Modul Ajar & RPP DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN Kelas X
PEMBIAKAN TANAMAN
Modul ajar (RPP) DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN SMK kelas X materi PEMBIAKAN TANAMAN lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan PEMBIAKAN TANAMAN yang Anda cari? Materi DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN Kelas X lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | PEMBIAKAN TANAMAN |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya, serta pentingnya tanaman bagi kehidupan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Agribisnis Tanaman |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami proses bisnis agribisnis tanaman secara menyeluruh, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan budidaya tanaman, serta mengaplikasikan prinsip-prinsip pembiakan tanaman untuk mendukung keberlanjutan usaha pertanian. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pembiakan tanaman dapat dilakukan melalui biji, stek batang, cangkok, atau kultur jaringan yang menghasilkan tanaman baru. |
| Konseptual | Konsep inti pembiakan tanaman adalah memperbanyak jumlah tanaman dengan tetap mempertahankan atau meningkatkan kualitas genetiknya. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari dan mempraktikkan langkah-langkah spesifik pembiakan vegetatif seperti stek dan cangkok. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa pemahaman tentang jenis pembiakan tanaman akan membantu mereka memilih metode terbaik sesuai tujuan budidaya dan kondisi lingkungan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai metode pembiakan tanaman (generatif dan vegetatif) dengan tepat.
- Menganalisis kelebihan dan kekurangan masing-masing metode pembiakan tanaman.
- Melakukan praktik pembiakan tanaman secara vegetatif (stek atau cangkok) sesuai prosedur standar.
- Mengevaluasi hasil praktik pembiakan tanaman vegetatif berdasarkan kriteria keberhasilan.
- Merancang proyek pembiakan tanaman vegetatif sederhana untuk skala rumah tangga atau sekolah.
Pemahaman bermakna: Memahami berbagai metode pembiakan tanaman memungkinkan kita untuk memperbanyak tanaman secara efektif dan efisien, menjaga kualitas genetik, serta mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memperbanyak tanaman favorit di rumah atau di kebun tanpa harus menanam dari biji setiap saat?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami struktur dan fungsi bagian tumbuhan yang relevan dengan pembiakan. Kimia: Memahami peran zat pengatur tumbuh (hormon) dalam proses perakaran atau pembentukan tunas. Prakarya dan Kewirausahaan: Merancang produk tanaman hias hasil pembiakan vegetatif untuk potensi penjualan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berperan sebagai narasumber atau mentor bagi peserta didik yang ingin mencoba pembiakan tanaman di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan sekolah yang memiliki kebun atau area hijau dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium praktik pembiakan tanaman secara langsung. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial dari YouTube atau aplikasi pertanian untuk mempelajari teknik pembiakan tanaman dan mendokumentasikan prosesnya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai metode pembiakan tanaman (generatif dan vegetatif) dengan tepat dan menganalisis kelebihan serta kekurangannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman peserta didik terkait tanaman di sekitar mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita memperbanyak tanaman favorit di rumah atau di kebun tanpa harus menanam dari biji setiap saat?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengamati berbagai jenis tanaman dan mendiskusikan bagaimana tanaman-tanaman tersebut bisa diperbanyak. Mereka mencari informasi dari buku atau internet mengenai pembiakan generatif dan vegetatif, serta mencatat contoh-contohnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik membuat peta konsep atau tabel perbandingan tentang pembiakan generatif dan vegetatif, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Mereka juga mengidentifikasi tanaman di lingkungan sekolah yang bisa diperbanyak dengan kedua metode tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, menekankan pentingnya memilih metode pembiakan yang tepat sesuai jenis tanaman dan tujuan. Peserta didik mencatat poin-poin penting dari presentasi kelompok lain. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang macam-macam pembiakan tanaman. