Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Islam Kelas X
Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan peradaban Islam di Indonesia, mengidentifikasi peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam, dan mengambil hikmah keteladanan dari perjuangan mereka untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta-fakta tentang tokoh ulama seperti Sunan Kalijaga dan perannya dalam menyebarkan Islam di Jawa melalui seni dan budaya. |
| Konseptual | Konsep dasar tentang strategi dakwah, akulturasi budaya, dan pentingnya keteladanan dalam penyebaran agama. |
| Prosedural | Langkah-langkah untuk menganalisis sumber sejarah, mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan, dan mengaitkannya dengan konteks kekinian. |
| Metakognitif | Kesadaran tentang bagaimana pemahaman sejarah ulama dapat membentuk cara pandang dan sikap dalam beragama serta berinteraksi sosial. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan meneladani semangat dakwah para ulama yang ikhlas dan sabar dalam menyebarkan ajaran Islam. |
| 2. Cinta Ilmu | Menumbuhkan semangat belajar dan meneliti sejarah, serta gigih mencari ilmu dari berbagai sumber untuk memahami peran ulama dan relevansinya bagi masa kini. |
| 3. Cinta Lingkungan | Membangun kesadaran untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah Islam, serta menghargai kearifan lokal sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap toleransi dan harmoni antarumat beragama, meneladani cara ulama berinteraksi dengan masyarakat majemuk tanpa menghilangkan identitas diri. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap sejarah Islam di Indonesia, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui nilai-nilai keislaman. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga strategi dakwah ulama penyebar Islam di Indonesia dengan tepat.
- Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis peran Sunan Kudus dalam pengembangan Islam di Jawa dengan menyajikan minimal dua contoh konkret.
- Dengan studi kasus, peserta didik dapat menghubungkan nilai-nilai keteladanan ulama dalam menyebarkan Islam dengan tantangan dakwah masa kini secara relevan.
- Melalui proyek mini, peserta didik dapat menyusun biografi singkat salah satu ulama penyebar Islam di Indonesia dengan mencantumkan minimal dua nilai keteladanan utama secara runtut.
- Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi dampak positif peran ulama terhadap kebudayaan lokal di Indonesia dengan memberikan minimal tiga argumen yang kuat.
Pemahaman bermakna: Memahami peran ulama dalam menyebarkan Islam di Indonesia tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai keteladanan mereka relevan untuk membangun karakter dan berkontribusi positif di masyarakat saat ini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana para ulama terdahulu mampu menyebarkan Islam secara damai dan diterima luas oleh masyarakat Indonesia yang majemuk?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Memahami konteks zaman, kronologi peristiwa, dan dampak sosial-politik dari penyebaran Islam. Seni Budaya: Menganalisis akulturasi budaya dalam seni arsitektur, musik, dan tradisi lokal sebagai media dakwah ulama. Sosiologi: Mengkaji interaksi sosial, perubahan masyarakat, dan pembentukan identitas keagamaan akibat peran ulama. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat dapat diajak berbagi cerita tentang peran ulama lokal atau tokoh agama di daerah mereka dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk mencari buku sejarah Islam, museum daerah (jika memungkinkan), atau situs sejarah lokal sebagai sumber belajar. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video dokumenter tentang sejarah ulama, artikel daring tentang strategi dakwah, dan platform presentasi digital untuk menyajikan hasil proyek. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga strategi dakwah ulama penyebar Islam di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis peran Sunan Kudus dalam pengembangan Islam di Jawa dengan menyajikan minimal dua contoh konkret. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi strategi dakwah ulama dan nilai keteladanan mereka.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Lengkapi saluran islamisasi di Nusantara berikut, lalu berikan satu contoh untuk setiap saluran.
Saluran islamisasi Perdagangan Tasawuf Kesenian Politik Gambar 1. Peta pikiran - Amati 1 tentang peninggalan Islam di Indonesia dan tuliskan kesan pertamamu.
- Baca studi kasus singkat tentang Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati yang dibagikan oleh guru.
- Identifikasi minimal dua strategi dakwah yang digunakan oleh masing-masing ulama dalam studi kasus.
- Diskusikan dalam kelompok, bagaimana strategi dakwah tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat itu?
- Tuliskan minimal satu nilai keteladanan yang paling menonjol dari masing-masing ulama yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa saja ulama yang Anda ketahui berperan dalam penyebaran Islam di Indonesia?
- Menurut Anda, apa media yang paling efektif digunakan ulama zaman dahulu untuk berdakwah?
- Apa yang Anda pahami tentang konsep akulturasi budaya dalam konteks penyebaran Islam?
