Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
Berkelana di Dunia Imajinasi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Berkelana di Dunia Imajinasi |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis teks sederhana dan mampu mengidentifikasi ide pokok dalam bacaan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis struktur dan ciri kebahasaan puisi rakyat serta teks naratif untuk memahami informasi yang disajikan. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik menciptakan puisi rakyat dan teks naratif sederhana dengan ide-ide baru yang belum pernah ada sebelumnya. - Komunikasi — elemen: Menyampaikan gagasan dan informasi
Peserta didik mempresentasikan hasil karya puisi rakyat dan teks naratif mereka di depan kelas dengan bahasa yang jelas dan lugas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Membaca |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam bentuk teks naratif dan puisi rakyat dengan struktur yang runtut dan kaidah kebahasaan yang tepat, serta mampu memahami informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Puisi rakyat seperti pantun dan syair, serta cerita fantasi adalah bentuk karya sastra yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia. |
| Konseptual | Puisi rakyat memiliki aturan bait dan rima, sedangkan teks naratif memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun cerita. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi rakyat dan teks naratif, lalu menulis karya serupa secara mandiri. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana memahami struktur teks membantu mereka menghasilkan tulisan yang lebih baik dan terstruktur. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) dengan tepat.
- Dengan menganalisis contoh teks, peserta didik dapat merumuskan perbedaan antara puisi rakyat dan puisi modern secara runtut.
- Melalui pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) dalam teks naratif dengan benar.
- Setelah membaca cerita fantasi, peserta didik dapat menuliskan kembali ide pokok dan pesan moral dari teks naratif secara jelas.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat membuat satu contoh puisi rakyat (pantun/syair) sesuai kaidah kebahasaan yang ditentukan.
- Melalui latihan menulis, peserta didik dapat menyusun kerangka cerita fantasi sederhana dengan alur yang logis.
Pemahaman bermakna: Memahami struktur dan kaidah kebahasaan puisi rakyat serta teks naratif membantu kita mengapresiasi karya sastra dan mengembangkan kemampuan berekspresi secara kreatif.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita atau puisi bisa membawa kita berkelana ke dunia yang tidak nyata?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mengidentifikasi nilai-nilai budaya dan pesan moral dalam puisi rakyat dan cerita fantasi. Ilmu Pengetahuan Sosial: Menghubungkan latar cerita fantasi dengan kondisi geografis atau sejarah suatu daerah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan cerita rakyat atau pantun yang mereka ketahui di rumah, memperkaya khazanah peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Sudut baca kelas dilengkapi dengan buku-buku cerita fantasi dan kumpulan puisi rakyat untuk menginspirasi peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan aplikasi pengolah kata atau situs web penyedia kamus rima daring untuk membantu dalam proses penulisan puisi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berbisik: Guru membisikkan satu kata kunci puisi rakyat ke siswa pertama, lalu siswa membisikkan ke teman di sebelahnya sampai terakhir. Kata terakhir diucapkan lantang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui pengamatan gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) dalam teks naratif dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Cerita Berantai Kata: Guru memulai dengan satu kata (misal: 'Hutan'). Siswa berikutnya menambahkan satu kata yang berhubungan, membentuk kalimat pendek hingga menjadi cerita lucu.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) dengan tepat.
Alat & bahan: Teks puisi rakyat (terlampir), alat tulis, buku catatan.
Langkah kerja:
- Tentukan sampiran, isi, dan pola rima teks pantun berikut, lalu buatlah satu pantun nasihat.
Gambar 1. Teks bacaan - Perhatikan gambar di bawah ini, lalu diskusikan dengan teman kelompokmu tentang apa yang kalian lihat dan rasakan saat membacanya.
- Bacalah teks puisi rakyat yang diberikan guru (Pantun, Syair, Gurindam) secara saksama.
- Identifikasi ciri-ciri khas dari setiap jenis puisi rakyat, seperti jumlah baris, rima, dan isi.
- Isilah tabel perbandingan di bawah ini dengan informasi yang telah kalian temukan.
- Bersiaplah untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pantun?
