Modul Ajar & RPP IPAS Kelas VI
Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia
Modul ajar (RPP) IPAS MI kelas VI materi Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia yang Anda cari? Materi IPAS Kelas VI lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPAS |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis kebudayaan di Indonesia yang mereka lihat atau dengar dari lingkungan sekitar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Mengembangkan sikap menghargai dan melestarikan warisan budaya sebagai bentuk syukur atas karunia Allah SWT serta amanah menjaga kekayaan bangsa. - kewargaan — elemen: berpartisipasi dalam masyarakat
Berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal di lingkungan sekitar sekolah dan keluarga. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Menciptakan karya sederhana yang terinspirasi dari warisan budaya atau kearifan lokal, seperti kerajinan tangan atau cerita rakyat.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menganalisis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara warisan budaya dan kearifan lokal dengan identitas bangsa, serta menunjukkan sikap apresiatif dan partisipatif dalam upaya pelestariannya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Warisan budaya mencakup candi Borobudur, batik, tari Saman, dan upacara adat Ngaben, sedangkan kearifan lokal meliputi sistem subak di Bali atau tradisi gotong royong. |
| Konseptual | Warisan budaya adalah peninggalan masa lalu yang bernilai sejarah dan budaya, sementara kearifan lokal adalah nilai-nilai atau praktik baik yang diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga harmoni alam dan sosial. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan budaya serta kearifan lokal di lingkungan mereka. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa mempelajari warisan budaya dan kearifan lokal bukan hanya menghafal, tetapi juga memahami makna dan relevansinya untuk masa kini dan masa depan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai jenis warisan budaya dan kearifan lokal di Indonesia dengan tepat.
- Menjelaskan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya dan kearifan lokal.
- Menganalisis hubungan antara warisan budaya, kearifan lokal, dan identitas bangsa Indonesia.
- Mengumpulkan informasi tentang warisan budaya dan kearifan lokal dari berbagai sumber.
- Mempresentasikan hasil identifikasi dan analisis warisan budaya serta kearifan lokal secara kreatif.
- Merancang dan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari warisan budaya atau kearifan lokal.
- Menunjukkan sikap bangga dan bertanggung jawab terhadap pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal.
Pemahaman bermakna: Memahami warisan budaya dan kearifan lokal membantu kita mengenali identitas bangsa, menghargai keberagaman, dan turut serta menjaga kekayaan leluhur untuk generasi mendatang.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita sebagai anak bangsa ikut menjaga kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia agar tidak hilang ditelan zaman?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menulis deskripsi tentang warisan budaya dan menyusun cerita rakyat. Seni Budaya: Mempelajari bentuk-bentuk seni tradisional, mencoba membuat karya seni yang terinspirasi budaya lokal, seperti membatik sederhana atau membuat anyaman. Pendidikan Pancasila: Memahami nilai-nilai gotong royong, persatuan, dan keberagaman yang terkandung dalam kearifan lokal dan warisan budaya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas lokal dapat diundang sebagai narasumber untuk berbagi cerita atau keahlian tentang kearifan lokal daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dihias dengan poster atau benda-benda budaya sederhana, menciptakan suasana yang mendukung eksplorasi budaya secara visual dan nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan tablet atau komputer untuk mencari informasi daring tentang warisan budaya, menonton video dokumenter, dan membuat presentasi digital sederhana. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai jenis warisan budaya dan kearifan lokal di Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Budaya: Guru menampilkan gambar-gambar warisan budaya/kearifan lokal Indonesia, peserta didik menebak namanya. Siapa cepat dia dapat poin. Salam, doa, presensi, lalu guru menunjukkan video singkat keindahan budaya Indonesia. Guru bertanya, “Apa yang kalian lihat? Mengapa kita perlu tahu tentang ini?” Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai gambar warisan budaya dan kearifan lokal yang disajikan, lalu secara mandiri mengidentifikasi ciri-ciri dan jenisnya dalam kelompok kecil. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk mengelompokkan jenis warisan budaya (benda/tak benda) dan kearifan lokal (tradisi/nilai) yang mereka temukan, kemudian mencatatnya di lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang jenis-jenis warisan budaya dan kearifan lokal di Indonesia. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Bersama-sama menyimpulkan jenis-jenis warisan budaya. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan pentingnya menjaga budaya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya dan kearifan lokal. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Guru menyebut satu warisan budaya, peserta didik berikutnya menyebut nilai yang terkandung di dalamnya, begitu seterusnya secara berantai. Salam, doa, presensi, lalu guru memantik diskusi dengan pertanyaan, “Apa manfaat kita mengenal budaya daerah?” Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami makna dan nilai budaya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan studi kasus tentang sebuah warisan budaya atau kearifan lokal yang menghadapi tantangan, lalu menganalisis makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi untuk mengidentifikasi nilai-nilai luhur (misalnya gotong royong, kebersamaan, toleransi) dari studi kasus tersebut dan bagaimana nilai itu relevan di masa kini. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis nilai-nilai. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk memperkaya pemahaman dan memberikan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik secara individu menulis satu nilai budaya yang paling berkesan. Guru memberikan penguatan, memotivasi untuk menerapkan nilai-nilai luhur, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis hubungan antara warisan budaya, kearifan lokal, dan identitas bangsa Indonesia. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Gaya: Guru menirukan gerakan tari daerah atau ekspresi budaya, peserta didik menebak asalnya. Ini melatih kepekaan terhadap identitas budaya. Salam, doa, presensi, guru bertanya, “Bagaimana budaya daerah bisa membuat kita bangga jadi orang Indonesia?” Guru mengarahkan pada tujuan menganalisis hubungan budaya dan identitas. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menonton video dokumenter singkat tentang beberapa warisan budaya dan kearifan lokal dari berbagai daerah, kemudian mengidentifikasi bagaimana hal tersebut membentuk identitas masyarakat setempat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis bagaimana warisan budaya dan kearifan lokal yang diamati berkontribusi pada identitas bangsa Indonesia secara keseluruhan, lalu membuat peta konsep. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan peta konsep mereka. Guru memimpin diskusi tentang bagaimana keberagaman budaya menjadi kekuatan dan ciri khas identitas bangsa Indonesia. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik menuliskan satu kalimat tentang arti identitas bangsa baginya. Guru mengapresiasi kerja keras, menanamkan rasa bangga, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi, menganalisis, dan mempresentasikan informasi tentang warisan budaya atau kearifan lokal pilihan dengan panduan terstruktur.
Alat & bahan: Kertas A3, spidol warna, pensil, penghapus, lem, gunting, bahan referensi (buku/internet), gambar-gambar budaya
Langkah kerja:
- Pilih satu warisan budaya atau kearifan lokal Indonesia yang paling menarik perhatian kelompokmu.
- Kumpulkan informasi detail tentang warisan budaya/kearifan lokal tersebut dari berbagai sumber.
- Identifikasi makna, nilai-nilai, dan fungsinya dalam masyarakat.
- Buatlah poster atau peta konsep yang menjelaskan warisan budaya/kearifan lokal pilihanmu secara menarik.
- Siapkan presentasi singkat untuk berbagi hasil temuan kelompokmu kepada teman-teman.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 contoh warisan budaya yang kamu ketahui!
- Apa itu kearifan lokal?
- Mengapa penting bagi kita untuk mempelajari budaya daerah?
- Pernahkah kamu melihat atau mengikuti upacara adat di daerahmu?
Formatif (proses): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, pengumpulan informasi, dan proses pembuatan karya proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi kelompok dan karya proyek yang dibuat berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai jenis warisan budaya dan kearifan lokal di Indonesia. | Pengenalan jenis-jenis warisan budaya (benda/tak benda) dan kearifan lokal (tradisi/nilai). | 2 JP | kewargaan |
| 2 | Menjelaskan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya dan kearifan lokal. | Analisis makna filosofis dan nilai-nilai luhur dari warisan budaya dan kearifan lokal. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menganalisis hubungan antara warisan budaya, kearifan lokal, dan identitas bangsa Indonesia. | Keterkaitan antara kekayaan budaya daerah dengan pembentukan identitas nasional. | 2 JP | kewargaan |
| 4 | Merancang dan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari warisan budaya atau kearifan lokal. | Perencanaan dan pembuatan proyek karya kreatif berbasis budaya lokal. | 4 JP | kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenali dan menghargai warisan budaya sebagai bentuk syukur atas karunia Allah SWT yang telah menciptakan keberagaman yang indah. |
| 2. Cinta Ilmu | Menumbuhkan semangat mencari tahu dan memahami makna di balik setiap warisan budaya dan kearifan lokal yang ada di Indonesia. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mendorong kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam yang seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari kearifan lokal. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap toleransi dan empati terhadap perbedaan budaya, serta belajar menghargai sesama manusia melalui keberagaman tradisi. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membangun rasa bangga dan cinta tanah air dengan aktif mempelajari, mempromosikan, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. |
Indonesia adalah negara yang kaya akan warisan budaya dan kearifan lokal. Dari Sabang sampai Merauke, terbentanglah ribuan pulau dengan beragam suku, bahasa, adat istiadat, dan tradisi. Kekayaan ini adalah anugerah tak ternilai yang diwariskan oleh para leluhur kita. Mempelajari dan melestarikan warisan budaya serta kearifan lokal adalah tugas kita bersama sebagai generasi penerus bangsa, agar kekayaan ini terus hidup dan dikenal dunia.
1. Mengenal Warisan Budaya Indonesia
Warisan budaya adalah peninggalan berharga dari masa lalu yang memiliki nilai sejarah, seni, dan identitas bagi suatu bangsa. Warisan budaya terbagi menjadi dua jenis utama: warisan budaya benda dan tak benda. Warisan budaya benda adalah objek fisik yang bisa dilihat dan disentuh, seperti candi, rumah adat, patung, atau kain tradisional seperti batik dan tenun. Sementara itu, warisan budaya tak benda adalah praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, seperti tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, upacara adat, dan bahasa daerah. Contohnya Tari Saman dari Aceh atau Wayang Kulit dari Jawa.
