SMK · Kelas X · Fase E

Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X
Menerapkan Pertanian Berkelanjutan

Modul ajar (RPP) Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMK kelas X materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.

Sampul modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — siap cetak A411 lembar A4✨ Bisa sampai 17 lembar lebih2 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang menjaga keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini dan masa depan. Prinsip utamanya meliputi konservasi sumber daya, minimalisasi input kimia, dan diversifikasi tanaman. Manfaatnya mencakup lingkungan yang lebih sehat, ekonomi yang lebih baik, dan komunitas yang lebih kuat, meskipun ada tantangan dalam penerapannya. Praktik seperti pembuatan pupuk organik cair sangat mendukung tujuan ini.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Menerapkan Pertanian Berkelanjutan
Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Menerapkan Pertanian Berkelanjutan
Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranDasar-dasar Agribisnis Tanaman
Fase / KelasE / X
Materi PokokMenerapkan Pertanian Berkelanjutan
Alokasi Waktu2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis tanaman dan praktik budidaya sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik menganalisis berbagai masalah pertanian dan mengevaluasi solusi berkelanjutan yang paling efektif.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan Orisinal
    Peserta didik mengembangkan gagasan inovatif untuk sistem pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lokal.
  3. Kolaborasi — elemen: Kerja Sama dan Komunikasi
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan dan melaksanakan praktik pertanian berkelanjutan secara efektif.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Elemen / DomainDasar-dasar Agribisnis Tanaman
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami konsep dasar agribisnis tanaman, mengidentifikasi potensi dan tantangan, serta menerapkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPertanian berkelanjutan di Indonesia sering dijumpai dalam bentuk pertanian organik, tumpang sari, atau penggunaan pupuk kompos.
KonseptualKonsep inti pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang mengelola sumber daya secara efisien untuk memenuhi kebutuhan pangan tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang.
ProseduralLangkah-langkah penerapan pertanian berkelanjutan meliputi perencanaan rotasi tanaman, pembuatan pupuk organik, dan pengelolaan hama terpadu.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya berpikir jangka panjang dalam setiap keputusan pertanian untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep pertanian berkelanjutan dan prinsip-prinsipnya dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis video praktik pertanian, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga contoh praktik pertanian berkelanjutan pada tanaman hortikultura secara akurat.
  3. Melalui simulasi perencanaan, peserta didik dapat merancang langkah-langkah penerapan pertanian berkelanjutan pada komoditas tanaman hortikultura dengan runtut.
  4. Dengan bimbingan guru dan alat praktik, peserta didik dapat melaksanakan praktik sederhana pembuatan pupuk organik cair sesuai prosedur yang benar.
  5. Melalui presentasi hasil proyek, peserta didik mampu mempresentasikan dampak positif pertanian berkelanjutan terhadap lingkungan dan ekonomi dengan percaya diri.
Halaman 2 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Pertanian berkelanjutan bukan hanya tentang menghasilkan panen, tetapi juga tentang menjaga kesehatan tanah, air, dan keanekaragaman hayati untuk masa depan yang lebih baik.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita bertani agar tanah tetap subur, air tetap bersih, dan hasil panen melimpah untuk anak cucu kita?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuKimia: Memahami komposisi dan reaksi kimia dalam proses pembuatan pupuk organik.
Biologi: Mempelajari peran mikroorganisme dalam dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi tanaman.
Ekonomi: Menganalisis dampak ekonomi dari penerapan pertanian berkelanjutan terhadap pendapatan petani dan biaya produksi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang penerapan praktik pertanian berkelanjutan di lingkungan rumah atau kebun mereka.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas dan area praktik kebun sekolah yang bersih, tertata, dan dilengkapi dengan poster informasi tentang pertanian berkelanjutan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video tutorial dari YouTube tentang pembuatan pupuk organik dan aplikasi pencatat pertumbuhan tanaman sederhana di smartphone.
