MAKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia menandai awal peradaban maju dengan masuknya pengaruh India. Kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Mataram Kuno menunjukkan perkembangan politik, ekonomi, dan budaya yang signifikan. Peninggalan berupa candi, prasasti, dan sistem sosial menjadi bukti akulturasi budaya yang membentuk identitas bangsa Indonesia hingga kini, kaya akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Sejarah · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Sejarah · Fase E · Kelas X · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasE / X
Materi PokokKerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + proyek
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang periodisasi sejarah Indonesia dan konsep peradaban awal.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dari masa kerajaan Hindu-Buddha yang relevan dengan etika bernegara saat ini.
  2. penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Menganalisis berbagai sumber sejarah untuk mengevaluasi keabsahan informasi tentang kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
  3. kolaborasi — elemen: bekerja sama
    Berinteraksi secara positif dengan teman kelompok untuk membangun pemahaman kolektif tentang sejarah kerajaan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainSejarah Indonesia
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami perkembangan sejarah peradaban Indonesia dari masa praaksara hingga masa kini, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dan budaya, serta menganalisis peran berbagai kelompok dalam membentuk identitas bangsa.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualCandi Borobudur dan Candi Prambanan adalah contoh nyata peninggalan megah dari Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
KonseptualKonsep akulturasi budaya adalah kunci untuk memahami bagaimana agama dan budaya asing berpadu dengan tradisi lokal di Indonesia.
ProseduralMempelajari cara menganalisis sumber primer dan sekunder untuk merekonstruksi sejarah kerajaan Hindu-Buddha secara kritis.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa pemahaman sejarah membantu mereka memahami identitas budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaBersyukur atas karunia Allah SWT berupa kekayaan sejarah dan budaya bangsa yang dapat dipelajari.
2. Cinta IlmuTermotivasi untuk terus menggali ilmu sejarah sebagai upaya memahami akar peradaban dan identitas bangsa.
3. Cinta LingkunganMenghargai warisan budaya Hindu-Buddha sebagai bagian dari kekayaan lingkungan dan sejarah Indonesia.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun kolaborasi yang positif dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama.
5. Cinta Tanah AirMenumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air melalui pemahaman mendalam akan sejarah dan kebudayaan leluhur.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis teks dan peta, peserta didik dapat mengidentifikasi letak geografis dan perkembangan Kerajaan Kutai dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis pengaruh masuknya agama Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan dan sosial masyarakat di Indonesia secara runtut.
  3. Setelah mengamati gambar peninggalan, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini dengan minimal tiga contoh.
  4. Melalui proyek pembuatan linimasa, peserta didik dapat menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara sistematis dan informatif.
Halaman 2 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami sejarah kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia bukan hanya tentang menghafal nama raja dan tahun, tetapi juga tentang menelusuri jejak peradaban, akulturasi budaya, dan nilai-nilai luhur yang membentuk identitas bangsa hingga kini.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah perpaduan budaya bisa menciptakan warisan yang begitu megah dan bertahan ribuan tahun seperti candi-candi di Indonesia?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + proyek
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Menganalisis teks sejarah dan menyusun laporan atau presentasi yang koheren dan efektif.
Seni Budaya: Mengidentifikasi dan mengapresiasi bentuk-bentuk seni dan arsitektur peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia.
Geografi: Memahami keterkaitan antara kondisi geografis dan perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
Kemitraan PembelajaranPeserta didik dapat berdiskusi dengan orang tua atau anggota keluarga yang memiliki pengetahuan tentang sejarah lokal atau peninggalan budaya di daerah mereka.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur dengan nyaman dan dilengkapi dengan akses internet, serta dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil proyek linimasa.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform presentasi digital seperti Canva atau Google Slides untuk menyajikan hasil proyek linimasa dan mengakses sumber-sumber sejarah daring.
Halaman 3 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis teks dan peta, peserta didik dapat mengidentifikasi letak geografis dan perkembangan Kerajaan Kutai dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Sejarah: Guru menyebutkan ciri-ciri kerajaan Hindu-Buddha, peserta didik menebak nama kerajaannya. Ini melatih ingatan dan fokus.
