Modul Ajar & RPP Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI
Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Projek Kreatif dan Kewirausahaan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang identifikasi masalah dan potensi pasar sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mampu menghasilkan ide produk inovatif berdasarkan masalah yang teridentifikasi, menunjukkan pemikiran di luar kebiasaan. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik aktif berinteraksi dan berbagi peran dalam kelompok untuk merancang dan mengembangkan prototipe produk secara efektif. - penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik dapat menganalisis kelemahan dan kekuatan desain produk serta model bisnis, lalu memberikan solusi perbaikan yang logis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Projek Kreatif dan Kewirausahaan |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek kreatif yang menghasilkan produk atau jasa inovatif dengan menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan, termasuk perancangan produk, pembuatan prototipe, dan pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak startup sukses lahir dari produk inovatif yang melalui proses prototyping dan model bisnis yang matang. |
| Konseptual | Perancangan produk melibatkan identifikasi kebutuhan, ideasi, desain, dan validasi, sedangkan prototyping adalah proses pembuatan model awal produk untuk pengujian dan perbaikan. |
| Prosedural | Proses perancangan produk meliputi tahapan riset pasar, ideasi, sketsa, desain digital, pembuatan prototipe, dan pengujian produk. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya iterasi dan adaptasi dalam pengembangan produk dan model bisnis untuk mencapai keberhasilan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan peluang pasar yang relevan untuk pengembangan produk baru dengan tepat.
- Dengan menggunakan lembar kerja, peserta didik dapat merumuskan konsep produk inovatif yang solutif dan memiliki nilai tambah bagi pengguna secara terperinci.
- Setelah mengumpulkan data dan berdiskusi, peserta didik mampu menyusun sketsa desain produk awal yang fungsional dan estetis sesuai konsep yang dirumuskan.
- Melalui praktik langsung dengan bahan sederhana, peserta didik dapat membuat prototipe sederhana dari desain produk yang telah dibuat dengan cermat.
- Dengan bimbingan guru dan studi referensi, peserta didik dapat menganalisis komponen-komponen Business Model Canvas untuk produk yang dirancang secara komprehensif.
- Setelah berdiskusi dan presentasi, peserta didik dapat mengembangkan Business Model Canvas yang valid dan relevan untuk produk inovatif yang telah dibuat prototipenya secara logis.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa perancangan produk, prototyping, dan Business Model Canvas adalah siklus berkelanjutan untuk menciptakan produk yang diminati pasar dan model bisnis yang berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah ide sederhana bisa berubah menjadi produk yang mengubah dunia dan menghasilkan keuntungan besar?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan presentasi dan penulisan deskripsi produk yang menarik. Seni Budaya: Penerapan prinsip-prinsip desain estetika dalam perancangan produk dan prototipe. Informatika: Pemanfaatan perangkat lunak desain grafis dan presentasi digital untuk visualisasi produk dan BMC. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan untuk memberikan masukan ide produk berdasarkan permasalahan rumah tangga, atau praktisi bisnis lokal diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan produk dan bisnis. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur ulang menjadi area kerja kelompok yang fleksibel, dilengkapi dengan akses internet, serta sudut display untuk memamerkan prototipe produk yang telah dibuat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis sederhana (misalnya Canva) untuk membuat desain prototipe awal, serta penggunaan platform kolaborasi online (misalnya Google Docs) untuk menyusun Business Model Canvas kelompok. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan peluang pasar yang relevan untuk pengembangan produk baru dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Produk: Guru menyebutkan ciri-ciri produk, peserta didik menebak nama produknya. Tujuannya melatih kecepatan berpikir dan asosiasi produk.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan studi referensi, peserta didik dapat menganalisis komponen-komponen Business Model Canvas untuk produk yang dirancang secara komprehensif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Inovasi: Setiap peserta didik menyebutkan satu kata yang terkait dengan inovasi produk, secara berantai. Tujuannya untuk memicu kreativitas dan fokus pada topik.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah, merumuskan ide produk inovatif, dan menyusun Business Model Canvas awal secara kolaboratif.
Alat & bahan: Alat tulis, kertas gambar, laptop/tablet, akses internet
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar 1 yang berisi beberapa masalah umum sehari-hari. Diskusikan dalam kelompok, pilih satu masalah yang paling menarik untuk diselesaikan.
Gambar 1. Peta pikiran - Rumuskan ide produk inovatif yang dapat menjadi solusi atas masalah yang telah dipilih. Jelaskan bagaimana produk tersebut bekerja dan apa keunggulannya.
