Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas IX
PTS BIANTARA
Modul ajar (RPP) Bahasa sunda MTs kelas IX materi PTS BIANTARA lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan PTS BIANTARA yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | PTS BIANTARA |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang struktur teks narasi dan deskripsi serta mampu berbicara di depan kelas dalam konteks sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik dapat menyampaikan biantara dengan bahasa yang santun dan menghargai keberagaman audiens, sebagai wujud syukur atas karunia lisan. - komunikasi — elemen: mengembangkan komunikasi nonverbal
Peserta didik mengembangkan kemampuan komunikasi nonverbal melalui ekspresi wajah, gerak tubuh, dan intonasi suara yang tepat saat berbiantara. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik menghasilkan naskah biantara yang orisinal dan menarik, serta menyajikannya dengan gaya yang khas dan inovatif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis dan Berbicara |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks, termasuk teks pidato (biantara), dengan struktur yang jelas dan bahasa yang efektif. Peserta didik juga mampu menyampaikan gagasan secara lisan dengan percaya diri, artikulasi yang jelas, dan intonasi yang tepat di hadapan publik. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Biantara adalah bentuk komunikasi lisan yang sering ditemukan dalam acara formal maupun informal di masyarakat Sunda, seperti peringatan hari besar atau perpisahan sekolah. |
| Konseptual | Konsep inti biantara meliputi struktur pengantar, isi, penutup, serta penggunaan basa Sunda anu merenah (bahasa Sunda yang sesuai) dan etika komunikasi yang baik. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun naskah biantara, berlatih teknik vokal dan gestur, serta menyajikan biantara di depan umum. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya perencanaan yang matang dalam berbicara di depan umum dan bagaimana strategi komunikasi yang efektif dapat mempengaruhi audiens. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi pengertian, tujuan, dan struktur biantara dengan tepat.
- Menganalisis karakteristik bahasa Sunda yang digunakan dalam biantara sesuai konteks.
- Menyusun kerangka biantara dengan tema tertentu secara sistematis.
- Menulis naskah biantara lengkap sesuai struktur dan kaidah bahasa Sunda.
- Mempraktikkan biantara di depan kelas dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai.
- Mengevaluasi penampilan biantara teman sejawat berdasarkan kriteria yang ditentukan.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai biantara bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dengan hati, membangun koneksi, dan menginspirasi orang lain untuk bertindak atau merenung, yang relevan dalam berbagai situasi kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik, bahkan mampu menggerakkan hati banyak orang?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Kaitan dengan etika berbicara, adab menyampaikan nasihat, dan pentingnya jujur dalam menyampaikan informasi. Seni Budaya: Kaitan dengan teknik vokal, olah tubuh, ekspresi, dan pementasan yang relevan dalam pertunjukan biantara. Pendidikan Pancasila: Kaitan dengan nilai-nilai kebangsaan yang sering menjadi tema biantara, seperti persatuan, toleransi, dan gotong royong. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik berlatih biantara di rumah dan mendengarkan praktik mereka, memberikan semangat dan masukan awal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar nyaman untuk presentasi, dilengkapi dengan proyektor untuk menampilkan naskah atau video contoh, serta area yang cukup untuk bergerak saat berbiantara. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan perangkat lunak pengolah kata untuk menyusun naskah biantara dan dapat mencari contoh-contoh biantara di YouTube sebagai referensi gaya dan intonasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi pengertian, tujuan, dan struktur biantara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gaya Biantara: Guru memeragakan beberapa gaya biantara (formal, santai, lucu) tanpa suara, peserta didik menebak jenis acaranya dan suasana hati pembicaranya. Guru memberi salam, mengajak doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pentingnya berbicara di depan umum, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi awal mengenai pengalaman berbiantara. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati contoh video biantara, baik yang efektif maupun kurang efektif, kemudian secara mandiri mengidentifikasi ciri-ciri, tujuan, dan struktur biantara yang baik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka, membandingkan temuan, dan menyimpulkan pengertian, tujuan, serta struktur biantara yang benar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, serta bersama-sama merumuskan definisi biantara dan komponen-komponennya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis karakteristik bahasa Sunda yang digunakan dalam biantara sesuai konteks. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rangkai Kata: Peserta didik secara berpasangan merangkai 5 kata acak dalam Bahasa Sunda menjadi kalimat yang bermakna dan diucapkan dengan intonasi berbeda (misal: sedih, gembira). Guru menyapa peserta didik, berdoa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali struktur biantara, dan menyajikan sebuah masalah: 'Bagaimana cara memilih kata dan gaya bahasa Sunda yang tepat agar biantara kita berkesan dan tidak menyinggung?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis beberapa naskah biantara dengan tema berbeda (misal: acara resmi, acara santai, pidato keagamaan) untuk mengidentifikasi penggunaan ragam bahasa Sunda (undak usuk basa) dan gaya bahasa yang dominan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Kelompok merumuskan rekomendasi tentang pemilihan kata, intonasi, dan ekspresi yang sesuai untuk berbagai konteks biantara, kemudian membuat daftar kosakata Sunda yang relevan untuk tema tertentu. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan rekomendasinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru mengklarifikasi serta menguatkan pemahaman tentang pentingnya 'basa Sunda anu merenah' dalam biantara. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik membuat rangkuman tentang penggunaan bahasa dalam biantara, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menugaskan peserta didik untuk mulai memikirkan tema biantara pribadi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyusun kerangka biantara dengan tema tertentu secara sistematis. dan Menulis naskah biantara lengkap sesuai struktur dan kaidah bahasa Sunda. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tunjuk Kata: Guru menyebutkan satu kata kunci (misal: 'kebersihan'), peserta didik secara bergiliran menyebutkan satu kata yang berhubungan dan membentuk sebuah 'rantai' ide untuk biantara singkat. Guru memberikan salam, berdoa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali pentingnya perencanaan yang matang dalam menyusun biantara, dan memperkenalkan proyek 'Biantara Terbaikku'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu memilih tema biantara yang menarik bagi mereka, kemudian membuat peta pikiran (mind map) untuk mengumpulkan ide-ide dan poin-poin penting yang akan disampaikan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Berdasarkan peta pikiran, peserta didik mulai menyusun kerangka biantara yang sistematis (bubuka, eusi, panutup) dan mengembangkan kerangka tersebut menjadi naskah biantara lengkap dengan memperhatikan kaidah bahasa Sunda yang telah dipelajari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik saling bertukar naskah biantara dengan teman sebangku untuk mendapatkan masukan awal, kemudian memperbaiki naskah mereka berdasarkan masukan tersebut dan bimbingan dari guru. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas proses penulisan naskah, mengingatkan untuk berlatih membaca naskah di rumah, dan menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya adalah praktik presentasi biantara. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis struktur dan karakteristik bahasa dalam contoh naskah biantara.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, contoh naskah biantara.
Langkah kerja:
- Bacalah dengan saksama dua contoh naskah biantara yang diberikan.
- Identifikasi bagian bubuka, eusi, dan panutup pada masing-masing naskah.
- Catatlah kosakata Sunda yang menurutmu menarik atau baru kamu ketahui.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu tentang perbedaan gaya bahasa dan tujuan dari kedua biantara tersebut.
- Presentasikan hasil analisismu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu pernah berbicara di depan banyak orang? Ceritakan pengalamanmu!
- Menurutmu, apa saja yang harus diperhatikan agar pidato kita menarik?
- Apakah kamu tahu apa itu biantara dalam Bahasa Sunda?
- Sebutkan satu contoh acara di mana biantara sering disampaikan!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penyusunan kerangka, dan penulisan naskah biantara.
