MA · Kelas XI · Fase F

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XI
Drama

Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia MA kelas XI materi Drama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas XI materi Drama — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Drama adalah karya sastra untuk dipentaskan, dengan ciri khas dialog, konflik, dan bertujuan menyampaikan pesan. Unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, dialog, konflik, amanat) dan ekstrinsik (latar belakang pengarang, nilai sosial budaya) membentuk drama. Kebahasaan drama meliputi dialog, monolog, dan kramagung. Penulisan dan pementasan drama memerlukan kreativitas, pemahaman struktur, serta kerja sama tim untuk menghidupkan cerita dan menyampaikan nilai-nilai kepada penonton.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Drama
Bahasa Indonesia · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Drama
Bahasa Indonesia · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasF / XI
Materi PokokDrama
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami dasar-dasar penulisan teks naratif dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur cerita dalam sebuah karya sastra.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik mengembangkan akhlak bernegara dengan menghargai keberagaman ekspresi budaya dalam drama sebagai anugerah Tuhan.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik mampu menganalisis struktur dan unsur kebahasaan drama untuk memahami pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung.
  3. kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
    Peserta didik menghasilkan naskah drama pendek yang orisinal dan memerankannya dengan ekspresi yang sesuai.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan teks persuasif) serta menyunting dan mengevaluasi teks sesuai kaidah kebahasaan dan struktur yang berlaku, termasuk dalam konteks drama.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualDrama adalah bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
KonseptualKonsep inti drama melibatkan struktur alur, penokohan, latar, tema, amanat, dan unsur kebahasaan yang membentuk kesatuan cerita untuk dipentaskan.
ProseduralProsedur yang dipelajari mencakup analisis unsur drama, penulisan naskah drama, dan memerankan drama sesuai karakter dan naskah.
MetakognitifPeserta didik menyadari bagaimana pemahaman terhadap drama dapat meningkatkan apresiasi seni dan kemampuan berkomunikasi serta berempati.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur) yang disajikan dalam berbagai bentuk.
  2. Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral yang terkandung dalam teks drama.
  3. Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama (dialog, monolog, kramagung).
  4. Menulis naskah drama pendek dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan.
  5. Memerankan drama pendek sesuai dengan naskah dan karakter yang telah dibuat.
  6. Menilai pementasan drama berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Halaman 2 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami drama bukan hanya tentang membaca teks, tetapi juga tentang menjiwai karakter dan menyampaikan pesan moral melalui ekspresi dan interaksi yang nyata, sehingga dapat merefleksikan kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita yang hanya berupa tulisan bisa hidup dan menyentuh hati penonton saat dipentaskan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Memahami teknik akting, tata panggung, dan ekspresi artistik dalam pementasan drama.
Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai moral dan etika Islam yang terkandung dalam drama.
Sejarah: Menghubungkan tema drama dengan peristiwa sejarah atau konteks sosial budaya tertentu yang melatarinya.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak menyaksikan pementasan drama anak-anak mereka atau memberikan dukungan moral dan fasilitas sederhana untuk latihan.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur ulang agar fleksibel untuk diskusi kelompok dan pementasan drama sederhana, dengan dukungan akses ke perpustakaan sekolah atau sumber digital.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi penulisan kolaboratif (misalnya Google Docs) untuk menyusun naskah drama dan penggunaan platform video (misalnya YouTube) untuk menonton referensi pementasan drama.
Halaman 3 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur) yang disajikan dalam berbagai bentuk.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Ekspresi: Satu siswa memperagakan ekspresi wajah (sedih, senang, marah) tanpa suara, siswa lain menebak ekspresi dan situasinya. Ini melatih kepekaan terhadap non-verbal.
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Kemudian, guru menanyakan pengalaman peserta didik menonton drama atau film. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik mengamati kutipan teks drama dan video pementasan drama pendek, lalu secara mandiri mengidentifikasi perbedaan dan persamaan karakteristik yang mereka temukan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menitDalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka untuk mengategorikan berbagai jenis drama dan mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk drama.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan mengarahkan pada pemahaman karakteristik umum drama yang tepat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menitGuru membimbing peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi, dan menyampaikan informasi mengenai materi selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral yang terkandung dalam teks drama.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Sambung Kata Emosi: Siswa bergiliran menyebutkan kata sifat yang menggambarkan emosi, menyambung dari kata sebelumnya. Melatih kosakata emosi yang penting dalam drama.
Guru membuka pelajaran, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya pesan dalam sebuah cerita. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik membaca teks drama pendek yang memiliki konflik moral. Mereka diminta untuk menemukan masalah utama dan bagaimana karakter meresponsnya, serta nilai-nilai yang muncul.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menitDalam kelompok, peserta didik menganalisis konflik dan dialog dalam drama untuk mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan (agama, sosial, budaya) dan pesan moral yang ingin disampaikan penulis.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan analisis mereka, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memfasilitasi diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang nilai dan pesan moral dalam drama.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menitGuru dan peserta didik menyimpulkan nilai-nilai penting yang dapat dipetik dari drama. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan mengingatkan untuk selalu mengambil hikmah dari setiap karya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranInquiry Learning
Tujuan Pertemuan 3Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama (dialog, monolog, kramagung).
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Bisik Berantai Pesan: Peserta didik membentuk lingkaran, membisikkan kalimat pendek berantai. Menunjukkan bagaimana pesan bisa berubah dan pentingnya kejelasan komunikasi.
Guru membuka pelajaran, doa, dan presensi. Guru memulai dengan pertanyaan tentang bagaimana dialog dalam film bisa terasa nyata. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara individu membaca teks drama yang berbeda dan mengidentifikasi bagian-bagian yang berupa dialog, monolog, dan kramagung (petunjuk laku) serta fungsinya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menitDalam kelompok, peserta didik menganalisis penggunaan bahasa dalam dialog (ragam bahasa, gaya bicara), monolog (ekspresi batin), dan kramagung (petunjuk pementasan) pada teks drama yang berbeda.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil analisis unsur kebahasaan. Guru memberikan klarifikasi, penguatan, dan contoh-contoh lain untuk memperkaya pemahaman peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menitGuru membimbing peserta didik merangkum poin-poin penting tentang unsur kebahasaan drama. Guru memotivasi peserta didik untuk lebih peka terhadap bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik serta kebahasaan dalam sebuah teks drama.

