Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X
Pascapanen dan Pemasaran
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Agribisnis Tanaman |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Pascapanen dan Pemasaran |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang budidaya tanaman dan jenis-jenis produk pertanian. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide inovatif dalam penanganan pascapanen dan strategi pemasaran produk agribisnis tanaman. - kolaborasi — elemen: kerja sama
Peserta didik berinteraksi secara positif dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek pascapanen dan pemasaran. - kemandirian — elemen: pemahaman diri dan situasi
Peserta didik mengenali potensi diri dan situasi pasar untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pengembangan produk agribisnis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Dasar-dasar Agribisnis Tanaman |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menerapkan prinsip-prinsip penanganan pascapanen, distribusi, dan pemasaran hasil tanaman serta mengelola limbah pertanian secara berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata kerusakan produk pertanian setelah panen dan fluktuasi harga di pasar tradisional. |
| Konseptual | Prinsip utama yang dipelajari adalah pentingnya penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas dan nilai jual produk serta strategi pemasaran yang efektif. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sortasi, grading, pengemasan, dan teknik promosi produk pertanian. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya perencanaan dan adaptasi terhadap perubahan pasar dalam menentukan keberhasilan agribisnis. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati video kasus kerusakan hasil panen, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan pascapanen dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan berbagai teknik penanganan pascapanen untuk mempertahankan kualitas produk dengan benar.
- Dengan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis jalur distribusi dan strategi pemasaran produk pertanian yang efektif secara logis.
- Melalui praktik langsung, peserta didik dapat melakukan sortasi dan grading produk hortikultura sesuai standar mutu dengan cermat.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang kemasan produk pertanian yang menarik dan fungsional berdasarkan karakteristik produk.
- Setelah presentasi proyek, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran produk pertanian yang telah dirancang dengan kriteria yang jelas.
Pemahaman bermakna: Penanganan pascapanen yang tepat dan strategi pemasaran yang efektif adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk agribisnis tanaman di pasar.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa harga sayuran di pasar bisa jatuh drastis padahal panennya melimpah?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kewirausahaan: Peserta didik belajar mengembangkan ide produk, menentukan harga, dan strategi promosi untuk memasarkan hasil pertanian. Bahasa Indonesia: Peserta didik menyusun teks promosi, label produk, dan presentasi hasil proyek dengan bahasa yang efektif dan menarik. Seni Budaya: Peserta didik merancang desain kemasan produk pertanian yang estetis dan memiliki nilai jual. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas petani dapat berbagi pengalaman tentang tantangan pascapanen dan pemasaran produk pertanian di daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan lahan sekolah atau kebun percobaan untuk praktik penanganan pascapanen dan simulasi pemasaran langsung produk pertanian. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi presentasi untuk menyajikan hasil analisis, mencari informasi pemasaran online, dan membuat desain kemasan digital. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati video kasus kerusakan hasil panen, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan pascapanen dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Kata Pertanian: Guru menyebutkan ciri-ciri produk pertanian atau masalah pascapanen, peserta didik menebak kata yang dimaksud secara cepat dan tepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan berbagai teknik penanganan pascapanen untuk mempertahankan kualitas produk dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Guru menyebutkan satu kata terkait pascapanen (misal: 'sortasi'), peserta didik berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan (misal: 'grading'), dan seterusnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan pascapanen dan teknik penanganannya.
Alat & bahan: Alat tulis, buku catatan, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati 1 yang menunjukkan berbagai kondisi produk pertanian. Identifikasi masalah yang terjadi pada setiap produk.
- Diskusikan dalam kelompok, faktor-faktor apa saja yang mungkin menyebabkan kondisi tersebut.
- Carilah informasi mengenai teknik penanganan pascapanen yang dapat mencegah atau mengurangi masalah tersebut.
- Isi tabel pengamatan dengan hasil identifikasi dan diskusi kelompokmu.
- Jawab pertanyaan refleksi di akhir lembar kerja.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang 'pascapanen'?
