SMPKelas VIIIFase D

Modul Ajar & RPP bahasa sunda Kelas VIII
Guguritan dan Pupuh

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Guguritan adalah puisi tradisional Sunda yang terikat aturan pupuh. Pupuh mengatur guru lagu (vokal akhir) dan guru wilangan (jumlah suku kata) setiap baris. Ada 17 jenis pupuh yang dibagi menjadi Sekar Ageung dan Sekar Alit, masing-masing dengan karakteristik unik. Memahami guguritan dan pupuh membantu kita menghargai warisan budaya Sunda dan melatih kreativitas dalam berkarya sastra.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Guguritan dan Pupuh
bahasa sunda · Kelas VIII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Guguritan dan Pupuh
bahasa sunda · Fase D · Kelas VIII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata Pelajaranbahasa sunda
Fase / KelasD / VIII
Materi PokokGuguritan dan Pupuh
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang bentuk-bentuk puisi tradisional Sunda atau jenis lagu daerah Sunda.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis struktur dan kaidah pupuh serta guguritan untuk mengevaluasi kesesuaian karya.
  2. kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik menghasilkan ide-ide baru dalam menciptakan guguritan yang inovatif dengan kaidah pupuh.
  3. kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun, memperbaiki, dan menyajikan guguritan secara harmonis.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai jenis teks sastra Sunda, termasuk guguritan dan pupuh, serta mampu memproduksi karya sastra sederhana sesuai kaidah bahasa Sunda.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualContoh guguritan terkenal seperti 'Kinanti' atau 'Sinom' sering ditemukan dalam kesenian Sunda.
KonseptualGuguritan adalah bentuk puisi tradisional Sunda yang terikat oleh aturan pupuh, yaitu pola irama dan jumlah suku kata.
ProseduralProsedur menulis guguritan melibatkan pemilihan jenis pupuh, penentuan tema, dan penyusunan larik sesuai kaidah guru lagu dan guru wilangan.
MetakognitifMempelajari guguritan dan pupuh membantu peserta didik menyadari pentingnya melestarikan warisan budaya Sunda melalui karya sastra.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan contoh guguritan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pupuh dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis struktur dan kaidah guru lagu serta guru wilangan pupuh dengan benar.
  3. Melalui bimbingan guru, peserta didik dapat merancang kerangka guguritan sederhana sesuai tema yang ditentukan secara runtut.
  4. Dengan kerja kelompok, peserta didik dapat menyusun guguritan dengan menerapkan kaidah pupuh yang tepat.
  5. Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan guguritan hasil karyanya di depan kelas dengan percaya diri.
  6. Melalui umpan balik, peserta didik dapat merefleksikan proses penulisan dan nilai-nilai budaya dalam guguritan secara kritis.
Halaman 2 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami guguritan dan pupuh bukan hanya tentang menghafal aturan, tetapi juga tentang merasakan keindahan bahasa, nilai budaya, dan mampu menciptakan karya yang mengandung makna mendalam.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah puisi tradisional Sunda bisa menjadi media untuk menyampaikan perasaan dan cerita yang abadi?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mempelajari irama dan melodi pupuh yang sering digunakan dalam tembang Sunda.
Sejarah: Mengaitkan guguritan dengan perkembangan sastra Sunda dan perannya dalam sejarah kebudayaan daerah.
Pendidikan Karakter: Menggali nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam guguritan.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi mengenai contoh-contoh guguritan atau pupuh yang mereka ketahui dan membantu mencari informasi dari tokoh budaya setempat.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses ke buku-buku sastra Sunda dan kamus bahasa Sunda.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pembacaan guguritan di YouTube, platform berbagi dokumen untuk kolaborasi penulisan, dan kamus Sunda daring untuk mencari arti kata.
Halaman 3 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan contoh guguritan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pupuh dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Sunda: Guru menyebutkan kata dalam bahasa Sunda dan peserta didik menebak artinya. Yang benar dapat poin.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan video pembacaan guguritan Sunda dan bertanya 'Apa yang kalian rasakan saat mendengar puisi ini? Pernahkah kalian mendengar bentuk puisi seperti ini sebelumnya?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mengidentifikasi ciri-ciri pupuh dan memperkenalkan proyek 'Guguritan Kuring' yang akan dikerjakan selama tiga pertemuan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memfasilitasi diskusi tentang 'Apa itu guguritan dan pupuh? Mengapa penting untuk mempelajarinya?' dan mencatat pertanyaan kunci peserta didik di papan tulis.
  2. Guru membagikan contoh teks guguritan (misalnya pupuh Kinanti dan Sinom) dan meminta peserta didik membaca senyap.
  3. Guru menjelaskan secara singkat konsep guguritan sebagai puisi tradisional Sunda dan pupuh sebagai aturan yang mengikatnya.
  4. Guru meminta peserta didik mengidentifikasi kata-kata sulit dalam teks guguritan dan mencari artinya dalam kamus Sunda.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan LKPD untuk mengidentifikasi ciri-ciri pupuh (guru lagu dan guru wilangan) dari contoh teks.
  2. Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis pola suku kata dan bunyi akhir pada setiap baris dan bait dalam guguritan.
  3. Peserta didik mencatat hasil identifikasi ciri-ciri pupuh pada tabel yang disediakan di LKPD.
