Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik secara aktif mencari, mengolah, dan menganalisis informasi dari berbagai sumber untuk memahami konsep manusia, ruang, dan waktu. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide baru dalam mengaitkan konsep manusia, ruang, dan waktu dengan peristiwa sejarah yang relevan. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik berinteraksi dan berbagi pengetahuan dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas analisis peristiwa sejarah.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Konsep Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar sejarah, termasuk konsep manusia, ruang, dan waktu, serta menerapkannya dalam menganalisis peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia dan dunia. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta tentang bagaimana manusia sebagai subjek sejarah bergerak dalam dimensi ruang dan waktu. |
| Konseptual | Konsep utama yang dipelajari adalah interelasi antara manusia, ruang (geografis), dan waktu (kronologis/periodisasi) dalam membentuk peristiwa sejarah. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam menganalisis suatu peristiwa sejarah dengan mempertimbangkan aspek manusia, ruang, dan waktu. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir holistik dan kontekstual dalam memahami peristiwa sejarah, serta bagaimana konsep ini membantu mereka dalam mempelajari materi sejarah lainnya. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep manusia sebagai subjek dan objek sejarah dengan tepat.
- Dengan membaca berbagai sumber, peserta didik dapat mengidentifikasi konsep ruang dalam peristiwa sejarah secara akurat.
- Setelah menyaksikan tayangan video peristiwa sejarah, peserta didik dapat menganalisis konsep waktu (kronologi dan periodisasi) dalam sejarah dengan runtut.
- Melalui studi kasus kelompok, peserta didik dapat mengaitkan hubungan timbal balik antara manusia, ruang, dan waktu dalam sebuah peristiwa sejarah dengan jelas.
- Dengan menyusun infografis, peserta didik dapat menyajikan hasil analisis konsep manusia, ruang, dan waktu pada suatu peristiwa sejarah secara kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep manusia, ruang, dan waktu akan membantu peserta didik menganalisis dan memaknai peristiwa sejarah secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai kumpulan fakta tetapi juga sebagai proses yang dinamis dan saling terkait.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di suatu tempat pada waktu tertentu bisa membentuk identitas dan kehidupan kita saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Mempelajari pengaruh kondisi geografis suatu wilayah terhadap perkembangan peradaban dan peristiwa sejarah. Sosiologi: Menganalisis peran struktur sosial dan dinamika kelompok manusia dalam membentuk peristiwa sejarah. Bahasa Indonesia: Melatih kemampuan peserta didik dalam menyajikan informasi sejarah secara tertulis dan lisan yang runtut dan jelas. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi cerita tentang sejarah lokal atau keluarga yang relevan dengan konsep manusia, ruang, dan waktu. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah, museum virtual, atau situs sejarah lokal sebagai sumber belajar dan tempat observasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform presentasi online untuk membuat infografis, serta akses ke e-book sejarah dan video dokumenter sebagai sumber informasi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep manusia sebagai subjek dan objek sejarah dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Sejarah: Guru menyebutkan satu kata kunci terkait sejarah, peserta didik menebak kata berikutnya yang berhubungan secara cepat dan berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan membaca berbagai sumber, peserta didik dapat mengidentifikasi konsep ruang dalam peristiwa sejarah secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Peta Buta Indonesia: Guru menunjukkan peta buta Indonesia, peserta didik secara bergantian menyebutkan nama kota/pulau yang ditunjuk guru.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui studi kasus kelompok, peserta didik dapat mengaitkan hubungan timbal balik antara manusia, ruang, dan waktu dalam sebuah peristiwa sejarah dengan jelas. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Urutkan Peristiwa: Guru menyebutkan beberapa peristiwa sejarah secara acak, peserta didik mengurutkannya secara kronologis dengan cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis keterkaitan manusia, ruang, dan waktu dalam peristiwa sejarah yang diberikan.
