Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + proyek |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang periodisasi sejarah Indonesia dan konsep peradaban awal. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dari masa kerajaan Hindu-Buddha yang relevan dengan etika bernegara saat ini. - penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Menganalisis berbagai sumber sejarah untuk mengevaluasi keabsahan informasi tentang kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Berinteraksi secara positif dengan teman kelompok untuk membangun pemahaman kolektif tentang sejarah kerajaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami perkembangan sejarah peradaban Indonesia dari masa praaksara hingga masa kini, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan budaya, serta menganalisis peran berbagai kelompok dalam membentuk identitas bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah contoh nyata peninggalan megah dari Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. |
| Konseptual | Konsep akulturasi budaya adalah kunci untuk memahami bagaimana agama dan budaya asing berpadu dengan tradisi lokal di Indonesia. |
| Prosedural | Mempelajari cara menganalisis sumber primer dan sekunder untuk merekonstruksi sejarah kerajaan Hindu-Buddha secara kritis. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa pemahaman sejarah membantu mereka memahami identitas budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Bersyukur atas karunia Allah SWT berupa kekayaan sejarah dan budaya bangsa yang dapat dipelajari. |
| 2. Cinta Ilmu | Termotivasi untuk terus menggali ilmu sejarah sebagai upaya memahami akar peradaban dan identitas bangsa. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai warisan budaya Hindu-Buddha sebagai bagian dari kekayaan lingkungan dan sejarah Indonesia. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kolaborasi yang positif dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air melalui pemahaman mendalam akan sejarah dan kebudayaan leluhur. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis teks dan peta, peserta didik dapat mengidentifikasi letak geografis dan perkembangan Kerajaan Kutai dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis pengaruh masuknya agama Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan dan sosial masyarakat di Indonesia secara runtut.
- Setelah mengamati gambar peninggalan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini dengan minimal tiga contoh.
- Melalui proyek pembuatan linimasa, peserta didik dapat menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara sistematis dan informatif.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia bukan hanya tentang menghafal nama raja dan tahun, tetapi juga tentang menelusuri jejak peradaban, akulturasi budaya, dan nilai-nilai luhur yang membentuk identitas bangsa hingga kini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah perpaduan budaya bisa menciptakan warisan yang begitu megah dan bertahan ribuan tahun seperti candi-candi di Indonesia?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + proyek |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks sejarah dan menyusun laporan atau presentasi yang koheren dan efektif. Seni Budaya: Mengidentifikasi dan mengapresiasi bentuk-bentuk seni dan arsitektur peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia. Geografi: Memahami keterkaitan antara kondisi geografis dan perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. |
| Kemitraan Pembelajaran | Peserta didik dapat berdiskusi dengan orang tua atau anggota keluarga yang memiliki pengetahuan tentang sejarah lokal atau peninggalan budaya di daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan nyaman dan dilengkapi dengan akses internet, serta dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil proyek linimasa. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi digital seperti Canva atau Google Slides untuk menyajikan hasil proyek linimasa dan mengakses sumber-sumber sejarah daring. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis teks dan peta, peserta didik dapat mengidentifikasi letak geografis dan perkembangan Kerajaan Kutai dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Sejarah: Guru menyebutkan ciri-ciri kerajaan Hindu-Buddha, peserta didik menebak nama kerajaannya. Ini melatih ingatan dan fokus.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui proyek pembuatan linimasa, peserta didik dapat menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara sistematis dan informatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rangkai Nama Raja: Guru menyebutkan nama kerajaan, peserta didik secara bergantian menyebutkan nama raja yang terkenal dari kerajaan tersebut. Melatih fokus dan kecepatan berpikir.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis sumber sejarah untuk mengidentifikasi letak dan karakteristik kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, peta Indonesia, buku teks sejarah, akses internet
Langkah kerja:
- Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
Gambar 1. Garis waktu - Amati peta penyebaran Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia pada Gambar 1 dan identifikasi lokasi Kerajaan Kutai serta Tarumanegara.
- Baca dan analisis teks singkat tentang Kerajaan Kutai dan Tarumanegara, serta prasasti-prasasti penting yang ditemukan.
- Diskusikan dalam kelompok, informasi apa saja yang dapat kalian peroleh dari peta dan teks tersebut terkait letak geografis, tokoh, dan peninggalan.
- Lengkapi Tabel 1 dengan data yang telah kalian diskusikan secara rinci.
- Buatlah kesimpulan singkat mengenai ciri khas Kerajaan Kutai dan Tarumanegara berdasarkan hasil analisis kalian.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan dua kerajaan tertua di Indonesia yang kalian ketahui!
- Apa yang kalian pahami tentang istilah 'Hindu' dan 'Buddha'?
- Menurut kalian, mengapa peninggalan sejarah seperti candi itu penting?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek linimasa berdasarkan keakuratan data, kelengkapan informasi, dan kreativitas penyajian.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi letak geografis dan perkembangan Kerajaan Kutai dengan tepat. | Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara: letak, tokoh, peninggalan. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis pengaruh masuknya agama Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan dan sosial masyarakat. | Teori masuknya Hindu-Buddha, pengaruh terhadap masyarakat. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Mengidentifikasi ciri-ciri kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan. | Akulturasi budaya, peninggalan fisik dan non-fisik. | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha melalui proyek linimasa. | Kronologi kerajaan Hindu-Buddha, tokoh, peristiwa penting. | 2 JP | kolaborasi |
Indonesia memiliki sejarah yang kaya, salah satunya adalah masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Periode ini tidak hanya meninggalkan warisan berupa candi-candi megah, tetapi juga membentuk dasar kebudayaan, sistem sosial, dan bahkan nilai-nilai yang masih relevan hingga kini. Mari kita telusuri jejak peradaban gemilang ini.
1. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia diperkirakan terjadi pada awal Masehi. Ada beberapa teori utama: Teori Brahmana (oleh van Leur) menyatakan kaum Brahmana diundang raja lokal. Teori Ksatria (oleh Mookerji) menyebutkan prajurit India yang kalah perang melarikan diri dan mendirikan kerajaan baru. Teori Waisya (oleh Krom) mengemukakan peran pedagang India. Teori Arus Balik (oleh F.D.K. Bosch) berpendapat bangsa Indonesia aktif belajar ke India dan menyebarkannya di tanah air. Masing-masing teori memiliki dasar argumen dan bukti pendukungnya sendiri.
2. Kerajaan Kutai: Jejak Awal Peradaban
Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, berdiri sekitar abad ke-4 Masehi. Bukti keberadaannya adalah tujuh prasasti Yupa yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Dari Yupa, diketahui raja pertamanya adalah Kudungga, dan raja yang terkenal adalah Mulawarman yang mengadakan upacara persembahan 20.000 ekor sapi. Kehidupan ekonomi Kutai didukung oleh perdagangan dan pertanian, serta letaknya yang strategis di jalur pelayaran.
3. Kerajaan Tarumanegara: Kekuatan di Jawa Barat
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu yang berkembang di Jawa Barat sekitar abad ke-5 Masehi. Raja terkenalnya adalah Purnawarman, yang dikenal karena pembangunan saluran irigasi dan keberaniannya dalam memimpin angkatan perang. Bukti keberadaan Tarumanegara ditemukan dalam tujuh prasasti, seperti Prasasti Ciaruteun dengan jejak kaki Raja Purnawarman yang disamakan dengan jejak kaki Dewa Wisnu. Kehidupan masyarakat Tarumanegara sudah teratur dan memiliki sistem pertanian yang maju.
4. Kerajaan Sriwijaya: Kemaharajaan Maritim
Kerajaan Sriwijaya, berpusat di Palembang, Sumatera Selatan, mencapai puncak kejayaan sebagai kemaharajaan maritim Buddhis terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Sriwijaya menguasai jalur perdagangan laut penting dan menjadi pusat penyebaran agama Buddha. Bukti sejarah Sriwijaya ditemukan pada prasasti-prasasti seperti Kedukan Bukit dan Talang Tuo. Kehidupan ekonomi sangat bergantung pada perdagangan rempah-rempah dan hasil hutan, serta menjadi pusat pendidikan Buddha terkemuka.
5. Kerajaan Mataram Kuno: Pusat Kebudayaan Jawa
Kerajaan Mataram Kuno berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, kemudian berpindah ke Jawa Timur. Kerajaan ini terbagi menjadi dua dinasti: Sanjaya (Hindu) yang membangun Candi Prambanan, dan Syailendra (Buddha) yang membangun Candi Borobudur. Mataram Kuno dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa dengan peninggalan arsitektur yang megah. Kehidupan masyarakatnya agraris dan memiliki sistem pemerintahan yang terpusat.
6. Peninggalan dan Pengaruh Hindu-Buddha
Peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia sangat beragam, mulai dari bangunan suci (candi, stupa), prasasti, arca, hingga karya sastra. Pengaruhnya tidak hanya pada aspek agama, tetapi juga sistem pemerintahan (konsep dewa-raja), stratifikasi sosial (kasta), arsitektur, seni rupa, dan bahasa (penggunaan bahasa Sanskerta). Akulturasi budaya ini menciptakan identitas khas Indonesia yang memadukan unsur lokal dengan pengaruh asing.
Rangkuman: Masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia menandai awal peradaban maju dengan masuknya pengaruh India. Kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Mataram Kuno menunjukkan perkembangan politik, ekonomi, dan budaya yang signifikan. Peninggalan berupa candi, prasasti, dan sistem sosial menjadi bukti akulturasi budaya yang membentuk identitas bangsa Indonesia hingga kini, kaya akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Prasasti | Piagam atau tulisan yang dipahatkan pada batu, tembaga, dan sebagainya. |
| Yupa | Tugu batu yang berfungsi sebagai tiang pengikat hewan kurban dan juga berisi tulisan prasasti. |
| Stupa | Bangunan suci agama Buddha berbentuk kubah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan relik. |
| Dewa-raja | Konsep kekuasaan raja yang dianggap sebagai penjelmaan dewa di bumi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 materi · siap dibuatkan
Kajian Ilmu SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKekhasan Penelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu–BuddhaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Kerajaan Islam di IndonesiaSejarah Kelas X MAAsal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah pada Masa PraaksaraSejarah Kelas X MAGelombang Migrasi Ras/KelompokSejarah Kelas X MAPengantar Ilmu SejarahSejarah Kelas X MALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia pada Sejarah MA, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.
Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia untuk Sejarah kelas X.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.