Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XI
Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang peta dunia dan beberapa negara di Eropa serta konsep perdagangan internasional.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kewargaan — elemen: Memahami dan menghargai keragaman
Peserta didik menunjukkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan budaya dalam konteks dampak kolonialisme di Indonesia. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik mampu menganalisis berbagai sumber informasi sejarah untuk menarik kesimpulan yang valid tentang motivasi kolonialisme. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik aktif berdiskusi dalam kelompok untuk menyusun presentasi mengenai perlawanan terhadap kolonialisme.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa praaksara hingga kontemporer, termasuk dampak kolonialisme, serta mengidentifikasi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan yang relevan untuk masa kini. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta-fakta kedatangan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris ke Indonesia serta kebijakan-kebijakan yang mereka terapkan. |
| Konseptual | Konsep kolonialisme sebagai penguasaan wilayah dan sumber daya, serta imperialisme sebagai perluasan pengaruh politik dan ekonomi oleh negara maju. |
| Prosedural | Langkah-langkah menganalisis sumber sejarah primer dan sekunder untuk memahami latar belakang dan dampak kolonialisme. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya memahami sejarah untuk membentuk identitas bangsa dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis peta jalur pelayaran, peserta didik dapat mengidentifikasi motivasi kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dengan tepat.
- Dengan menyimak paparan guru dan membaca teks, peserta didik dapat menjelaskan karakteristik kolonialisme dan imperialisme Barat dengan minimal tiga contoh.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan politik kolonialisme di Indonesia secara runtut.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi berbagai bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dengan argumen yang kuat.
- Setelah mengamati video, peserta didik dapat menyusun kronologi singkat kedatangan dan dominasi VOC di Indonesia secara sistematis.
Pemahaman bermakna: Kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia bukan hanya tentang penjajahan fisik, tetapi juga tentang eksploitasi sumber daya, perubahan sosial-budaya, dan perlawanan yang membentuk karakter bangsa Indonesia hingga saat ini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah negara yang jauh bisa datang dan menguasai wilayah serta kehidupan masyarakat di Indonesia selama berabad-abad?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Memahami jalur perdagangan, posisi strategis wilayah, dan sumber daya alam yang menjadi incaran kolonial. Ekonomi: Menganalisis sistem monopoli, tanam paksa, dan eksploitasi sumber daya yang diterapkan pada masa kolonial. Sosiologi: Mengkaji perubahan struktur sosial, stratifikasi masyarakat, dan munculnya kelas-kelas baru akibat kebijakan kolonial. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berbagi cerita atau pengalaman terkait sejarah lokal yang terpengaruh kolonialisme untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang fleksibel, dengan akses ke perpustakaan mini berisi buku sejarah dan sumber daya digital yang relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk mengakses peta interaktif, video dokumenter, artikel sejarah, dan forum diskusi untuk berbagi temuan kelompok. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis peta jalur pelayaran, peserta didik dapat mengidentifikasi motivasi kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Tokoh: Guru menayangkan gambar tokoh-tokoh penjelajah samudra secara cepat, peserta didik menebak namanya dan asal negaranya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah mengamati video, peserta didik dapat menyusun kronologi singkat kedatangan dan dominasi VOC di Indonesia secara sistematis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Sejarah: Guru menyebut satu kata (misal 'rempah'), peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan ('VOC'), dan seterusnya secara berantai. Maksimal 15 kata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan politik kolonialisme di Indonesia secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru menyebut satu kata kunci (misal 'monopoli'), peserta didik lain melanjutkan dengan kata yang berhubungan (misal 'ekonomi'), dan seterusnya. Dilakukan cepat dalam 2 menit.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi motivasi, kronologi, dan dampak kolonialisme Barat di Indonesia.
Alat & bahan: Peta dunia, teks bacaan, alat tulis, kertas flipchart
Langkah kerja:
- Amati peta jalur pelayaran bangsa Barat ini, lalu diskusikan rute yang mereka tempuh dan perkiraan tujuannya.
