Modul Ajar & RPP Guru Kelas II
Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola
Sudah jadi 10 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 10 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Guru Kelas |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola |
| Alokasi Waktu | 1 Pertemuan (2 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengalaman berinteraksi dengan teman sebaya dan mengenal beberapa permainan tradisional di lingkungan rumah. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas dan permainan tradisional, menunjukkan sikap saling membantu. - kewargaan — elemen: Mengenal dan Menghargai Budaya
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya lokal melalui materi hirup rukun dan kaulinan barudak, serta panen urang sapopoe. - komunikasi — elemen: Berkomunikasi Efektif
Peserta didik menyampaikan ide dan perasaan secara lisan saat berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang materi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Bahasa Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menyampaikan informasi secara lisan dan tertulis tentang lingkungan sekitar dan pengalaman pribadi, serta menunjukkan sikap rukun dan peduli terhadap sesama dalam konteks budaya lokal. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Hirup rukun adalah fakta sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, kaulinan barudak adalah bentuk permainan tradisional yang ada di masyarakat Sunda, panen urang sapopoe adalah kegiatan ekonomi lokal, dan luring jeung sakola adalah kondisi belajar di sekolah. |
| Konseptual | Konsep inti dari materi ini adalah pentingnya kerukunan, nilai-nilai kearifan lokal dalam permainan tradisional, proses panen sebagai bagian dari kehidupan, dan adaptasi dalam belajar. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari prosedur bermain kaulinan barudak, serta langkah-langkah untuk menjaga kerukunan dalam interaksi sosial. |
| Metakognitif | Peserta didik akan diajak untuk menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal dan bagaimana beradaptasi dengan berbagai kondisi pembelajaran. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pentingnya hirup rukun (hidup rukun) dengan minimal tiga contoh perilaku yang tepat.
- Melalui demonstrasi dan praktik, peserta didik dapat memerankan salah satu kaulinan barudak (permainan anak) dengan aturan yang benar dan sikap sportif.
- Dengan menyimak cerita guru, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis hasil panen yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat membandingkan kegiatan belajar luring (luar jaringan) dan belajar di sakola (sekolah) dengan menyebutkan minimal dua perbedaan.
Pemahaman bermakna: Pembelajaran ini akan membantu peserta didik memahami bahwa kerukunan, permainan tradisional, dan aktivitas panen adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat yang kaya akan nilai dan kearifan lokal.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita agar bisa selalu rukun dengan teman dan keluarga?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Nilai-nilai gotong royong dan persatuan dalam hirup rukun dan kaulinan barudak. Matematika: Menghitung jumlah pemain atau benda dalam kaulinan barudak dan hasil panen. Seni Budaya: Mengenal dan melestarikan bentuk-bentuk permainan tradisional sebagai warisan budaya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk berbagi cerita tentang kaulinan barudak yang mereka mainkan saat kecil dan mendampingi anak mencari tahu jenis hasil panen di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik permainan sederhana, serta dilengkapi dengan gambar-gambar terkait kerukunan dan hasil panen. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Guru memanfaatkan video pendek tentang pentingnya kerukunan dan gambar-gambar digital tentang kaulinan barudak sebagai stimulus awal pembelajaran. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati gambar dan berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan pentingnya hirup rukun (hidup rukun) dengan minimal tiga contoh perilaku yang tepat dan melalui demonstrasi dan praktik, peserta didik dapat memerankan salah satu kaulinan barudak (permainan anak) dengan aturan yang benar dan sikap sportif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tepuk Semangat: Guru memimpin tepuk tangan dengan irama 'prok prok prok, prok prok prok, semangat!' untuk membangkitkan energi positif dan fokus peserta didik.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu akan belajar pentingnya hidup rukun dan mengenal kaulinan barudak.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Selamat datang, anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik tentang kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, krayon warna, Kartu Kasus, gambar anak-anak bermain
Langkah kerja:
- Amati anak-anak yang sedang bermain bersama dengan rukun.
- Diskusikan dengan kelompokmu, mengapa anak-anak itu bisa rukun dan senang?