- Buatlah sketsa desain awal produk Anda pada kertas gambar, lengkapi dengan keterangan singkat tentang bagian-bagiannya.
- Bersama kelompok, isi template Business Model Canvas yang telah disediakan, berdasarkan ide produk dan sketsa yang telah dibuat.
- Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda pahami tentang 'inovasi'?
- Menurut Anda, mengapa sebuah produk bisa menjadi populer di pasar?
- Pernahkah Anda mencoba membuat sesuatu yang baru dari barang bekas? Ceritakan!
- Apa yang Anda ketahui tentang 'model bisnis'?
Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan pengisian LKPD, dan presentasi awal ide produk serta prototipe.
Sumatif (akhir): Asesmen sumatif berupa penilaian terhadap prototipe produk jadi, Business Model Canvas yang lengkap, dan presentasi final kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi masalah dan peluang pasar yang relevan untuk pengembangan produk baru. | Identifikasi Masalah & Peluang Pasar | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merumuskan konsep produk inovatif yang solutif dan memiliki nilai tambah. | Konsep Produk & Sketsa Desain | 2 JP | kreativitas |
| 3 | Membuat prototipe sederhana dari desain produk yang telah dibuat. | Pembuatan Prototipe Sederhana | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 4 | Mengembangkan Business Model Canvas yang valid dan relevan untuk produk inovatif. | Pengembangan Business Model Canvas | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
Modul ini akan membimbing Anda dalam perjalanan menarik dari sebuah ide hingga menjadi produk nyata yang siap dipasarkan. Kita akan belajar bagaimana merancang produk yang diminati, membuat model awal untuk diuji, hingga menyusun peta jalan bisnis yang kokoh. Persiapkan diri Anda untuk berkreasi, berkolaborasi, dan berpikir kritis layaknya seorang wirausahawan sejati!
1. Identifikasi Masalah dan Peluang Pasar
Setiap produk inovatif dimulai dari masalah. Identifikasi masalah adalah langkah awal yang krusial, di mana kita mencari 'rasa sakit' atau kebutuhan yang belum terpenuhi di masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui observasi, wawancara, atau survei. Setelah masalah teridentifikasi, kita perlu melihat apakah ada peluang pasar yang cukup besar untuk solusi yang akan kita tawarkan. Peluang pasar melibatkan analisis tren, kompetitor, dan potensi permintaan konsumen. Contohnya, masalah kesulitan mengisi ulang air galon di kantor membuka peluang pasar untuk layanan pengiriman air galon.
2. Ideasi dan Perancangan Produk
Ideasi adalah proses menghasilkan berbagai ide solusi kreatif untuk masalah yang telah diidentifikasi. Teknik seperti brainstorming atau mind mapping sangat membantu. Setelah ide-ide terkumpul, kita memilih yang paling potensial dan mulai merancang produk. Perancangan produk meliputi penentuan fungsi utama, fitur, estetika, dan pengalaman pengguna. Sketsa awal, wireframe, hingga desain digital adalah bagian dari proses ini. Fokusnya adalah menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga menarik dan mudah digunakan oleh target pengguna.
3. Konsep Prototyping
Prototyping adalah proses pembuatan model awal atau contoh dari sebuah produk. Tujuan utamanya adalah untuk menguji ide, mengidentifikasi kelemahan desain, dan mendapatkan umpan balik dari pengguna potensial sebelum produk diproduksi massal. Prototipe bisa berupa model fisik sederhana dari kertas atau karton, maket, atau bahkan simulasi digital. Semakin cepat dan murah prototipe dibuat, semakin baik, karena memungkinkan banyak iterasi dan perbaikan. Contohnya, membuat prototipe aplikasi dengan sketsa di kertas sebelum coding.
4. Tahapan Pembuatan Prototipe
Pembuatan prototipe biasanya dimulai dari yang paling sederhana (low-fidelity) dan berkembang menjadi lebih detail (high-fidelity). Tahapan umumnya meliputi: 1) Penentuan jenis prototipe yang sesuai (misal: paper prototype, fungsional prototype). 2) Pengumpulan bahan dan alat. 3) Pembuatan model sesuai desain. 4) Pengujian prototipe dengan skenario penggunaan nyata. 5) Pengumpulan umpan balik dari penguji. 6) Iterasi atau perbaikan desain berdasarkan umpan balik. Proses ini bersifat siklus dan berulang hingga prototipe dianggap memadai.