Alat & bahan: Kertas A3, spidol warna, pensil, penggaris, gunting, lem, gambar peristiwa sejarah.
Langkah kerja:
- Amati gambar peristiwa sejarah yang terlampir pada LKPD ini dengan seksama.
- Identifikasi siapa saja manusia yang terlibat dalam peristiwa tersebut, termasuk peran dan kedudukannya.
- Tentukan lokasi atau ruang di mana peristiwa itu terjadi, serta jelaskan bagaimana kondisi ruang tersebut memengaruhi jalannya peristiwa.
- Catat kapan peristiwa tersebut berlangsung, lalu urutkan kronologi kejadian pentingnya.
- Diskusikan dalam kelompok bagaimana manusia, ruang, dan waktu saling berhubungan dan memengaruhi dalam peristiwa tersebut, lalu tuliskan hasilnya pada kolom yang tersedia.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan satu peristiwa sejarah yang menurutmu paling menarik!
- Di mana peristiwa tersebut terjadi?
- Kapan peristiwa tersebut berlangsung?
- Siapa saja tokoh penting dalam peristiwa itu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil infografis dan presentasi kelompok tentang keterkaitan manusia, ruang, dan waktu dalam peristiwa sejarah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep manusia sebagai subjek dan objek sejarah | Konsep Manusia dalam Sejarah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi konsep ruang dalam peristiwa sejarah secara akurat | Konsep Ruang dalam Sejarah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis konsep waktu (kronologi dan periodisasi) dalam sejarah dengan runtut | Konsep Waktu dalam Sejarah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Mengaitkan hubungan timbal balik antara manusia, ruang, dan waktu dalam sebuah peristiwa sejarah dengan jelas | Keterkaitan Manusia, Ruang, dan Waktu | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Sejarah bukanlah sekadar deretan tanggal dan nama, melainkan sebuah kisah kompleks tentang kehidupan manusia. Untuk memahami sejarah secara utuh, kita perlu memahami tiga pilar utamanya: manusia, ruang, dan waktu. Ketiganya saling berinteraksi, membentuk setiap peristiwa yang telah terjadi dan memengaruhi masa kini.
1. Manusia dalam Sejarah: Subjek dan Objek
Manusia adalah aktor utama dalam sejarah, baik sebagai subjek maupun objek. Sebagai subjek, manusia adalah pelaku aktif yang membuat keputusan, bertindak, dan menciptakan perubahan. Contohnya adalah para pemimpin revolusi atau penemu teknologi. Sebagai objek, manusia adalah pihak yang mengalami dampak dari peristiwa sejarah, seperti korban perang atau masyarakat yang mengalami perubahan sosial. Pemahaman ini penting untuk melihat bahwa sejarah adalah produk dari interaksi dan pengalaman manusia, bukan sekadar fenomena alam yang berdiri sendiri.
2. Konsep Ruang dalam Sejarah
Ruang merujuk pada dimensi geografis atau lokasi fisik di mana peristiwa sejarah berlangsung. Ini mencakup bentang alam, iklim, topografi, dan sumber daya alam. Konsep ruang membantu kita memahami mengapa suatu peristiwa terjadi di lokasi tertentu dan bagaimana kondisi geografis memengaruhi jalannya peristiwa. Misalnya, pegunungan dapat menjadi benteng pertahanan, sungai menjadi jalur perdagangan, atau daerah subur menarik permukiman. Ruang memberikan konteks fisik yang tak terpisahkan dari narasi sejarah.
3. Konsep Waktu dalam Sejarah
Waktu adalah dimensi kronologis yang mengurutkan peristiwa dari masa lalu hingga sekarang. Dalam sejarah, waktu tidak hanya tentang tanggal, tetapi juga tentang kronologi (urutan kejadian), periodisasi (pembabakan waktu), kesinambungan (hal yang terus berlanjut), perubahan (transformasi), pengulangan (pola yang muncul kembali), dan perkembangan (kemajuan). Memahami waktu membantu kita melihat sebab-akibat, evolusi masyarakat, dan pola-pola historis yang membentuk peradaban. Tanpa waktu, sejarah akan menjadi kumpulan fakta yang acak.