  4. Guru berkeliling membimbing kelompok dalam analisis dan menjawab pertanyaan yang muncul.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri pupuh dari contoh guguritan di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan terhadap presentasi, lalu guru memberikan umpan balik dan penguatan mengenai ciri-ciri pupuh yang benar.
  3. Guru mengapresiasi usaha setiap kelompok dan mendorong mereka untuk terus semangat dalam proyek ini.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri utama pupuh yang telah dipelajari.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengingatkan pentingnya melestarikan sastra Sunda.
  3. Guru memberikan tugas membaca lebih banyak contoh guguritan untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis struktur dan kaidah guru lagu serta guru wilangan pupuh dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Sambung Pupuh: Guru memulai satu baris pupuh, peserta didik melanjutkan baris berikutnya secara bergantian dengan memperhatikan pola suku kata dan bunyi.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru bertanya mengenai pemahaman peserta didik tentang ciri-ciri pupuh dari pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi hari ini.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menganalisis struktur dan kaidah pupuh serta memulai penyusunan kerangka guguritan sebagai bagian dari proyek 'Guguritan Kuring'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru menayangkan tabel jenis-jenis pupuh beserta kaidah guru lagu dan guru wilangannya (misalnya Kinanti, Sinom, Asmarandana).
  2. Guru menjelaskan secara rinci pengertian guru lagu (vokal akhir baris) dan guru wilangan (jumlah suku kata per baris) untuk setiap jenis pupuh.
  3. Peserta didik secara individu memilih satu jenis pupuh yang paling menarik bagi mereka untuk dijadikan dasar proyek guguritan mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis kembali contoh guguritan yang diberikan guru dengan fokus pada penerapan guru lagu dan guru wilangan yang spesifik untuk jenis pupuh yang dipilih.
  2. Setiap kelompok mulai merancang kerangka guguritan, termasuk menentukan tema, ide pokok setiap bait, dan kata kunci yang sesuai dengan kaidah pupuh pilihannya.
  3. Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual dan kelompok, serta memantau kemajuan peserta didik dalam merancang kerangka guguritan.
  4. Peserta didik mencatat kerangka guguritan pada lembar kerja yang disediakan, memastikan kesesuaian dengan kaidah pupuh.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Beberapa kelompok secara sukarela mempresentasikan kerangka guguritan awal mereka di depan kelas.
  2. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terkait kesesuaian kerangka dengan kaidah pupuh dan potensi pengembangan tema.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya perencanaan yang matang dalam menciptakan guguritan yang berkualitas.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah dalam merancang kerangka guguritan sesuai kaidah pupuh.
  2. Guru memberikan apresiasi atas semangat peserta didik dalam merancang karya dan mengingatkan untuk melanjutkan penyusunan guguritan di rumah.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk presentasi di pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mempresentasikan guguritan hasil karyanya di depan kelas dengan percaya diri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Gerak dan Suara Pupuh: Peserta didik menirukan irama pupuh dengan tepukan tangan dan mengucapkan suku kata terakhir secara bersamaan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru bertanya tentang kendala yang dihadapi peserta didik saat menyusun guguritan di rumah dan menawarkan bantuan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menyelesaikan, mempresentasikan, dan mengevaluasi guguritan hasil karya kelompok.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Guru memberikan waktu 15 menit kepada setiap kelompok untuk menyelesaikan penyusunan guguritan dan melakukan koreksi akhir berdasarkan kaidah pupuh serta tema yang telah ditentukan.
  2. Peserta didik saling memeriksa dan memberikan masukan antaranggota kelompok untuk memastikan guguritan sudah sesuai dengan kaidah guru lagu dan guru wilangan.
  3. Guru berkeliling untuk memastikan setiap kelompok siap untuk presentasi dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan guguritan hasil karyanya di depan kelas dengan membacakan atau menyanyikannya.
  2. Kelompok lain menyimak dengan seksama dan mencatat poin-poin penting atau pertanyaan yang ingin disampaikan setelah presentasi.
  3. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab dan diskusi setelah setiap presentasi untuk menggali pemahaman dan apresiasi terhadap karya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setelah semua kelompok presentasi, guru memimpin diskusi kelas untuk merefleksikan proses pembuatan guguritan, mulai dari perencanaan hingga penyajian.
  2. Peserta didik secara individu menuliskan refleksi singkat tentang pengalaman mereka dalam proyek ini, termasuk tantangan, keberhasilan, dan pembelajaran yang didapat.
  3. Guru memberikan umpan balik umum, mengapresiasi kreativitas dan kerja keras peserta didik, serta menguatkan nilai-nilai budaya Sunda yang terkandung dalam guguritan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang guguritan dan pupuh serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
  2. Guru memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua peserta didik atas partisipasi, kreativitas, dan kolaborasi mereka selama proyek 'Guguritan Kuring' dan memberikan tepuk tangan meriah.
  3. Guru memberikan tugas pengayaan untuk mencari guguritan lain dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif Pupuh: Mengungkap Rahasia!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri guru lagu dan guru wilangan pada guguritan pupuh.