2. Memahami Kearifan Lokal
Kearifan lokal adalah nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik-praktik baik yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di suatu daerah. Kearifan lokal biasanya muncul dari pengalaman panjang masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan alam dan sosial mereka. Tujuannya adalah untuk menjaga harmoni, keberlanjutan hidup, dan kesejahteraan bersama. Contoh kearifan lokal adalah sistem Subak di Bali yang mengatur irigasi sawah, tradisi gotong royong di berbagai daerah, atau pantangan-pantangan adat yang mengajarkan tentang menjaga lingkungan dan etika sosial. Kearifan lokal menjadi panduan hidup bagi masyarakatnya.
3. Nilai-nilai dalam Warisan Budaya dan Kearifan Lokal
Setiap warisan budaya dan kearifan lokal mengandung nilai-nilai luhur yang sangat berharga. Misalnya, dalam batik terdapat nilai ketekunan, keindahan, dan filosofi hidup. Dalam Tari Saman, terkandung nilai kekompakan, kebersamaan, dan semangat juang. Kearifan lokal seperti gotong royong mengajarkan nilai persatuan dan saling membantu. Nilai-nilai ini tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi juga sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita saat ini. Dengan memahami nilai-nilai ini, kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.
4. Warisan Budaya dan Identitas Bangsa
Warisan budaya dan kearifan lokal adalah cerminan dari identitas bangsa Indonesia. Keberagaman budaya yang kita miliki menunjukkan kekayaan dan keunikan Indonesia di mata dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas budayanya sendiri, namun secara keseluruhan, semua itu membentuk mozaik indah yang disebut Indonesia. Ketika kita bangga dengan batik, tari tradisional, atau cerita rakyat daerah, kita sebenarnya sedang menunjukkan kebanggaan kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Melestarikan budaya berarti menjaga identitas kita agar tidak luntur dan tetap dikenal oleh generasi mendatang.
5. Peran Kita dalam Pelestarian
Sebagai generasi muda, kita memiliki peran penting dalam melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal. Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan. Pertama, dengan mempelajari dan memahami budaya daerah kita sendiri maupun daerah lain. Kedua, dengan ikut serta dalam kegiatan seni dan budaya, seperti belajar menari, memainkan alat musik tradisional, atau membuat kerajinan. Ketiga, dengan mempromosikan budaya Indonesia kepada teman-teman atau orang lain melalui media sosial atau cerita. Keempat, dengan tidak merusak situs-situs budaya dan selalu menghargai tradisi yang ada. Semua ini adalah bentuk cinta kita pada Indonesia.
Rangkuman: Warisan budaya dan kearifan lokal adalah kekayaan tak ternilai yang membentuk identitas bangsa Indonesia. Warisan budaya meliputi benda (candi, batik) dan tak benda (tari, cerita rakyat), sementara kearifan lokal adalah nilai atau praktik baik yang diwariskan (gotong royong, Subak). Keduanya mengandung nilai-nilai luhur yang relevan hingga kini. Sebagai generasi penerus, kita wajib mempelajari, menghargai, dan aktif melestarikan kekayaan ini agar tetap lestari dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Warisan Budaya | Peninggalan berharga dari masa lalu yang memiliki nilai sejarah, seni, dan identitas. |
| Kearifan Lokal | Nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik baik yang diwariskan secara turun-temurun di suatu daerah. |
| Identitas Bangsa | Ciri khas atau jati diri yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lain. |
| Pelestarian | Upaya menjaga, merawat, dan mengembangkan agar sesuatu tetap ada dan tidak punah. |
| Gotong Royong | Tradisi bekerja sama untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan bersama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia" mata pelajaran IPAS Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi IPAS Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap unduh
Sistem Tata SuryaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisListrik dan MagnetModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerkembangbiakan Makhluk HidupBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProklamasi KemerdekaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisASEAN dan Kerja Sama AntarnegaraBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Listrik dan Magnet di Sekitar KitaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTata SuryaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIndonesia dan Negara Tetangga (ASEAN)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGlobalisasi dan ModernisasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPAS di kelas lain
Perjuangan Kemerdekaan Bangsa IndonesiaIPAS Kelas VI MIAlat gerak pada manusiaIPAS Kelas VI MIBencana Alam dan DampaknyaIPAS Kelas VI MIBenua-Benua di DuniaIPAS Kelas VI MILihat semua Modul Ajar IPAS Kelas VI →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPAS Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia untuk kelas VI MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPAS kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas VI MI.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia untuk IPAS kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPAS kelas VI MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPAS kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia pada IPAS MI, Fase C, elemen Menganalisis.
Bisakah modul Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid IPAS kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.