Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas X
Puisi
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia MA kelas X materi Puisi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Puisi yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Puisi |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang teks deskripsi dan narasi serta mampu mengidentifikasi beberapa jenis majas dalam teks sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Menginternalisasi nilai-nilai kebaikan dan keindahan dalam puisi sebagai wujud syukur atas ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Menciptakan puisi yang unik dan orisinal dengan memadukan imajinasi serta pengalaman pribadi peserta didik. - komunikasi — elemen: mengemukakan dan menganalisis gagasan dan informasi secara kritis
Menyampaikan hasil analisis dan interpretasi puisi secara lisan maupun tulisan dengan argumentasi yang jelas dan kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi) untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif, serta mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam bentuk puisi dan prosa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Puisi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, dari puisi lama seperti pantun dan syair hingga puisi modern yang lebih bebas. |
| Konseptual | Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa yang indah, berima, berirama, dan bermakna kiasan untuk menyampaikan gagasan dan perasaan. |
| Prosedural | Menganalisis puisi melibatkan langkah-langkah seperti membaca intensif, mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik, serta menafsirkan makna. |
| Metakognitif | Kesadaran akan bagaimana pilihan kata dan gaya bahasa dalam puisi memengaruhi pemahaman dan emosi pembaca dapat meningkatkan kemampuan berapresiasi sastra. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi (tema, rasa, nada, amanat, diksi, majas, rima, tipografi) dengan tepat.
- Menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam puisi melalui interpretasi terhadap unsur-unsurnya.
- Mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dan tulisan melalui pembacaan dan penulisan puisi.
- Menyajikan hasil analisis puisi secara kritis dan kreatif dalam diskusi kelompok.
- Menulis puisi baru dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun dan gaya bahasa yang menarik.
- Membacakan puisi yang telah ditulis dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai.
Pemahaman bermakna: Puisi bukan hanya susunan kata yang indah, tetapi juga cerminan jiwa, pemikiran, dan realitas yang mampu menggerakkan hati dan membuka cakrawala pemahaman tentang kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah susunan kata bisa begitu kuat menggetarkan hati dan pikiran, bahkan mengubah cara kita memandang dunia?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami puisi sebagai salah satu bentuk ekspresi seni dan mengaitkannya dengan musik atau seni pertunjukan. Sejarah: Mengenali perkembangan puisi dari masa ke masa dan pengaruh konteks sejarah terhadap karya-karya puisi. Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam puisi serta mengaitkannya dengan ajaran agama. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari inspirasi puisi dari lingkungan sekitar atau cerita keluarga. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber referensi puisi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi pengolah kata untuk menulis puisi, mencari referensi puisi secara daring, atau merekam pembacaan puisi mereka. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi (tema, rasa, nada, amanat, diksi, majas, rima, tipografi) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru menyebutkan satu kata, lalu peserta didik secara bergantian menyebutkan kata yang berima dengannya sampai tidak ada ide lagi. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik merenungkan puisi sebagai cerminan jiwa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu membaca beberapa contoh puisi dengan tema beragam, lalu mengidentifikasi kata-kata indah atau majas yang ditemukan, dan mendiskusikan kesan awal yang muncul. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik menganalisis puisi yang berbeda, fokus pada identifikasi unsur intrinsik seperti diksi, majas, rima, dan tipografi, kemudian mencatat temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi unsur puisi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan umpan balik dari kelompok lain serta penguatan konsep dari guru mengenai unsur-unsur pembangun puisi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama unsur-unsur puisi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam puisi melalui interpretasi terhadap unsur-unsurnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Puzzle Kata Kiasan: Guru menampilkan beberapa potongan kalimat kiasan, peserta didik menyusunnya menjadi satu kalimat utuh dan menebak maknanya. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya memahami makna puisi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu membaca puisi yang kompleks, kemudian mencoba menginterpretasikan makna kata-kata kunci dan majas yang digunakan, serta mengidentifikasi hubungan antara unsur-unsur puisi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik memilih satu puisi untuk dianalisis lebih mendalam, fokus pada penafsiran tema, rasa, nada, dan amanat dengan dukungan bukti tekstual dari puisi tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis makna puisi, termasuk argumen dan bukti yang mendukung interpretasi mereka, dilanjutkan dengan diskusi kelas dan penguatan dari guru tentang teknik interpretasi puisi yang mendalam. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik dan guru merefleksikan proses analisis makna. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan pemikiran kritis peserta didik. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyajikan hasil analisis puisi secara kritis dan kreatif dalam diskusi kelompok. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rima Ekspresi: Guru menyebutkan satu emosi (misalnya 'senang'), peserta didik secara spontan menyebutkan kata-kata yang berima dan menggambarkan emosi tersebut. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali pentingnya menyampaikan gagasan secara efektif dan menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan menyajikan analisis puisi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk berani berekspresi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu meninjau kembali hasil analisis puisi dari pertemuan sebelumnya dan mempersiapkan poin-poin penting yang akan disajikan, termasuk cara penyampaian yang menarik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik merancang strategi presentasi untuk menyajikan analisis puisi mereka secara kreatif, termasuk penggunaan media visual sederhana atau teknik bercerita untuk memperkuat pesan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok menyajikan analisis puisi mereka di depan kelas, diikuti dengan sesi umpan balik konstruktif dari teman sejawat dan guru mengenai kejelasan, kreativitas, dan kedalaman analisis. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya komunikasi efektif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik dan guru merefleksikan pengalaman menyajikan dan menerima umpan balik. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas peserta didik. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis unsur-unsur pembangun dan makna puisi secara sistematis.