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melakukan praktik pembiakan tanaman secara vegetatif (stek atau cangkok) sesuai prosedur standar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan proyek pembiakan tanaman vegetatif yang akan dilakukan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Melakukan praktik pembiakan tanaman secara vegetatif (stek atau cangkok) sesuai prosedur standar'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menyaksikan video tutorial atau demonstrasi langsung dari guru tentang teknik stek atau cangkok. Mereka memperhatikan detail langkah-langkah, alat dan bahan yang digunakan, serta tips keberhasilan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik merencanakan praktik pembiakan vegetatif (memilih tanaman, menentukan metode, menyiapkan alat dan bahan). Mereka kemudian secara mandiri melakukan praktik stek atau cangkok dengan bimbingan guru. Setiap langkah didokumentasikan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mendiskusikan kendala yang dihadapi selama praktik dan mencari solusinya. Mereka saling memberikan umpan balik tentang teknik yang digunakan dan mencatat potensi perbaikan untuk praktik berikutnya. Guru memberikan penguatan dan koreksi jika diperlukan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum tahapan penting dalam praktik pembiakan vegetatif. Guru mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi peserta didik, serta memberikan motivasi untuk merawat hasil praktik. Guru menutup pertemuan dengan doa dan pesan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengevaluasi hasil praktik pembiakan tanaman vegetatif berdasarkan kriteria keberhasilan dan merancang proyek pembiakan tanaman vegetatif sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik untuk melihat kembali hasil praktik pembiakan dari pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Mengevaluasi hasil praktik pembiakan tanaman vegetatif dan merancang proyek pembiakan sederhana'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara individu atau kelompok mengamati perkembangan hasil stek atau cangkok mereka (misalnya, munculnya akar atau tunas baru). Mereka membandingkan hasilnya dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menyusun laporan singkat atau presentasi tentang hasil praktik, termasuk foto/video, analisis keberhasilan/kegagalan, dan rencana tindak lanjut. Mereka juga mulai merancang proyek pembiakan tanaman vegetatif sederhana untuk diterapkan di rumah atau sekolah. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil evaluasi dan rancangan proyeknya. Guru dan kelompok lain memberikan masukan konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya dokumentasi dan analisis dalam setiap kegiatan praktik pertanian. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang pembiakan tanaman secara menyeluruh dan pentingnya praktik. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha dan pencapaian peserta didik, serta mendorong mereka untuk terus berinovasi. Pertemuan ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu melakukan praktik stek batang dan mengamati pertumbuhan akarnya.
Alat & bahan: Pisau/cutter steril, pot, media tanam (tanah, kompos, sekam), zat perangsang akar (opsional), plastik sungkup, label tanaman, air
Langkah kerja:
- Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
- Pilih batang induk yang sehat dan potong stek sepanjang 10-15 cm, buang daun bagian bawah.
- Oleskan zat perangsang akar pada bagian bawah stek (jika menggunakan).
- Tanam stek ke dalam media tanam, pastikan 2-3 ruas batang terbenam.
- Sungkup stek dengan plastik dan letakkan di tempat teduh, amati pertumbuhannya setiap hari.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang cara tanaman berkembang biak?
- Sebutkan dua contoh tanaman yang bisa diperbanyak tanpa menggunakan biji!
- Menurut Anda, mengapa orang memperbanyak tanaman?
- Apakah Anda pernah mencoba menanam tanaman sendiri di rumah?
Formatif (proses): Observasi kinerja praktik stek/cangkok dan penilaian laporan praktik kelompok.
Sumatif (akhir): Tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta penilaian proyek rancangan pembiakan tanaman.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai metode pembiakan tanaman | Macam-macam pembiakan tanaman (generatif dan vegetatif) | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melakukan praktik pembiakan tanaman secara vegetatif | Teknik stek dan cangkok | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 3 | Mengevaluasi hasil praktik dan merancang proyek | Analisis keberhasilan praktik dan perencanaan proyek | 2 JP | penalaran kritis, kreativitas |
Pembiakan tanaman merupakan salah satu aspek fundamental dalam agribisnis tanaman yang bertujuan untuk memperbanyak jumlah tanaman. Pemahaman yang baik mengenai berbagai metode pembiakan akan sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Modul ini akan membimbing Anda untuk memahami dan mempraktikkan teknik pembiakan tanaman secara efektif.
1. Pengertian dan Pentingnya Pembiakan Tanaman
Pembiakan tanaman adalah proses memperbanyak individu tanaman baru dari individu tanaman sebelumnya. Ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan spesies, memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan, serta untuk tujuan komersial. Dengan pembiakan, kita dapat memperoleh tanaman dalam jumlah banyak, mempertahankan sifat unggul, dan mempercepat masa panen. Pemilihan metode pembiakan yang tepat akan sangat memengaruhi keberhasilan budidaya.