Halaman 3 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep pertanian berkelanjutan dan prinsip-prinsipnya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Kata Pertanian: Guru menyebutkan ciri-ciri tanaman atau alat pertanian, peserta didik menebak namanya. Dilakukan bergantian untuk 3-4 kata.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan gambar kondisi lahan pertanian yang rusak dan subur, lalu bertanya 'Apa perbedaan kedua lahan ini? Apa penyebabnya?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami konsep dan prinsip pertanian berkelanjutan, serta menjelaskan tahapan pembelajaran PBL.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang masalah lingkungan akibat praktik pertanian konvensional dan dampaknya pada petani, lalu meminta peserta didik mengidentifikasi permasalahan yang muncul.
  2. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk mengidentifikasi masalah utama dari video tersebut dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan kunci yang ingin dijawab.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi studi kasus tentang praktik pertanian di suatu daerah.
  2. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok menganalisis studi kasus, mencari informasi dari berbagai sumber (buku teks, internet) tentang konsep dan prinsip pertanian berkelanjutan, serta mengidentifikasi solusi yang mungkin.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat (peta pikiran atau infografis) yang menjelaskan konsep, prinsip, dan solusi pertanian berkelanjutan dari studi kasus mereka.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi untuk menyimpulkan konsep utama.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang konsep dan prinsip pertanian berkelanjutan.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan pentingnya pertanian berkelanjutan untuk masa depan.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya tentang jenis-jenis praktik pertanian berkelanjutan dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Tujuan Pertemuan 2Dengan bimbingan guru dan alat praktik, peserta didik dapat melaksanakan praktik sederhana pembuatan pupuk organik cair sesuai prosedur yang benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Rantai Kata: Guru menyebutkan satu kata terkait pertanian, peserta didik berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan. Contoh: 'Tanah' -> 'Subur' -> 'Pupuk' -> 'Organik'.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang konsep pertanian berkelanjutan dan menanyakan 'Apa saja praktik nyata yang bisa kita lakukan untuk menerapkan pertanian berkelanjutan?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi praktik berkelanjutan dan melakukan praktik pembuatan pupuk organik cair, serta menjelaskan tahapan pembelajaran PBL.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video praktik pertanian berkelanjutan pada tanaman hortikultura (misalnya, pembuatan kompos, penggunaan pestisida nabati, tumpang sari).
  2. Guru meminta peserta didik mengidentifikasi berbagai praktik yang ditayangkan dan mendiskusikan manfaat serta tantangan penerapannya di lingkungan sekitar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok praktik. Setiap kelompok menerima panduan praktik pembuatan pupuk organik cair.
  2. Membimbing penyelidikan: Peserta didik secara berkelompok menyiapkan alat dan bahan, kemudian melaksanakan praktik pembuatan pupuk organik cair sesuai langkah-langkah yang diberikan. Guru berkeliling membimbing dan memastikan prosedur diikuti dengan benar.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mendokumentasikan proses dan hasil praktik mereka (foto/video singkat) dan menyiapkan laporan singkat hasil praktik.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil praktik dan menjelaskan manfaat pupuk organik cair. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya praktik ini dalam pertanian berkelanjutan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan langkah-langkah dan manfaat praktik pembuatan pupuk organik cair.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan antusiasme peserta didik dalam praktik, serta mengingatkan untuk terus berinovasi dalam pertanian.
  3. Guru memberikan tugas tindak lanjut untuk mengamati perkembangan pupuk cair yang dibuat dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat membuat pupuk organik cair dari bahan-bahan sederhana dengan benar.