- Sebutkan salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang Anda ketahui!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek mini biografi ulama dan evaluasi esai analisis dampak peran ulama terhadap kebudayaan lokal.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi strategi dakwah ulama penyebar Islam di Indonesia. | Strategi dakwah ulama di Indonesia. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis peran Sunan Kudus dalam pengembangan Islam di Jawa. | Peran Sunan Kudus dan akulturasi budaya. | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Menghubungkan nilai keteladanan ulama dengan tantangan dakwah masa kini. | Keteladanan ulama dan relevansinya. | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
Perjalanan Islam di Indonesia adalah kisah panjang tentang akulturasi dan kearifan lokal. Para ulama bukan hanya penyebar agama, tetapi juga pembangun peradaban yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Meneladani peran mereka berarti memahami semangat dakwah yang damai, toleran, dan adaptif terhadap budaya setempat.
1. Masuknya Islam dan Perkembangan Awal
Islam masuk ke Indonesia melalui berbagai jalur seperti perdagangan, perkawinan, dan pendidikan. Para pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan Gujarat membawa ajaran Islam sembari berinteraksi dengan penduduk lokal. Seiring waktu, banyak pedagang yang menikah dengan wanita pribumi, membentuk komunitas Muslim, dan secara perlahan menyebarkan ajaran Islam. Pusat-pusat pendidikan Islam awal, seperti pesantren, juga berperan penting dalam proses islamisasi ini. Proses ini berlangsung damai dan bertahap, menjauhkan kesan pemaksaan.
2. Peran Strategis Wali Songo
Wali Songo merupakan sembilan ulama besar yang berperan sentral dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-14 dan ke-15. Mereka menggunakan pendekatan dakwah yang beragam dan adaptif. Misalnya, Sunan Kalijaga menggunakan seni dan budaya lokal seperti wayang dan gamelan sebagai media dakwah. Sunan Kudus dikenal dengan toleransinya terhadap budaya Hindu-Buddha, seperti tidak menyembelih sapi untuk menghormati penganut Hindu. Pendekatan ini menunjukkan kearifan dalam berinteraksi dengan masyarakat yang sudah memiliki tradisi kuat.
3. Akulturasi Budaya dalam Dakwah
Salah satu kunci keberhasilan ulama adalah kemampuan mereka mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal yang sudah ada. Akulturasi ini terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari arsitektur masjid yang memadukan unsur lokal, penggunaan bahasa daerah dalam dakwah, hingga adaptasi tradisi dan adat istiadat. Contohnya, tradisi Sekaten di Jawa merupakan perpaduan budaya lokal dengan perayaan Maulid Nabi. Pendekatan ini membuat Islam terasa tidak asing dan mudah diterima oleh masyarakat, bahkan menjadi bagian dari identitas budaya mereka.
4. Keteladanan Ulama dalam Kehidupan Modern
Keteladanan para ulama penyebar Islam sangat relevan untuk masa kini. Sikap toleransi, kearifan dalam berdakwah, keberanian dalam menyampaikan kebenaran, serta kesederhanaan hidup adalah nilai-nilai yang patut dicontoh. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan keberagaman, semangat persatuan dan harmoni yang diajarkan ulama terdahulu menjadi sangat penting. Meneladani mereka berarti terus berinovasi dalam berdakwah dan menjaga kerukunan antarumat beragama, sebagaimana firman Allah SWT: اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ (Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik).
Rangkuman: Para ulama memiliki peran krusial dalam menyebarkan Islam di Indonesia melalui strategi dakwah yang damai dan adaptif. Mereka mampu mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal, menciptakan akulturasi yang harmonis. Keteladanan mereka dalam toleransi, kearifan, dan semangat persatuan tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern, sebagai inspirasi untuk berdakwah dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan unsur asli kebudayaan tersebut. |
| Dakwah | Kegiatan mengajak atau menyeru orang lain untuk beriman dan beramal saleh sesuai ajaran Islam. |
| Wali Songo | Sembilan tokoh ulama penyebar Islam di Pulau Jawa pada abad ke-14 dan ke-15. |
| Pesantren | Lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang mendidik santri tentang ilmu agama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Islam Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap unduh
Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos KerjaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu‘abul (Cabang) ImanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Riya’, Sum‘ah, Takabur, dan HasadBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAsuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian UmatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk Melindungi Harkat dan Martabat ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAHakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal kepada-NyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenghindari Akhlak Madzmumah dan Membiasakan Akhlak MahmudahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMenerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hariBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeran Tokoh Ulama dalam Penyebaran Islam di IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Islam di kelas lain
Sabar dalam Menghadapi Musibah dan UjianPendidikan Agama Islam Kelas XII MALihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia pada Pendidikan Agama Islam MA, Fase E, elemen Sejarah Kebudayaan Islam.
Modul Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Agama Islam kelas X MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam materi Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Islam kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Islam kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia untuk Pendidikan Agama Islam kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Islam kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Islam kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Islam ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Pendidikan Agama Islam SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.