Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XI
Drama
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia MA kelas XI materi Drama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Drama yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas XI lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Drama |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami dasar-dasar penulisan teks naratif dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur cerita dalam sebuah karya sastra.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan akhlak bernegara dengan menghargai keberagaman ekspresi budaya dalam drama sebagai anugerah Tuhan. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu menganalisis struktur dan unsur kebahasaan drama untuk memahami pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Peserta didik menghasilkan naskah drama pendek yang orisinal dan memerankannya dengan ekspresi yang sesuai.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan teks persuasif) serta menyunting dan mengevaluasi teks sesuai kaidah kebahasaan dan struktur yang berlaku, termasuk dalam konteks drama. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Drama adalah bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. |
| Konseptual | Konsep inti drama melibatkan struktur alur, penokohan, latar, tema, amanat, dan unsur kebahasaan yang membentuk kesatuan cerita untuk dipentaskan. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari mencakup analisis unsur drama, penulisan naskah drama, dan memerankan drama sesuai karakter dan naskah. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman terhadap drama dapat meningkatkan apresiasi seni dan kemampuan berkomunikasi serta berempati. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur) yang disajikan dalam berbagai bentuk.
- Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral yang terkandung dalam teks drama.
- Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama (dialog, monolog, kramagung).
- Menulis naskah drama pendek dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan.
- Memerankan drama pendek sesuai dengan naskah dan karakter yang telah dibuat.
- Menilai pementasan drama berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Pemahaman bermakna: Memahami drama bukan hanya tentang membaca teks, tetapi juga tentang menjiwai karakter dan menyampaikan pesan moral melalui ekspresi dan interaksi yang nyata, sehingga dapat merefleksikan kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita yang hanya berupa tulisan bisa hidup dan menyentuh hati penonton saat dipentaskan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami teknik akting, tata panggung, dan ekspresi artistik dalam pementasan drama. Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai moral dan etika Islam yang terkandung dalam drama. Sejarah: Menghubungkan tema drama dengan peristiwa sejarah atau konteks sosial budaya tertentu yang melatarinya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak menyaksikan pementasan drama anak-anak mereka atau memberikan dukungan moral dan fasilitas sederhana untuk latihan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur ulang agar fleksibel untuk diskusi kelompok dan pementasan drama sederhana, dengan dukungan akses ke perpustakaan sekolah atau sumber digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi penulisan kolaboratif (misalnya Google Docs) untuk menyusun naskah drama dan penggunaan platform video (misalnya YouTube) untuk menonton referensi pementasan drama. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur) yang disajikan dalam berbagai bentuk. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Ekspresi: Satu siswa memperagakan ekspresi wajah (sedih, senang, marah) tanpa suara, siswa lain menebak ekspresi dan situasinya. Ini melatih kepekaan terhadap non-verbal. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Kemudian, guru menanyakan pengalaman peserta didik menonton drama atau film. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik mengamati kutipan teks drama dan video pementasan drama pendek, lalu secara mandiri mengidentifikasi perbedaan dan persamaan karakteristik yang mereka temukan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka untuk mengategorikan berbagai jenis drama dan mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk drama. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan mengarahkan pada pemahaman karakteristik umum drama yang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi, dan menyampaikan informasi mengenai materi selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral yang terkandung dalam teks drama. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Sambung Kata Emosi: Siswa bergiliran menyebutkan kata sifat yang menggambarkan emosi, menyambung dari kata sebelumnya. Melatih kosakata emosi yang penting dalam drama. Guru membuka pelajaran, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya pesan dalam sebuah cerita. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca teks drama pendek yang memiliki konflik moral. Mereka diminta untuk menemukan masalah utama dan bagaimana karakter meresponsnya, serta nilai-nilai yang muncul. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis konflik dan dialog dalam drama untuk mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan (agama, sosial, budaya) dan pesan moral yang ingin disampaikan penulis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang nilai dan pesan moral dalam drama. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan nilai-nilai penting yang dapat dipetik dari drama. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan mengingatkan untuk selalu mengambil hikmah dari setiap karya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama (dialog, monolog, kramagung). |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Bisik Berantai Pesan: Peserta didik membentuk lingkaran, membisikkan kalimat pendek berantai. Menunjukkan bagaimana pesan bisa berubah dan pentingnya kejelasan komunikasi. Guru membuka pelajaran, doa, dan presensi. Guru memulai dengan pertanyaan tentang bagaimana dialog dalam film bisa terasa nyata. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu membaca teks drama yang berbeda dan mengidentifikasi bagian-bagian yang berupa dialog, monolog, dan kramagung (petunjuk laku) serta fungsinya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis penggunaan bahasa dalam dialog (ragam bahasa, gaya bicara), monolog (ekspresi batin), dan kramagung (petunjuk pementasan) pada teks drama yang berbeda. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis unsur kebahasaan. Guru memberikan klarifikasi, penguatan, dan contoh-contoh lain untuk memperkaya pemahaman peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru membimbing peserta didik merangkum poin-poin penting tentang unsur kebahasaan drama. Guru memotivasi peserta didik untuk lebih peka terhadap bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik serta kebahasaan dalam sebuah teks drama.