Gambar 1. Peta pikiran - Identifikasi tiga motivasi utama (Gold, Glory, Gospel) yang mendorong bangsa Barat datang ke Indonesia, berikan contoh konkret.
- Susunlah kronologi singkat kedatangan dan dominasi VOC di Nusantara, minimal 5 peristiwa penting.
- Analisis dampak sosial, ekonomi, dan politik kolonialisme di Indonesia, berikan minimal 2 contoh per aspek.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 negara Eropa yang dikenal sebagai kekuatan maritim di masa lalu.
- Apa yang kamu ketahui tentang rempah-rempah dan mengapa penting bagi Eropa?
- Menurutmu, apa itu 'penjajahan'?
- Apakah ada peninggalan masa kolonial di daerahmu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas presentasi hasil analisis mereka.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep, kronologi, dan analisis dampak kolonialisme.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi motivasi kedatangan bangsa Barat ke Indonesia | Latar belakang penjelajahan samudra, motivasi 3G | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan karakteristik kolonialisme dan imperialisme Barat | Definisi kolonialisme dan imperialisme, contoh implementasi | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun kronologi singkat kedatangan dan dominasi VOC | Sejarah VOC, hak oktroi, monopoli perdagangan | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan politik kolonialisme | Perubahan sosial, sistem tanam paksa, birokrasi kolonial | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
Kolonialisme dan imperialisme Barat adalah babak penting dalam sejarah Indonesia yang membentuk banyak aspek kehidupan kita saat ini. Memahami bagaimana bangsa-bangsa Eropa datang, menguasai, dan memengaruhi Nusantara akan membuka wawasan kita tentang perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan dan membangun identitas nasional.
1. Latar Belakang Penjelajahan Samudra
Abad ke-15 dan ke-16 menjadi era penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa. Dorongan utama adalah mencari jalur perdagangan baru ke timur setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Ottoman, yang memutus jalur darat. Selain itu, penemuan-penemuan baru di bidang navigasi dan semangat 'Gold, Glory, Gospel' (emas, kejayaan, penyebaran agama Kristen) turut memicu petualangan ini. Portugis dan Spanyol menjadi pelopor, diikuti oleh Belanda dan Inggris, yang berlayar mengarungi samudra luas untuk menemukan sumber daya baru, terutama rempah-rempah yang sangat berharga di Eropa.
2. Motivasi Kolonialisme dan Imperialisme
Motivasi 'Gold' merujuk pada keinginan mencari kekayaan berupa rempah-rempah, emas, dan perak. 'Glory' adalah semangat untuk mencapai kejayaan bangsa, memperluas wilayah kekuasaan, dan menunjukkan supremasi. Sementara 'Gospel' adalah misi suci untuk menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Tiga motivasi ini saling berkaitan dan menjadi landasan bagi bangsa Barat untuk datang, menguasai, dan mengeksploitasi wilayah-wilayah di luar Eropa, termasuk Nusantara. Mereka percaya memiliki hak untuk memimpin dan 'memajukan' peradaban lain.
3. Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia
Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang tiba di Indonesia pada awal abad ke-16, mendarat di Malaka pada 1511 di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque. Mereka kemudian menguasai Maluku, pusat rempah-rempah. Spanyol menyusul dan bersaing dengan Portugis. Kemudian, Belanda tiba di Banten pada 1596 yang dipimpin Cornelis de Houtman. Inggris juga sempat mendirikan pos-pos dagang. Persaingan antar bangsa Eropa ini berujung pada dominasi Belanda melalui kongsi dagang VOC yang sangat kuat.
4. Dominasi VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
VOC didirikan pada tahun 1602 sebagai kongsi dagang Belanda yang memiliki hak monopoli perdagangan di Asia. VOC diberi hak oktroi oleh pemerintah Belanda, yang meliputi hak untuk mencetak uang, memiliki tentara, membuat perjanjian, bahkan menyatakan perang. Dengan hak-hak istimewa ini, VOC secara bertahap menguasai wilayah-wilayah strategis di Nusantara, menerapkan sistem monopoli rempah-rempah, dan membangun pemerintahan kolonial bayangan. Kebijakan-kebijakan seperti pelayaran Hongi dan ekstirpasi sangat merugikan rakyat Indonesia.
