Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X
Menerapkan Pertanian Berkelanjutan
Modul ajar (RPP) Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMK kelas X materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Menerapkan Pertanian Berkelanjutan yang Anda cari? Materi Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Agribisnis Tanaman |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Menerapkan Pertanian Berkelanjutan |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis tanaman dan praktik budidaya sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis berbagai masalah pertanian dan mengevaluasi solusi berkelanjutan yang paling efektif. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan Orisinal
Peserta didik mengembangkan gagasan inovatif untuk sistem pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lokal. - Kolaborasi — elemen: Kerja Sama dan Komunikasi
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan dan melaksanakan praktik pertanian berkelanjutan secara efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Dasar-dasar Agribisnis Tanaman |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar agribisnis tanaman, mengidentifikasi potensi dan tantangan, serta menerapkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pertanian berkelanjutan di Indonesia sering dijumpai dalam bentuk pertanian organik, tumpang sari, atau penggunaan pupuk kompos. |
| Konseptual | Konsep inti pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang mengelola sumber daya secara efisien untuk memenuhi kebutuhan pangan tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. |
| Prosedural | Langkah-langkah penerapan pertanian berkelanjutan meliputi perencanaan rotasi tanaman, pembuatan pupuk organik, dan pengelolaan hama terpadu. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir jangka panjang dalam setiap keputusan pertanian untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep pertanian berkelanjutan dan prinsip-prinsipnya dengan tepat.
- Dengan menganalisis video praktik pertanian, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga contoh praktik pertanian berkelanjutan pada tanaman hortikultura secara akurat.
- Melalui simulasi perencanaan, peserta didik dapat merancang langkah-langkah penerapan pertanian berkelanjutan pada komoditas tanaman hortikultura dengan runtut.
- Dengan bimbingan guru dan alat praktik, peserta didik dapat melaksanakan praktik sederhana pembuatan pupuk organik cair sesuai prosedur yang benar.
- Melalui presentasi hasil proyek, peserta didik mampu mempresentasikan dampak positif pertanian berkelanjutan terhadap lingkungan dan ekonomi dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Pertanian berkelanjutan bukan hanya tentang menghasilkan panen, tetapi juga tentang menjaga kesehatan tanah, air, dan keanekaragaman hayati untuk masa depan yang lebih baik.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita bertani agar tanah tetap subur, air tetap bersih, dan hasil panen melimpah untuk anak cucu kita?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kimia: Memahami komposisi dan reaksi kimia dalam proses pembuatan pupuk organik. Biologi: Mempelajari peran mikroorganisme dalam dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi tanaman. Ekonomi: Menganalisis dampak ekonomi dari penerapan pertanian berkelanjutan terhadap pendapatan petani dan biaya produksi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang penerapan praktik pertanian berkelanjutan di lingkungan rumah atau kebun mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dan area praktik kebun sekolah yang bersih, tertata, dan dilengkapi dengan poster informasi tentang pertanian berkelanjutan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial dari YouTube tentang pembuatan pupuk organik dan aplikasi pencatat pertumbuhan tanaman sederhana di smartphone. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep pertanian berkelanjutan dan prinsip-prinsipnya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Pertanian: Guru menyebutkan ciri-ciri tanaman atau alat pertanian, peserta didik menebak namanya. Dilakukan bergantian untuk 3-4 kata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan alat praktik, peserta didik dapat melaksanakan praktik sederhana pembuatan pupuk organik cair sesuai prosedur yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Guru menyebutkan satu kata terkait pertanian, peserta didik berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan. Contoh: 'Tanah' -> 'Subur' -> 'Pupuk' -> 'Organik'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat pupuk organik cair dari bahan-bahan sederhana dengan benar.
Alat & bahan: Botol plastik bekas, ember, pisau, sarung tangan, air, gula merah, EM4, sisa sayuran/buah, kotoran hewan.
Langkah kerja:
- Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cair seperti pada Gambar 1.
- Cincang sisa sayuran/buah hingga ukuran kecil, masukkan ke dalam ember, tambahkan kotoran hewan.
- Larutkan gula merah dengan air secukupnya, campurkan dengan EM4, aduk rata.
- Tuangkan larutan gula merah dan EM4 ke dalam ember berisi bahan organik, aduk hingga homogen, lalu tutup rapat.
- Fermentasikan selama 2-4 minggu, aduk setiap 2-3 hari, hingga pupuk siap digunakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pertanian?
- Menurutmu, mengapa tanah perlu dijaga kesuburannya?
- Pernahkah kamu melihat orang membuat pupuk kompos atau pupuk cair?
- Apa saja jenis tanaman hortikultura yang kamu ketahui?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pembuatan pupuk organik cair.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan praktik dan presentasi hasil proyek pertanian berkelanjutan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep pertanian berkelanjutan | Konsep dan prinsip pertanian berkelanjutan | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi praktik pertanian berkelanjutan | Contoh praktik pertanian berkelanjutan | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Merancang dan melaksanakan praktik pembuatan pupuk organik cair | Perencanaan dan praktik pupuk organik cair | 6 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Pertanian berkelanjutan adalah pendekatan holistik dalam mengelola sistem pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan serat saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Ini melibatkan integrasi praktik-praktik yang ramah lingkungan, layak secara ekonomi, dan adil secara sosial.
1. Konsep Pertanian Berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan adalah pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Konsep ini menekankan pada penggunaan sumber daya yang efisien, pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat petani. Ini berbeda dengan pertanian konvensional yang seringkali mengandalkan input kimia tinggi dan berpotensi merusak lingkungan jangka panjang.