- Pernahkah kamu membaca cerita fantasi?
- Bisakah kamu menyebutkan satu judul cerita yang kamu ingat?
- Menurutmu, apa yang membuat sebuah cerita menjadi menarik?
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyelesaian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya puisi rakyat dan kerangka cerita fantasi yang dibuat peserta didik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur puisi rakyat (pantun, syair, gurindam) | Puisi Rakyat | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) dalam teks naratif | Teks Naratif | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Membuat satu contoh puisi rakyat dan kerangka cerita fantasi | Karya Kreatif | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Dunia imajinasi adalah tempat tanpa batas di mana pikiran kita bisa berkelana, menciptakan berbagai kisah dan bentuk ekspresi. Dalam modul ini, kita akan menjelajahi dua bentuk karya sastra yang kaya akan imajinasi: puisi rakyat dan teks naratif, khususnya cerita fantasi. Mari kita selami keindahan kata dan kekuatan cerita yang mampu membawa kita ke alam lain.
1. Mengenal Puisi Rakyat
Puisi rakyat adalah jenis puisi lama yang terikat aturan tertentu, mencerminkan nilai-nilai dan kearifan lokal masyarakat. Contoh utama puisi rakyat adalah pantun, syair, dan gurindam. Pantun memiliki empat baris dengan pola rima a-b-a-b, baris pertama dan kedua sampiran, baris ketiga dan keempat isi. Syair memiliki empat baris dengan pola rima a-a-a-a, semua baris merupakan isi. Gurindam terdiri dari dua baris, baris pertama adalah syarat dan baris kedua adalah akibatnya. Puisi rakyat seringkali mengandung nasihat, perumpamaan, atau ungkapan perasaan yang mendalam.
2. Ciri-Ciri Puisi Rakyat
Ciri-ciri umum puisi rakyat meliputi penggunaan bahasa Melayu klasik, anonim (nama pengarang tidak diketahui), dan disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Setiap jenis puisi rakyat memiliki ciri khusus. Pantun memiliki sampiran dan isi, syair seluruhnya isi, dan gurindam berisi nasihat atau filosofi hidup. Pola rima yang teratur adalah salah satu daya tarik utama puisi rakyat, membuatnya mudah diingat dan dilafalkan. Penggunaan bahasa kiasan dan peribahasa juga sering ditemukan dalam puisi rakyat.
3. Identifikasi Unsur Teks Naratif
Teks naratif adalah jenis teks yang menceritakan suatu rangkaian peristiwa secara kronologis. Dalam konteks ini, kita akan fokus pada cerita fantasi. Unsur-unsur intrinsik yang membangun sebuah teks naratif antara lain: tokoh (pelaku dalam cerita), latar (tempat, waktu, dan suasana kejadian), alur (urutan peristiwa dari awal hingga akhir), tema (gagasan utama cerita), sudut pandang (posisi pencerita), dan amanat (pesan moral). Memahami unsur-unsur ini membantu kita menganalisis dan menghargai sebuah cerita.
4. Mengenal Cerita Fantasi
Cerita fantasi adalah jenis teks naratif yang menyajikan kisah-kisah di luar dunia nyata, melibatkan unsur-unsur magis, makhluk khayalan, atau peristiwa yang tidak mungkin terjadi di kehidupan sehari-hari. Ciri khas cerita fantasi adalah adanya keajaiban, keanehan, atau kemisteriusan. Tokoh-tokohnya bisa memiliki kekuatan super atau hidup di dunia imajiner. Latar cerita fantasi seringkali adalah tempat-tempat yang tidak ada di dunia nyata, seperti negeri dongeng atau dimensi lain. Alurnya penuh dengan petualangan dan konflik yang tidak biasa.
5. Struktur Teks Naratif (Cerita Fantasi)
Struktur umum teks naratif meliputi orientasi (pengenalan tokoh, latar, dan konflik awal), komplikasi (munculnya masalah dan konflik yang memuncak), resolusi (penyelesaian masalah), dan koda (pesan moral atau akhir cerita, seringkali opsional). Dalam cerita fantasi, orientasi memperkenalkan dunia imajiner, komplikasi melibatkan pertarungan dengan kekuatan jahat atau pencarian benda magis, dan resolusi seringkali menghadirkan kemenangan kebaikan atau penyelesaian misi.