Alat & bahan: Lembar kerja, pena, contoh teks guguritan, kamus Sunda

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan contoh guguritan.
    GuguritanPupuh KinantiPupuh SinomGuru WilanganGuru Lagu
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Baca dengan cermat guguritan yang berjudul 'Kinanti' dan 'Sinom' yang dibagikan gurumu.
  3. Diskusikan dalam kelompokmu untuk mengidentifikasi jumlah suku kata (guru wilangan) pada setiap baris.
  4. Tentukan huruf vokal terakhir (guru lagu) pada setiap baris guguritan tersebut.
  5. Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang disediakan di bawah ini.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Pernahkah kalian mendengar atau membaca puisi tradisional Sunda?
  2. Apa yang kalian ketahui tentang aturan dalam puisi tradisional?
  3. Bisakah kalian menyebutkan satu contoh judul lagu atau tembang Sunda?
  4. Menurut kalian, apa pentingnya mempelajari sastra daerah?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan saat merancang kerangka guguritan.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya guguritan dan presentasinya berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri pupuhPengenalan guguritan dan pupuh, ciri-ciri guru lagu dan guru wilangan.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis struktur dan kaidah pupuhJenis-jenis pupuh, analisis guru lagu dan guru wilangan pupuh tertentu.2 JPpenalaran kritis, kreativitas
3Menyusun dan mempresentasikan guguritanPraktik menyusun guguritan, presentasi karya, dan refleksi.2 JPkreativitas, kolaborasi, komunikasi
Halaman 9 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sastra Sunda memiliki kekayaan yang luar biasa, salah satunya adalah guguritan. Guguritan adalah bentuk puisi tradisional yang mempesona, tidak hanya karena keindahan bahasanya tetapi juga karena aturan ketat yang mengikatnya, yaitu pupuh. Mempelajari guguritan dan pupuh akan membuka wawasan kita tentang kearifan lokal dan melatih kepekaan rasa terhadap bahasa.