Alat & bahan: Botol plastik bekas, ember, pisau, sarung tangan, air, gula merah, EM4, sisa sayuran/buah, kotoran hewan.

Langkah kerja:

  1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cair seperti pada Gambar 1.
  2. Cincang sisa sayuran/buah hingga ukuran kecil, masukkan ke dalam ember, tambahkan kotoran hewan.
  3. Larutkan gula merah dengan air secukupnya, campurkan dengan EM4, aduk rata.
  4. Tuangkan larutan gula merah dan EM4 ke dalam ember berisi bahan organik, aduk hingga homogen, lalu tutup rapat.
  5. Fermentasikan selama 2-4 minggu, aduk setiap 2-3 hari, hingga pupuk siap digunakan.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang pertanian?
  2. Menurutmu, mengapa tanah perlu dijaga kesuburannya?
  3. Pernahkah kamu melihat orang membuat pupuk kompos atau pupuk cair?
  4. Apa saja jenis tanaman hortikultura yang kamu ketahui?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pembuatan pupuk organik cair.

Sumatif (akhir): Penilaian laporan praktik dan presentasi hasil proyek pertanian berkelanjutan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan konsep pertanian berkelanjutanKonsep dan prinsip pertanian berkelanjutan3 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi praktik pertanian berkelanjutanContoh praktik pertanian berkelanjutan3 JPPenalaran Kritis
3Merancang dan melaksanakan praktik pembuatan pupuk organik cairPerencanaan dan praktik pupuk organik cair6 JPKreativitas, Kolaborasi
Halaman 8 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pertanian berkelanjutan adalah pendekatan holistik dalam mengelola sistem pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan serat saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Ini melibatkan integrasi praktik-praktik yang ramah lingkungan, layak secara ekonomi, dan adil secara sosial.

1. Konsep Pertanian Berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan adalah pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Konsep ini menekankan pada penggunaan sumber daya yang efisien, pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat petani. Ini berbeda dengan pertanian konvensional yang seringkali mengandalkan input kimia tinggi dan berpotensi merusak lingkungan jangka panjang.

2. Prinsip-prinsip Pertanian Berkelanjutan
Ada beberapa prinsip utama dalam pertanian berkelanjutan. Pertama, konservasi sumber daya alam seperti tanah dan air melalui praktik seperti rotasi tanaman, terasering, dan irigasi tetes. Kedua, minimalisasi penggunaan input eksternal yang berbahaya, seperti pestisida dan pupuk kimia sintetis, dengan beralih ke metode organik dan hayati. Ketiga, peningkatan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Keempat, diversifikasi tanaman dan ternak untuk meningkatkan ketahanan ekosistem. Kelima, integrasi sistem pertanian dan peternakan untuk menciptakan siklus nutrisi yang tertutup. Keenam, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan pertanian.

3. Manfaat Pertanian Berkelanjutan
Penerapan pertanian berkelanjutan membawa banyak manfaat. Dari sisi lingkungan, dapat mengurangi erosi tanah, menjaga kualitas air, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Secara ekonomi, dapat mengurangi biaya produksi jangka panjang karena ketergantungan pada input eksternal berkurang, serta meningkatkan nilai jual produk organik. Dari aspek sosial, pertanian berkelanjutan dapat meningkatkan kesehatan petani dan konsumen, menciptakan lapangan kerja di sektor pedesaan, dan memperkuat komunitas lokal melalui praktik-praktik kolaboratif. Ini juga mendukung ketahanan pangan nasional.

4. Tantangan dalam Penerapan
Meskipun memiliki banyak manfaat, pertanian berkelanjutan juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah resistensi dari petani yang terbiasa dengan metode konvensional dan enggan beralih karena membutuhkan perubahan pola pikir dan investasi awal. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani tentang praktik-praktik baru juga menjadi hambatan. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah, akses pasar untuk produk berkelanjutan, dan ketersediaan infrastruktur pendukung masih perlu ditingkatkan. Perubahan iklim juga dapat memperparah tantangan ini, menuntut adaptasi yang lebih cepat.