  1. Salam pembuka, doa bersama, dan pengecekan kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang candi-candi di Indonesia?' untuk mengaitkan pengetahuan awal dengan materi.
  3. Penyampaian tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana peradaban Hindu-Buddha bisa berkembang di Indonesia?' agar peserta didik sadar arah belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang keindahan Candi Borobudur dan Prambanan, lalu bertanya 'Bagaimana candi-candi ini bisa dibangun di Indonesia?'
  2. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk mengidentifikasi masalah utama terkait asal-usul dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha.
  3. Peserta didik secara individu membaca teks pengantar tentang teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dan kerajaan awal.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok menerima LKPD yang berisi studi kasus tentang Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.
  2. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok menganalisis sumber primer (misalnya prasasti Yupa untuk Kutai) dan sekunder (artikel/buku) yang disediakan untuk mengidentifikasi letak geografis, tokoh penting, dan peninggalan awal.
  3. Kelompok berdiskusi untuk menghubungkan informasi yang ditemukan dengan teori masuknya Hindu-Buddha dan menyusun poin-poin penting.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang Kerajaan Kutai dan Tarumanegara di depan kelas menggunakan peta dan poin-poin penting.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan konstruktif terkait presentasi.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul selama diskusi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Bersama-sama peserta didik dan guru menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini tentang kerajaan Hindu-Buddha awal.
  2. Refleksi singkat 'Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini?' dan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari informasi awal tentang Kerajaan Sriwijaya dan Mataram Kuno sebagai persiapan pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui proyek pembuatan linimasa, peserta didik dapat menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara sistematis dan informatif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rangkai Nama Raja: Guru menyebutkan nama kerajaan, peserta didik secara bergantian menyebutkan nama raja yang terkenal dari kerajaan tersebut. Melatih fokus dan kecepatan berpikir.
  1. Salam pembuka, doa bersama, dan pengecekan kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi dengan menanyakan 'Apa saja peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha yang paling berkesan bagi kalian dan mengapa?' untuk menghubungkan dengan materi sebelumnya.
  3. Penyampaian tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat linimasa kerajaan Hindu-Buddha dan menjelaskan manfaat proyek ini bagi pemahaman sejarah.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru membuka diskusi dengan pertanyaan 'Bagaimana kita dapat menyajikan sejarah panjang kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara ringkas, informatif, dan mudah dipahami?'
  2. Guru menjelaskan konsep linimasa sebagai alat visualisasi kronologi sejarah dan menunjukkan beberapa contoh linimasa yang efektif.
  3. Peserta didik dalam kelompok yang sama (dari pertemuan sebelumnya) mengidentifikasi informasi penting yang perlu dimasukkan dalam linimasa.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Setiap kelompok merancang draf linimasa, termasuk format, informasi yang akan dicantumkan (nama kerajaan, tahun berdiri/runtuh, tokoh penting, peninggalan), serta pembagian tugas.
  2. Menyusun jadwal: Kelompok menyepakati jadwal pengerjaan proyek, mulai dari pengumpulan data hingga presentasi akhir.
  3. Memonitor kemajuan proyek: Guru berkeliling membimbing kelompok dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber (buku, internet, modul ajar) dan memastikan setiap anggota berkontribusi aktif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok mempresentasikan linimasa yang telah mereka buat di depan kelas, menjelaskan kronologi dan informasi penting yang disajikan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik dan guru secara bersama-sama menganalisis keakuratan, kelengkapan, dan kreativitas linimasa yang disajikan oleh setiap kelompok.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan kesempatan bagi kelompok untuk memperbaiki atau menambahkan informasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Bersama-sama peserta didik dan guru menyimpulkan pentingnya memahami kronologi sejarah melalui linimasa.
  2. Refleksi 'Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil membuat linimasa ini?' dan apresiasi atas kerja keras serta kreativitas semua kelompok.
  3. Guru memberikan pengayaan berupa rekomendasi buku atau film sejarah terkait, lalu menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKJejak Peradaban Hindu-Buddha!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis sumber sejarah untuk mengidentifikasi letak dan karakteristik kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, peta Indonesia, buku teks sejarah, akses internet