- Bacalah 'Kartu Kasus' yang diberikan guru, lalu diskusikan bagaimana cara menyelesaikan masalah agar semua tetap rukun.
- Tuliskan minimal tiga contoh perilaku rukun yang bisa kamu lakukan di sekolah atau di rumah.
Gambar 1. Latihan menulis - Warnai gambar anak-anak yang sedang bermain dengan rukun menggunakan krayonmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu lakukan jika temanmu membutuhkan bantuan?
- Pernahkah kamu bermain permainan tradisional? Sebutkan salah satunya!
- Apa saja yang dihasilkan dari sawah atau kebun di sekitarmu?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi dan sikap peserta didik saat diskusi kelompok dan praktik kaulinan barudak, serta penilaian hasil LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian performa peserta didik saat memerankan kaulinan barudak dan presentasi solusi masalah kerukunan, serta tes tertulis singkat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pentingnya hirup rukun (hidup rukun) dengan minimal tiga contoh perilaku yang tepat. | Hirup Rukun | 2 JP | kolaborasi, kewargaan |
| 2 | Memerankan salah satu kaulinan barudak (permainan anak) dengan aturan yang benar dan sikap sportif. | Kaulinan Barudak | 2 JP | kolaborasi, komunikasi |
| 3 | Mengidentifikasi jenis-jenis hasil panen yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat. | Panen Urang Sapopoe | 2 JP | kewargaan |
| 4 | Membandingkan kegiatan belajar luring (luar jaringan) dan belajar di sakola (sekolah) dengan menyebutkan minimal dua perbedaan. | Luring Jeung Sakola | 2 JP | komunikasi |
Selamat datang, anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik tentang kehidupan sehari-hari. Kita akan mengenal pentingnya hidup rukun, bermain permainan tradisional yang seru, memahami kegiatan panen, dan melihat bagaimana kita bisa belajar di mana saja. Mari kita jelajahi bersama!
1. Hirup Rukun (Hidup Rukun)
Hirup rukun berarti hidup bersama dengan damai, saling menghargai, dan tolong-menolong. Ketika kita rukun, tidak ada pertengkaran atau permusuhan. Contoh hirup rukun adalah berbagi makanan dengan teman, membantu teman yang kesulitan, atau bermain bersama tanpa berebut. Hidup rukun membuat hati kita senang dan lingkungan menjadi nyaman. Di sekolah, di rumah, dan di mana saja, penting sekali untuk selalu rukun dengan siapa pun.
2. Manfaat Hidup Rukun
Hidup rukun punya banyak manfaat, lho! Pertama, kita jadi punya banyak teman. Kedua, suasana di mana pun menjadi tenang dan nyaman. Ketiga, masalah bisa diselesaikan dengan baik karena semua orang mau bekerja sama. Keempat, pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama. Jadi, ayo kita biasakan hidup rukun setiap hari agar hidup kita lebih bahagia.
3. Kaulinan Barudak (Permainan Anak Tradisional)
Kaulinan barudak adalah permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak zaman dulu. Permainan ini tidak hanya seru, tapi juga mengajarkan banyak hal baik seperti kerja sama, kejujuran, dan ketangkasan. Contoh kaulinan barudak yang terkenal di Jawa Barat antara lain 'Ucing Sumput' (petak umpet), 'Engklek', 'Galasin', atau 'Congklak'. Setiap permainan punya aturan yang harus ditaati agar semua bisa bermain dengan adil dan gembira.
4. Nilai-nilai dalam Kaulinan Barudak
Di balik keseruan kaulinan barudak, ada banyak nilai positif yang bisa kita pelajari. Misalnya, dalam 'Ucing Sumput', kita belajar tentang kesabaran dan strategi. Dalam 'Engklek', kita melatih keseimbangan dan ketangkasan. Yang paling penting, dalam setiap kaulinan barudak, kita belajar untuk bekerja sama dengan teman, menghargai aturan, dan menerima kekalahan atau kemenangan dengan lapang dada. Ini semua adalah bekal penting untuk hidup rukun.