Alat & bahan: Teks drama pendek, alat tulis, lembar kerja

Langkah kerja:

  1. Bacalah teks drama 'Pahlawan Tak Dikenal' dengan saksama!
  2. Identifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, amanat) dan ekstrinsik (nilai moral, sosial) dalam drama tersebut.
  3. Temukan contoh dialog, monolog, dan kramagung, lalu jelaskan fungsinya dalam membangun cerita.
  4. Diskusikan nilai-nilai dan pesan moral yang dapat dipetik dari drama tersebut.
  5. Sajikan hasil analisis kelompok Anda dalam bentuk tabel dan presentasikan di depan kelas.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang drama?
  2. Pernahkah Anda menonton pementasan drama atau film? Apa yang paling Anda ingat?
  3. Menurut Anda, apa saja yang dibutuhkan untuk membuat sebuah drama?
  4. Apa perbedaan utama antara drama dan cerita biasa?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penulisan draf naskah, dan latihan pementasan.

Sumatif (akhir): Penilaian naskah drama yang dihasilkan dan pementasan drama pendek oleh kelompok.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menganalisis karakteristik umum drama (bentuk, jenis, unsur).Karakteristik dan Unsur Drama3 JPpenalaran kritis
2Mengidentifikasi nilai-nilai dan pesan moral dalam teks drama.Nilai dan Pesan Moral Drama3 JPkeimanan dan ketakwaan
3Menganalisis unsur kebahasaan dalam teks drama.Unsur Kebahasaan Drama3 JPpenalaran kritis
4Menulis dan memerankan drama pendek.Penulisan dan Pementasan Drama9 JPkreativitas

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenghargai drama sebagai bentuk seni yang mencerminkan keindahan ciptaan Allah dan keragaman ekspresi manusia, serta memetik hikmah dari pesan moral yang terkandung.
2. Cinta IlmuAntusias dalam mempelajari teori dan praktik drama, melakukan eksplorasi mendalam terhadap berbagai jenis drama, dan mengembangkan kemampuan menulis serta memerankan naskah.
3. Cinta LingkunganMenciptakan drama yang mengangkat isu-isu lingkungan atau menggunakan properti daur ulang dalam pementasan, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam.
4. Cinta Diri dan SesamaMengembangkan empati melalui penghayatan karakter, memahami berbagai perspektif kehidupan, dan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan pementasan drama.
5. Cinta Tanah AirMenciptakan drama yang mengangkat cerita-cerita lokal atau isu-isu kebangsaan, serta bangga menampilkan karya seni yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Halaman 9 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Drama adalah salah satu bentuk karya sastra yang unik karena tidak hanya dibaca, tetapi juga untuk dipentaskan. Ia menghidupkan cerita dan karakter di atas panggung, memungkinkan penonton merasakan langsung emosi dan konflik yang disajikan. Mempelajari drama bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi pengalaman yang nyata dan bermakna bagi banyak orang.

1. Pengertian dan Ciri Umum Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani 'drao' yang berarti berbuat, bertindak, berlaku. Dalam sastra, drama adalah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Ciri utamanya adalah adanya dialog, konflik, dan tujuan untuk dipentaskan. Drama berbeda dengan prosa naratif karena ia ditulis bukan untuk dibaca saja, melainkan untuk dimainkan oleh aktor di hadapan penonton. Ini melibatkan unsur visual dan auditori yang kuat.