4. Keterkaitan Manusia, Ruang, dan Waktu
Manusia, ruang, dan waktu tidak dapat dipisahkan dalam studi sejarah. Manusia adalah aktor yang bertindak di suatu ruang tertentu pada waktu tertentu. Ruang memengaruhi tindakan manusia, dan tindakan manusia dapat mengubah ruang. Waktu memberikan kerangka bagi interaksi ini, menunjukkan bagaimana manusia beradaptasi, berinteraksi, dan mengubah lingkungannya sepanjang masa. Misalnya, penemuan jalur rempah (manusia) di kepulauan Indonesia (ruang) pada abad ke-15 (waktu) memicu kolonialisme dan perdagangan global. Ketiganya membentuk narasi sejarah yang utuh dan bermakna.
5. Kronologi dan Periodisasi
Kronologi adalah urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah secara runtut, penting untuk menghindari anakronisme atau kesalahan penafsiran. Periodisasi adalah pembabakan waktu sejarah ke dalam periode-periode tertentu berdasarkan ciri khasnya, seperti Zaman Prasejarah, Zaman Klasik, atau Zaman Modern. Periodisasi membantu sejarawan untuk menyederhanakan dan menganalisis kompleksitas sejarah, meskipun pembabakan ini bersifat interpretatif dan bisa bervariasi tergantung perspektif.
6. Kesinambungan dan Perubahan
Sejarah tidak selalu tentang hal-hal baru; ada juga kesinambungan, yaitu pola atau struktur yang terus berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya. Namun, sejarah juga ditandai oleh perubahan, yaitu transformasi dalam masyarakat, politik, ekonomi, atau budaya. Memahami kesinambungan dan perubahan memungkinkan kita melihat dinamika sejarah dan bagaimana masa lalu membentuk masa kini, serta bagaimana masyarakat beradaptasi atau menolak perubahan.
Rangkuman: Konsep manusia, ruang, dan waktu adalah fondasi utama dalam memahami sejarah. Manusia sebagai subjek dan objek sejarah berinteraksi dalam dimensi ruang (lokasi geografis) dan waktu (kronologi, periodisasi, kesinambungan, perubahan). Ketiga elemen ini saling memengaruhi dan membentuk setiap peristiwa sejarah, memungkinkan kita menganalisis dan memaknai masa lalu secara holistik dan mendalam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kronologi | Urutan waktu kejadian peristiwa sejarah secara runtut. |
| Periodisasi | Pembabakan waktu sejarah ke dalam periode-periode berdasarkan ciri khasnya. |
| Anakronisme | Kesalahan penempatan objek, peristiwa, atau kebiasaan pada periode waktu yang salah. |
| Subjek Sejarah | Manusia sebagai pelaku aktif yang membuat sejarah. |
| Objek Sejarah | Manusia sebagai pihak yang mengalami atau menjadi sasaran peristiwa sejarah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Konsep Berpikir SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKerajaan Hindu-Buddha dan IslamModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKolonialisme dan PerlawananModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPergerakan NasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Penelitian dan Penulisan SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajaan Hindu-Buddha di NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKerajaan Islam di NusantaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKolonialisme dan Perlawanan BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Sejarah di kelas lain
Pendudukan JepangSejarah Kelas XI SMKPerjuangan Mempertahankan KemerdekaanSejarah Kelas XI SMKProklamasi KemerdekaanSejarah Kelas XI SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam pada Sejarah SMK, Fase E, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.
Modul Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam untuk Sejarah kelas X.
Apakah modul ajar Sejarah materi Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam ini gratis?
Ya. Modul Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Konsep Manusia Ruang dan Waktu Dalam disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.