Alat & bahan: Puisi cetak, alat tulis, kertas HVS
Langkah kerja:
- Baca puisi 'Sajak Putih' karya Chairil Anwar dengan saksama.
- Identifikasi diksi dan majas yang digunakan dalam puisi.
- Analisis rima dan tipografi puisi tersebut.
- Tentukan tema, rasa, nada, dan amanat yang terkandung dalam puisi.
- Tuliskan interpretasi makna keseluruhan puisi berdasarkan analisis Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang puisi?
- Sebutkan beberapa contoh puisi yang pernah Anda dengar atau baca!
- Menurut Anda, apa yang membuat sebuah puisi itu indah?
- Pernahkah Anda mencoba menulis puisi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, presentasi analisis puisi, dan proses penulisan draf puisi.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap puisi hasil karya peserta didik dan penampilan pembacaan puisi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur-unsur pembangun puisi (tema, rasa, nada, amanat, diksi, majas, rima, tipografi) dengan tepat. | Unsur-unsur pembangun puisi | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam puisi melalui interpretasi terhadap unsur-unsurnya. | Interpretasi makna puisi | 6 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Menulis puisi baru dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun dan gaya bahasa yang menarik. | Proses penulisan dan revisi puisi | 6 JP | Kreativitas, Komunikasi |
| 4 | Membacakan puisi yang telah ditulis dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai. | Pembacaan puisi | 3 JP | Komunikasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengekspresikan kekaguman pada keindahan ciptaan Allah SWT melalui puisi yang sarat makna dan nilai-nilai kebaikan. |
| 2. Cinta Ilmu | Menganalisis struktur dan makna puisi secara mendalam untuk memperkaya wawasan sastra dan kemampuan berpikir kritis. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menggunakan inspirasi dari alam dan lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam menciptakan puisi yang orisinal. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai karya puisi teman sebaya dan memberikan umpan balik yang membangun untuk meningkatkan kualitas bersama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menciptakan puisi yang mengangkat tema-tema kebangsaan atau kearifan lokal sebagai wujud cinta terhadap tanah air dan budaya. |
Puisi adalah salah satu bentuk ekspresi terdalam dari jiwa manusia. Melalui susunan kata yang dipilih secara cermat, puisi mampu merangkai emosi, pikiran, dan pengalaman menjadi sebuah karya yang indah dan bermakna. Mempelajari puisi tidak hanya tentang memahami strukturnya, tetapi juga tentang merasakan kedalaman pesannya dan menemukan keindahan dalam setiap lariknya. Mari kita selami dunia puisi yang penuh keajaiban.
1. Pengertian Puisi
Puisi adalah salah satu genre sastra yang menggunakan bahasa yang padat, indah, dan kaya akan makna kiasan untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan pengalaman batin penyair. Berbeda dengan prosa, puisi lebih mengutamakan estetika bunyi, ritme, dan pilihan kata yang sugestif. Puisi seringkali disebut sebagai 'bahasa hati' karena kemampuannya dalam menyentuh emosi pembaca. Contoh puisi adalah 'Aku' karya Chairil Anwar yang lugas dan penuh semangat.
2. Unsur Intrinsik Puisi
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun puisi dari dalam. Ini meliputi tema (gagasan pokok), rasa (sikap penyair terhadap pokok masalah), nada (sikap penyair terhadap pembaca), dan amanat (pesan moral). Selain itu, ada diksi (pilihan kata), majas (gaya bahasa), rima (persamaan bunyi), dan tipografi (bentuk visual puisi). Semua unsur ini bekerja sama untuk menciptakan makna dan keindahan puisi. Misalnya, dalam puisi 'Hujan Bulan Juni' karya Sapardi Djoko Damono, diksi yang dipilih sangat sederhana namun sarat makna.
