MAKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Fisika Kelas X
Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Sistem pengukuran adalah pondasi kerja ilmiah yang akurat. Besaran terbagi menjadi pokok dan turunan, masing-masing dengan satuan baku yang diakui internasional. Penggunaan alat ukur harus sesuai prosedur, dan hasil pengukuran harus mencakup ketidakpastian serta ditulis dengan memperhatikan angka penting. Ketelitian dalam pengukuran mencerminkan kesungguhan kita dalam memahami alam ciptaan Allah SWT.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah
Fisika · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah
Fisika · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranFisika
Fase / KelasE / X
Materi PokokSistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep dasar tentang angka dan operasi hitung sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Fisika
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menerapkan konsep besaran, satuan, dan pengukuran dalam berbagai fenomena alam dan teknologi, serta menganalisis data hasil pengukuran dengan mempertimbangkan ketidakpastian dan angka penting.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPengukuran panjang meja dengan penggaris menghasilkan nilai 150 cm.
KonseptualBesaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai, sedangkan satuan adalah pembanding dalam pengukuran.
ProseduralLangkah-langkah pengukuran yang benar meliputi penentuan alat, pembacaan skala, dan pencatatan hasil.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam pengukuran untuk menghasilkan data ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMeyakini bahwa keteraturan dan presisi dalam pengukuran fisika adalah bukti kebesaran dan kesempurnaan ciptaan Allah SWT yang Maha Teliti.
2. Cinta IlmuMenunjukkan semangat tinggi dalam mempelajari konsep besaran dan satuan, serta tekun berlatih pengukuran demi menguasai ilmu fisika.
3. Cinta LingkunganMenerapkan prinsip pengukuran yang akurat untuk memahami dan menjaga keseimbangan ekosistem, misalnya dalam mengukur kadar polutan.
4. Cinta Diri dan SesamaBekerja sama secara jujur dan bertanggung jawab dalam kelompok saat melakukan praktik pengukuran, serta menghargai hasil kerja teman.
5. Cinta Tanah AirMenyadari bahwa pengukuran yang tepat berkontribusi pada kemajuan teknologi dan pembangunan nasional, seperti dalam infrastruktur dan industri.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati contoh kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi besaran pokok dan besaran turunan dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat membedakan satuan baku dan tidak baku serta menyebutkan contohnya dengan benar.
  3. Dengan melakukan praktik pengukuran sederhana, peserta didik dapat menggunakan alat ukur panjang, massa, dan waktu sesuai prosedur.
  4. Setelah melakukan pengukuran, peserta didik dapat mencatat hasil pengukuran dengan memperhatikan ketidakpastian dan angka penting secara runtut.
  5. Melalui analisis data, peserta didik dapat menyajikan hasil pengukuran dalam bentuk tabel dengan rapi.
Halaman 2 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Pengukuran yang tepat dan akurat adalah fondasi penting dalam setiap kerja ilmiah, memungkinkan kita memahami fenomena alam dengan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa dalam membeli kain kita butuh meteran, bukan hanya perkiraan tangan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan konsep angka penting, notasi ilmiah, dan operasi hitung dalam pengolahan data pengukuran.
Kimia: Pengukuran volume dan massa zat dalam eksperimen kimia.
Pendidikan Agama Islam: Memahami ketelitian dan keteraturan ciptaan Allah SWT melalui presisi pengukuran dalam ilmu fisika.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendiskusikan pentingnya pengukuran dalam pekerjaan sehari-hari mereka, seperti mengukur bahan bangunan atau resep masakan.
Lingkungan PembelajaranPemanfaatan benda-benda di sekitar kelas dan sekolah sebagai objek pengukuran, serta penggunaan ruang kelas yang diatur untuk praktik pengukuran sederhana.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi stopwatch di ponsel pintar untuk pengukuran waktu dan sumber daya internet untuk mencari informasi besaran dan satuan.
Halaman 3 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati contoh kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi besaran pokok dan besaran turunan dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menanyakan pengalaman peserta didik dalam mengukur sesuatu di rumah, seperti panjang benda atau waktu memasak, mengaitkan dengan pentingnya pengukuran dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini tentang besaran dan satuan, serta pertanyaan pemantik 'Mengapa dalam membeli kain kita butuh meteran, bukan hanya perkiraan tangan?' agar peserta didik memahami arah belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar berbagai situasi pengukuran (misalnya, orang mengukur tinggi, menimbang buah, mengukur waktu lari) dan meminta peserta didik mengidentifikasi apa yang diukur dan alat yang digunakan.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan sebuah kasus hipotetis tentang kesalahan pengukuran yang berakibat fatal, seperti resep obat yang salah dosis atau pembangunan jembatan yang tidak presisi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok diminta untuk mengidentifikasi apa saja yang termasuk besaran dan satuan dalam kasus tersebut, lalu mencari tahu konsep besaran pokok dan besaran turunan dari berbagai sumber ajar yang disediakan (modul, buku teks, internet).
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat daftar besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya dalam sistem internasional, kemudian menyajikan contoh penerapannya dalam kasus yang diberikan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi besaran dan satuan, serta analisis kasus di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, fokus pada ketepatan identifikasi besaran dan satuan.
  3. Guru melakukan penguatan materi tentang definisi besaran pokok dan turunan, serta pentingnya satuan baku dalam kerja ilmiah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kembali perbedaan besaran pokok dan besaran turunan serta pentingnya satuan baku.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menanyakan kesulitan atau hal menarik yang ditemukan selama pembelajaran.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya yaitu praktik pengukuran dan meminta peserta didik membawa alat tulis serta penggaris, kemudian menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan melakukan praktik pengukuran sederhana, peserta didik dapat menggunakan alat ukur panjang, massa, dan waktu sesuai prosedur.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang besaran dan satuan, kemudian bertanya 'Apa yang akan terjadi jika setiap orang menggunakan satuan yang berbeda untuk mengukur hal yang sama?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu melakukan praktik pengukuran dan mencatat hasilnya dengan benar, sehingga peserta didik siap untuk praktik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar alat ukur yang berbeda (misalnya, penggaris, meteran gulung, jam dinding, stopwatch, timbangan badan) dan meminta peserta didik mengidentifikasi alat-alat tersebut serta kegunaannya.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing dan menerima LKPD tentang praktik pengukuran sederhana.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok melakukan praktik pengukuran panjang (menggunakan penggaris untuk buku/pensil), massa (menggunakan timbangan sederhana jika ada, atau membandingkan massa benda), dan waktu (menggunakan stopwatch HP untuk aktivitas singkat).
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik mencatat hasil pengukuran pada tabel di LKPD, memperhatikan cara penulisan angka penting dan ketidakpastian pengukuran, serta berdiskusi dalam kelompok untuk menyajikan data yang akurat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik pengukuran mereka, termasuk kendala yang dihadapi dan bagaimana mereka mengatasinya.
  2. Guru memberikan umpan balik mengenai ketepatan penggunaan alat ukur, cara pencatatan, dan penulisan angka penting.
  3. Guru melakukan penguatan tentang pentingnya ketelitian, ketidakpastian pengukuran, dan aturan angka penting dalam kerja ilmiah, serta bagaimana hal ini mencerminkan kebesaran Allah yang menciptakan alam semesta dengan presisi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan prosedur pengukuran yang benar dan pentingnya melaporkan hasil pengukuran dengan akurat.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas semangat dan kerja kerasnya dalam praktik, serta memberikan motivasi untuk terus belajar fisika dengan gembira.
  3. Guru memberikan pengantar singkat untuk materi selanjutnya dan menutup pembelajaran dengan doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMari Mengukur Benda Sekitar!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu serta mencatat hasilnya dengan benar.