Sumatif (akhir): Penilaian performa praktik biantara peserta didik di depan kelas menggunakan rubrik yang terlampir.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian, tujuan, dan struktur biantara dengan tepat. | Pengertian, tujuan, dan struktur biantara. | 2 JP | Komunikasi, Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis karakteristik bahasa Sunda yang digunakan dalam biantara sesuai konteks. | Ragam bahasa (undak usuk basa) dan gaya bahasa dalam biantara. | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Menyusun kerangka biantara dengan tema tertentu secara sistematis. Menulis naskah biantara lengkap sesuai struktur dan kaidah bahasa Sunda. | Penyusunan kerangka dan penulisan naskah biantara. | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi, Kemandirian |
| 4 | Mempraktikkan biantara di depan kelas dengan intonasi, ekspresi, dan gestur yang sesuai. Mengevaluasi penampilan biantara teman sejawat. | Praktik biantara dan evaluasi. | 2 JP | Komunikasi, Kolaborasi, Keimanan dan Ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Peserta didik menyampaikan biantara dengan bahasa yang santun dan nilai-nilai kebaikan sebagai wujud syukur atas karunia lisan dari Allah Swt. |
| 2. Cinta Ilmu | Peserta didik antusias mencari informasi, mempelajari kaidah bahasa Sunda, dan menguasai teknik biantara sebagai bentuk kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Peserta didik dapat memilih tema biantara tentang pelestarian lingkungan atau kebersihan, serta menyampaikan pesan ajakan untuk menjaga alam sekitar. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Peserta didik saling memberikan umpan balik yang konstruktif dan menghargai perbedaan gaya berbiantara teman, menumbuhkan empati dan kerjasama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Peserta didik bangga menggunakan bahasa Sunda dalam berbiantara, mengangkat tema-tema kebudayaan Sunda, sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air dan budaya lokal. |
Biantara atau pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan masyarakat Sunda. Melalui biantara, kita dapat menyampaikan gagasan, informasi, atau ajakan kepada banyak orang. Modul ini akan membimbingmu untuk memahami, menyusun, dan mempraktikkan biantara dengan baik dan benar, sehingga kamu bisa menjadi pembicara yang percaya diri dan efektif.
1. Pengertian Biantara
Biantara nyaeta kagiatan nyarita di hareupeun balarea pikeun nepikeun hiji maksud atawa informasi. Tujuan biantara bisa rupa-rupa, ti mimiti mere beja, ngajak, nepikeun pangajak, nepikeun panglipur, atawa ngan saukur méré pangbagéa. Biantara anu hadé lain ngan ukur eusina nu matak ngirut, tapi ogé cara nepikeunana kudu merenah, ngagunakeun basa anu luyu, sarta ditunjang ku sikep jeung ekspresi anu pas. Conto biantara bisa kapanggih dina acara perpisahan sakola, peringatan poé-poé besar, atawa dina rapat-rapat organisasi.
2. Tujuan Biantara
Tujuan biantara umumna dibagi jadi sababaraha kategori. Kahiji, biantara informatif, nyaeta pikeun méré beja atawa katerangan ka para hadirin. Kadua, biantara persuasif, pikeun ngajak atawa mangaruhan audiens sangkan ngalakukeun hiji hal. Katilu, biantara rékreatif, pikeun méré panglipur atawa nyieun suasana gumbira. Kaopat, biantara argumentatif, pikeun nepikeun pamadegan kalawan didasaran ku fakta jeung alesan anu kuat. Pilihan tujuan ieu bakal mangaruhan kana eusi, gaya basa, sarta cara nepikeun biantara.
3. Struktur Biantara
Biantara anu hadé biasana ngabogaan tilu bagian utama: bubuka, eusi, jeung panutup. Bagian bubuka ngawengku salam bubuka, panghormatan ka para hadirin, sarta nepikeun kasang tukang atawa jejer biantara. Bagian eusi mangrupa inti tina biantara, di dieu panyatur nepikeun sagala informasi, gagasan, atawa ajakan kalawan runtut tur jelas. Bagian panutup ngawengku kacindekan atawa ringkesan, pesen moral, pangajak, sarta salam panutup. Struktur ieu penting pikeun mastikeun biantara bisa kaharti tur efektif.
4. Karakteristik Bahasa Sunda dalam Biantara
Dina biantara Sunda, pamakéan basa kudu merenah tur luyu jeung kaayaan audiens. Konsep undak usuk basa (tingkatan bahasa) mangrupa hal penting nu kudu diperhatikeun, sanajan kiwari pamakéanana geus leuwih fleksibel. Panyatur kudu bisa milih basa loma (kasar), basa hormat (lemes), atawa basa sedeng anu pas. Salian ti éta, pamakéan paribasa, babasan, atawa ungkapan Sunda anu luyu bisa nambahan daya tarik biantara. Intonasi, lafal, jeung lentong ogé kudu diperhatikeun sangkan pesen bisa katarima kalawan hadé.
