagai jenis tanaman, mengoptimalkan hasil panen, dan mendukung keberlanjutan agribisnis.
1. Pengertian Pembiakan Tanaman
Pembiakan tanaman adalah proses memperbanyak jumlah tanaman baik secara alami maupun buatan. Tujuan utamanya adalah untuk melestarikan jenis tanaman, meningkatkan produksi, dan menghasilkan varietas baru yang lebih unggul. Pembiakan ini dapat dilakukan melalui dua cara utama, yaitu secara generatif (kawin) dan vegetatif (tidak kawin). Pemilihan metode pembiakan sangat bergantung pada jenis tanaman, tujuan perbanyakan, serta kondisi lingkungan yang tersedia.
2. Pembiakan Generatif (Seksual)
Pembiakan generatif adalah perbanyakan tanaman melalui biji yang merupakan hasil perkawinan antara sel kelamin jantan (serbuk sari) dan sel kelamin betina (putik). Proses ini melibatkan penyerbukan dan pembuahan. Contoh tanaman yang diperbanyak secara generatif adalah padi, jagung, kacang-kacangan, dan sebagian besar tanaman buah seperti mangga dan rambutan yang ditanam dari biji. Keuntungan metode ini adalah menghasilkan tanaman dengan perakaran kuat dan variasi genetik yang tinggi, namun pertumbuhannya cenderung lebih lambat.
3. Pembiakan Vegetatif (Aseksual)
Pembiakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman tanpa melalui perkawinan, melainkan menggunakan bagian tubuh tanaman seperti batang, daun, atau akar. Metode ini menghasilkan tanaman baru yang secara genetik identik dengan induknya. Pembiakan vegetatif sering digunakan untuk tanaman yang sulit berbuah atau berbiji, atau untuk mempertahankan sifat unggul induk. Contoh tanaman yang umum diperbanyak secara vegetatif adalah tebu, singkong, pisang, dan beberapa jenis tanaman hias.
4. Jenis-jenis Pembiakan Vegetatif Alami
Pembiakan vegetatif alami terjadi tanpa campur tangan manusia. Contohnya adalah stolon/geragih (stroberi), rhizoma/rimpang (jahe, kunyit), umbi lapis (bawang), umbi batang (kentang), umbi akar (wortel), dan tunas (pisang, bambu). Setiap jenis memiliki karakteristik dan cara perbanyakan yang unik, menyesuaikan dengan struktur morfologi tanaman. Di daerah pegunungan, tanaman seperti jahe dan kunyit banyak dibudidayakan menggunakan rimpang.
5. Jenis-jenis Pembiakan Vegetatif Buatan
Pembiakan vegetatif buatan memerlukan campur tangan manusia. Metode ini meliputi stek (memotong bagian tanaman lalu ditanam, seperti pada mawar, singkong, kopi, teh), cangkok (mengupas kulit batang dan membungkusnya dengan media tanam agar berakar, seperti pada mangga, jambu), okulasi (menempelkan mata tunas dari tanaman unggul ke batang bawah), sambung (menggabungkan dua bagian tanaman), dan kultur jaringan (perbanyakan dalam skala laboratorium). Metode ini populer karena menghasilkan tanaman yang cepat berbuah dan memiliki sifat sama dengan induknya.
6. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembiakan
Pembiakan generatif menawarkan variasi genetik, perakaran kuat, dan ketahanan terhadap penyakit, namun lambat dan sifatnya tidak selalu sama dengan induk. Sebaliknya, pembiakan vegetatif menghasilkan tanaman yang seragam, cepat berbuah, dan mempertahankan sifat unggul, tetapi perakaran kurang kuat dan rentan terhadap penyakit tertentu. Pemilihan metode harus mempertimbangkan tujuan budidaya, kondisi lingkungan, serta sumber daya yang tersedia, khususnya di daerah perkebunan.
Rangkuman: Pembiakan tanaman dapat dilakukan secara generatif melalui biji atau vegetatif menggunakan bagian tubuh tanaman. Pembiakan generatif menghasilkan variasi genetik dan perakaran kuat, sedangkan vegetatif menghasilkan tanaman yang identik dengan induk dan cepat berbuah. Metode vegetatif meliputi stek, cangkok, okulasi, dan sambung. Pemilihan metode yang tepat sangat penting untuk keberhasilan budidaya tanaman dan pengembangan agribisnis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Generatif | Perbanyakan tanaman melalui biji. |
| Vegetatif | Perbanyakan tanaman tanpa biji, menggunakan bagian tubuh tanaman. |
| Stek | Metode perbanyakan vegetatif dengan menanam potongan batang, daun, atau akar. |
| Cangkok | Metode perbanyakan vegetatif dengan melukai batang dan membungkusnya agar berakar. |
| Okulasi | Metode perbanyakan vegetatif dengan menempelkan mata tunas. |
| Rhizoma | Batang yang tumbuh mendatar di bawah tanah, tempat tunas baru tumbuh. |
| Stolon | Batang yang tumbuh mendatar di atas tanah, tempat tunas baru tumbuh. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pembiakan Generatif dan Vegetatif" mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pembiakan Generatif dan Vegetatif yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
Manajemen Agribisnis TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Proses Produksi Tanaman dan Isu-Isu GlobalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAgripreneurshipBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengelolaan Faktor ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisFaktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Proses Produksi TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Pembiakan TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProses Produksi TanamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPascapanen dan PemasaranModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKelembagaan dalam Agribisnis TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman lain yang sudah tersedia
Pembiakan Tanaman Generatif dan VegetatifDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKFaktor yang Berpengaruh pada Produksi Tanaman (Faktor Edafik, Klimatik dan Pirik)Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKisu-isu global terkait dengan lingkungan dan pengelolaan limbah pertanianDasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKMenerapkan Pertanian BerkelanjutanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pembiakan Generatif dan Vegetatif pada Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Agribisnis Tanaman.
Modul Pembiakan Generatif dan Vegetatif ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pembiakan Generatif dan Vegetatif untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman materi Pembiakan Generatif dan Vegetatif ini gratis?
Ya. Modul Pembiakan Generatif dan Vegetatif untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pembiakan Generatif dan Vegetatif ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pembiakan Generatif dan Vegetatif ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pembiakan Generatif dan Vegetatif dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pembiakan Generatif dan Vegetatif ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pembiakan Generatif dan Vegetatif tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pembiakan Generatif dan Vegetatif untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pembiakan Generatif dan Vegetatif ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pembiakan Generatif dan Vegetatif beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pembiakan Generatif dan Vegetatif disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.