Alat & bahan: Teks drama pendek, alat tulis, lembar kerja
Langkah kerja:
- Bacalah teks drama 'Pahlawan Tak Dikenal' dengan saksama!
- Identifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, amanat) dan ekstrinsik (nilai moral, sosial) dalam drama tersebut.
- Temukan contoh dialog, monolog, dan kramagung, lalu jelaskan fungsinya dalam membangun cerita.
- Diskusikan nilai-nilai dan pesan moral yang dapat dipetik dari drama tersebut.
- Sajikan hasil analisis kelompok Anda dalam bentuk tabel dan presentasikan di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang drama?
- Pernahkah Anda menonton pementasan drama atau film? Apa yang paling Anda ingat?
- Menurut Anda, apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sebuah drama?
- Apa perbedaan utama antara drama dan cerita biasa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penulisan draf naskah, dan latihan pementasan.
Sumatif (akhir): Penilaian naskah drama yang dihasilkan dan pementasan drama pendek oleh kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur). | Karakteristik dan Unsur Drama | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral dalam teks drama. | Nilai dan Pesan Moral Drama | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama. | Unsur Kebahasaan Drama | 3 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menulis dan memerankan drama pendek. | Penulisan dan Pementasan Drama | 9 JP | kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghargai drama sebagai bentuk seni yang mencerminkan keindahan ciptaan Allah dan keragaman ekspresi manusia, serta memetik hikmah dari pesan moral yang terkandung. |
| 2. Cinta Ilmu | Antusias dalam mempelajari teori dan praktik drama, melakukan eksplorasi mendalam terhadap berbagai jenis drama, dan mengembangkan kemampuan menulis serta memerankan naskah. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menciptakan drama yang mengangkat isu-isu lingkungan atau menggunakan properti daur ulang dalam pementasan, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan empati melalui penghayatan karakter, memahami berbagai perspektif kehidupan, dan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan pementasan drama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menciptakan drama yang mengangkat cerita-cerita lokal atau isu-isu kebangsaan, serta bangga menampilkan karya seni yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. |
Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang unik karena tidak hanya dibaca, tetapi juga untuk dipentaskan. Ia menghidupkan cerita dan karakter di atas panggung, memungkinkan penonton merasakan langsung emosi dan konflik yang disajikan. Mempelajari drama bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi pengalaman yang nyata dan bermakna bagi banyak orang.
1. Pengertian dan Ciri Umum Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani 'drao' yang berarti berbuat, bertindak, berlaku. Dalam sastra, drama adalah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Ciri utamanya adalah adanya dialog, konflik, dan tujuan untuk dipentaskan. Drama berbeda dengan prosa naratif karena ia ditulis bukan untuk dibaca saja, melainkan untuk dimainkan oleh aktor di hadapan penonton. Ini melibatkan unsur visual dan auditori yang kuat.
2. Jenis-Jenis Drama
Drama dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria. Berdasarkan bentuknya, ada drama modern dan drama tradisional. Berdasarkan isinya, terdapat tragedi (drama kesedihan), komedi (drama kelucuan), tragikomedi (perpaduan tragedi dan komedi), opera (drama musikal), melodrama (drama dengan musik pengiring), dan farce (drama ringan). Setiap jenis drama memiliki karakteristik dan tujuan pementasan yang berbeda, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
3. Unsur Intrinsik Drama
Unsur intrinsik drama adalah komponen yang membangun drama dari dalam. Ini meliputi: 1) Tema (gagasan pokok), 2) Tokoh dan Penokohan (karakter dan wataknya), 3) Alur (rangkaian peristiwa), 4) Latar (tempat, waktu, suasana), 5) Dialog (percakapan antar tokoh), 6) Konflik (masalah), dan 7) Amanat (pesan moral). Memahami unsur-unsur ini penting untuk menganalisis dan menciptakan drama yang utuh dan bermakna. Setiap unsur saling terkait membentuk kesatuan cerita.
