Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Busana Kelas X
Menggambar Mode
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Busana |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Menggambar Mode |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis busana dan alat menggambar sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik menghasilkan ide-ide baru dalam mendesain sketsa busana yang unik dan inovatif. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi proporsi tubuh serta detail busana dalam sketsa. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek desain busana dan saling memberi masukan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Dasar-dasar Busana |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar desain busana, termasuk menggambar mode, untuk mengembangkan ide-ide kreatif menjadi karya yang representatif dan sesuai standar industri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Menggambar mode adalah proses menciptakan ilustrasi visual busana yang akan dibuat, seperti sketsa gaun pesta yang sering dilihat di majalah. |
| Konseptual | Konsep inti menggambar mode melibatkan pemahaman proporsi tubuh manusia dan elemen desain seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur. |
| Prosedural | Prosedur menggambar mode mencakup langkah-langkah mulai dari membuat sketsa dasar figur, menambahkan detail busana, hingga pewarnaan dan finishing. |
| Metakognitif | Melalui materi ini, peserta didik menyadari pentingnya ketelitian, kreativitas, dan adaptasi terhadap tren dalam menghasilkan desain mode yang menarik. |
Tujuan Pembelajaran:
- Dengan mengamati contoh ilustrasi mode, peserta didik dapat mengidentifikasi anatomi dan proporsi tubuh manusia untuk menggambar mode dengan tepat.
- Melalui demonstrasi dan latihan, peserta didik dapat membuat sketsa proporsi tubuh manusia (fashion figure) sesuai standar desain mode secara runtut.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merancang desain busana secara manual dengan menerapkan elemen dan prinsip desain pada fashion figure.
- Dengan memanfaatkan aplikasi desain digital, peserta didik dapat membuat desain teknis busana digital secara sederhana dan akurat.
- Melalui proyek desain busana, peserta didik dapat menghasilkan portofolio desain mode manual dan digital yang kreatif dan presentatif.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai teknik menggambar mode bukan hanya sekadar membuat gambar, tetapi juga cara mengkomunikasikan ide desain secara efektif kepada orang lain dan sebagai dasar pengembangan produk busana.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana seorang desainer busana mampu mengubah imajinasinya menjadi sebuah visual yang indah dan dapat dipahami oleh penjahit?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Penerapan prinsip-prinsip estetika, komposisi, dan teori warna dalam menciptakan desain busana yang harmonis dan menarik. Matematika: Penggunaan konsep proporsi, skala, dan pengukuran yang akurat dalam menggambar fashion figure dan detail busana. Informatika: Pemanfaatan perangkat lunak desain grafis untuk membuat ilustrasi mode digital dan portofolio elektronik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak melihat portofolio desain mode peserta didik dan memberikan apresiasi, serta komunitas desainer lokal dapat diundang untuk berbagi pengalaman. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata menjadi studio mini dengan meja gambar yang nyaman dan pencahayaan yang cukup, serta akses ke komputer dengan perangkat lunak desain. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis seperti Adobe Illustrator atau CorelDRAW untuk membuat flat sketch dan ilustrasi mode digital, serta platform online untuk mencari referensi desain. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Dengan mengamati contoh ilustrasi mode, peserta didik dapat mengidentifikasi anatomi dan proporsi tubuh manusia untuk menggambar mode dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Gaya: Guru menunjukkan beberapa gambar busana. Peserta didik menebak gaya busana tersebut (misal: kasual, formal, etnik) dan menyebutkan satu ciri khasnya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui demonstrasi dan latihan, peserta didik dapat membuat sketsa proporsi tubuh manusia (fashion figure) sesuai standar desain mode secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Sketsa Cepat: Peserta didik diminta menggambar siluet tubuh manusia secepat mungkin dalam 30 detik. Hasilnya ditempel dan dilihat bersama untuk membandingkan bentuk.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian tubuh dan perbandingan proporsinya pada fashion figure.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, penggaris
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar 1 fashion figure di bawah ini.
- Identifikasi dan tuliskan nama bagian-bagian tubuh yang ditunjukkan oleh panah pada tabel di bawah.
- Gambarkan garis bantu vertikal dan horizontal untuk membagi fashion figure menjadi segmen-segmen proporsional.
- Tuliskan perbandingan proporsi tinggi setiap segmen (misalnya, kepala, badan atas, badan bawah) dalam satuan kepala pada kolom yang tersedia.
- Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman kelompok.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu pernah mencoba menggambar busana?
- Menurutmu, mengapa busana di ilustrasi terlihat lebih 'panjang' daripada orang aslinya?
- Apa saja alat yang kamu tahu untuk menggambar?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres pengerjaan sketsa fashion figure.
Sumatif (akhir): Penilaian portofolio desain mode (manual dan digital) yang dihasilkan peserta didik dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Dengan mengamati contoh ilustrasi mode, peserta didik dapat mengidentifikasi anatomi dan proporsi tubuh manusia untuk menggambar mode dengan tepat. | Anatomi dan Proporsi Tubuh Manusia untuk Menggambar Mode | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melalui demonstrasi dan latihan, peserta didik dapat membuat sketsa proporsi tubuh manusia (fashion figure) sesuai standar desain mode secara runtut. | Membuat Sketsa Fashion Figure | 4 JP | kreativitas |
| 3 | Melalui proyek desain busana, peserta didik dapat menghasilkan portofolio desain mode manual dan digital yang kreatif dan presentatif. | Merancang Desain Busana Manual dan Digital | 4 JP | kreativitas, kolaborasi |
Menggambar mode adalah fondasi penting dalam dunia desain busana. Ini adalah seni mengkomunikasikan ide-ide kreatif menjadi visual yang konkret, membantu desainer mewujudkan imajinasi mereka. Modul ini akan membimbing Anda dari dasar-dasar proporsi tubuh hingga teknik merancang busana secara manual dan digital.
1. 1. Dasar Ilustrasi Mode: Anatomi dan Proporsi
Ilustrasi mode dimulai dengan pemahaman mendalam tentang anatomi dan proporsi tubuh manusia. Berbeda dengan proporsi tubuh manusia sesungguhnya, dalam ilustrasi mode sering digunakan 'fashion figure' yang lebih tinggi dan langsing, umumnya 8 hingga 9 kepala tinggi badan, untuk menonjolkan desain busana. Proporsi ini membantu busana terlihat lebih elegan dan dramatis. Penting untuk menguasai penggambaran bagian-bagian tubuh seperti kepala, leher, bahu, dada, pinggang, pinggul, lengan, dan kaki agar sketsa terlihat realistis dan seimbang, meskipun dengan gaya yang dilebih-lebihkan. Latihan menggambar berbagai pose juga akan membantu menciptakan dinamika pada ilustrasi.
2. 2. Langkah Menggambar Proporsi Tubuh (Fashion Figure)
Menggambar fashion figure memerlukan langkah-langkah sistematis. Pertama, mulailah dengan garis sumbu vertikal sebagai panduan keseimbangan. Kedua, bagi garis sumbu tersebut menjadi 8 atau 9 bagian yang sama, yang masing-masing mewakili satu 'kepala' sebagai satuan pengukuran. Ketiga, gambarlah bentuk dasar kepala, lalu lanjutkan dengan kerangka batang tubuh (torso) dan panggul menggunakan bentuk geometris sederhana seperti oval atau kotak. Keempat, tambahkan garis-garis untuk lengan dan kaki, perhatikan sendi seperti siku dan lutut. Kelima, haluskan bentuk-bentuk dasar menjadi kontur tubuh yang lebih realistis dan tambahkan detail seperti garis bahu, pinggang, dan pinggul. Latihan berulang akan meningkatkan akurasi dan kecepatan Anda.
3. 3. Bagian-Bagian Tubuh dalam Fashion Figure
Setiap bagian tubuh memiliki peranan penting dalam menciptakan fashion figure yang proporsional. Kepala adalah titik awal pengukuran proporsi. Leher harus proporsional dengan kepala dan bahu. Bahu sering digambar sedikit lebih lebar untuk kesan elegan. Dada dan pinggang membentuk siluet tubuh bagian atas, dengan pinggang yang lebih ramping. Pinggul menjadi titik penting untuk keseimbangan tubuh bagian bawah. Lengan dan kaki, yang seringkali digambar lebih panjang dari proporsi sebenarnya, harus memiliki detail sendi seperti siku, pergelangan tangan, lutut, dan mata kaki agar terlihat alami saat dipakaikan busana. Penempatan tangan dan kaki juga mempengaruhi pose dan ekspresi keseluruhan.