Langkah kerja:

  1. Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
    Abad ke-4Kerajaan KutaiAbad ke-5Abad ke-7KerajaanSriwijayaAbad ke-13
    Gambar 1. Garis waktu
  2. Amati peta penyebaran Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia pada Gambar 1 dan identifikasi lokasi Kerajaan Kutai serta Tarumanegara.
  3. Baca dan analisis teks singkat tentang Kerajaan Kutai dan Tarumanegara, serta prasasti-prasasti penting yang ditemukan.
  4. Diskusikan dalam kelompok, informasi apa saja yang dapat kalian peroleh dari peta dan teks tersebut terkait letak geografis, tokoh, dan peninggalan.
  5. Lengkapi Tabel 1 dengan data yang telah kalian diskusikan secara rinci.
  6. Buatlah kesimpulan singkat mengenai ciri khas Kerajaan Kutai dan Tarumanegara berdasarkan hasil analisis kalian.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan dua kerajaan tertua di Indonesia yang kalian ketahui!
  2. Apa yang kalian pahami tentang istilah 'Hindu' dan 'Buddha'?
  3. Menurut kalian, mengapa peninggalan sejarah seperti candi itu penting?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek linimasa berdasarkan keakuratan data, kelengkapan informasi, dan kreativitas penyajian.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi letak geografis dan perkembangan Kerajaan Kutai dengan tepat.Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara: letak, tokoh, peninggalan.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis pengaruh masuknya agama Hindu-Buddha terhadap sistem pemerintahan dan sosial masyarakat.Teori masuknya Hindu-Buddha, pengaruh terhadap masyarakat.2 JPpenalaran kritis
3Mengidentifikasi ciri-ciri kebudayaan Hindu-Buddha yang masih relevan.Akulturasi budaya, peninggalan fisik dan non-fisik.2 JPkolaborasi
4Menyusun kronologi perkembangan kerajaan Hindu-Buddha melalui proyek linimasa.Kronologi kerajaan Hindu-Buddha, tokoh, peristiwa penting.2 JPkolaborasi
Halaman 8 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia memiliki sejarah yang kaya, salah satunya adalah masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Periode ini tidak hanya meninggalkan warisan berupa candi-candi megah, tetapi juga membentuk dasar kebudayaan, sistem sosial, dan bahkan nilai-nilai yang masih relevan hingga kini. Mari kita telusuri jejak peradaban gemilang ini.

1. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia diperkirakan terjadi pada awal Masehi. Ada beberapa teori utama: Teori Brahmana (oleh van Leur) menyatakan kaum Brahmana diundang raja lokal. Teori Ksatria (oleh Mookerji) menyebutkan prajurit India yang kalah perang melarikan diri dan mendirikan kerajaan baru. Teori Waisya (oleh Krom) mengemukakan peran pedagang India. Teori Arus Balik (oleh F.D.K. Bosch) berpendapat bangsa Indonesia aktif belajar ke India dan menyebarkannya di tanah air. Masing-masing teori memiliki dasar argumen dan bukti pendukungnya sendiri.

2. Kerajaan Kutai: Jejak Awal Peradaban
Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, berdiri sekitar abad ke-4 Masehi. Bukti keberadaannya adalah tujuh prasasti Yupa yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Dari Yupa, diketahui raja pertamanya adalah Kudungga, dan raja yang terkenal adalah Mulawarman yang mengadakan upacara persembahan 20.000 ekor sapi. Kehidupan ekonomi Kutai didukung oleh perdagangan dan pertanian, serta letaknya yang strategis di jalur pelayaran.

