Modul Ajar & RPP Matematika Kelas IX
Kesebangunan dan Kekongruenan
Modul ajar (RPP) Matematika SMP kelas IX materi Kesebangunan dan Kekongruenan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Kesebangunan dan Kekongruenan yang Anda cari? Materi Matematika Kelas IX lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Kesebangunan dan Kekongruenan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar bangun datar seperti segitiga, persegi, dan lingkaran, serta sifat-sifat dasar sudut dan garis.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Geometri |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat menganalisis sifat-sifat bangun datar dan bangun ruang, serta menerapkan konsep kesebangunan dan kekongruenan untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kesebangunan dan kekongruenan dapat ditemukan pada miniatur bangunan, foto yang diperbesar atau diperkecil, serta desain pola batik. |
| Konseptual | Kesebangunan adalah hubungan antara dua bangun datar yang memiliki bentuk sama tetapi ukuran berbeda, sedangkan kekongruenan adalah hubungan antara dua bangun datar yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi, menganalisis, dan membuktikan dua bangun datar sebangun atau kongruen menggunakan kriteria tertentu. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan masalah geometri dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian pada bangun datar sebangun dan kongruen.
- Menganalisis syarat-syarat dua bangun datar dikatakan sebangun.
- Menerapkan konsep kesebangunan untuk menyelesaikan masalah kontekstual.
- Menganalisis syarat-syarat dua bangun datar dikatakan kongruen.
- Menerapkan konsep kekongruenan untuk menyelesaikan masalah kontekstual.
- Membuat model sederhana yang menunjukkan aplikasi konsep kesebangunan atau kekongruenan.
Pemahaman bermakna: Memahami kesebangunan dan kekongruenan membantu peserta didik melihat pola dan hubungan dalam berbagai objek di sekitar mereka, serta mengembangkan kemampuan penalaran spasial untuk memecahkan masalah praktis.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa foto yang diperbesar atau diperkecil tetap terlihat proporsional dan tidak 'melar' atau 'gepeng'?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami proporsi dan skala dalam menggambar atau membuat kerajinan tangan yang sebangun atau kongruen. Ilmu Pengetahuan Alam: Konsep skala pada peta atau model sistem tata surya yang merupakan aplikasi kesebangunan. Teknologi Informasi dan Komunikasi: Penggunaan fitur 'zoom' atau 'resize' pada gambar digital yang menerapkan prinsip kesebangunan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat membantu peserta didik mencari contoh benda sebangun atau kongruen di rumah dan mendiskusikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang efektif, dengan akses ke alat ukur sederhana dan proyektor untuk presentasi; lingkungan digital berupa akses internet untuk mencari referensi gambar. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan aplikasi geometri interaktif (misalnya GeoGebra) untuk memvisualisasikan bangun datar sebangun dan kongruen, serta mencari contoh-contoh di internet untuk proyek mereka. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian pada bangun datar sebangun dan kongruen. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menyimak salam, doa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi bangun datar dan sifat-sifatnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bisakah kalian menemukan benda di sekitar yang bentuknya sama persis atau hanya mirip, tapi ukurannya berbeda?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati beberapa gambar benda (misalnya, foto dan miniaturnya, dua pasang sepatu yang sama) dan membandingkan bentuk serta ukurannya. Guru membimbing diskusi untuk menemukan ide awal tentang 'mirip tapi beda ukuran' (kesebangunan) dan 'sama persis' (kekongruenan). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok menerima LKPD berisi berbagai pasang bangun datar. Mereka diminta untuk mengukur sisi dan sudut, kemudian mengidentifikasi pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian pada setiap pasang bangun datar, serta mengelompokkannya menjadi 'mirip' atau 'sama persis'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep pasangan sisi dan sudut bersesuaian, serta memperkenalkan istilah 'kesebangunan' dan 'kekongruenan' secara informal. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri awal bangun datar sebangun dan kongruen. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh kesebangunan atau kekongruenan di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis syarat-syarat dua bangun datar dikatakan sebangun dan menerapkan konsep kesebangunan untuk menyelesaikan masalah kontekstual. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menyimak salam, doa, dan presensi. Guru mengulas kembali hasil identifikasi pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis syarat kesebangunan dan menerapkannya untuk memecahkan masalah nyata. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menyajikan masalah kontekstual (misalnya, 'Bagaimana cara mengukur tinggi tiang bendera tanpa memanjatnya, hanya dengan menggunakan bayangan dan tinggi badanmu?'). Peserta didik diajak berpikir kritis tentang bagaimana konsep 'mirip' (kesebangunan) dapat membantu menyelesaikan masalah ini. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis masalah yang diberikan. Mereka diminta untuk mencari hubungan antara sisi dan sudut pada bangun-bangun yang sebangun, merumuskan syarat kesebangunan, dan kemudian mencoba memecahkan masalah tinggi tiang bendera menggunakan konsep tersebut. Mereka akan mengukur dan menghitung perbandingan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan solusi mereka terhadap masalah tinggi tiang bendera, menjelaskan langkah-langkah dan alasan mereka. Guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan berbagai metode dan menguatkan pemahaman tentang syarat kesebangunan (sudut-sudut bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi bersesuaian senilai). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan syarat-syarat kesebangunan dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus berlatih. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis syarat-syarat dua bangun datar dikatakan kongruen dan membuat model sederhana yang menunjukkan aplikasi konsep kesebangunan atau kekongruenan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menyimak salam, doa, dan presensi. Guru mengulas singkat materi kesebangunan dan memperkenalkan fokus hari ini pada kekongruenan serta proyek akhir. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan ekspektasi terhadap proyek. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menugaskan peserta didik secara berkelompok untuk menganalisis syarat-syarat kekongruenan, dimulai dari mengamati benda-benda yang benar-benar sama persis. Mereka membandingkan dengan kesebangunan dan mengidentifikasi perbedaan kunci. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang dan membuat model sederhana (misalnya, miniatur jembatan, denah rumah dengan skala, atau pola batik) yang menunjukkan aplikasi konsep kesebangunan atau kekongruenan. Mereka juga diminta untuk menjelaskan syarat-syarat kekongruenan yang mereka temukan dan bagaimana penerapannya dalam proyek mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan konsep kesebangunan/kekongruenan yang diterapkan, serta syarat-syarat kekongruenan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang kekongruenan (sisi-sisi bersesuaian sama panjang dan sudut-sudut bersesuaian sama besar) serta perbedaannya dengan kesebangunan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru merangkum seluruh materi kesebangunan dan kekongruenan, serta refleksi tentang proses belajar dan proyek yang telah dibuat. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam, menumbuhkan rasa bangga dan motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Memfasilitasi peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis syarat kesebangunan serta kekongruenan melalui observasi dan pengukuran.
Alat & bahan: Penggaris, busur derajat, gunting, kertas HVS, gambar bangun datar.
Langkah kerja:
- Amati setiap pasang bangun datar yang diberikan.
- Ukur panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada setiap pasang bangun datar.
- Ukur besar sudut-sudut yang bersesuaian pada setiap pasang bangun datar.
- Hitung perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian (jika ada).
- Kelompokkan bangun datar tersebut menjadi sebangun, kongruen, atau tidak keduanya, dan jelaskan alasannya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang 'bentuk yang sama'?
- Bagaimana cara membandingkan ukuran dua benda?
- Apakah semua persegi memiliki bentuk yang sama?
- Apakah semua segitiga sama sisi memiliki bentuk yang sama?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi pada LKPD, dan kualitas presentasi proyek.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi, serta penilaian proyek model sederhana.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pasangan sisi dan sudut yang bersesuaian pada bangun datar sebangun dan kongruen. | Konsep dasar kesebangunan dan kekongruenan. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis syarat-syarat dua bangun datar dikatakan sebangun dan menerapkan konsep kesebangunan untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | Syarat kesebangunan pada bangun datar. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Menganalisis syarat-syarat dua bangun datar dikatakan kongruen dan membuat model sederhana yang menunjukkan aplikasi konsep kesebangunan atau kekongruenan. | Syarat kekongruenan pada bangun datar, proyek aplikasi. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Kesebangunan dan kekongruenan adalah dua konsep fundamental dalam geometri yang membantu kita memahami hubungan antara bentuk dan ukuran objek. Dari miniatur hingga arsitektur, dari desain grafis hingga astronomi, prinsip-prinsip ini memainkan peran krusial dalam berbagai aspek kehidupan dan ilmu pengetahuan. Mempelajari materi ini akan melatih kemampuan observasi, analisis, dan pemecahan masalah Anda.
1. Pengertian Kesebangunan
Dua bangun datar dikatakan sebangun (dilambangkan dengan ~) jika memiliki bentuk yang sama tetapi ukurannya bisa berbeda. Syarat utama kesebangunan adalah: 1) Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, dan 2) Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian senilai. Contohnya, dua buah foto dengan ukuran berbeda tetapi diambil dari objek yang sama adalah sebangun. Miniatur mobil dan mobil aslinya juga merupakan contoh benda sebangun. Konsep ini sangat penting dalam pembuatan peta dan model.