2. Jenis-Jenis Drama
Drama dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria. Berdasarkan bentuknya, ada drama modern dan drama tradisional. Berdasarkan isinya, terdapat tragedi (drama kesedihan), komedi (drama kelucuan), tragikomedi (perpaduan tragedi dan komedi), opera (drama musikal), melodrama (drama dengan musik pengiring), dan farce (drama ringan). Setiap jenis drama memiliki karakteristik dan tujuan pementasan yang berbeda, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

3. Unsur Intrinsik Drama
Unsur intrinsik drama adalah komponen yang membangun drama dari dalam. Ini meliputi: 1) Tema (gagasan pokok), 2) Tokoh dan Penokohan (karakter dan wataknya), 3) Alur (rangkaian peristiwa), 4) Latar (tempat, waktu, suasana), 5) Dialog (percakapan antar tokoh), 6) Konflik (masalah), dan 7) Amanat (pesan moral). Memahami unsur-unsur ini penting untuk menganalisis dan menciptakan drama yang utuh dan bermakna. Setiap unsur saling terkait membentuk kesatuan cerita.

4. Unsur Ekstrinsik Drama
Unsur ekstrinsik drama adalah unsur-unsur yang berada di luar drama tetapi mempengaruhi penciptaan dan pemahaman drama. Ini termasuk: 1) Latar belakang pengarang (biografi, aliran sastra), 2) Kondisi sosial budaya (nilai-nilai masyarakat, isu-isu yang sedang berkembang), 3) Nilai-nilai (agama, moral, sosial, budaya) yang melingkupi masyarakat pada saat drama ditulis. Unsur ekstrinsik membantu kita memahami konteks dan relevansi drama dengan kehidupan nyata.

5. Unsur Kebahasaan Drama: Dialog, Monolog, dan Kramagung
Kebahasaan drama memiliki kekhasan. Dialog adalah percakapan antar tokoh yang menjadi inti cerita. Monolog adalah percakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri, biasanya untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan terdalam. Kramagung adalah petunjuk laku, yaitu narasi singkat atau keterangan yang memberi tahu aktor tentang ekspresi, gerakan, atau suasana. Misalnya, '[dengan nada sedih]', '[berjalan pelan]', '[suasana hening]'. Ketiga unsur ini sangat vital untuk menghidupkan karakter dan alur cerita dalam pementasan.

6. Struktur Naskah Drama
Naskah drama umumnya memiliki struktur yang jelas. Dimulai dengan prolog (pengantar), lalu adegan-adegan yang berisi dialog dan kramagung, dan diakhiri dengan epilog (penutup). Setiap adegan biasanya memiliki tujuan tertentu dalam mengembangkan alur dan karakter. Penulisan naskah drama yang baik memerlukan perhatian terhadap detail dialog, konsistensi karakter, dan alur yang logis agar mudah dipahami dan dipentaskan secara efektif. Penulis harus membayangkan pementasan saat menulis.

7. Teknik Penulisan Naskah Drama
Menulis naskah drama membutuhkan kreativitas dan pemahaman teknis. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menentukan ide dan tema, 2) Mengembangkan karakter dan konflik, 3) Menyusun kerangka alur (eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi, denouement), 4) Menulis dialog yang sesuai dengan karakter dan situasi, 5) Menambahkan kramagung yang jelas, 6) Melakukan revisi. Kunci keberhasilan adalah dialog yang kuat dan karakter yang meyakinkan, serta kemampuan untuk 'melihat' drama itu dipentaskan di benak penulis.

8. Pementasan Drama: Dari Naskah ke Panggung
Pementasan drama adalah puncak dari proses kreatif. Ini melibatkan kerja sama tim yang terdiri dari sutradara, aktor, penata panggung, penata busana, penata cahaya, dan penata suara. Aktor harus mampu menghayati peran, mengucapkan dialog dengan jelas, dan menunjukkan ekspresi yang tepat. Pementasan yang sukses tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga mampu membangkitkan emosi dan pemikiran penonton, menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan.

Rangkuman: Drama adalah karya sastra untuk dipentaskan, dengan ciri khas dialog, konflik, dan bertujuan menyampaikan pesan. Unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, dialog, konflik, amanat) dan ekstrinsik (latar belakang pengarang, nilai sosial budaya) membentuk drama. Kebahasaan drama meliputi dialog, monolog, dan kramagung. Penulisan dan pementasan drama memerlukan kreativitas, pemahaman struktur, serta kerja sama tim untuk menghidupkan cerita dan menyampaikan nilai-nilai kepada penonton.

Halaman 10 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DramaKarya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui akting dan dialog untuk dipentaskan.
DialogPercakapan antar tokoh dalam drama.
MonologPercakapan satu tokoh dengan dirinya sendiri.
KramagungPetunjuk laku atau keterangan dalam naskah drama untuk aktor dan sutradara.
PrologBagian pembuka dalam drama yang berfungsi sebagai pengantar.
EpilogBagian penutup dalam drama yang berisi simpulan atau amanat.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Drama — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Drama" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · Drama — pratinjau tuntas.org

1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas XI Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Lihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas XI →

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Drama ini gratis?

Ya. Modul Drama untuk kelas XI MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Drama ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI MA.

Ini modul ajar atau RPP?

Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Drama untuk Bahasa Indonesia kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Bisakah modul Drama ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Drama dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.