2. Prinsip-prinsip Pertanian Berkelanjutan
Ada beberapa prinsip utama dalam pertanian berkelanjutan. Pertama, konservasi sumber daya alam seperti tanah dan air melalui praktik seperti rotasi tanaman, terasering, dan irigasi tetes. Kedua, minimalisasi penggunaan input eksternal yang berbahaya, seperti pestisida dan pupuk kimia sintetis, dengan beralih ke metode organik dan hayati. Ketiga, peningkatan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Keempat, diversifikasi tanaman dan ternak untuk meningkatkan ketahanan ekosistem. Kelima, integrasi sistem pertanian dan peternakan untuk menciptakan siklus nutrisi yang tertutup. Keenam, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan pertanian.
3. Manfaat Pertanian Berkelanjutan
Penerapan pertanian berkelanjutan membawa banyak manfaat. Dari sisi lingkungan, dapat mengurangi erosi tanah, menjaga kualitas air, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Secara ekonomi, dapat mengurangi biaya produksi jangka panjang karena ketergantungan pada input eksternal berkurang, serta meningkatkan nilai jual produk organik. Dari aspek sosial, pertanian berkelanjutan dapat meningkatkan kesehatan petani dan konsumen, menciptakan lapangan kerja di sektor pedesaan, dan memperkuat komunitas lokal melalui praktik-praktik kolaboratif. Ini juga mendukung ketahanan pangan nasional.
4. Tantangan dalam Penerapan
Meskipun memiliki banyak manfaat, pertanian berkelanjutan juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah resistensi dari petani yang terbiasa dengan metode konvensional dan enggan beralih karena membutuhkan perubahan pola pikir dan investasi awal. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani tentang praktik-praktik baru juga menjadi hambatan. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah, akses pasar untuk produk berkelanjutan, dan ketersediaan infrastruktur pendukung masih perlu ditingkatkan. Perubahan iklim juga dapat memperparah tantangan ini, menuntut adaptasi yang lebih cepat.
5. Praktik Pertanian Berkelanjutan pada Hortikultura
Pada tanaman hortikultura, praktik pertanian berkelanjutan dapat diwujudkan melalui beberapa cara. Contohnya, penggunaan pupuk organik seperti kompos atau pupuk cair dari limbah rumah tangga dan kotoran hewan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) dengan memanfaatkan musuh alami, pestisida nabati, atau rotasi tanaman. Tumpang sari atau penanaman beberapa jenis tanaman dalam satu lahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan mengurangi risiko gagal panen. Pengelolaan air yang efisien melalui irigasi tetes atau penampungan air hujan juga sangat penting untuk tanaman hortikultura.
6. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
Pupuk Organik Cair (POC) adalah salah satu solusi efektif dalam pertanian berkelanjutan. POC dibuat dari bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan air, yang difermentasi dengan bantuan mikroorganisme pengurai (misalnya EM4). Proses fermentasi ini mengubah bahan organik menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman. Keunggulan POC adalah mudah dibuat, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman secara alami. Penggunaannya membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mendaur ulang limbah organik yang ada di sekitar kita.
Rangkuman: Pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang menjaga keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini dan masa depan. Prinsip utamanya meliputi konservasi sumber daya, minimalisasi input kimia, dan diversifikasi tanaman. Manfaatnya mencakup lingkungan yang lebih sehat, ekonomi yang lebih baik, dan komunitas yang lebih kuat, meskipun ada tantangan dalam penerapannya. Praktik seperti pembuatan pupuk organik cair sangat mendukung tujuan ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Hortikultura | Budidaya tanaman buah, sayuran, bunga, dan tanaman hias. |
| Pupuk Organik Cair (POC) | Pupuk berbentuk cairan yang dibuat dari bahan organik melalui proses fermentasi. |
| EM4 | Efektif Mikroorganisme 4, larutan kultur campuran mikroorganisme yang bermanfaat. |
| Tumpang Sari | Sistem penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan secara bersamaan. |
| Pestisida Nabati | Pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan. |
| Rotasi Tanaman | Penanaman jenis tanaman yang berbeda secara bergantian pada lahan yang sama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menerapkan Pertanian Berkelanjutan" mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Proses Bisnis secara Menyeluruh di Bidang Agribisnis TanamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Teknologi Produksi Tanaman dan Isu-Isu GlobalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProfil Entrepreneur, Job Profile, dan Peluang Usaha Bidang Agribisnis TanamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPembiakan Tanaman secara Generatif dan VegetatifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Penyiapan Lahan dan Persiapan TanamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemeliharaan Tanaman: Pengairan, Pemupukan, dan Pengendalian OPTBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPanen dan Penanganan PascapanenBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengemasan dan Distribusi Produk Hasil PanenBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman lain yang sudah tersedia
Penerapan Pertanian BerkelanjutanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKPertanian BerkelanjutanDasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKisu-isu global terkait dengan lingkungan dan pengelolaan limbah pertanianDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKWawasan Dunia Kerja bidang Agribisnis TanamanDasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan pada Dasar-dasar Agribisnis Tanaman SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Agribisnis Tanaman.
Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini gratis?
Ya. Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menerapkan Pertanian Berkelanjutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menerapkan Pertanian Berkelanjutan untuk Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menerapkan Pertanian Berkelanjutan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menerapkan Pertanian Berkelanjutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Agribisnis Tanaman kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Dasar-dasar Agribisnis Tanaman ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menerapkan Pertanian Berkelanjutan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.