5. Praktik Pertanian Berkelanjutan pada Hortikultura
Pada tanaman hortikultura, praktik pertanian berkelanjutan dapat diwujudkan melalui beberapa cara. Contohnya, penggunaan pupuk organik seperti kompos atau pupuk cair dari limbah rumah tangga dan kotoran hewan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) dengan memanfaatkan musuh alami, pestisida nabati, atau rotasi tanaman. Tumpang sari atau penanaman beberapa jenis tanaman dalam satu lahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan mengurangi risiko gagal panen. Pengelolaan air yang efisien melalui irigasi tetes atau penampungan air hujan juga sangat penting untuk tanaman hortikultura.

6. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
Pupuk Organik Cair (POC) adalah salah satu solusi efektif dalam pertanian berkelanjutan. POC dibuat dari bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan air, yang difermentasi dengan bantuan mikroorganisme pengurai (misalnya EM4). Proses fermentasi ini mengubah bahan organik menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman. Keunggulan POC adalah mudah dibuat, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman secara alami. Penggunaannya membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mendaur ulang limbah organik yang ada di sekitar kita.

Rangkuman: Pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang menjaga keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini dan masa depan. Prinsip utamanya meliputi konservasi sumber daya, minimalisasi input kimia, dan diversifikasi tanaman. Manfaatnya mencakup lingkungan yang lebih sehat, ekonomi yang lebih baik, dan komunitas yang lebih kuat, meskipun ada tantangan dalam penerapannya. Praktik seperti pembuatan pupuk organik cair sangat mendukung tujuan ini.

Halaman 9 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
HortikulturaBudidaya tanaman buah, sayuran, bunga, dan tanaman hias.
Pupuk Organik Cair (POC)Pupuk berbentuk cairan yang dibuat dari bahan organik melalui proses fermentasi.
EM4Efektif Mikroorganisme 4, larutan kultur campuran mikroorganisme yang bermanfaat.
Tumpang SariSistem penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan secara bersamaan.
Pestisida NabatiPestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan.
Rotasi TanamanPenanaman jenis tanaman yang berbeda secara bergantian pada lahan yang sama.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Menerapkan Pertanian Berkelanjutan" mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Menerapkan Pertanian Berkelanjutan — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama & sekolah · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembarLembar 12–17

Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaDasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas XPeta Konsep
Menerapkan Pertanian BerkelanjutanKonsep Pertanian BerkelanjutanPrinsip-prinsip Pertanian BerkelanjutanManfaat Pertanian BerkelanjutanTantangan dalam PenerapanPraktik Pertanian Berkelanjutan pada Hortikultura
Dari sub-bab Menerapkan Pertanian BerkelanjutanHalaman 12
Nama sekolah AndaDasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaDasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaDasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaDasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaDasar-dasar Agribisnis Tanaman · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Proses Bisnis secara Menyeluruh di Bidang Agribisnis Tanaman1Perkembangan Teknologi Produksi Tanaman dan Isu-Isu Global1Profil Entrepreneur, Job Profile, dan Peluang Usaha Bidang Agribisnis Tanaman1Pembiakan Tanaman secara Generatif dan Vegetatif2Penyiapan Lahan dan Persiapan Tanam…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDProses Bisnis secara Menyeluruh di Bidang Agribisnis TanamanPerkembangan Teknologi Produksi Tanaman dan Isu-Isu GlobalProfil Entrepreneur, Job Profile, dan Peluang Usaha Bidang Agribisnis TanamanPembiakan Tanaman secara Generatif dan Vegetatif
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Peta Materi Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman lain yang sudah tersedia

Penerapan Pertanian BerkelanjutanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKPertanian BerkelanjutanDasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKisu-isu global terkait dengan lingkungan dan pengelolaan limbah pertanianDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKWawasan Dunia Kerja bidang Agribisnis TanamanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan pada Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Agribisnis Tanaman.

Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X.

Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini gratis?

Ya. Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menerapkan Pertanian Berkelanjutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menerapkan Pertanian Berkelanjutan untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menerapkan Pertanian Berkelanjutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.