Alat & bahan: penggaris, pensil, buku, stopwatch (HP), timbangan sederhana (jika ada), benda-benda kecil (penghapus, kunci)

Langkah kerja:

  1. Panjang pita pada gambar adalah 11,5 cm. Ukurlah dua benda di sekitarmu dengan penggaris, lalu bandingkan panjangnya dengan pita itu.
    012345678910111213cm
    Gambar 1. Penggaris
  2. Amati penggaris dan benda yang diukur di bawah ini, lalu tentukan panjang benda tersebut.
  3. Gunakan penggaris untuk mengukur panjang pensil dan buku di meja Anda, catat hasilnya.
  4. Gunakan stopwatch di ponsel Anda untuk mengukur waktu yang dibutuhkan teman untuk berjalan sejauh 5 meter.
  5. Jika tersedia timbangan sederhana, timbanglah massa penghapus dan kunci, catat hasilnya.
  6. Diskusikan dalam kelompok mengenai ketidakpastian pengukuran dan angka penting yang harus dicantumkan pada setiap hasil pengukuran.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran?
  2. Sebutkan 3 alat ukur yang kamu ketahui!
  3. Jika kamu mengukur panjang meja, besaran apa yang kamu ukur?
  4. Satuan apa yang biasa kamu gunakan untuk mengukur panjang?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama praktik pengukuran dan diskusi kelompok, serta penilaian kelengkapan dan ketepatan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep besaran, satuan, dan analisis hasil pengukuran.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi besaran pokok dan besaran turunan dengan tepat.Besaran pokok dan turunan2 JPPenalaran Kritis
2Membedakan satuan baku dan tidak baku serta menyebutkan contohnya dengan benar.Satuan baku dan tidak baku2 JPPenalaran Kritis
3Menggunakan alat ukur panjang, massa, dan waktu sesuai prosedur.Praktik pengukuran2 JPKolaborasi
4Mencatat hasil pengukuran dengan memperhatikan ketidakpastian dan angka penting secara runtut.Ketidakpastian dan angka penting2 JPPenalaran Kritis
Halaman 8 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Fisika adalah ilmu yang mempelajari fenomena alam melalui pengamatan dan pengukuran. Sistem pengukuran yang akurat dan terstandardisasi sangat vital untuk memastikan validitas data ilmiah. Modul ini akan membawa Anda memahami konsep dasar besaran, satuan, dan bagaimana melakukan pengukuran secara benar dalam kerja ilmiah.

1. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Dalam fisika, besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta memiliki satuan. Besaran terbagi menjadi dua jenis utama: besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada besaran lain. Ada tujuh besaran pokok, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), waktu (sekon), kuat arus listrik (ampere), suhu (kelvin), intensitas cahaya (kandela), dan jumlah zat (mol). Sedangkan besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok, contohnya luas (panjang x lebar) dan kecepatan (jarak / waktu).

2. Satuan Baku dan Tidak Baku
Satuan adalah pembanding dalam pengukuran. Satuan baku adalah satuan yang diakui secara internasional dan menghasilkan nilai yang sama di mana pun pengukuran dilakukan, seperti meter untuk panjang atau kilogram untuk massa. Penggunaan satuan baku sangat penting untuk menghindari kebingungan dan memastikan konsistensi dalam komunikasi ilmiah. Sebaliknya, satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan dapat menghasilkan nilai yang berbeda tergantung pada orang atau tempat yang mengukur, contohnya jengkal, depa, atau langkah kaki. Dalam kerja ilmiah, penggunaan satuan baku adalah suatu keharusan.

3. Alat Ukur dan Prosedur Pengukuran
Berbagai alat ukur digunakan untuk mengukur besaran yang berbeda. Untuk panjang, kita bisa menggunakan penggaris, meteran, atau jangka sorong. Untuk massa, ada timbangan atau neraca. Sementara untuk waktu, ada jam atau stopwatch. Prosedur pengukuran yang benar melibatkan beberapa langkah: pertama, memilih alat ukur yang sesuai; kedua, memastikan alat ukur dalam kondisi baik dan kalibrasi nol; ketiga, meletakkan objek yang diukur dengan benar; keempat, membaca skala alat ukur dengan tepat (tegak lurus untuk menghindari paralaks); dan kelima, mencatat hasil pengukuran dengan satuan yang benar.

4. Ketidakpastian dan Angka Penting
Setiap pengukuran selalu mengandung ketidakpastian karena keterbatasan alat dan pengamat. Ketidakpastian ini perlu dilaporkan bersama hasil pengukuran. Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka pasti dan satu angka taksiran. Aturan angka penting membantu kita menentukan seberapa presisi suatu pengukuran dan bagaimana melakukan operasi hitung dengan hasil pengukuran. Misalnya, angka nol di antara angka bukan nol adalah angka penting, sedangkan angka nol di awal deret bukan angka penting. Pemahaman ini krusial untuk menyajikan data ilmiah yang jujur dan akurat.

Rangkuman: Sistem pengukuran adalah pondasi kerja ilmiah yang akurat. Besaran terbagi menjadi pokok dan turunan, masing-masing dengan satuan baku yang diakui internasional. Penggunaan alat ukur harus sesuai prosedur, dan hasil pengukuran harus mencakup ketidakpastian serta ditulis dengan memperhatikan angka penting. Ketelitian dalam pengukuran mencerminkan kesungguhan kita dalam memahami alam ciptaan Allah SWT.

Halaman 9 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BesaranSesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai serta satuan.
SatuanPembanding dalam pengukuran.
Besaran PokokBesaran yang satuannya telah ditetapkan dan tidak bergantung besaran lain.
Besaran TurunanBesaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Fisika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah" mata pelajaran Fisika Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaFisika · Kelas XPeta Konsep
Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahBesaran Pokok dan Besaran TurunanSatuan Baku dan Tidak BakuAlat Ukur dan Prosedur PengukuranKetidakpastian dan Angka Penting
Dari sub-bab Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahHalaman 12
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaFisika · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKolaborasiKeimanan dan ketakwaan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Peta Materi Fisika Kelas X Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Materi setahun2 dari 3 siap unduh

Sistem Pengukuran dalam Kerja IlmiahHalaman yang sedang Anda buka
Energi TerbarukanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBERIKUTNYAPerubahan IklimBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis

Modul Fisika lain yang sudah tersedia

Besaran dan PengukuranFisika Kelas X MAGerak LurusFisika Kelas X MALihat semua Modul Ajar Fisika Kelas X →

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Fisika kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah pada Fisika MA, Fase E, elemen Pemahaman Fisika.

Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Fisika kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Fisika materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini gratis?

Ya. Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Fisika kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fisika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah dapat Anda sesuaikan dengan murid Fisika kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Fisika kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah untuk Fisika kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Fisika kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Fisika kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Fisika ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?

Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Fisika SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Fisika MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.