5. Dampak Sosial Kolonialisme
Kolonialisme menyebabkan perubahan drastis dalam struktur sosial masyarakat Indonesia. Munculnya stratifikasi sosial berdasarkan ras (Eropa, Timur Asing, Pribumi) menempatkan bangsa Eropa di puncak hierarki. Pendidikan hanya diakses oleh segelintir elite pribumi, sementara mayoritas rakyat tetap buta huruf. Budaya lokal seringkali terpinggirkan atau bahkan dilarang. Selain itu, terjadi eksploitasi tenaga kerja melalui kerja paksa (rodi) yang menyebabkan penderitaan dan kematian massal, seperti pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan oleh Daendels.
6. Dampak Ekonomi Kolonialisme
Di bidang ekonomi, kolonialisme memunculkan sistem monopoli perdagangan yang sangat merugikan petani dan pedagang lokal. Sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang diterapkan oleh Van den Bosch mewajibkan petani menanam tanaman ekspor seperti kopi, tebu, dan nila untuk kepentingan Belanda, bukan untuk kebutuhan pangan mereka sendiri. Hal ini menyebabkan kelaparan dan kemiskinan di banyak daerah. Sumber daya alam Indonesia dikeruk habis-habisan untuk memenuhi kebutuhan industri di Eropa, tanpa memberikan keuntungan signifikan bagi rakyat pribumi.
7. Dampak Politik Kolonialisme
Secara politik, kolonialisme menghancurkan sistem pemerintahan tradisional dan menggantinya dengan birokrasi kolonial yang terpusat di Batavia. Raja-raja dan bangsawan lokal kehilangan kekuasaan asli mereka dan menjadi bagian dari administrasi kolonial. Wilayah-wilayah kerajaan dipecah-pecah dan diatur sesuai kepentingan penjajah. Kebijakan 'devide et impera' (pecah belah dan kuasai) digunakan untuk melemahkan perlawanan dan mempertahankan dominasi Belanda. Hal ini menumbuhkan benih-benih nasionalisme di kemudian hari.
Rangkuman: Kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia didorong oleh motivasi 'Gold, Glory, Gospel'. Bangsa Eropa, terutama Belanda melalui VOC, datang untuk menguasai sumber daya dan jalur perdagangan. Dominasi ini membawa dampak besar pada aspek sosial (stratifikasi ras, kerja paksa), ekonomi (monopoli, tanam paksa), dan politik (hilangnya kedaulatan lokal, birokrasi kolonial), yang membentuk sejarah dan karakter bangsa Indonesia hingga saat ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kolonialisme | Sistem penguasaan suatu negara terhadap wilayah dan sumber daya negara lain. |
| Imperialisme | Kebijakan untuk memperluas kekuasaan atau pengaruh suatu negara ke negara lain. |
| VOC | Vereenigde Oostindische Compagnie, kongsi dagang Belanda yang berkuasa di Indonesia. |
| Hak Oktroi | Hak istimewa yang diberikan pemerintah Belanda kepada VOC untuk bertindak layaknya sebuah negara. |
| Tanam Paksa | Sistem yang mewajibkan petani menanam tanaman ekspor untuk kepentingan pemerintah kolonial. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Proklamasi KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerjuangan Mempertahankan KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopOrde Baru dan ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia dalam Panggung DuniaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh
Pergerakan NasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPendudukan JepangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDemokrasi Liberal dan TerpimpinBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Sejarah di kelas lain
Kolonialisme dan PerlawananSejarah Kelas X SMKKerajaan Hindu-Buddha dan IslamSejarah Kelas X SMKKonsep Berpikir SejarahSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia pada Sejarah SMK, Fase F, elemen Sejarah Indonesia.
Modul Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia untuk Sejarah kelas XI.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia untuk Sejarah kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.