3. Kerajaan Tarumanegara: Kekuatan di Jawa Barat
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu yang berkembang di Jawa Barat sekitar abad ke-5 Masehi. Raja terkenalnya adalah Purnawarman, yang dikenal karena pembangunan saluran irigasi dan keberaniannya dalam memimpin angkatan perang. Bukti keberadaan Tarumanegara ditemukan dalam tujuh prasasti, seperti Prasasti Ciaruteun dengan jejak kaki Raja Purnawarman yang disamakan dengan jejak kaki Dewa Wisnu. Kehidupan masyarakat Tarumanegara sudah teratur dan memiliki sistem pertanian yang maju.

4. Kerajaan Sriwijaya: Kemaharajaan Maritim
Kerajaan Sriwijaya, berpusat di Palembang, Sumatera Selatan, mencapai puncak kejayaan sebagai kemaharajaan maritim Buddhis terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Sriwijaya menguasai jalur perdagangan laut penting dan menjadi pusat penyebaran agama Buddha. Bukti sejarah Sriwijaya ditemukan pada prasasti-prasasti seperti Kedukan Bukit dan Talang Tuo. Kehidupan ekonomi sangat bergantung pada perdagangan rempah-rempah dan hasil hutan, serta menjadi pusat pendidikan Buddha terkemuka.

5. Kerajaan Mataram Kuno: Pusat Kebudayaan Jawa
Kerajaan Mataram Kuno berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, kemudian berpindah ke Jawa Timur. Kerajaan ini terbagi menjadi dua dinasti: Sanjaya (Hindu) yang membangun Candi Prambanan, dan Syailendra (Buddha) yang membangun Candi Borobudur. Mataram Kuno dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa dengan peninggalan arsitektur yang megah. Kehidupan masyarakatnya agraris dan memiliki sistem pemerintahan yang terpusat.

6. Peninggalan dan Pengaruh Hindu-Buddha
Peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia sangat beragam, mulai dari bangunan suci (candi, stupa), prasasti, arca, hingga karya sastra. Pengaruhnya tidak hanya pada aspek agama, tetapi juga sistem pemerintahan (konsep dewa-raja), stratifikasi sosial (kasta), arsitektur, seni rupa, dan bahasa (penggunaan bahasa Sanskerta). Akulturasi budaya ini menciptakan identitas khas Indonesia yang memadukan unsur lokal dengan pengaruh asing.

Rangkuman: Masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia menandai awal peradaban maju dengan masuknya pengaruh India. Kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Mataram Kuno menunjukkan perkembangan politik, ekonomi, dan budaya yang signifikan. Peninggalan berupa candi, prasasti, dan sistem sosial menjadi bukti akulturasi budaya yang membentuk identitas bangsa Indonesia hingga kini, kaya akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.

Halaman 9 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AkulturasiPerpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli.
PrasastiPiagam atau tulisan yang dipahatkan pada batu, tembaga, dan sebagainya.
YupaTugu batu yang berfungsi sebagai tiang pengikat hewan kurban dan juga berisi tulisan prasasti.
StupaBangunan suci agama Buddha berbentuk kubah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan relik.
Dewa-rajaKonsep kekuasaan raja yang dianggap sebagai penjelmaan dewa di bumi.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XPeta Konsep
Kerajaan Hindu-Buddha di IndonesiaTeori Masuknya Hindu-Buddha ke IndonesiaKerajaan Kutai: Jejak Awal PeradabanKerajaan Tarumanegara: Kekuatan di Jawa BaratKerajaan Sriwijaya: Kemaharajaan MaritimKerajaan Mataram Kuno: Pusat Kebudayaan Jawa
Dari sub-bab Kerajaan Hindu-Buddha di IndonesiaHalaman 12
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia pada Sejarah MA, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.

Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia untuk Sejarah kelas X.

Apakah modul ajar Sejarah materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini gratis?

Ya. Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Sejarah ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?

Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar Sejarah MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.