Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Hindu Kelas X
HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang sumber-sumber ajaran agama Hindu secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik menunjukkan sikap hormat terhadap ajaran Dharmasastra sebagai landasan moral dan hukum Hindu. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik mampu menganalisis konsep Dharmasastra dan mengidentifikasi bagian-bagiannya dengan argumen yang logis. - kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi dan mempresentasikan isi Dharmasastra.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Sradha dan Bhakti |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis ajaran Sradha dan Bhakti dalam konteks ajaran Agama Hindu, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud peningkatan kualitas diri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta bahwa Dharmasastra merupakan kitab suci yang memuat ajaran hukum dan etika Hindu. |
| Konseptual | Konsep utama Dharmasastra sebagai sumber hukum yang mengatur kehidupan individu dan sosial umat Hindu. |
| Prosedural | Prosedur untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan bagian-bagian Dharmasastra berdasarkan jenis isinya. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya memahami sumber hukum agama untuk menuntun perilaku dalam kehidupan sehari-hari. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Membangun rasa hormat dan ketaatan kepada Tuhan melalui pemahaman ajaran Dharma dalam Dharmasastra. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat mencari pengetahuan tentang sumber hukum Hindu dan menerapkannya dalam kehidupan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keharmonisan alam semesta sebagai bagian dari Dharma. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menumbuhkan sikap saling menghargai dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial sesuai nilai-nilai Dharmasastra. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memperkuat identitas nasional dengan memahami warisan budaya dan hukum Hindu sebagai bagian kekayaan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian teks dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian Dharmasastra sebagai sumber hukum Hindu dengan tepat.
- Dengan menganalisis berbagai sumber, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian Dharmasastra secara runtut.
- Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan fungsi Dharmasastra dalam kehidupan umat Hindu dengan jelas.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengaitkan ajaran Dharmasastra dengan praktik hukum modern di Indonesia secara kontekstual.
- Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan hasil analisis mengenai implementasi Dharmasastra dalam kehidupan bermasyarakat dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami Dharmasastra bukan hanya sekadar mengetahui teks kuno, tetapi juga menyadari relevansinya sebagai pedoman hidup yang mengatur etika, moral, dan hukum dalam masyarakat Hindu hingga saat ini.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita membutuhkan aturan atau hukum dalam kehidupan bermasyarakat?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Kaitan antara nilai-nilai Dharmasastra dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar hukum dan moral bangsa. Sosiologi: Analisis peran Dharmasastra dalam membentuk struktur sosial dan norma kemasyarakatan Hindu. Sejarah: Mempelajari konteks historis penyusunan dan perkembangan Dharmasastra dalam peradaban Hindu kuno. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi mengenai nilai-nilai Dharmasastra yang relevan dalam keluarga, atau mengundang tokoh agama Hindu sebagai narasumber. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dengan akses internet, serta perpustakaan sekolah yang menyediakan buku-buku referensi tentang agama Hindu. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform belajar daring untuk mengakses materi tambahan, video pembelajaran, dan forum diskusi tentang Dharmasastra. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian teks dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian Dharmasastra sebagai sumber hukum Hindu dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Hukum: Guru menyebutkan satu kata kunci terkait hukum, peserta didik menebak kata lain yang berkaitan. Dimulai dari kata 'aturan'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis berbagai sumber, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian Dharmasastra secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata: Peserta didik membentuk lingkaran, satu peserta didik menyebutkan kata 'Dharmasastra', peserta berikutnya menyebutkan kata yang berhubungan. Berlanjut hingga semua mendapat giliran.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi bagian-bagian Dharmasastra dan menguraikan fungsinya dalam kehidupan umat Hindu.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Dharmasastra merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran agama Hindu, berfungsi sebagai sumber hukum dan etika yang mengatur berbagai aspek kehidupan.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol warna, gunting, lem, bahan ajar, buku teks Pendidikan Agama Hindu, gawai dengan akses internet
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan struktur umum kitab suci Hindu.
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Baca dan diskusikan bahan ajar serta buku teks mengenai pengertian, bagian-bagian, dan fungsi Dharmasastra.
- Identifikasi minimal tiga bagian utama Dharmasastra dan dua fungsinya dalam kehidupan umat Hindu.
- Buatlah peta pikiran atau infografis pada kertas plano yang berisi pengertian, bagian-bagian, dan fungsi Dharmasastra, lengkapi dengan contoh relevan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sumber-sumber hukum dalam agama Hindu?
- Menurutmu, mengapa sebuah masyarakat membutuhkan aturan atau hukum?
- Pernahkah kamu mendengar istilah 'Dharmasastra' sebelumnya?
- Apa pentingnya mempelajari hukum atau etika dalam agama?
Formatif (proses): Observasi selama diskusi kelompok dan presentasi untuk menilai partisipasi, kemampuan analisis, dan kolaborasi peserta didik.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil peta pikiran/infografis dan jawaban esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menguraikan fungsi Dharmasastra.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian Dharmasastra sebagai sumber hukum Hindu. | Pengertian Dharmasastra, kedudukannya sebagai sumber hukum. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi bagian-bagian Dharmasastra. | Bagian-bagian Dharmasastra (misalnya Adhyaya, Sloka), struktur umum. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menguraikan fungsi Dharmasastra dalam kehidupan umat Hindu. | Fungsi Dharmasastra (pedoman moral, hukum, etika), relevansi modern. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
Dharmasastra merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran agama Hindu, berfungsi sebagai sumber hukum dan etika yang mengatur berbagai aspek kehidupan. Mempelajari Dharmasastra membantu kita memahami landasan moral dan sosial umat Hindu, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan zaman modern. Mari kita selami lebih dalam makna dan isi dari kitab suci ini.