2. Pembiakan Generatif (Seksual)
Pembiakan generatif melibatkan peleburan sel kelamin jantan (serbuk sari) dan betina (putik) melalui proses penyerbukan dan pembuahan, yang menghasilkan biji. Biji kemudian ditanam untuk menghasilkan tanaman baru. Kelebihan metode ini adalah menghasilkan variasi genetik yang tinggi, sehingga tanaman lebih adaptif terhadap lingkungan baru. Namun, kekurangannya adalah sifat tanaman baru mungkin berbeda dari induknya dan membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh dewasa. Contoh tanaman yang diperbanyak dengan biji adalah padi, jagung, dan cabai.
3. Pembiakan Vegetatif (Aseksual)
Pembiakan vegetatif adalah metode perbanyakan tanaman tanpa melalui proses kawin, melainkan menggunakan bagian vegetatif tanaman seperti batang, akar, atau daun. Kelebihan utamanya adalah tanaman baru memiliki sifat genetik yang identik dengan induknya, masa panen lebih cepat, dan dapat dilakukan pada tanaman yang sulit berbiji. Kekurangannya adalah kurangnya variasi genetik dan potensi penularan penyakit dari induk. Metode ini meliputi stek, cangkok, okulasi, sambung pucuk, dan kultur jaringan.
4. Teknik Stek Batang
Stek batang adalah metode pembiakan vegetatif dengan memotong bagian batang tanaman induk kemudian menanamnya agar tumbuh akar dan tunas baru. Langkah-langkahnya meliputi pemilihan batang yang sehat dan tidak terlalu tua atau muda, pemotongan dengan pisau tajam steril, perlakuan dengan zat perangsang akar (opsional), dan penanaman pada media yang lembap. Keberhasilan stek sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman, kondisi lingkungan, dan kelembapan. Contoh tanaman yang mudah distek adalah mawar, singkong, dan sirih gading.
5. Teknik Cangkok
Cangkok adalah metode pembiakan vegetatif dengan mengelupas kulit batang dan menghilangkan kambium pada bagian tertentu, kemudian membungkusnya dengan media tanam lembap agar tumbuh akar. Setelah akar cukup banyak, batang dipotong dan ditanam sebagai individu baru. Kelebihan cangkok adalah menghasilkan tanaman yang cepat berbuah dan memiliki sifat sama dengan induknya. Cocok untuk tanaman buah-buahan seperti mangga, jambu air, dan rambutan. Teknik ini membutuhkan ketelatenan dan kelembapan yang terjaga.
Rangkuman: Pembiakan tanaman adalah proses penting untuk memperbanyak tanaman, baik secara generatif (melalui biji) maupun vegetatif (menggunakan bagian vegetatif seperti stek atau cangkok). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Pemahaman dan praktik yang tepat dalam pembiakan tanaman akan mendukung keberhasilan budidaya dan keberlanjutan agribisnis tanaman.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Generatif | Pembiakan melalui biji yang melibatkan peleburan sel kelamin. |
| Vegetatif | Pembiakan tanpa biji, menggunakan bagian tubuh tanaman seperti batang, akar, daun. |
| Stek | Metode pembiakan vegetatif dengan menanam potongan batang, akar, atau daun. |
| Cangkok | Metode pembiakan vegetatif dengan mengelupas kulit batang dan menumbuhkan akar di bagian tersebut. |
| Kambium | Lapisan sel pada batang tumbuhan yang berperan dalam pertumbuhan sekunder. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "PEMBIAKAN TANAMAN" mata pelajaran DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN Terkait
isu-isu global terkait dengan lingkungan dan pengelolaan limbah pertanianDasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKMengenal alat alat mesin pertanianDasar Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMKPertanian BerkelanjutanDasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMK2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN PEMBIAKAN TANAMAN ini gratis?
Ya. Modul PEMBIAKAN TANAMAN untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul PEMBIAKAN TANAMAN ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas PEMBIAKAN TANAMAN untuk DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul PEMBIAKAN TANAMAN ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi PEMBIAKAN TANAMAN pada DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Agribisnis Tanaman.
Bisakah modul PEMBIAKAN TANAMAN ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan PEMBIAKAN TANAMAN dapat Anda sesuaikan dengan murid DASAR_DASAR AGRIBISNIS TANAMAN kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.