Modul Ajar & RPP Guru Kelas Kelas VI
Rasio
Modul ajar (RPP) Guru Kelas SD kelas VI materi Rasio lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Rasio yang Anda cari? Materi Guru Kelas Kelas VI lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Guru Kelas |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Rasio |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep perkalian, pembagian, dan pecahan sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat memahami hubungan antarbesaran dengan menggunakan rasio, termasuk perbandingan senilai dan berbalik nilai, serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Rasio dapat ditemukan dalam berbagai situasi sehari-hari seperti perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas atau perbandingan bahan dalam resep masakan. |
| Konseptual | Rasio adalah perbandingan dua besaran atau lebih yang memiliki satuan yang sama atau berbeda untuk menunjukkan hubungan proporsional. |
| Prosedural | Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah rasio meliputi mengidentifikasi besaran yang dibandingkan, menuliskan rasio dalam bentuk paling sederhana, dan menggunakan rasio tersebut untuk menghitung nilai yang tidak diketahui. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami rasio untuk membuat keputusan yang tepat dalam situasi kehidupan nyata yang melibatkan perbandingan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi dan menuliskan rasio dua besaran atau lebih dari situasi konkret.
- Menyederhanakan rasio ke bentuk paling sederhana.
- Membedakan rasio senilai dan rasio berbalik nilai.
- Menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan rasio.
- Membuat proyek sederhana yang menerapkan konsep rasio.
Pemahaman bermakna: Rasio membantu kita memahami hubungan proporsional antara dua besaran atau lebih, memungkinkan kita membuat prediksi dan keputusan yang tepat dalam berbagai konteks kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita membandingkan jumlah bahan yang berbeda saat membuat kue agar rasanya selalu enak?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam: Perbandingan komposisi zat dalam campuran atau skala pada peta. Bahasa Indonesia: Mengidentifikasi kalimat yang mengandung perbandingan dan menjelaskannya secara lisan. Seni Budaya dan Prakarya: Perbandingan warna atau ukuran dalam sebuah karya seni. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana rasio digunakan dalam kegiatan rumah tangga, seperti saat memasak atau berbelanja. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar mudah untuk kerja kelompok, tersedia papan tulis untuk coretan ide, dan akses ke area luar kelas untuk observasi perbandingan objek nyata. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial dari YouTube tentang rasio dalam kehidupan sehari-hari, kalkulator online untuk perhitungan rasio, atau aplikasi simulasi perbandingan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi dan menuliskan rasio dua besaran atau lebih dari situasi konkret. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik mengamati benda-benda di kelas untuk membandingkan jumlahnya, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran tentang rasio dan pentingnya dalam kehidupan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai contoh perbandingan benda di sekitar mereka (misal: jumlah pensil dan buku, jumlah kursi dan meja) dan mencoba merumuskan cara membandingkannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengerjakan LKPD untuk menuliskan rasio dari data yang diberikan (misal: data jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas, perbandingan buah-buahan di keranjang). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan penulisan rasio mereka, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan konsep dasar rasio. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian rasio, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, guru memberikan apresiasi, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menyederhanakan rasio ke bentuk paling sederhana dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan rasio. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, presensi, dan mengulas kembali pemahaman rasio dari pertemuan sebelumnya, kemudian memancing pertanyaan tentang bagaimana menyederhanakan rasio untuk memudahkan pemahaman. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan masalah kontekstual (misal: resep minuman yang perlu disesuaikan ukurannya) dan secara mandiri atau berpasangan mencoba menemukan cara menyederhanakan rasio yang terlibat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik menganalisis dan menyelesaikan berbagai soal cerita yang mengharuskan mereka menyederhanakan rasio dan mengaplikasikannya untuk menemukan nilai yang belum diketahui. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok membagikan strategi penyelesaian masalah mereka, guru memfasilitasi diskusi tentang efektivitas metode yang digunakan, dan memberikan contoh tambahan untuk penguatan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Bersama-sama peserta didik dan guru merangkum cara menyederhanakan rasio dan manfaatnya, guru memberikan umpan balik positif atas usaha peserta didik, dan menutup dengan motivasi serta doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membedakan rasio senilai dan rasio berbalik nilai serta membuat proyek sederhana yang menerapkan konsep rasio. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memulai dengan salam, doa, presensi, mengaitkan materi sebelumnya dengan konsep rasio senilai dan berbalik nilai, lalu menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat proyek sederhana. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati video atau ilustrasi tentang situasi yang menunjukkan rasio senilai (misal: harga barang dan jumlahnya) dan rasio berbalik nilai (misal: jumlah pekerja dan waktu pengerjaan proyek), lalu mendiskusikan perbedaannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Kelompok merencanakan dan memulai proyek 'Resep Sempurna' di mana mereka harus menyesuaikan resep masakan atau minuman untuk jumlah porsi yang berbeda menggunakan konsep rasio senilai, serta membuat jadwal kerja tim yang melibatkan rasio berbalik nilai. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan progres proyek mereka, berbagi tantangan dan solusi yang ditemukan, dan guru memberikan bimbingan serta saran untuk penyelesaian proyek. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengapresiasi semangat kolaborasi peserta didik, mengingatkan tenggat waktu penyelesaian proyek, dan menutup pelajaran dengan refleksi tentang pentingnya kerjasama tim dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi, menuliskan, dan menyederhanakan rasio dari berbagai konteks.
Alat & bahan: Kertas, pensil, penggaris, benda-benda di kelas (pensil, buku, penghapus, spidol), gambar-gambar situasi.
Langkah kerja:
- Amati benda-benda yang ada di sekitar kelas atau gambar yang disediakan.
- Hitung jumlah masing-masing benda atau objek yang akan dibandingkan.
- Tuliskan perbandingan jumlah benda tersebut dalam bentuk rasio.
- Sederhanakan rasio yang telah ditulis ke bentuk paling sederhana jika memungkinkan.
- Diskusikan hasil pekerjaanmu dengan teman sekelompok.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa itu perbandingan?
- Berikan contoh perbandingan dalam kehidupan sehari-hari.
- Bagaimana cara menyederhanakan pecahan?
- Jika ada 5 apel dan 10 jeruk, bagaimana cara menuliskan perbandingannya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian LKPD selama kegiatan pembelajaran.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek 'Resep Sempurna' dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan penyelesaian masalah rasio.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi dan menuliskan rasio dua besaran atau lebih dari situasi konkret. | Pengenalan konsep rasio dan contohnya. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menyederhanakan rasio ke bentuk paling sederhana. | Penyederhanaan rasio dan aplikasinya. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Membedakan rasio senilai dan rasio berbalik nilai. | Jenis-jenis rasio dan perbedaannya. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 4 | Menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan rasio dan membuat proyek sederhana yang menerapkan konsep rasio. | Aplikasi rasio dalam proyek dan kehidupan. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Rasio adalah salah satu konsep matematika yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari memasak, berbelanja, hingga membuat denah rumah, rasio selalu ada di sekitar kita. Dengan memahami rasio, kita bisa membuat perbandingan yang tepat dan mengambil keputusan yang lebih baik.
1. Apa itu Rasio?
Rasio adalah perbandingan antara dua besaran atau lebih yang memiliki satuan yang sama atau berbeda. Rasio menunjukkan berapa kali suatu besaran mengandung besaran lainnya. Misalnya, jika ada 3 apel dan 5 jeruk, rasio apel terhadap jeruk adalah 3:5. Rasio juga bisa ditulis dalam bentuk pecahan (3/5) atau dengan kata-kata (3 banding 5).
2. Menuliskan Rasio
Rasio dapat dituliskan dalam beberapa cara: menggunakan titik dua (a:b), menggunakan kata 'banding' (a banding b), atau dalam bentuk pecahan (a/b). Penting untuk selalu menjaga urutan perbandingan. Jika kita membandingkan jumlah siswa laki-laki dengan siswa perempuan, maka jumlah siswa laki-laki harus disebut terlebih dahulu. Contoh: 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan, rasionya adalah 15:10.
