Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel)
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia Paket B kelas VII materi Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + Studi Kasus |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar telah memiliki kemampuan dasar membaca dan memahami isi cerita sederhana serta mengidentifikasi tokoh dan latar dalam teks cerita.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kolaborasi, Komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menyimak; Membaca dan Memirsa |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu mengidentifikasi ide pokok, ide pendukung, dan informasi penting dalam berbagai jenis teks, serta menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik teks cerita (fiksi maupun nonfiksi) untuk memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Konflik adalah pertentangan atau masalah yang terjadi antara dua pihak atau lebih dalam sebuah cerita, seperti pertengkaran suami-istri atau persaingan bisnis. |
| Konseptual | Konflik adalah unsur intrinsik penting yang menggerakkan alur cerita, menciptakan ketegangan, dan memengaruhi karakter tokoh. |
| Prosedural | Menganalisis konflik melibatkan langkah-langkah mengidentifikasi jenis konflik, penyebab, akibat, dan cara penyelesaiannya dalam teks cerita. |
| Metakognitif | Dengan menganalisis konflik, warga belajar menyadari bagaimana masalah dan penyelesaiannya dalam cerita dapat merefleksikan dinamika kehidupan nyata dan memperkaya pemahaman mereka tentang manusia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi definisi dan jenis-jenis konflik (internal, eksternal) dalam teks cerita.
- Menganalisis penyebab dan akibat konflik yang dialami tokoh dalam teks cerita.
- Menjelaskan cara penyelesaian konflik oleh tokoh dalam teks cerita.
- Menganalisis keterkaitan konflik dengan perkembangan karakter tokoh dan alur cerita.
- Mengaitkan konflik dalam teks cerita dengan pengalaman hidup warga belajar atau isu-isu sosial di sekitar mereka.
Pemahaman bermakna: Menganalisis konflik dalam teks cerita membantu warga belajar memahami motivasi dan perubahan karakter tokoh, serta nilai-nilai moral yang ingin disampaikan penulis, yang dapat diterapkan dalam menghadapi konflik di kehidupan pribadi dan sosial.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah Anda merasa bingung atau kesal saat membaca cerita karena tokohnya terus-menerus bertengkar atau menghadapi masalah tanpa henti? Mengapa penulis suka membuat tokohnya punya masalah?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + Studi Kasus |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: menganalisis konflik sosial atau politik dalam cerita dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila dalam penyelesaian masalah. Sejarah: mengidentifikasi konflik yang terjadi dalam narasi sejarah atau biografi tokoh dan memahami dampaknya terhadap peristiwa besar. Sosiologi: mengkaji konflik antarkelompok atau antarkelas sosial dalam cerita dan menghubungkannya dengan teori-teori konflik sosial. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berdiskusi tentang konflik yang pernah mereka alami dan cara menyelesaikannya, untuk memperkaya pemahaman warga belajar tentang konflik di dunia nyata. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang belajar di PKBM/SKB yang nyaman dengan meja dan kursi yang fleksibel untuk diskusi kelompok; dapat memanfaatkan perpustakaan mini atau pojok baca untuk mengakses buku cerita. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform berbagi dokumen online (misalnya Google Docs) untuk kolaborasi kelompok dalam menyusun peta konflik, serta penggunaan video pendek atau film adaptasi cerita untuk memvisualisasikan konflik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi definisi dan jenis-jenis konflik (internal, eksternal) dalam teks cerita. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi konflik dan jenisnya. Tutor mengajukan pertanyaan pemantik: 'Coba ingat, apa masalah utama yang pernah dialami tokoh di cerita favorit Anda?' Warga belajar diajak menyadari pentingnya memahami konflik dalam cerita. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Warga belajar diajak membaca sebuah cerpen singkat (atau cuplikan novel) yang telah disiapkan tutor. Setelah membaca, warga belajar secara mandiri mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dalam cerita tersebut dan mencatatnya. Tutor memfasilitasi diskusi singkat untuk mengumpulkan temuan awal warga belajar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, warga belajar menganalisis masalah yang mereka temukan dan mengategorikannya menjadi konflik 'dalam diri' tokoh (internal) atau 'dengan pihak luar' (eksternal: tokoh lain, alam, masyarakat). Mereka mengisi tabel identifikasi konflik. Tutor berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan pemahaman konsep. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil kategorisasi konflik mereka. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang jenis-jenis konflik, memberikan contoh konflik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari warga belajar (misalnya konflik batin memilih pekerjaan atau konflik dengan tetangga). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar bersama-sama menyimpulkan definisi dan jenis-jenis konflik. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif warga belajar dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri pada pertemuan selanjutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu warga belajar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis penyebab dan akibat konflik yang dialami tokoh dalam teks cerita serta menjelaskan cara penyelesaian konflik oleh tokoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang jenis konflik. