Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Kerajaan Islam di Indonesia
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kerajaan Islam di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang masuknya Islam ke Indonesia dan beberapa kerajaan Hindu-Buddha sebelumnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik menunjukkan sikap toleransi dan menghargai keragaman budaya akibat akulturasi Islam. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang peran kerajaan Islam dalam sejarah Indonesia. - kewargaan — elemen: berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk merumuskan solusi atas tantangan sejarah.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan peradaban Islam di Indonesia, termasuk peran kerajaan-kerajaan Islam dalam membentuk identitas bangsa, serta mengambil hikmah dari peristiwa sejarah untuk masa kini. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta tentang Kerajaan Samudera Pasai, Demak, Mataram Islam, dan Ternate-Tidore beserta peninggalannya. |
| Konseptual | Konsep akulturasi budaya, peran ulama dan pedagang dalam penyebaran Islam, serta sistem pemerintahan kerajaan Islam di Nusantara. |
| Prosedural | Langkah-langkah menelusuri sumber sejarah, menganalisis faktor penyebab kejayaan dan kemunduran kerajaan Islam, serta menyajikan hasil analisis. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya belajar sejarah untuk memahami akar budaya bangsa dan mengambil pelajaran dari masa lalu. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari sejarah Islam sebagai bagian dari syiar agama dan menghargai peran ulama dalam penyebarannya. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat belajar dan menelusuri sumber-sumber sejarah untuk memahami peradaban Islam di Nusantara. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menghargai peninggalan sejarah dan situs-situs keagamaan sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun sikap toleransi dan menghargai keberagaman budaya yang lahir dari akulturasi Islam dengan budaya lokal. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air dengan memahami kontribusi kerajaan Islam dalam pembentukan identitas bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi latar belakang berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis perkembangan politik dan ekonomi kerajaan Islam di Indonesia secara runtut.
- Melalui analisis peninggalan sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal di Indonesia minimal tiga contoh.
- Dengan presentasi hasil diskusi, peserta didik dapat menjelaskan peran dan pengaruh kerajaan Islam dalam pembentukan masyarakat Indonesia sesuai kaidah sejarah.
- Setelah menelusuri berbagai sumber, peserta didik dapat menarik hikmah dari kejayaan dan kemunduran kerajaan Islam untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kerajaan Islam di Indonesia bukan hanya entitas politik, tetapi juga pusat peradaban yang membentuk identitas budaya dan sosial masyarakat hingga kini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah agama dapat menyebar luas dan membentuk kerajaan besar di Nusantara, serta apa warisan terbesarnya bagi kita hari ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks sejarah dan menyusun laporan hasil diskusi dengan tata bahasa yang baik dan benar. Sosiologi: Mengkaji struktur sosial masyarakat pada masa kerajaan Islam dan dampaknya terhadap kehidupan sosial budaya. Seni Budaya: Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk seni dan arsitektur Islam yang berakulturasi dengan budaya lokal. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan kisah-kisah lokal terkait peninggalan Islam di daerah mereka atau mengunjungi situs sejarah bersama. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi akses internet, serta perpustakaan sekolah yang menyediakan buku sejarah relevan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk mengakses video edukasi, jurnal sejarah digital, dan membuat presentasi interaktif. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi latar belakang berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Tokoh Sejarah: Guru menampilkan gambar tokoh-tokoh penting dari kerajaan Islam (misal: Sultan Iskandar Muda, Raden Patah) dan peserta didik menebak namanya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis perkembangan politik dan ekonomi kerajaan Islam di Indonesia secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Kata Sejarah Islam: Guru menyebut satu kata terkait kerajaan Islam (misal: 'Sultan'), lalu peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan ('Masjid'), dan seterusnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
Alat & bahan: Buku teks Sejarah, artikel jurnal, internet, alat tulis, kertas flipchart
Langkah kerja:
- Amati peta persebaran kerajaan Islam di Indonesia yang disajikan guru.
Gambar 1. Peta pikiran - Identifikasi minimal 3 kerajaan Islam awal dan tuliskan lokasi geografisnya pada tabel.
- Telusuri sumber informasi untuk mengisi tabel berikut tentang perkembangan politik dan ekonomi kerajaan-kerajaan Islam.
- Bandingkan karakteristik antara Kerajaan Samudera Pasai dan Mataram Islam, lalu diskusikan perbedaan dan persamaannya.
- Buatlah peta pikiran yang menggambarkan peninggalan budaya Islam dan bentuk akulturasinya di Nusantara.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang masuknya Islam ke Indonesia?
- Sebutkan beberapa peninggalan sejarah Islam yang Anda ketahui di Indonesia!
- Menurut Anda, mengapa Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Nusantara?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi latar belakang berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. | Faktor-faktor penyebab munculnya kerajaan Islam (Samudera Pasai, Demak). | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis perkembangan politik dan ekonomi kerajaan Islam di Indonesia. | Perkembangan politik dan ekonomi (Mataram Islam, Ternate-Tidore). | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Mengidentifikasi bentuk-bentuk akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal. | Peninggalan dan akulturasi budaya (masjid, kesenian, tradisi). | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Menjelaskan peran dan pengaruh kerajaan Islam dalam pembentukan masyarakat Indonesia. | Peran kerajaan Islam dalam masyarakat dan hikmah sejarah. | 2 JP | kewargaan |
Kerajaan Islam di Indonesia menandai babak baru dalam sejarah Nusantara, membawa perubahan signifikan dalam aspek politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Dari Samudera Pasai hingga Mataram Islam, jejak peradaban ini membentuk identitas bangsa kita. Modul ini akan mengajak kita menelusuri kisah kejayaan dan warisan berharga mereka.