3. Menyederhanakan Rasio
Seperti pecahan, rasio juga bisa disederhanakan ke bentuk paling sederhana. Caranya adalah dengan membagi setiap bagian rasio dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua angka tersebut. Misalnya, rasio 15:10 dapat disederhanakan menjadi 3:2 dengan membagi keduanya dengan 5. Menyederhanakan rasio membuat perbandingan lebih mudah dipahami.
4. Rasio Senilai
Rasio senilai adalah rasio yang nilainya tetap meskipun angka-angka pembentuknya berubah. Jika satu besaran bertambah, besaran lain juga bertambah dengan proporsi yang sama, atau sebaliknya. Contoh: Jika 1 kue membutuhkan 2 telur, maka 2 kue membutuhkan 4 telur. Rasio 1:2 dan 2:4 adalah rasio senilai.
5. Rasio Berbalik Nilai
Rasio berbalik nilai menunjukkan hubungan di mana jika satu besaran bertambah, besaran lainnya justru berkurang, atau sebaliknya, dengan proporsi tertentu. Contoh: Jika 2 pekerja dapat menyelesaikan pekerjaan dalam 6 hari, maka 4 pekerja akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam 3 hari. Semakin banyak pekerja, semakin cepat pekerjaan selesai.
6. Aplikasi Rasio dalam Kehidupan Sehari-hari
Rasio sangat sering digunakan dalam kehidupan. Di dapur, kita menggunakan rasio untuk menyesuaikan resep. Saat bepergian, kita menggunakan rasio pada peta untuk menghitung jarak sebenarnya. Dalam olahraga, rasio skor tim menunjukkan perbandingan kekuatan. Bahkan dalam keuangan, rasio digunakan untuk menganalisis data. Memahami rasio membantu kita menjadi lebih cerdas dalam menghadapi berbagai situasi.
7. Memecahkan Masalah Rasio
Untuk memecahkan masalah rasio, pertama identifikasi besaran yang dibandingkan. Kedua, tuliskan rasio yang diketahui. Ketiga, tentukan apakah itu rasio senilai atau berbalik nilai. Keempat, gunakan perbandingan untuk menemukan nilai yang tidak diketahui. Gunakan perkalian silang atau perbandingan unit untuk mempermudah perhitungan. Latihan soal membantu meningkatkan pemahaman.
Rangkuman: Rasio adalah perbandingan dua besaran atau lebih yang dapat ditulis sebagai a:b, a banding b, atau a/b. Rasio dapat disederhanakan ke bentuk paling sederhana. Ada dua jenis rasio utama: rasio senilai, di mana besaran berbanding lurus, dan rasio berbalik nilai, di mana besaran berbanding terbalik. Pemahaman rasio sangat penting untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rasio | Perbandingan dua besaran atau lebih. |
| Besaran | Sesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai. |
| Rasio Senilai | Perbandingan yang jika satu besaran naik, besaran lain juga naik dengan proporsi yang sama. |
| Rasio Berbalik Nilai | Perbandingan yang jika satu besaran naik, besaran lain justru turun. |
| Penyederhanaan Rasio | Membagi setiap bagian rasio dengan FPB-nya untuk mendapatkan bentuk paling sederhana. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Rasio" mata pelajaran Guru Kelas Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi Guru Kelas Terkait
Bagaimana Tubuh Kita Bergerak?Guru Kelas Kelas VI SDBangga Menjadi Anak IndonesiaGuru Kelas Kelas VI SDBelajar Pancasila dengan MenyenangkanGuru Kelas Kelas VI SDBilangan BulatGuru Kelas Kelas VI SDOperasi Hitung CampuranGuru Kelas Kelas VI SDPuisi dan ProsaGuru Kelas Kelas VI SD2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Guru Kelas Rasio ini gratis?
Ya. Modul Rasio untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Guru Kelas kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Rasio ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase C untuk kelas VI SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Rasio untuk Guru Kelas kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Rasio ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Rasio dapat Anda sesuaikan dengan murid Guru Kelas kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.