5. Teknik Menyusun Naskah Biantara
Léngkah-léngkah nyusun naskah biantara dimimitian ku nangtukeun téma jeung tujuan. Tuluy, kumpulkeun bahan-bahan atawa ideu anu rélevan. Jieun kerangka biantara anu ngawengku bubuka, eusi, jeung panutup. Kembangkeun kerangka éta jadi naskah lengkep kalawan basa anu jelas, éféktif, sarta ngagunakeun kalimat anu pondok tur gampang kaharti. Pikirkeun ogé kumaha cara muka biantara anu matak ngirut jeung nutup biantara anu ninggalkeun kesan.
6. Teknik Penyampaian Biantara
Salian ti naskah anu alus, téknik nepikeun biantara ogé penting pisan. Ieu ngawengku: kahiji, intonasi jeung lafal kudu jelas sangkan sora bisa kadéngé ku sakabéh audiens. Kadua, ekspresi raray kudu luyu jeung eusi biantara, ulah datar. Katilu, gestur atawa gerak awak kudu alami jeung ngarojong eusi biantara, ulah kaleuleuwihi. Kaopat, kontak panon jeung audiens penting pikeun ngawangun koneksi. Kalima, ngatur wirahma jeung jeda omongan sangkan audiens teu bosen tur bisa nyerna informasi kalawan hadé.
7. Etika Berbiantara
Etika dina berbiantara mangrupa hal anu teu éléh pentingna. Panyatur kudu ngahargaan audiens, ngagunakeun basa anu santun tur teu nyigeung perasaan batur. Hindari pamakéan basa anu kasar atawa provokatif. Panyatur ogé kudu jujur dina nepikeun informasi sarta teu nyebarkeun hoaks. Lamun aya kasalahan dina nepikeun biantara, kudu daék menta hampura. Etika ieu ngajadikeun biantara leuwih bermartabat jeung bisa ditarima ku balarea.
Rangkuman: Biantara adalah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan maksud atau informasi, dengan tujuan informatif, persuasif, rekreatif, atau argumentatif. Biantara yang baik memiliki struktur bubuka, eusi, dan panutup, serta menggunakan bahasa Sunda yang merenah sesuai konteks. Teknik penyusunan naskah dan penyampaian yang meliputi intonasi, ekspresi, gestur, serta etika berbiantara sangat penting untuk keberhasilan komunikasi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Biantara | Pidato atau kegiatan berbicara di depan umum. |
| Bubuka | Bagian pembuka dalam biantara. |
| Eusi | Bagian isi atau inti dalam biantara. |
| Panutup | Bagian penutup dalam biantara. |
| Undak usuk basa | Tingkatan atau ragam bahasa dalam bahasa Sunda. |
| Merenah | Sesuai atau tepat. |
| Panglipur | Hiburan. |
| Wirahma | Irama atau tempo. |
| Lentong | Intonasi atau nada bicara. |
| Gestur | Gerak tubuh atau isyarat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "PTS BIANTARA" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Materi Bahasa sunda Terkait
DRAMABahasa sunda Kelas IX MTsKampung adat sundaBahasa sunda Kelas IX MTsnovelBahasa sunda Kelas IX MTsPAKEMAN BASABahasa sunda Kelas IX MTsPERANGKAT PEMBELAJARANBahasa sunda Kelas IX MTsWisata Kampung AdatBahasa sunda Kelas IX MTs2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa sunda PTS BIANTARA ini gratis?
Ya. Modul PTS BIANTARA untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul PTS BIANTARA ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas PTS BIANTARA untuk Bahasa sunda kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul PTS BIANTARA ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi PTS BIANTARA pada Bahasa sunda MTs, Fase D, elemen Menulis dan Berbicara.
Bisakah modul PTS BIANTARA ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan PTS BIANTARA dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.