Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XI
Drama
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Drama |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami dasar-dasar penulisan teks naratif dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur cerita dalam sebuah karya sastra. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan akhlak bernegara dengan menghargai keberagaman ekspresi budaya dalam drama sebagai anugerah Tuhan. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu menganalisis struktur dan unsur kebahasaan drama untuk memahami pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Peserta didik menghasilkan naskah drama pendek yang orisinal dan memerankannya dengan ekspresi yang sesuai.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan teks persuasif) serta menyunting dan mengevaluasi teks sesuai kaidah kebahasaan dan struktur yang berlaku, termasuk dalam konteks drama. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Drama adalah bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. |
| Konseptual | Konsep inti drama melibatkan struktur alur, penokohan, latar, tema, amanat, dan unsur kebahasaan yang membentuk kesatuan cerita untuk dipentaskan. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari mencakup analisis unsur drama, penulisan naskah drama, dan memerankan drama sesuai karakter dan naskah. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman terhadap drama dapat meningkatkan apresiasi seni dan kemampuan berkomunikasi serta berempati. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghargai drama sebagai bentuk seni yang mencerminkan keindahan ciptaan Allah dan keragaman ekspresi manusia, serta memetik hikmah dari pesan moral yang terkandung. |
| 2. Cinta Ilmu | Antusias dalam mempelajari teori dan praktik drama, melakukan eksplorasi mendalam terhadap berbagai jenis drama, dan mengembangkan kemampuan menulis serta memerankan naskah. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menciptakan drama yang mengangkat isu-isu lingkungan atau menggunakan properti daur ulang dalam pementasan, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati melalui penghayatan karakter, memahami berbagai perspektif kehidupan, dan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan pementasan drama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menciptakan drama yang mengangkat cerita-cerita lokal atau isu-isu kebangsaan, serta bangga menampilkan karya seni yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur) yang disajikan dalam berbagai bentuk.
- Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral yang terkandung dalam teks drama.
- Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama (dialog, monolog, kramagung).
- Menulis naskah drama pendek dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan.
- Memerankan drama pendek sesuai dengan naskah dan karakter yang telah dibuat.
- Menilai pementasan drama berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Pemahaman bermakna: Memahami drama bukan hanya tentang membaca teks, tetapi juga tentang menjiwai karakter dan menyampaikan pesan moral melalui ekspresi dan interaksi yang nyata, sehingga dapat merefleksikan kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita yang hanya berupa tulisan bisa hidup dan menyentuh hati penonton saat dipentaskan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami teknik akting, tata panggung, dan ekspresi artistik dalam pementasan drama. Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai moral dan etika Islam yang terkandung dalam drama. Sejarah: Menghubungkan tema drama dengan peristiwa sejarah atau konteks sosial budaya tertentu yang melatarinya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak menyaksikan pementasan drama anak-anak mereka atau memberikan dukungan moral dan fasilitas sederhana untuk latihan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur ulang agar fleksibel untuk diskusi kelompok dan pementasan drama sederhana, dengan dukungan akses ke perpustakaan sekolah atau sumber digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi penulisan kolaboratif (misalnya Google Docs) untuk menyusun naskah drama dan penggunaan platform video (misalnya YouTube) untuk menonton referensi pementasan drama. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur) yang disajikan dalam berbagai bentuk. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Ekspresi: Satu siswa memperagakan ekspresi wajah (sedih, senang, marah) tanpa suara, siswa lain menebak ekspresi dan situasinya. Ini melatih kepekaan terhadap non-verbal. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Kemudian, guru menanyakan pengalaman peserta didik menonton drama atau film. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati kutipan teks drama dan video pementasan drama pendek, lalu secara mandiri mengidentifikasi perbedaan dan persamaan karakteristik yang mereka temukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka untuk mengategorikan berbagai jenis drama dan mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk drama. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan mengarahkan pada pemahaman karakteristik umum drama yang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi, dan menyampaikan informasi mengenai materi selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral yang terkandung dalam teks drama. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Sambung Kata Emosi: Siswa bergiliran menyebutkan kata sifat yang menggambarkan emosi, menyambung dari kata sebelumnya. Melatih kosakata emosi yang penting dalam drama. Guru membuka pelajaran, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya pesan dalam sebuah cerita. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca teks drama pendek yang memiliki konflik moral. Mereka diminta untuk menemukan masalah utama dan bagaimana karakter meresponsnya, serta nilai-nilai yang muncul. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis konflik dan dialog dalam drama untuk mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan (agama, sosial, budaya) dan pesan moral yang ingin disampaikan penulis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang nilai dan pesan moral dalam drama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan nilai-nilai penting yang dapat dipetik dari drama. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan mengingatkan untuk selalu mengambil hikmah dari setiap karya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik serta kebahasaan dalam sebuah teks drama.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang unik karena tidak hanya dibaca, tetapi juga untuk dipentaskan. Ia menghidupkan cerita dan karakter di atas panggung, memungkinkan penonton merasakan langsung emosi dan konflik yang disajikan.