1. Latar Belakang Masuknya Islam ke Indonesia
Proses masuknya Islam ke Indonesia diperkirakan terjadi secara bertahap melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan kesenian. Para pedagang Muslim dari Gujarat, Persia, dan Arab berperan besar dalam memperkenalkan Islam. Ajaran Islam yang egaliter dan mudah diterima, serta peran ulama dan wali songo, mempercepat penyebarannya. Sebelum terbentuknya kerajaan Islam, sudah ada kantong-kantong masyarakat Muslim di beberapa wilayah pesisir.
2. Kerajaan Samudera Pasai: Gerbang Islam Nusantara
Samudera Pasai, yang terletak di Aceh, diyakini sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia, berdiri sekitar abad ke-13. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam yang penting di Selat Malaka. Sultan Malik as-Saleh adalah raja pertamanya. Peninggalan Samudera Pasai antara lain makam raja-raja dan mata uang dirham. Kejayaan Samudera Pasai menunjukkan perpaduan antara kekuatan maritim dan spiritual Islam.
3. Kesultanan Demak: Pusat Islam di Jawa
Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, berdiri pada akhir abad ke-15 Masehi. Didirikan oleh Raden Patah, Demak memainkan peran sentral dalam penyebaran Islam di Jawa melalui peran Wali Songo. Demak dikenal sebagai kerajaan agraris dan maritim yang kuat. Peninggalan pentingnya adalah Masjid Agung Demak. Keberadaan Demak menunjukkan transisi kekuasaan dari Hindu-Buddha ke Islam di Jawa.
4. Kesultanan Mataram Islam: Pewaris Budaya Jawa
Mataram Islam berdiri pada abad ke-16 di Jawa Tengah, mencapai puncak kejayaan di bawah Sultan Agung Hanyokrokusumo. Kerajaan ini mengembangkan kebudayaan Jawa yang berlandaskan Islam, seperti kalender Jawa dan sastra pewayangan. Sistem pemerintahannya bercorak feodal dengan raja sebagai pusat kekuasaan. Peninggalan Mataram Islam berupa keraton dan tradisi-tradisi yang masih lestari hingga kini, menunjukkan akulturasi yang kuat.
5. Kerajaan Ternate dan Tidore: Penguasa Rempah-rempah
Di wilayah timur Indonesia, Kerajaan Ternate dan Tidore berkembang menjadi kekuatan maritim yang dominan berkat kekayaan rempah-rempah. Kedua kerajaan ini bersaing dalam memperebutkan pengaruh dan wilayah. Islam masuk ke wilayah ini melalui pedagang dan ulama, kemudian menjadi agama resmi kerajaan. Peninggalan mereka adalah benteng-benteng dan masjid tua, yang menjadi saksi bisu kejayaan perdagangan rempah di Nusantara.
6. Akulturasi Budaya pada Masa Kerajaan Islam
Perkembangan Islam di Indonesia tidak menghapus budaya lokal, melainkan terjadi proses akulturasi yang harmonis. Hal ini terlihat pada arsitektur masjid yang memadukan unsur Hindu-Buddha, seni ukir, kaligrafi, dan kesenian seperti wayang yang diadaptasi dengan nilai-nilai Islam. Tradisi-tradisi lokal juga banyak yang diislamkan, menunjukkan kearifan lokal dalam menerima ajaran baru tanpa menghilangkan identitas asli.
7. Peran Strategis Kerajaan Islam dalam Sejarah Indonesia
Kerajaan-kerajaan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk identitas kebangsaan Indonesia. Mereka tidak hanya menyebarkan agama, tetapi juga membangun peradaban, mengembangkan ilmu pengetahuan, sistem pemerintahan, dan jalur perdagangan. Warisan mereka berupa nilai-nilai keagamaan, budaya, dan semangat perjuangan melawan kolonialisme menjadi fondasi penting bagi negara Indonesia modern.
Rangkuman: Kerajaan Islam di Indonesia, seperti Samudera Pasai, Demak, Mataram Islam, dan Ternate-Tidore, berperan besar dalam membentuk peradaban Nusantara. Mereka menyebarkan Islam, mengembangkan sistem politik-ekonomi, serta menciptakan akulturasi budaya yang unik. Warisan mereka hingga kini masih terasa dalam identitas keagamaan, sosial, dan budaya bangsa Indonesia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur asli. |
| Wali Songo | Sembilan ulama penyebar Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan 16. |
| Maritim | Berkenaan dengan laut atau pelayaran. |
| Agraris | Berkenaan dengan pertanian atau tanah pertanian. |
| Sultan | Gelar untuk penguasa atau raja dalam kerajaan Islam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajaan Islam di Indonesia" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Kerajaan Islam di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 materi · siap dibuatkan
Kajian Ilmu SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKekhasan Penelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu–BuddhaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan IslamBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Kerajaan Hindu-Buddha di IndonesiaSejarah Kelas X MAAsal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah pada Masa PraaksaraSejarah Kelas X MAGelombang Migrasi Ras/KelompokSejarah Kelas X MAPengantar Ilmu SejarahSejarah Kelas X MALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajaan Islam di Indonesia pada Sejarah MA, Fase E, elemen Sejarah Kebudayaan Islam.
Modul Kerajaan Islam di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kerajaan Islam di Indonesia untuk Sejarah kelas X.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kerajaan Islam di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Kerajaan Islam di Indonesia untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajaan Islam di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajaan Islam di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajaan Islam di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajaan Islam di Indonesia ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajaan Islam di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajaan Islam di Indonesia untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajaan Islam di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajaan Islam di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Kerajaan Islam di Indonesia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.