5. Pengenalan Business Model Canvas (BMC)
Business Model Canvas (BMC) adalah alat strategis visual yang membantu kita memetakan dan mengembangkan model bisnis baru atau yang sudah ada. BMC terdiri dari sembilan blok bangunan yang saling terkait, mencakup elemen-elemen kunci dari sebuah bisnis: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, kemitraan utama, dan struktur biaya. Alat ini sangat berguna untuk memahami bagaimana sebuah bisnis menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai.
6. Komponen Business Model Canvas
Sembilan blok BMC adalah: 1) Segmen Pelanggan: Siapa target konsumen kita? 2) Proposisi Nilai: Apa nilai unik yang kita tawarkan? 3) Saluran: Bagaimana produk sampai ke pelanggan? 4) Hubungan Pelanggan: Bagaimana kita berinteraksi dengan pelanggan? 5) Arus Pendapatan: Bagaimana kita menghasilkan uang? 6) Sumber Daya Utama: Aset apa yang kita butuhkan? 7) Aktivitas Utama: Apa yang harus kita lakukan untuk menjalankan bisnis? 8) Kemitraan Utama: Siapa mitra strategis kita? 9) Struktur Biaya: Apa saja biaya operasionalnya? Memahami setiap blok membantu menyusun strategi bisnis yang komprehensif.
7. Penyusunan dan Validasi BMC
Penyusunan BMC dilakukan dengan mengisi setiap blok secara sistematis, dimulai dari proposisi nilai dan segmen pelanggan. Penting untuk memastikan konsistensi antarblok. Setelah BMC awal tersusun, langkah selanjutnya adalah validasi. Validasi melibatkan pengujian asumsi-asumsi yang ada di dalam BMC dengan data dan umpan balik dari pasar atau calon pelanggan. Ini bisa dilakukan melalui wawancara, survei, atau uji coba produk. Proses validasi membantu menyempurnakan BMC agar lebih realistis dan berpotensi sukses.
Rangkuman: Modul ini menekankan pentingnya siklus perancangan produk, prototyping, dan Business Model Canvas (BMC) dalam kewirausahaan. Dimulai dari identifikasi masalah dan peluang pasar, dilanjutkan dengan ideasi dan perancangan produk inovatif. Prototyping memungkinkan pengujian dan perbaikan desain secara iteratif. Terakhir, BMC menjadi kerangka strategis untuk memetakan model bisnis yang komprehensif, memastikan produk memiliki nilai dan model bisnis yang berkelanjutan. Semua proses ini saling terkait untuk menciptakan produk yang sukses di pasar.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Prototyping | Proses pembuatan model awal atau contoh dari sebuah produk untuk pengujian. |
| Business Model Canvas (BMC) | Alat visual strategis untuk memetakan dan mengembangkan model bisnis dengan sembilan blok. |
| Ideasi | Proses menghasilkan berbagai ide solusi kreatif untuk suatu masalah. |
| Proposisi Nilai | Nilai unik atau manfaat yang ditawarkan produk kepada pelanggan. |
| Iterasi | Proses pengulangan atau perbaikan desain berdasarkan umpan balik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas" mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 6 siap unduh
Konsep KreativitasModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPola Pikir Berkembang (Growth Mindset)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKarakter WirausahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEksplorasi IdeBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenciptaan Gagasan BaruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenerapan Kreativitas dalam Praktik KewirausahaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap6 materi · siap dibuatkan
Konsep InovasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProses Berpikir Inovatif dan Tahapan Design ThinkingBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengembangan Produk InovatifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenerapan Teknologi dalam Pengambilan Keputusan BerinovasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomersialisasi InovasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEvaluasi dan Perbaikan InovasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Projek Kreatif dan Kewirausahaan lain yang sudah tersedia
menetapkan desain / rancangan produkProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI SMKAnalisis Peluang UsahaProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI SMKHak atas Kekayaan IntelektualProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI SMKHak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI SMKLihat semua Modul Ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas pada Projek Kreatif dan Kewirausahaan SMK, Fase F, elemen Projek Kreatif dan Kewirausahaan.
Modul Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas untuk Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI.
Apakah modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan materi Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas ini gratis?
Ya. Modul Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas dapat Anda sesuaikan dengan murid Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas untuk Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Projek Kreatif dan Kewirausahaan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Perancangan Produk, Prototyping dan Business Model Canvas disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.