- Menurutmu, mengapa produk pertanian seringkali cepat rusak setelah dipanen?
- Pernahkah kamu melihat produk pertanian yang dikemas dengan menarik? Produk apa itu?
- Bagaimana cara petani menjual hasil panennya?
Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi hasil identifikasi, dan praktik sortasi/grading.
Sumatif (akhir): Asesmen sumatif dilakukan melalui tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta penilaian proyek akhir berupa laporan perencanaan pemasaran produk pertanian.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan pascapanen. | Faktor penyebab kerusakan pascapanen. | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan berbagai teknik penanganan pascapanen. | Teknik sortasi, grading, pencucian, pengeringan, penyimpanan. | 4 JP | kreativitas |
| 3 | Melakukan sortasi dan grading produk hortikultura. | Praktik sortasi dan grading produk hortikultura. | 4 JP | kemandirian |
Penanganan pascapanen dan pemasaran adalah dua aspek krusial dalam agribisnis tanaman yang seringkali diabaikan. Setelah panen, produk pertanian sangat rentan terhadap kerusakan yang dapat menurunkan kualitas dan nilai jualnya. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjaga kesegaran dan memperpanjang masa simpan produk, serta strategi pemasaran yang efektif agar produk sampai ke tangan konsumen dengan nilai optimal.
1. Pengertian Pascapanen dan Kerusakan
Pascapanen merujuk pada serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah produk pertanian dipanen hingga siap dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. Tahapan ini sangat penting karena produk pertanian bersifat mudah rusak (perishable). Kerusakan pascapanen dapat disebabkan oleh faktor fisik (memar, pecah), biologis (serangan hama penyakit), kimia (perubahan komposisi), dan fisiologis (respirasi, transpirasi). Contoh kerusakan umum meliputi pembusukan pada buah, layu pada sayuran daun, atau perkecambahan dini pada umbi-umbian.
2. Tujuan dan Prinsip Penanganan Pascapanen
Tujuan utama penanganan pascapanen adalah mempertahankan kualitas, memperpanjang masa simpan, mengurangi kehilangan hasil, dan meningkatkan nilai jual produk. Prinsip dasar yang harus diperhatikan meliputi kecepatan penanganan, kebersihan, suhu yang tepat, kelembaban yang sesuai, dan perlindungan dari kerusakan mekanis. Penerapan prinsip ini akan sangat membantu menjaga integritas produk dari lapangan hingga ke konsumen akhir.
3. Teknik Sortasi dan Grading
Sortasi adalah proses pemisahan produk berdasarkan ada tidaknya cacat, kerusakan, atau benda asing. Produk yang rusak parah atau tidak layak konsumsi harus dipisahkan. Grading adalah pengelompokan produk berdasarkan standar mutu tertentu, seperti ukuran, bentuk, warna, kematangan, atau berat. Misalnya, cabai dapat digrading menjadi 'super', 'grade A', dan 'grade B'. Kedua teknik ini bertujuan untuk menyeragamkan kualitas produk sehingga lebih menarik bagi pembeli dan memiliki harga jual yang stabil.
4. Pencucian dan Pengeringan
Pencucian dilakukan untuk menghilangkan kotoran, residu pestisida, atau mikroorganisme pada permukaan produk. Air yang digunakan harus bersih dan bebas kontaminan. Setelah dicuci, produk perlu dikeringkan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama jika akan disimpan dalam waktu lama. Pengeringan dapat dilakukan secara alami (jemur matahari) atau buatan (menggunakan oven pengering) tergantung jenis produk dan skala produksi.
5. Pendinginan dan Penyimpanan
Pendinginan adalah salah satu cara paling efektif untuk memperlambat laju respirasi dan aktivitas mikroorganisme pada produk segar, sehingga memperpanjang masa simpannya. Produk seperti buah dan sayuran sering disimpan dalam ruang pendingin (cold storage) atau lemari es. Suhu dan kelembaban harus diatur sesuai dengan karakteristik spesifik masing-masing produk untuk mencegah kerusakan dingin atau kekeringan.