6. Menulis Puisi Rakyat Sederhana
Menulis puisi rakyat memerlukan kreativitas dalam memilih kata dan mematuhi kaidah rima serta jumlah baris. Untuk pantun, perhatikan keselarasan sampiran dengan isi, meskipun tidak harus berhubungan langsung. Untuk syair, pastikan setiap baris mengandung makna yang berkesinambungan. Untuk gurindam, rumuskan satu nasihat atau pernyataan yang diikuti akibatnya. Mulailah dengan menentukan tema atau pesan yang ingin disampaikan, lalu kembangkan menjadi baris-baris yang berima indah.
7. Menyusun Kerangka Cerita Fantasi
Sebelum menulis cerita fantasi, penting untuk membuat kerangka agar cerita terstruktur. Mulai dengan menentukan ide utama atau tema. Kemudian, buat daftar tokoh utama dan pendukung, lengkap dengan sifat dan peran mereka. Tentukan latar tempat dan waktu yang unik. Susun alur cerita dari orientasi, komplikasi, hingga resolusi, dengan mencatat poin-poin penting di setiap tahap. Jangan lupa tambahkan unsur keajaiban atau sihir yang menjadi ciri khas fantasi. Kerangka ini akan menjadi panduan saat menulis cerita lengkapnya.
Rangkuman: Modul ini mengajak kita berkelana di dunia imajinasi melalui puisi rakyat dan teks naratif. Kita belajar mengidentifikasi ciri dan struktur pantun, syair, dan gurindam, serta unsur intrinsik cerita fantasi seperti tokoh, latar, dan alur. Pemahaman ini penting untuk mengapresiasi karya sastra dan mengembangkan kemampuan berekspresi kreatif dalam menulis puisi rakyat dan kerangka cerita fantasi sendiri.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pantun | Puisi lama empat baris bersajak a-b-a-b, terdiri dari sampiran dan isi. |
| Syair | Puisi lama empat baris bersajak a-a-a-a, semua baris merupakan isi. |
| Gurindam | Puisi lama dua baris berisi nasihat atau filosofi, baris kedua akibat dari baris pertama. |
| Teks Naratif | Teks yang menceritakan suatu rangkaian peristiwa secara kronologis. |
| Cerita Fantasi | Teks naratif yang mengandung unsur-unsur imajinatif dan tidak nyata. |
| Unsur Intrinsik | Unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam, seperti tokoh, latar, alur, tema. |
| Alur | Urutan peristiwa dalam sebuah cerita. |
| Rima | Persamaan bunyi pada akhir baris puisi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berkelana di Dunia Imajinasi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Berkelana di Dunia Imajinasi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Jelajah NusantaraModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Aksi Nyata Para Pelindung BumiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMembuka Gerbang DuniaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSampaikan Melalui SuratBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Cerita Fantasi (Narasi)Bahasa Indonesia Kelas VII SMPFakta ,opini,puisi lama, kalimat saran,surel,teks eksplanasi,kata sifat,sinonim,antonim,u,Bahasa Indonesia Kelas VII SMPMembaca PuisiBahasa Indonesia Kelas VII SMPMembaca Teks PuisiBahasa Indonesia Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Berkelana di Dunia Imajinasi pada Bahasa Indonesia SMP, Fase D, elemen Menulis dan Membaca.
Modul Berkelana di Dunia Imajinasi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Berkelana di Dunia Imajinasi ini gratis?
Ya. Modul Berkelana di Dunia Imajinasi untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Berkelana di Dunia Imajinasi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Berkelana di Dunia Imajinasi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berkelana di Dunia Imajinasi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berkelana di Dunia Imajinasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Berkelana di Dunia Imajinasi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berkelana di Dunia Imajinasi untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Berkelana di Dunia Imajinasi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Berkelana di Dunia Imajinasi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Berkelana di Dunia Imajinasi yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.