Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas X
Teks Negosiasi
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia MA kelas X materi Teks Negosiasi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran I.A.4. Bahasa Indonesia. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Teks Negosiasi yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas X lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Teks Negosiasi |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang interaksi sosial dan kemampuan berkomunikasi lisan dalam kehidupan sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi dan sosial
Peserta didik menunjukkan sikap jujur dan adil dalam bernegosiasi, mencerminkan akhlak mulia sesuai ajaran Islam. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sudut pandang untuk merumuskan argumen yang kuat dalam negosiasi. - komunikasi — elemen: menyimak dan berbicara
Peserta didik aktif mendengarkan dan menyampaikan pendapat secara efektif untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran I.A.4. Bahasa Indonesia |
| Elemen / Domain | Menulis dan Berbicara-Mempresentasikan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan argumen yang relevan secara efektif. Peserta didik juga mampu mempresentasikan gagasan dan hasil pemikiran secara lisan dengan jelas, sistematis, dan meyakinkan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Negosiasi adalah proses tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan, sering terjadi di pasar, rapat, atau bahkan di rumah. |
| Konseptual | Teks negosiasi memiliki struktur orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup, serta ciri kebahasaan persuasif. |
| Prosedural | Langkah-langkah menyusun teks negosiasi meliputi identifikasi masalah, perumusan tujuan, penyusunan argumen, dan penulisan draf. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya strategi komunikasi efektif dan empati untuk mencapai kesepakatan yang adil dan menguntungkan semua pihak. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi struktur teks negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) dengan tepat.
- Menganalisis ciri kebahasaan teks negosiasi (kalimat persuasif, deklaratif, interogatif, tuturan berpasangan) dengan cermat.
- Menyimpulkan isi dan tujuan teks negosiasi berdasarkan konteksnya secara akurat.
- Menyusun kerangka teks negosiasi berdasarkan kasus nyata dengan logis.
- Menulis teks negosiasi sesuai struktur dan kaidah kebahasaan dengan runtut.
- Mempraktikkan negosiasi dalam simulasi peran dengan santun dan persuasif.
Pemahaman bermakna: Memahami teks negosiasi berarti mampu mengidentifikasi struktur, unsur kebahasaan, dan tujuan negosiasi, serta menerapkannya untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dalam berbagai konteks kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita meyakinkan orang lain agar mau mengikuti keinginan kita, tetapi mereka tetap merasa diuntungkan?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Etika bernegosiasi dalam Islam (jujur, adil, tidak merugikan orang lain) dan pentingnya musyawarah. Ekonomi: Konsep tawar-menawar, penentuan harga, dan strategi pemasaran dalam konteks negosiasi jual beli. Sosiologi: Dinamika interaksi sosial, resolusi konflik, dan komunikasi antarindividu atau kelompok dalam negosiasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang pengalaman negosiasi dalam keluarga atau lingkungan sekitar, serta memberikan contoh kasus nyata kepada anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok, simulasi peran, dan presentasi yang nyaman, dengan akses ke perpustakaan atau sudut baca untuk referensi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video negosiasi dari YouTube, berita online, atau platform edukasi untuk analisis kasus, serta penggunaan aplikasi pengolah kata untuk menyusun teks negosiasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi struktur teks negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Negosiasi: Peserta didik menebak kata-kata kunci terkait negosiasi (misalnya 'tawar', 'sepakat', 'deal') dari petunjuk yang diberikan guru. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengaitkan materi negosiasi dengan pengalaman tawar-menawar sehari-hari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa berhasil membujuk orang lain? Bagaimana caranya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati contoh teks negosiasi singkat dari berbagai sumber (video/teks) dan mengidentifikasi bagian-bagiannya secara mandiri atau berpasangan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan hasil identifikasi struktur teks negosiasi dan membandingkan temuan mereka dengan kelompok lain. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep struktur teks negosiasi, serta mengoreksi miskonsepsi yang mungkin ada. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi struktur teks negosiasi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas singkat untuk mencari contoh teks negosiasi lain di lingkungan sekitar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis ciri kebahasaan teks negosiasi (kalimat persuasif, deklaratif, interogatif, tuturan berpasangan) dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata Persuasif: Satu peserta didik menyebut kata, yang lain melanjutkan dengan kata yang memiliki kaitan persuasif, membentuk rantai kata. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi struktur negosiasi dan mengaitkannya dengan pentingnya penggunaan bahasa yang tepat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis ciri kebahasaan teks negosiasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik diberikan contoh teks negosiasi yang sama atau berbeda, lalu secara individu mengidentifikasi dan menandai kalimat-kalimat persuasif, deklaratif, interogatif, dan tuturan berpasangan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan dan mengelompokkan ciri kebahasaan yang ditemukan, lalu menganalisis fungsi masing-masing ciri kebahasaan dalam teks negosiasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis ciri kebahasaan, guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan klarifikasi, dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya pilihan kata dalam negosiasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik merangkum ciri kebahasaan teks negosiasi, memberikan pujian atas kerja keras, dan menugaskan peserta didik untuk mengamati penggunaan bahasa dalam negosiasi di televisi atau media sosial. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyimpulkan isi dan tujuan teks negosiasi berdasarkan konteksnya secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Jejak Emosi: Peserta didik diminta menggambarkan satu emoji yang merepresentasikan perasaan mereka saat bernegosiasi (senang, bingung, puas, dsb.) dan alasannya. Guru memulai pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pengalaman negosiasi pribadi mereka, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menyimpulkan isi dan tujuan negosiasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik disajikan beberapa kasus negosiasi nyata (misal: negosiasi harga barang, negosiasi jadwal tugas kelompok) dalam bentuk teks atau video, lalu menganalisis masalah yang dinegosiasikan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Secara berkelompok, peserta didik menyimpulkan isi pokok dan tujuan akhir dari setiap kasus negosiasi yang diberikan, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan kepentingannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil simpulan mereka, guru memberikan umpan balik konstruktif, dan mengajak kelas untuk berdiskusi tentang kesepakatan yang paling efektif dan adil dalam setiap kasus. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan tentang cara menyimpulkan isi dan tujuan negosiasi, memberikan apresiasi, dan memotivasi peserta didik untuk selalu mencari solusi terbaik dalam setiap konflik. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks negosiasi dari berbagai contoh kasus.
Alat & bahan: Teks negosiasi cetak/digital, alat tulis, stabilo warna-warni
Langkah kerja:
- Bacalah dengan cermat teks negosiasi yang disediakan.
- Identifikasi struktur teks negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) dengan memberi warna berbeda pada setiap bagian.
- Temukan dan lingkari kalimat-kalimat persuasif, deklaratif, interogatif, dan tuturan berpasangan dalam teks.
- Tuliskan fungsi setiap ciri kebahasaan yang kamu temukan di kolom yang tersedia.
- Diskusikan hasil temuanmu dengan kelompok dan siapkan untuk dipresentasikan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang negosiasi?
- Kapan terakhir kali kamu melakukan tawar-menawar?
- Menurutmu, apa tujuan utama dari sebuah negosiasi?
- Sebutkan satu contoh kalimat yang biasa digunakan saat bernegosiasi!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kelengkapan LKPD, dan kemampuan menyusun kerangka teks negosiasi.
Sumatif (akhir): Penilaian teks negosiasi yang ditulis dan praktik simulasi negosiasi dalam bentuk role-play.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur teks negosiasi | Struktur teks negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis ciri kebahasaan teks negosiasi | Ciri kebahasaan teks negosiasi (persuasif, deklaratif, interogatif, tuturan berpasangan) | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun kerangka dan menulis teks negosiasi | Penyusunan kerangka teks negosiasi dan penulisan draf teks negosiasi | 6 JP | komunikasi, penalaran kritis |
| 4 | Mempraktikkan negosiasi dalam simulasi peran | Simulasi negosiasi dan refleksi hasil negosiasi | 6 JP | komunikasi, keimanan dan ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menerapkan nilai kejujuran dan keadilan dalam setiap proses negosiasi, meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam bermuamalah. |
| 2. Cinta Ilmu | Menganalisis teks negosiasi secara mendalam untuk memahami strategi komunikasi yang efektif, memperkaya wawasan dan keterampilan berbahasa. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menyusun argumen negosiasi yang mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan, mendorong solusi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Berempati dan menghargai pandangan pihak lain dalam negosiasi, membangun komunikasi yang santun dan mencapai kesepakatan saling menguntungkan. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mempraktikkan negosiasi untuk menyelesaikan masalah di lingkungan sekolah atau masyarakat, berkontribusi positif bagi persatuan dan kemajuan bangsa. |
Negosiasi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari tawar-menawar di pasar hingga diskusi penting di forum resmi. Modul ini akan membimbing Anda memahami esensi negosiasi, struktur teksnya, ciri kebahasaannya, hingga mampu menyusun dan mempraktikkan negosiasi secara efektif dan etis, demi mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
1. Pengertian dan Tujuan Teks Negosiasi
Teks negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan perbedaan, mencari solusi, atau mencapai persetujuan yang saling menguntungkan (win-win solution). Negosiasi tidak selalu berakhir dengan kemenangan mutlak satu pihak, melainkan seringkali melibatkan kompromi dan pengertian bersama. Misalnya, ketika Anda tawar-menawar harga buku di toko, Anda dan penjual berusaha mencapai harga yang disepakati bersama.