5. Panen Urang Sapopoe (Panen Kita Sehari-hari)
Panen urang sapopoe adalah kegiatan memanen atau mengambil hasil bumi yang kita tanam atau budidayakan setiap hari. Di lingkungan sekitar kita, mungkin ada kebun sayur, sawah padi, atau pohon buah-buahan. Saat panen, petani mengambil hasil tanamannya seperti padi, jagung, singkong, atau buah-buahan. Hasil panen ini kemudian bisa kita makan atau dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan panen menunjukkan betapa pentingnya alam bagi kehidupan kita.
6. Jenis-jenis Hasil Panen
Ada berbagai macam hasil panen yang bisa kita temukan. Contohnya, dari sawah kita bisa memanen padi yang kemudian menjadi beras. Dari kebun, kita bisa memanen sayuran seperti kangkung, bayam, atau wortel, serta buah-buahan seperti pisang, mangga, atau rambutan. Ada juga hasil panen dari peternakan seperti telur ayam atau susu sapi. Semua hasil panen ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kehidupan kita sehari-hari.
7. Luring Jeung Sakola (Belajar di Luar Jaringan dan di Sekolah)
Luring berarti belajar di luar jaringan internet atau tanpa menggunakan perangkat digital. Belajar luring bisa dilakukan di mana saja, seperti di rumah dengan membaca buku, atau di sekolah dengan mendengarkan penjelasan guru secara langsung. Belajar di sakola (sekolah) adalah bentuk belajar luring yang paling umum, di mana kita bertemu guru dan teman-teman, berdiskusi, dan melakukan berbagai kegiatan belajar bersama. Belajar di sekolah sangat penting untuk bersosialisasi dan mendapatkan ilmu dari guru secara langsung.
8. Perbandingan Belajar Luring dan di Sekolah
Belajar luring dan di sekolah memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mendapatkan ilmu. Namun, belajar di sekolah memungkinkan kita berinteraksi langsung dengan guru dan teman, sehingga bisa bertanya dan berdiskusi dengan lebih mudah. Kita juga bisa bermain dan bekerja sama dalam kelompok. Sementara itu, belajar luring di rumah memberikan keleluasaan waktu, tapi mungkin kurang interaksi sosial. Keduanya penting dan saling melengkapi dalam proses belajar kita.
Rangkuman: Hirup rukun mengajarkan kita untuk hidup damai dan saling menghargai. Kaulinan barudak adalah permainan tradisional yang melatih kerja sama dan ketangkasan. Panen urang sapopoe adalah kegiatan mengambil hasil bumi yang penting untuk kehidupan. Belajar luring dan di sekolah adalah cara kita mendapatkan ilmu, dengan kelebihan masing-masing. Semua ini adalah bagian dari kearifan lokal yang perlu kita jaga dan lestarikan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Hirup Rukun | Hidup damai, saling menghargai, dan tolong-menolong. |
| Kaulinan Barudak | Permainan tradisional anak-anak. |
| Panen Urang Sapopoe | Kegiatan memanen hasil bumi sehari-hari. |
| Luring | Belajar di luar jaringan internet atau tanpa perangkat digital. |
| Sakola | Sekolah. |
| Ucing Sumput | Permainan petak umpet dalam bahasa Sunda. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola" mata pelajaran Guru Kelas Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola yang Anda cari? Materi Guru Kelas Kelas II lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Guru Kelas kelas 2 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola pada Guru Kelas SD, Fase A, elemen Bahasa Indonesia.
Modul Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola untuk Guru Kelas kelas II.
Apakah modul ajar Guru Kelas materi Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola ini gratis?
Ya. Modul Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola untuk kelas II SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Guru Kelas kelas II ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola dapat Anda sesuaikan dengan murid Guru Kelas kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Guru Kelas kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas II SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola untuk Guru Kelas kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Guru Kelas kelas II SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Guru Kelas kelas II berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Guru Kelas ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Hirup Rukun,Kaulinan Barudak,Panen Urang Sapopoe,Luring Jeung Sakola yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.