2. Menganalisis Bangun Datar Sebangun
Untuk membuktikan dua bangun datar sebangun, kita perlu memeriksa kedua syarat di atas. Pertama, pastikan semua pasangan sudut yang bersesuaian memiliki ukuran yang sama. Kedua, hitung perbandingan panjang setiap pasangan sisi yang bersesuaian. Jika semua perbandingan sisi tersebut menghasilkan nilai yang sama, maka kedua bangun datar tersebut sebangun. Misalnya, dua segitiga dikatakan sebangun jika sudut-sudutnya sama besar (sudut-sudut-sudut) atau jika perbandingan dua sisi dan sudut apitnya sama (sisi-sudut-sisi).
3. Pengertian Kekongruenan
Dua bangun datar dikatakan kongruen (dilambangkan dengan ≅) jika memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Ini berarti, jika salah satu bangun digeser, diputar, atau dicerminkan, ia dapat menempati posisi yang sama persis dengan bangun lainnya. Syarat utama kekongruenan adalah: 1) Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, dan 2) Panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Contohnya adalah dua lembar uang kertas seribu rupiah yang baru, atau dua pasang sepatu kiri dan kanan yang identik.
4. Menganalisis Bangun Datar Kongruen
Untuk membuktikan dua bangun datar kongruen, kita dapat menggunakan beberapa kriteria, terutama untuk segitiga. Kriteria kekongruenan segitiga meliputi: 1) Sisi-sisi-sisi (SSS): ketiga sisi yang bersesuaian sama panjang; 2) Sisi-sudut-sisi (SAS): dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut apitnya sama besar; 3) Sudut-sisi-sudut (ASA): dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi apitnya sama panjang; 4) Sudut-sudut-sisi (AAS): dua sudut yang bersesuaian sama besar dan satu sisi tidak apit yang bersesuaian sama panjang.
5. Penerapan Kesebangunan dan Kekongruenan
Konsep kesebangunan dan kekongruenan memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam arsitektur, kesebangunan digunakan untuk membuat model skala bangunan. Dalam fotografi, pembesaran atau pengecilan gambar menggunakan prinsip kesebangunan. Kekongruenan sangat penting dalam manufaktur, di mana komponen-komponen harus identik agar dapat dirakit. Contoh lain adalah dalam desain pola batik atau keramik, di mana motif-motif yang berulang seringkali kongruen satu sama lain, atau sebangun dengan skala yang berbeda.
Rangkuman: Kesebangunan adalah hubungan antara dua bangun datar yang memiliki bentuk sama tetapi ukuran berbeda, dengan syarat sudut bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi bersesuaian senilai. Kekongruenan adalah hubungan antara dua bangun datar yang memiliki bentuk dan ukuran sama persis, dengan syarat sudut bersesuaian sama besar dan sisi bersesuaian sama panjang. Kedua konsep ini fundamental dalam geometri dan memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari serta berbagai bidang ilmu.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kesebangunan | Hubungan antara dua bangun datar yang memiliki bentuk sama tetapi ukuran berbeda. |
| Kekongruenan | Hubungan antara dua bangun datar yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. |
| Sisi Bersesuaian | Pasangan sisi pada dua bangun datar yang letaknya sama dan saling berhadapan. |
| Sudut Bersesuaian | Pasangan sudut pada dua bangun datar yang letaknya sama dan memiliki ukuran yang sama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kesebangunan dan Kekongruenan" mata pelajaran Matematika Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Matematika Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 5 siap
Perpangkatan dan Bentuk AkarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersamaan KuadratModul siap unduh · Word + PDF ber-kopFungsi KuadratBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTransformasi GeometriBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 4 siap
Bangun Ruang Sisi LengkungBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAPeluangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKekongruenan dan KesebangunanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeluang dan Statistika LanjutanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Matematika di kelas lain
BANGUN RUANGMatematika Kelas IX SMPBangun Ruang Sisi Datar, Sisi Lengkung Dan LingkaranMatematika Kelas IX SMPBilangan Berpangkat dan Bentuk AkarMatematika Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Matematika Kelas IX →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Kesebangunan dan Kekongruenan ini gratis?
Ya. Modul Kesebangunan dan Kekongruenan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kesebangunan dan Kekongruenan ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kesebangunan dan Kekongruenan untuk Matematika kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Kesebangunan dan Kekongruenan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kesebangunan dan Kekongruenan dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.