Alat & bahan: Teks drama pendek, alat tulis, lembar kerja
Langkah kerja:
- Bacalah teks drama 'Pahlawan Tak Dikenal' dengan saksama!
- Identifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, amanat) dan ekstrinsik (nilai moral, sosial) dalam drama tersebut.
- Temukan contoh dialog, monolog, dan kramagung, lalu jelaskan fungsinya dalam membangun cerita.
- Diskusikan nilai-nilai dan pesan moral yang dapat dipetik dari drama tersebut.
- Sajikan hasil analisis kelompok Anda dalam bentuk tabel dan presentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang drama?
- Pernahkah Anda menonton pementasan drama atau film? Apa yang paling Anda ingat?
- Menurut Anda, apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sebuah drama?
- Apa perbedaan utama antara drama dan cerita biasa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penulisan draf naskah, dan latihan pementasan.
Sumatif (akhir): Penilaian naskah drama yang dihasilkan dan pementasan drama pendek oleh kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur). | Karakteristik dan Unsur Drama | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral dalam teks drama. | Nilai dan Pesan Moral Drama | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama. | Unsur Kebahasaan Drama | 3 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menulis dan memerankan drama pendek. | Penulisan dan Pementasan Drama | 9 JP | kreativitas |
Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang unik karena tidak hanya dibaca, tetapi juga untuk dipentaskan. Ia menghidupkan cerita dan karakter di atas panggung, memungkinkan penonton merasakan langsung emosi dan konflik yang disajikan. Mempelajari drama bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi pengalaman yang nyata dan bermakna bagi banyak orang.
1. Pengertian dan Ciri Umum Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani 'drao' yang berarti berbuat, bertindak, berlaku. Dalam sastra, drama adalah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Ciri utamanya adalah adanya dialog, konflik, dan tujuan untuk dipentaskan. Drama berbeda dengan prosa naratif karena ia ditulis bukan untuk dibaca saja, melainkan untuk dimainkan oleh aktor di hadapan penonton. Ini melibatkan unsur visual dan auditori yang kuat.
2. Jenis-Jenis Drama
Drama dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria. Berdasarkan bentuknya, ada drama modern dan drama tradisional. Berdasarkan isinya, terdapat tragedi (drama kesedihan), komedi (drama kelucuan), tragikomedi (perpaduan tragedi dan komedi), opera (drama musikal), melodrama (drama dengan musik pengiring), dan farce (drama ringan). Setiap jenis drama memiliki karakteristik dan tujuan pementasan yang berbeda, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
3. Unsur Intrinsik Drama
Unsur intrinsik drama adalah komponen yang membangun drama dari dalam. Ini meliputi: 1) Tema (gagasan pokok), 2) Tokoh dan Penokohan (karakter dan wataknya), 3) Alur (rangkaian peristiwa), 4) Latar (tempat, waktu, suasana), 5) Dialog (percakapan antar tokoh), 6) Konflik (masalah), dan 7) Amanat (pesan moral). Memahami unsur-unsur ini penting untuk menganalisis dan menciptakan drama yang utuh dan bermakna. Setiap unsur saling terkait membentuk kesatuan cerita.
4. Unsur Ekstrinsik Drama
Unsur ekstrinsik drama adalah unsur-unsur yang berada di luar drama tetapi mempengaruhi penciptaan dan pemahaman drama. Ini termasuk: 1) Latar belakang pengarang (biografi, aliran sastra), 2) Kondisi sosial budaya (nilai-nilai masyarakat, isu-isu yang sedang berkembang), 3) Nilai-nilai (agama, moral, sosial, budaya) yang melingkupi masyarakat pada saat drama ditulis. Unsur ekstrinsik membantu kita memahami konteks dan relevansi drama dengan kehidupan nyata.