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis penyebab, akibat, dan penyelesaian konflik. Tutor bertanya: 'Menurut Anda, apa yang menyebabkan konflik muncul dalam cerita, dan bagaimana biasanya tokoh menyelesaikannya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Warga belajar membaca teks cerita (cerpen atau cuplikan novel) yang berbeda dari pertemuan sebelumnya, yang menampilkan konflik yang lebih kompleks. Mereka diminta fokus pada 'mengapa' konflik itu terjadi dan 'apa' dampaknya bagi tokoh dan cerita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, warga belajar menganalisis teks cerita tersebut untuk mengidentifikasi penyebab konflik, dampak atau akibat yang ditimbulkan, dan bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita tersebut berusaha menyelesaikan konfliknya. Mereka mencatat temuan dalam lembar kerja, berdiskusi dan berkolaborasi untuk menemukan solusi atau cara penyelesaian yang dilakukan tokoh. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis mereka mengenai penyebab, akibat, dan penyelesaian konflik. Tutor memfasilitasi diskusi kelas, membandingkan berbagai cara penyelesaian konflik yang ditemukan, dan mengaitkannya dengan strategi penyelesaian masalah dalam kehidupan nyata warga belajar (misalnya negosiasi di tempat kerja atau mediasi konflik keluarga). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor dan warga belajar merangkum poin-poin penting tentang analisis penyebab, akibat, dan penyelesaian konflik. Tutor memberikan tugas mandiri untuk membaca satu cerpen/novel dan mengidentifikasi unsur-unsur konflik di dalamnya sebagai persiapan pertemuan berikutnya. Tutor menutup pelajaran dengan apresiasi dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Studi Kasus & Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis keterkaitan konflik dengan perkembangan karakter tokoh dan alur cerita serta mengaitkan konflik dalam teks cerita dengan pengalaman hidup warga belajar atau isu-isu sosial di sekitar mereka. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, mengulas tugas mandiri, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis keterkaitan konflik dengan karakter dan alur, serta menghubungkan dengan kehidupan nyata. Tutor bertanya: 'Bagaimana sebuah masalah bisa mengubah seseorang atau alur cerita? Pernahkah Anda merasakan hal itu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Warga belajar secara individu mempresentasikan hasil identifikasi konflik dari tugas mandiri mereka. Tutor memilih beberapa contoh konflik untuk didiskusikan secara mendalam, menyoroti bagaimana konflik tersebut memengaruhi perkembangan karakter tokoh dan arah alur cerita. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, warga belajar memilih satu konflik dari cerita yang sudah dibahas atau dari cerita pilihan mereka. Mereka kemudian membuat 'peta konflik' yang menggambarkan: jenis konflik, penyebab, akibat, penyelesaian, serta bagaimana konflik tersebut mengubah tokoh dan apa pesan moral yang bisa dipetik. Mereka juga diminta mengaitkan konflik ini dengan isu sosial atau pengalaman hidup mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'peta konflik' mereka, menjelaskan analisis mendalam dan relevansinya dengan kehidupan nyata. Tutor memberikan umpan balik konstruktif, mengapresiasi kreativitas, dan menguatkan pemahaman bahwa konflik dalam cerita adalah cerminan kehidupan. Warga belajar diajak merefleksikan pelajaran yang bisa diambil dari konflik-konflik tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor bersama warga belajar menyimpulkan seluruh materi analisis konflik, menekankan pentingnya kemampuan ini untuk memahami cerita dan kehidupan. Tutor memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan partisipasi warga belajar, memberikan motivasi untuk terus membaca dan menganalisis. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis jenis, penyebab, akibat, dan penyelesaian konflik dalam teks cerita 'Cincin Emas' serta mengaitkannya dengan perubahan karakter tokoh.
Alat & bahan: Teks cerita 'Cincin Emas', alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini
Langkah kerja:
- Baca teks cerita 'Cincin Emas' dengan saksama.
- Identifikasi semua konflik yang terjadi dalam cerita, baik internal maupun eksternal.
- Tuliskan penyebab utama setiap konflik dan akibat yang ditimbulkannya bagi tokoh utama.
- Jelaskan bagaimana tokoh utama menyelesaikan konflik-konflik tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok, bagaimana konflik-konflik tersebut memengaruhi perubahan sifat atau pandangan tokoh utama dari awal hingga akhir cerita.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa itu konflik dalam sebuah cerita?
- Sebutkan satu contoh konflik yang pernah Anda baca atau tonton!
- Menurut Anda, mengapa konflik itu penting dalam sebuah cerita?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan analisis pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penyusunan 'peta konflik' yang komprehensif oleh kelompok, yang mencakup identifikasi, analisis, dan relevansi konflik dengan kehidupan nyata.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi definisi dan jenis-jenis konflik (internal, eksternal) dalam teks cerita. | Definisi dan jenis konflik | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis penyebab dan akibat konflik serta cara penyelesaiannya. | Penyebab, akibat, dan penyelesaian konflik | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Menganalisis keterkaitan konflik dengan perkembangan karakter dan alur, serta relevansi dengan kehidupan nyata. | Konflik, karakter, alur, dan relevansi sosial | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
Analisis konflik dalam teks cerita adalah keterampilan penting untuk memahami lebih dalam alur dan karakter tokoh. Konflik bukan hanya sekadar masalah, melainkan motor penggerak cerita yang membuat pembaca penasaran dan terlibat emosi. Memahami konflik membantu kita melihat bagaimana tokoh berkembang dan bagaimana sebuah cerita menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam menghadapi masalah di lingkungan kerja atau keluarga.