1. Pengertian Guguritan
Guguritan adalah salah satu bentuk puisi tradisional dalam sastra Sunda yang terikat oleh aturan-aturan tertentu. Kata 'guguritan' berasal dari kata 'gugurita' yang berarti mengarang atau menyusun lagu. Dalam konteks sastra, guguritan adalah karangan puisi yang disusun menggunakan patokan pupuh. Umumnya, guguritan berisi nasihat, kritik sosial, cerita, atau ekspresi perasaan yang disampaikan dengan bahasa yang indah dan penuh makna, mencerminkan kehidupan masyarakat Sunda.

2. Pengertian Pupuh
Pupuh adalah aturan atau pola baku yang digunakan dalam menyusun guguritan. Pupuh ini mengatur jumlah suku kata (guru wilangan) dan vokal akhir (guru lagu) pada setiap baris (pada) serta jumlah baris dalam setiap bait (padalisan). Ada 17 jenis pupuh dalam sastra Sunda, yang terbagi menjadi dua kelompok besar: Sekar Ageung (pupuh besar) dan Sekar Alit (pupuh kecil). Setiap pupuh memiliki karakter dan suasana yang berbeda, sehingga pemilihan pupuh sangat mempengaruhi nuansa guguritan yang dibuat.

3. Ciri-ciri Pupuh: Guru Lagu
Guru lagu adalah patokan bunyi vokal terakhir pada setiap baris (pada) dalam satu bait pupuh. Misalnya, jika guru lagu suatu baris adalah 'a', maka suku kata terakhir pada baris tersebut harus memiliki vokal 'a'. Guru lagu ini berfungsi untuk menciptakan rima dan harmoni dalam guguritan, memberikan kesan musikalitas saat dibaca atau ditembangkan. Pemahaman yang tepat tentang guru lagu sangat penting untuk menjaga keindahan dan keselarasan bunyi guguritan.

4. Ciri-ciri Pupuh: Guru Wilangan
Guru wilangan adalah patokan jumlah suku kata pada setiap baris (pada) dalam satu bait pupuh. Setiap jenis pupuh memiliki ketentuan guru wilangan yang berbeda-beda untuk setiap barisnya. Misalnya, pupuh Kinanti memiliki guru wilangan 8, 8, 8, 8, 8, 8. Artinya, setiap baris dalam bait Kinanti harus terdiri dari 8 suku kata. Ketaatan terhadap guru wilangan ini memastikan ritme dan panjang baris yang konsisten, menjaga struktur puisi tetap terjaga.

5. Jenis-jenis Pupuh (Sekar Ageung)
Sekar Ageung terdiri dari empat belas pupuh, antara lain: Kinanti, Sinom, Asmarandana, Dangdanggula, Durma, Gambuh, Gurisa, Jurudemung, Ladrang, Lambang, Magatru, Maskumambang, Mijil, Pucung. Setiap pupuh memiliki karakteristik guru lagu dan guru wilangan yang unik serta suasana yang berbeda. Contoh: Pupuh Kinanti sering digunakan untuk menggambarkan suasana kasih sayang atau nasihat. Pupuh Sinom sering digunakan untuk cerita atau penggambaran.