3. Unsur Ekstrinsik Puisi
Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar puisi namun sangat memengaruhi penciptaan dan pemaknaan puisi. Ini mencakup latar belakang penyair (riwayat hidup, pandangan filosofis), latar belakang masyarakat (kondisi sosial, budaya, politik saat puisi diciptakan), dan nilai-nilai yang terkandung dalam puisi (moral, agama, sosial, budaya). Memahami unsur ekstrinsik membantu kita menafsirkan mengapa penyair memilih tema atau gaya tertentu dalam puisinya. Misalnya, puisi-puisi perjuangan lahir dari kondisi sosial politik yang memanas.
4. Jenis-jenis Puisi
Puisi dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Secara umum, ada puisi lama dan puisi baru. Puisi lama meliputi pantun, syair, gurindam, dan seloka yang terikat pada aturan jumlah baris, rima, dan suku kata. Puisi baru atau modern lebih bebas dalam bentuk dan aturan, seperti balada, himne, ode, epigram, romansa, elegi, dan satir. Setiap jenis puisi memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Contoh puisi baru adalah 'Doa' karya Chairil Anwar yang tidak terikat rima dan suku kata.
5. Analisis Puisi
Menganalisis puisi berarti menguraikan unsur-unsur pembangunnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung. Langkah-langkah analisis meliputi membaca puisi berulang kali, mengidentifikasi diksi dan majas, menafsirkan rima dan tipografi, serta menemukan tema, rasa, nada, dan amanat. Penting untuk mencari hubungan antarunsur dan mengaitkannya dengan konteks penciptaan puisi. Analisis yang mendalam akan membuka kekayaan makna yang mungkin tidak terlihat pada pandangan pertama.
6. Menulis Puisi
Menulis puisi adalah proses kreatif yang melibatkan imajinasi dan kepekaan rasa. Dimulai dengan menemukan ide atau inspirasi, kemudian mengembangkan tema, memilih diksi yang tepat, menggunakan majas untuk memperindah bahasa, serta memperhatikan rima dan tipografi. Proses revisi juga sangat penting untuk menyempurnakan puisi agar pesan tersampaikan dengan indah dan efektif. Jangan takut bereksperimen dengan gaya dan bentuk untuk menemukan ciri khas puisi Anda.
7. Membacakan Puisi
Membacakan puisi membutuhkan penghayatan dan ekspresi yang tepat. Hal ini meliputi penggunaan intonasi (tinggi rendahnya suara), jeda (penghentian sementara), tempo (cepat lambatnya pembacaan), dan mimik wajah serta gestur tubuh yang sesuai dengan isi puisi. Pembacaan puisi yang baik akan membantu audiens memahami dan merasakan emosi yang ingin disampaikan oleh penyair. Latihan berulang akan meningkatkan kualitas pembacaan puisi.
8. Apresiasi Puisi
Apresiasi puisi adalah kemampuan untuk memahami, menikmati, dan menghargai keindahan serta nilai-nilai yang terkandung dalam puisi. Ini melibatkan kepekaan rasa, pemahaman intelektual, dan keterlibatan emosional. Apresiasi tidak hanya berhenti pada pemahaman makna, tetapi juga pada kemampuan untuk merasakan getaran jiwa penyair dan meresapi pesan yang disampaikan. Dengan mengapresiasi puisi, kita dapat memperkaya batin dan memperluas pandangan hidup.
Rangkuman: Puisi adalah karya sastra indah yang menyampaikan gagasan dan perasaan melalui bahasa padat, berima, berirama, dan bermakna kiasan. Unsur intrinsik (tema, rasa, nada, amanat, diksi, majas, rima, tipografi) dan ekstrinsik (latar belakang penyair/masyarakat) saling memengaruhi. Analisis puisi melibatkan identifikasi unsur dan interpretasi makna. Menulis dan membacakan puisi memerlukan kreativitas, kepekaan, dan ekspresi. Apresiasi puisi memperkaya batin dan pandangan hidup.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Diksi | Pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaan untuk mengungkapkan gagasan atau perasaan. |
| Majas | Gaya bahasa yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu atau memperindah makna. |
| Rima | Persamaan bunyi pada akhir larik atau bait puisi. |
| Tipografi | Bentuk visual puisi, seperti pengaturan baris, bait, dan spasi. |
| Amanat | Pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. |
| Intonasi | Tinggi rendahnya nada suara saat membacakan puisi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Puisi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Teks Laporan Hasil ObservasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks EksposisiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks AnekdotModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHikayatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
Teks NegosiasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDebatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks BiografiModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Puisi ini gratis?
Ya. Modul Puisi untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Puisi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Puisi untuk Bahasa Indonesia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Puisi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Puisi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.