1. Pengertian Konflik dalam Cerita
Konflik dalam teks cerita adalah pertentangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh. Ini adalah elemen kunci yang menciptakan ketegangan, membangun drama, dan mendorong alur cerita bergerak maju. Tanpa konflik, sebuah cerita akan terasa datar dan kurang menarik. Konflik bisa muncul dari berbagai sumber dan memengaruhi tokoh secara fisik maupun mental. Misalnya, seorang warga belajar yang berkonflik batin antara melanjutkan pendidikan atau fokus bekerja.
2. Jenis-jenis Konflik
Konflik dapat dibedakan menjadi dua jenis utama: konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal terjadi di dalam diri tokoh, berupa pergulatan batin, dilema, atau pertentangan nilai-nilai. Contohnya, seorang tokoh yang harus memilih antara kejujuran atau keuntungan pribadi. Konflik eksternal adalah pertentangan yang terjadi antara tokoh dengan pihak di luar dirinya, seperti tokoh dengan tokoh lain, tokoh dengan alam, atau tokoh dengan masyarakat/lingkungan. Misalnya, seorang pengusaha kecil yang bersaing dengan perusahaan besar.
3. Penyebab dan Akibat Konflik
Konflik tidak muncul begitu saja, melainkan memiliki penyebab yang jelas. Penyebab bisa berupa perbedaan pendapat, kesalahpahaman, ambisi, kepentingan yang bertabrakan, atau kondisi lingkungan. Setiap konflik pasti memiliki akibat, baik bagi tokoh yang terlibat maupun bagi keseluruhan alur cerita. Akibat ini bisa berupa perubahan sikap tokoh, munculnya masalah baru, atau bahkan mencapai titik balik dalam cerita. Misalnya, konflik akibat perbedaan prinsip dalam sebuah organisasi.
4. Penyelesaian Konflik
Setiap konflik dalam cerita biasanya menuju pada suatu penyelesaian, meskipun tidak selalu berakhir bahagia. Cara tokoh menyelesaikan konflik sangat bervariasi, mulai dari negosiasi, kompromi, pengorbanan, pertarungan, hingga menerima takdir. Penyelesaian konflik ini sering kali mengungkapkan pesan moral atau pelajaran hidup yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Memahami bagaimana tokoh menyelesaikan masalah dapat memberi inspirasi bagi kita dalam menghadapi tantangan di kehidupan nyata, baik di rumah maupun di tempat kerja.
5. Keterkaitan Konflik dengan Karakter dan Alur
Konflik memiliki peran krusial dalam membentuk dan mengembangkan karakter tokoh. Melalui konflik, sifat asli tokoh terungkap, dan mereka sering kali mengalami perubahan atau pertumbuhan. Konflik juga merupakan tulang punggung alur cerita; ia membangun ketegangan, mencapai klimaks, dan akhirnya menuju resolusi. Tanpa konflik, tidak ada perjalanan yang menarik bagi tokoh maupun pembaca, dan cerita kehilangan daya tariknya. Konflik yang relevan dengan isu sosial juga dapat meningkatkan kesadaran warga belajar.
Rangkuman: Konflik adalah elemen vital dalam cerita yang menggerakkan alur dan mengembangkan karakter. Ada konflik internal (dalam diri) dan eksternal (dengan pihak luar). Memahami penyebab, akibat, dan cara penyelesaian konflik membantu kita menyelami pesan moral cerita. Analisis konflik juga mengajarkan kita tentang dinamika kehidupan, membantu kita mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi dan isu-isu sosial di sekitar kita, serta memberikan inspirasi dalam menghadapi masalah.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Konflik Internal | Pertentangan dalam diri tokoh, seperti dilema atau pergulatan batin. |
| Konflik Eksternal | Pertentangan antara tokoh dengan pihak luar (tokoh lain, alam, masyarakat). |
| Alur | Rangkaian peristiwa dalam cerita yang saling berhubungan. |
| Karakter Tokoh | Sifat, watak, dan perilaku yang dimiliki oleh tokoh dalam cerita. |
| Resolusi | Penyelesaian atau akhir dari suatu konflik dalam cerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel)" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
Teks DeskripsiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCerita Fantasi (Narasi)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeks ProsedurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeks Laporan Hasil ObservasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPuisi RakyatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
FabelBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSurat Pribadi dan DinasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerkorespondensi (Surat Pribadi dan Dinas)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBuku Fiksi dan NonfiksiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) ini gratis?
Ya. Modul Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) untuk kelas VII Paket B dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII Paket B.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas VII Paket B berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) pada Bahasa Indonesia Paket B, Fase D, elemen Menyimak; Membaca dan Memirsa.
Bisakah modul Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Analisis Konflik dalam Teks Cerita (Cerpen/Novel) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.