2. Struktur Teks Negosiasi
Teks negosiasi umumnya memiliki struktur yang teratur untuk memfasilitasi proses tawar-menawar. Dimulai dengan orientasi, yaitu pembukaan atau pengenalan topik. Kemudian dilanjutkan dengan pengajuan, di mana salah satu pihak mengajukan permintaan atau penawaran. Pihak lain akan memberikan penawaran balasan atau sanggahan. Bagian ini bisa berulang hingga tercapai persetujuan, yaitu kesepakatan akhir kedua belah pihak. Terakhir adalah penutup, yang berisi ucapan terima kasih atau salam penutup. Struktur ini memastikan alur negosiasi berjalan sistematis.
3. Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi
Teks negosiasi menggunakan berbagai ciri kebahasaan untuk mencapai tujuannya. Kalimat persuasif sangat dominan, berfungsi untuk membujuk atau meyakinkan pihak lain (misalnya 'Bagaimana jika harganya saya kurangi sedikit lagi?'). Ada juga kalimat deklaratif untuk menyatakan fakta atau pendapat, dan kalimat interogatif untuk bertanya atau meminta konfirmasi. Tuturan berpasangan, seperti pertanyaan-jawaban atau permintaan-pemenuhan, juga menjadi ciri khas. Penggunaan pronomina persona (saya, Anda, kami) dan konjungsi kausalitas (karena, oleh sebab itu) juga sering ditemukan.
4. Strategi Komunikasi dalam Negosiasi
Komunikasi yang efektif adalah kunci keberhasilan negosiasi. Strategi yang baik meliputi mendengarkan secara aktif untuk memahami kebutuhan pihak lain, menyampaikan argumen dengan jelas dan logis, menggunakan bahasa yang santun dan tidak provokatif, serta mampu mengendalikan emosi. Penting juga untuk fokus pada kepentingan bersama daripada posisi masing-masing. Misalnya, daripada bersikeras pada harga awal, coba cari tahu mengapa pihak lain menawarkan harga lebih rendah dan temukan titik tengah yang sama-sama menguntungkan.
5. Langkah-langkah Menyusun Teks Negosiasi
Menyusun teks negosiasi dimulai dengan perencanaan. Pertama, identifikasi masalah atau topik yang akan dinegosiasikan. Kedua, tentukan tujuan negosiasi yang ingin dicapai dan pihak-pihak yang terlibat. Ketiga, kumpulkan informasi dan siapkan argumen yang kuat untuk mendukung posisi Anda. Keempat, susun kerangka teks negosiasi sesuai strukturnya. Kelima, kembangkan kerangka tersebut menjadi teks negosiasi yang lengkap dengan memperhatikan ciri kebahasaan. Terakhir, periksa dan revisi teks untuk memastikan kejelasan dan efektivitasnya.
6. Etika dalam Bernegosiasi Menurut Islam
Dalam Islam, negosiasi atau 'musyawarah' sangat dianjurkan untuk mencapai kesepakatan yang adil dan maslahat. Prinsip-prinsipnya meliputi kejujuran (tidak menipu), keadilan (tidak merugikan pihak lain), sikap saling menghormati, dan menghindari sumpah palsu. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.' (Q.S. Al-Baqarah: 222). Ini mengisyaratkan pentingnya niat baik dan kesucian hati dalam setiap interaksi, termasuk negosiasi, untuk mencapai hasil yang berkah.
Rangkuman: Teks negosiasi adalah interaksi sosial untuk mencapai kesepakatan, dengan struktur orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Ciri kebahasaannya meliputi kalimat persuasif, deklaratif, interogatif, dan tuturan berpasangan. Keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada komunikasi efektif, strategi yang baik, dan etika, seperti kejujuran dan keadilan. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini, kita dapat mencapai solusi yang saling menguntungkan dalam berbagai situasi kehidupan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Negosiasi | Proses tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan. |
| Persuasif | Bersifat membujuk atau meyakinkan. |
| Deklaratif | Kalimat yang menyatakan atau memberitahukan sesuatu. |
| Interogatif | Kalimat yang berisi pertanyaan. |
| Tuturan Berpasangan | Pola dialog yang terdiri dari dua bagian, seperti pertanyaan-jawaban. |
| Win-win Solution | Kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. |
| Kompromi | Penyelesaian sengketa dengan jalan damai dan saling mengurangi tuntutan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Teks Negosiasi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Teks Laporan Hasil ObservasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks EksposisiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks AnekdotModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHikayatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Teks Negosiasi ini gratis?
Ya. Modul Teks Negosiasi untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Teks Negosiasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran I.A.4. Bahasa Indonesia, pada Fase E untuk kelas X MA.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Teks Negosiasi untuk Bahasa Indonesia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Teks Negosiasi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Teks Negosiasi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.