4. Unsur Ekstrinsik Drama
Unsur ekstrinsik drama adalah unsur-unsur yang berada di luar drama tetapi mempengaruhi penciptaan dan pemahaman drama. Ini termasuk: 1) Latar belakang pengarang (biografi, aliran sastra), 2) Kondisi sosial budaya (nilai-nilai masyarakat, isu-isu yang sedang berkembang), 3) Nilai-nilai (agama, moral, sosial, budaya) yang melingkupi masyarakat pada saat drama ditulis. Unsur ekstrinsik membantu kita memahami konteks dan relevansi drama dengan kehidupan nyata.
5. Unsur Kebahasaan Drama: Dialog, Monolog, dan Kramagung
Kebahasaan drama memiliki kekhasan. Dialog adalah percakapan antar tokoh yang menjadi inti cerita. Monolog adalah percakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri, biasanya untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan terdalam. Kramagung adalah petunjuk laku, yaitu narasi singkat atau keterangan yang memberi tahu aktor tentang ekspresi, gerakan, atau suasana. Misalnya, '[dengan nada sedih]', '[berjalan pelan]', '[suasana hening]'. Ketiga unsur ini sangat vital untuk menghidupkan karakter dan alur cerita dalam pementasan.
6. Struktur Naskah Drama
Naskah drama umumnya memiliki struktur yang jelas. Dimulai dengan prolog (pengantar), lalu adegan-adegan yang berisi dialog dan kramagung, dan diakhiri dengan epilog (penutup). Setiap adegan biasanya memiliki tujuan tertentu dalam mengembangkan alur dan karakter. Penulisan naskah drama yang baik memerlukan perhatian terhadap detail dialog, konsistensi karakter, dan alur yang logis agar mudah dipahami dan dipentaskan secara efektif. Penulis harus membayangkan pementasan saat menulis.
7. Teknik Penulisan Naskah Drama
Menulis naskah drama membutuhkan kreativitas dan pemahaman teknis. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menentukan ide dan tema, 2) Mengembangkan karakter dan konflik, 3) Menyusun kerangka alur (eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi, denouement), 4) Menulis dialog yang sesuai dengan karakter dan situasi, 5) Menambahkan kramagung yang jelas, 6) Melakukan revisi. Kunci keberhasilan adalah dialog yang kuat dan karakter yang meyakinkan, serta kemampuan untuk 'melihat' drama itu dipentaskan di benak penulis.
8. Pementasan Drama: Dari Naskah ke Panggung
Pementasan drama adalah puncak dari proses kreatif. Ini melibatkan kerja sama tim yang terdiri dari sutradara, aktor, penata panggung, penata busana, penata cahaya, dan penata suara. Aktor harus mampu menghayati peran, mengucapkan dialog dengan jelas, dan menunjukkan ekspresi yang tepat. Pementasan yang sukses tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mampu membangkitkan emosi dan pemikiran penonton, menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan.
Rangkuman: Drama adalah karya sastra untuk dipentaskan, dengan ciri khas dialog, konflik, dan bertujuan menyampaikan pesan. Unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, dialog, konflik, amanat) dan ekstrinsik (latar belakang pengarang, nilai sosial budaya) membentuk drama. Kebahasaan drama meliputi dialog, monolog, dan kramagung. Penulisan dan pementasan drama memerlukan kreativitas, pemahaman struktur, serta kerja sama tim untuk menghidupkan cerita dan menyampaikan nilai-nilai kepada penonton.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Drama | Karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui akting dan dialog untuk dipentaskan. |
| Dialog | Percakapan antar tokoh dalam drama. |
| Monolog | Percakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri. |
| Kramagung | Petunjuk laku atau keterangan dalam naskah drama untuk aktor dan sutradara. |
| Prolog | Bagian pembuka dalam drama yang berfungsi sebagai pengantar. |
| Epilog | Bagian penutup dalam drama yang berisi simpulan atau amanat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Drama" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Teks ProsedurModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks EksplanasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCeramahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopCerpenModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap4 dari 4 siap unduh
ProposalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKarya IlmiahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopResensiModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Drama ini gratis?
Ya. Modul Drama untuk kelas XI MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Drama ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI MA.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Drama untuk Bahasa Indonesia kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Drama ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Drama dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.