6. Jenis-jenis Pupuh (Sekar Alit)
Sekar Alit terdiri dari tiga pupuh, yaitu Balakbak, Kinanti, dan Magatru. Meskipun beberapa nama pupuh Sekar Alit sama dengan Sekar Ageung, namun aturan guru lagu dan guru wilangannya berbeda. Pemilihan pupuh Sekar Alit biasanya didasarkan pada kesesuaian dengan tema atau suasana yang ingin disampaikan oleh pengarang. Meskipun jumlahnya lebih sedikit, pupuh Sekar Alit juga memiliki peran penting dalam memperkaya khazanah sastra Sunda.

7. Langkah-langkah Membuat Guguritan
Membuat guguritan memerlukan beberapa tahapan. Pertama, pilih jenis pupuh yang sesuai dengan tema atau suasana yang ingin diungkapkan. Kedua, tentukan tema dan ide pokok untuk setiap bait. Ketiga, susun kalimat per baris dengan memperhatikan guru wilangan (jumlah suku kata) dan guru lagu (vokal akhir) pada setiap baris sesuai pupuh yang dipilih. Keempat, periksa kembali kesesuaian guguritan dengan kaidah pupuh dan perbaiki jika ada kesalahan. Terakhir, baca atau tembangkan untuk merasakan keindahan iramanya.

Rangkuman: Guguritan adalah puisi tradisional Sunda yang terikat aturan pupuh. Pupuh mengatur guru lagu (vokal akhir) dan guru wilangan (jumlah suku kata) setiap baris. Ada 17 jenis pupuh yang dibagi menjadi Sekar Ageung dan Sekar Alit, masing-masing dengan karakteristik unik. Memahami guguritan dan pupuh membantu kita menghargai warisan budaya Sunda dan melatih kreativitas dalam berkarya sastra.

Halaman 10 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
GuguritanPuisi tradisional Sunda yang terikat aturan pupuh.
PupuhAturan baku dalam menyusun guguritan yang mengatur guru lagu dan guru wilangan.
Guru LaguVokal terakhir pada setiap baris dalam satu bait pupuh.
Guru WilanganJumlah suku kata pada setiap baris dalam satu bait pupuh.
PadalisanBaris dalam satu bait pupuh.
PadaBait dalam guguritan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Guguritan dan Pupuh" mata pelajaran bahasa sunda Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Guguritan dan Pupuh — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Guguritan dan Pupuh ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah Andabahasa sunda · Kelas VIIIPeta Konsep
Guguritan dan PupuhPengertian GuguritanPengertian PupuhCiri-ciri Pupuh: Guru LaguCiri-ciri Pupuh: Guru WilanganJenis-jenis Pupuh (Sekar Ageung)
Dari sub-bab Guguritan dan PupuhHalaman 13
Nama sekolah Andabahasa sunda · Kelas VIIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah Andabahasa sunda · Kelas VIIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah Andabahasa sunda · Kelas VIIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah Andabahasa sunda · Kelas VIIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah Andabahasa sunda · Kelas VIIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar bahasa sunda kelas 8 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Guguritan dan Pupuh pada bahasa sunda SMP, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.

Modul Guguritan dan Pupuh ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Guguritan dan Pupuh untuk bahasa sunda kelas VIII.

Apakah modul ajar bahasa sunda materi Guguritan dan Pupuh ini gratis?

Ya. Modul Guguritan dan Pupuh untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Guguritan dan Pupuh ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas bahasa sunda kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul bahasa sunda kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Guguritan dan Pupuh ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Guguritan dan Pupuh dapat Anda sesuaikan dengan murid bahasa sunda kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar bahasa sunda kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Guguritan dan Pupuh ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Guguritan dan Pupuh tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Guguritan dan Pupuh untuk bahasa sunda kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Guguritan dan Pupuh ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh bahasa sunda kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Guguritan dan Pupuh beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap bahasa sunda kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul bahasa sunda ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?

Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Guguritan dan Pupuh yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar bahasa sunda SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.