5. Unsur Kebahasaan Drama: Dialog, Monolog, dan Kramagung
Kebahasaan drama memiliki kekhasan. Dialog adalah percakapan antar tokoh yang menjadi inti cerita. Monolog adalah percakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri, biasanya untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan terdalam. Kramagung adalah petunjuk laku, yaitu narasi singkat atau keterangan yang memberi tahu aktor tentang ekspresi, gerakan, atau suasana. Misalnya, '[dengan nada sedih]', '[berjalan pelan]', '[suasana hening]'. Ketiga unsur ini sangat vital untuk menghidupkan karakter dan alur cerita dalam pementasan.
6. Struktur Naskah Drama
Naskah drama umumnya memiliki struktur yang jelas. Dimulai dengan prolog (pengantar), lalu adegan-adegan yang berisi dialog dan kramagung, dan diakhiri dengan epilog (penutup). Setiap adegan biasanya memiliki tujuan tertentu dalam mengembangkan alur dan karakter. Penulisan naskah drama yang baik memerlukan perhatian terhadap detail dialog, konsistensi karakter, dan alur yang logis agar mudah dipahami dan dipentaskan secara efektif. Penulis harus membayangkan pementasan saat menulis.
7. Teknik Penulisan Naskah Drama
Menulis naskah drama membutuhkan kreativitas dan pemahaman teknis. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menentukan ide dan tema, 2) Mengembangkan karakter dan konflik, 3) Menyusun kerangka alur (eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi, denouement), 4) Menulis dialog yang sesuai dengan karakter dan situasi, 5) Menambahkan kramagung yang jelas, 6) Melakukan revisi. Kunci keberhasilan adalah dialog yang kuat dan karakter yang meyakinkan, serta kemampuan untuk 'melihat' drama itu dipentaskan di benak penulis.
8. Pementasan Drama: Dari Naskah ke Panggung
Pementasan drama adalah puncak dari proses kreatif. Ini melibatkan kerja sama tim yang terdiri dari sutradara, aktor, penata panggung, penata busana, penata cahaya, dan penata suara. Aktor harus mampu menghayati peran, mengucapkan dialog dengan jelas, dan menunjukkan ekspresi yang tepat. Pementasan yang sukses tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mampu membangkitkan emosi dan pemikiran penonton, menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan.
Rangkuman: Drama adalah karya sastra untuk dipentaskan, dengan ciri khas dialog, konflik, dan bertujuan menyampaikan pesan. Unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, dialog, konflik, amanat) dan ekstrinsik (latar belakang pengarang, nilai sosial budaya) membentuk drama. Kebahasaan drama meliputi dialog, monolog, dan kramagung. Penulisan dan pementasan drama memerlukan kreativitas, pemahaman struktur, serta kerja sama tim untuk menghidupkan cerita dan menyampaikan nilai-nilai kepada penonton.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Drama | Karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui akting dan dialog untuk dipentaskan. |
| Dialog | Percakapan antar tokoh dalam drama. |
| Monolog | Percakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri. |
| Kramagung | Petunjuk laku atau keterangan dalam naskah drama untuk aktor dan sutradara. |
| Prolog | Bagian pembuka dalam drama yang berfungsi sebagai pengantar. |
| Epilog | Bagian penutup dalam drama yang berisi simpulan atau amanat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Drama" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Drama yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 7 siap unduh
Mengenalkan Produk Pangan Lokal IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenyajikan Berita Inovasi yang MenghiburBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenggali Nilai Sejarah Bangsa melalui Cerita PendekModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenulis Puisi Bertema Kesempatan untuk SemuaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 6 siap unduh
Mengapresiasi ProsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengonstruksi Teks EksplanasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengembangkan Apresiasi PuisiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengevaluasi Teks BeritaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMengembangkan Teks ProsedurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Mengembangkan Apresiasi Drama Bertema PendidikanBahasa Indonesia Kelas XI MAApresiasi Puisi Bertema Kehidupan BermaknaBahasa Indonesia Kelas XI MACeramahBahasa Indonesia Kelas XI MACerpenBahasa Indonesia Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Drama pada Bahasa Indonesia MA, Fase F, elemen Menulis.
Modul Drama ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas XI MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Drama ini gratis?
Ya. Modul Drama untuk kelas XI MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Drama ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Drama ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Drama dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Drama ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Drama tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Drama untuk Bahasa Indonesia kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Drama ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas XI MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Drama beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Drama yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.