4. 4. Elemen dan Prinsip Desain Busana
Setelah menguasai fashion figure, langkah selanjutnya adalah menerapkan elemen dan prinsip desain pada busana. Elemen desain meliputi garis (vertikal, horizontal, diagonal), bentuk (siluet busana), warna (hue, value, intensity), tekstur (permukaan kain), dan motif. Prinsip desain mencakup keseimbangan (simetris/asimetris), proporsi (hubungan ukuran antar bagian), harmoni (keselarasan), penekanan (titik fokus), dan irama (pengulangan). Memahami elemen dan prinsip ini memungkinkan desainer menciptakan busana yang tidak hanya indah tetapi juga fungsional dan memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan tujuan dan target pasar.
5. 5. Membuat Desain Busana secara Manual
Desain busana manual melibatkan penggunaan pensil, pena, dan media pewarna di atas kertas. Prosesnya dimulai dengan menggambar fashion figure, lalu menambahkan detail busana di atasnya. Perhatikan jatuhnya kain, lipatan, dan tekstur material. Gunakan teknik arsiran atau pewarnaan untuk memberikan dimensi dan kedalaman pada desain. Sketsa manual memungkinkan desainer untuk mengekspresikan kreativitas dengan sentuhan personal, seringkali digunakan untuk tahap awal eksplorasi ide. Penting untuk menjaga kerapian dan kejelasan garis agar desain mudah dipahami oleh penjahit atau tim produksi.
6. 6. Membuat Desain Teknis secara Digital
Desain teknis digital, atau flat sketch, adalah gambar dua dimensi busana yang menunjukkan detail konstruksi secara akurat tanpa efek bayangan atau lipatan. Ini sangat penting untuk komunikasi dalam industri garmen. Aplikasi seperti Adobe Illustrator atau CorelDRAW sering digunakan. Prosesnya meliputi pembuatan garis dasar busana, penambahan detail seperti jahitan, kancing, resleting, dan saku dengan presisi. Desain digital memungkinkan revisi yang cepat dan mudah, serta memastikan konsistensi dalam produksi. Kemampuan ini menjadi keahlian yang sangat dicari di industri mode modern.
Rangkuman: Menggambar mode adalah keterampilan esensial bagi desainer busana, dimulai dengan pemahaman mendalam tentang anatomi dan proporsi fashion figure. Proses ini melibatkan pembuatan sketsa dasar, penambahan detail busana secara manual dengan menerapkan elemen dan prinsip desain, hingga pengembangan desain teknis secara digital. Penguasaan teknik ini memungkinkan desainer mengkomunikasikan ide-ide kreatif mereka secara efektif dan profesional, baik untuk keperluan presentasi maupun produksi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Fashion Figure | Sketsa tubuh manusia yang dilebih-lebihkan proporsinya untuk menampilkan desain busana. |
| Flat Sketch | Gambar teknis busana dua dimensi yang menunjukkan detail konstruksi secara akurat. |
| Proporsi | Perbandingan ukuran antar bagian tubuh atau elemen desain. |
| Anatomi | Struktur tubuh manusia. |
| Portofolio | Kumpulan karya desain yang menunjukkan kemampuan dan gaya seorang desainer. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Menggambar Mode" mata pelajaran Dasar-dasar Busana Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Menggambar Mode yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Busana Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 5 siap unduh
Profil Teknopreneur, Peluang Usaha, dan Profesi di Bidang BusanaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDunia Industri dan Perkembangan ModeBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar Branding dan MarketingModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 4 siap unduh
Proses Produksi BusanaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerkembangan Teknologi dan Isu-Isu Global pada Bidang BusanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar PolaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeknik Dasar MenjahitModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Dasar-dasar Busana lain yang sudah tersedia
Pengetahuan Bahan TekstilDasar-dasar Busana Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Busana Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Busana kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Menggambar Mode pada Dasar-dasar Busana SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Busana.
Modul Menggambar Mode ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Dasar-dasar Busana kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Busana materi Menggambar Mode ini gratis?
Ya. Modul Menggambar Mode untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Menggambar Mode ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Busana kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Busana kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Menggambar Mode ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Menggambar Mode dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Busana kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Busana kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Menggambar Mode ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Menggambar Mode tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Menggambar Mode untuk Dasar-dasar Busana kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Menggambar Mode ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Busana kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Menggambar Mode beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Busana kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Busana ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Menggambar Mode disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.