6. Pengemasan Produk Pertanian
Pengemasan berfungsi melindungi produk dari kerusakan fisik, kimia, dan biologis selama transportasi dan penyimpanan. Selain itu, kemasan juga menjadi media informasi dan promosi. Bahan kemasan bervariasi dari karung, kotak karton, hingga plastik vakum, disesuaikan dengan jenis produk. Desain kemasan yang menarik dan informatif dapat meningkatkan daya saing produk di pasaran.
7. Distribusi dan Saluran Pemasaran
Distribusi adalah proses penyaluran produk dari produsen ke konsumen. Saluran pemasaran dapat bervariasi, mulai dari penjualan langsung ke konsumen, melalui pedagang pengumpul, pengecer, hingga supermarket. Pemilihan saluran distribusi yang tepat sangat mempengaruhi efisiensi dan jangkauan pasar. Pertimbangan dalam memilih saluran meliputi jenis produk, target pasar, biaya, dan kontrol yang diinginkan.
8. Strategi Pemasaran Produk Agribisnis
Strategi pemasaran meliputi penentuan harga, promosi, dan tempat penjualan. Harga harus kompetitif namun tetap memberikan keuntungan. Promosi dapat dilakukan melalui media sosial, pameran, atau kemitraan. Pemilihan tempat penjualan yang strategis akan memudahkan konsumen mengakses produk. Pemasaran digital juga menjadi sangat penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan brand awareness produk pertanian.
Rangkuman: Pascapanen dan pemasaran adalah tahapan krusial dalam agribisnis. Penanganan pascapanen yang tepat, meliputi sortasi, grading, pencucian, pengeringan, pendinginan, dan pengemasan, bertujuan menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan produk. Sementara itu, strategi pemasaran yang efektif, dengan mempertimbangkan saluran distribusi, harga, dan promosi, akan meningkatkan nilai jual dan daya saing produk pertanian. Keduanya saling mendukung untuk mencapai keberhasilan agribisnis tanaman.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pascapanen | Kegiatan setelah panen hingga produk siap dikonsumsi/diolah. |
| Sortasi | Pemisahan produk berdasarkan ada/tidaknya cacat atau kerusakan. |
| Grading | Pengelompokan produk berdasarkan standar mutu (ukuran, warna, dll.). |
| Perishable | Mudah rusak atau busuk. |
| Respirasi | Proses pernapasan pada tumbuhan yang menghasilkan energi dan melepaskan CO2. |
| Transpirasi | Proses pelepasan uap air dari permukaan tumbuhan. |
| Cold storage | Ruang penyimpanan berpendingin untuk produk segar. |
| Distribusi | Penyaluran produk dari produsen ke konsumen. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pascapanen dan Pemasaran" mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pascapanen dan Pemasaran yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
Manajemen Agribisnis TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Proses Produksi Tanaman dan Isu-Isu GlobalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAgripreneurshipBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengelolaan Faktor ProduksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisFaktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Proses Produksi TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Pembiakan TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProses Produksi TanamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman lain yang sudah tersedia
isu-isu global terkait dengan lingkungan dan pengelolaan limbah pertanianDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKMenerapkan Pertanian BerkelanjutanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKPembiakan Tanaman Generatif dan VegetatifDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKPenerapan Pertanian BerkelanjutanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pascapanen dan Pemasaran pada Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Agribisnis Tanaman.
Modul Pascapanen dan Pemasaran ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman materi Pascapanen dan Pemasaran ini gratis?
Ya. Modul Pascapanen dan Pemasaran untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pascapanen dan Pemasaran ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pascapanen dan Pemasaran ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pascapanen dan Pemasaran dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pascapanen dan Pemasaran ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pascapanen dan Pemasaran tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pascapanen dan Pemasaran untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pascapanen dan Pemasaran ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pascapanen dan Pemasaran beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pascapanen dan Pemasaran disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.