1. Pengertian Dharmasastra
Dharmasastra secara etimologi berasal dari kata 'Dharma' yang berarti hukum, kebenaran, kewajiban, dan 'Sastra' yang berarti ajaran atau ilmu. Jadi, Dharmasastra adalah kitab suci yang memuat ajaran tentang hukum, kebenaran, dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh umat Hindu. Kitab ini merupakan salah satu dari enam bagian Wedangga, yaitu bagian Smrti yang berisi tentang hukum-hukum keagamaan dan kemasyarakatan. Dharmasastra berfungsi sebagai pedoman hidup bagi individu maupun masyarakat untuk mencapai keharmonisan dan kesejahteraan.
2. Kedudukan Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu
Dalam tradisi Hindu, Dharmasastra memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai sumber hukum. Kitab ini menjadi rujukan utama dalam menentukan baik-buruknya suatu perbuatan, benar-salahnya suatu keputusan, dan adil-tidaknya suatu tindakan. Ajaran-ajaran dalam Dharmasastra mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari tata cara beribadah, etika pergaulan, hukum perkawinan, hukum waris, hingga hukum pidana. Dengan demikian, Dharmasastra tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antar sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya.
3. Bagian-bagian Utama Dharmasastra
Dharmasastra terdiri dari beberapa bagian yang secara umum dikenal dengan nama Smrti. Beberapa yang terkenal adalah Manu Smrti, Yajnavalkya Smrti, dan Parasara Smrti. Masing-masing Smrti ini dibagi lagi menjadi Adhyaya (bab) dan Sloka (ayat atau bait). Misalnya, Manu Smrti memiliki dua belas Adhyaya yang membahas berbagai topik hukum dan etika. Struktur ini memudahkan umat Hindu untuk mencari dan memahami ajaran-ajaran yang relevan dengan kebutuhan mereka.
4. Isi Pokok Dharmasastra
Secara umum, isi pokok Dharmasastra meliputi tiga hal utama: Acara (aturan tentang perilaku dan ritual), Vyavahara (aturan tentang hukum perdata dan pidana), dan Prayascitta (aturan tentang penebusan dosa atau sanksi). Bagian Acara mengatur tata cara upacara keagamaan, kebiasaan sehari-hari, dan kewajiban moral. Bagian Vyavahara membahas tentang perselisihan, kontrak, warisan, dan kejahatan. Sedangkan bagian Prayascitta menjelaskan tentang cara-cara membersihkan diri dari kesalahan dan dosa.
5. Fungsi Dharmasastra dalam Kehidupan Umat Hindu
Dharmasastra memiliki beberapa fungsi krusial bagi umat Hindu. Pertama, sebagai pedoman moral dan etika, membantu individu menjalani hidup sesuai Dharma. Kedua, sebagai sumber hukum, memberikan dasar bagi penyelesaian sengketa dan penegakan keadilan dalam masyarakat. Ketiga, sebagai panduan spiritual, mengarahkan umat untuk mencapai tujuan hidup tertinggi (Moksa). Keempat, sebagai penjaga tradisi dan budaya, memastikan nilai-nilai luhur Hindu tetap lestari dari generasi ke generasi. Kelima, sebagai alat kontrol sosial, menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
6. Relevansi Dharmasastra di Era Modern
Meskipun Dharmasastra ditulis ribuan tahun lalu, banyak ajarannya yang masih relevan di era modern. Prinsip-prinsip keadilan, kebenaran, dan etika universal yang terkandung di dalamnya dapat menjadi landasan moral dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti korupsi, lingkungan hidup, dan hak asasi manusia. Pemahaman yang mendalam tentang Dharmasastra dapat membantu umat Hindu modern menafsirkan dan menerapkan ajarannya secara kontekstual, sehingga tetap relevan tanpa kehilangan esensinya.
Rangkuman: Dharmasastra adalah kitab suci Hindu yang berisi ajaran hukum, etika, dan moral, berfungsi sebagai pedoman hidup. Terdiri dari berbagai Smrti seperti Manu Smrti, kitab ini dibagi menjadi Adhyaya dan Sloka. Fungsinya meliputi pedoman moral, sumber hukum, panduan spiritual, penjaga tradisi, dan alat kontrol sosial. Relevansinya tetap kuat di era modern sebagai landasan nilai universal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Dharma | Kebenaran, hukum, kewajiban, kebajikan. |
| Sastra | Ajaran, ilmu, kitab suci. |
| Wedangga | Enam bagian dari Smrti, pelengkap Weda. |
| Smrti | Kitab suci Hindu yang disusun berdasarkan ingatan para rsi, bukan wahyu langsung. |
| Adhyaya | Bab atau pasal dalam kitab Dharmasastra. |
| Sloka | Ayat atau bait dalam kitab suci Hindu. |
| Acara | Aturan tentang perilaku dan ritual. |
| Vyavahara | Aturan tentang hukum perdata dan pidana. |
| Prayascitta | Aturan tentang penebusan dosa atau sanksi. |
| Moksa | Tujuan akhir umat Hindu, kebebasan dari siklus reinkarnasi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng" mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Hindu Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Punarbhawa dan MoksaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCatur Marga YogaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWeda sebagai Sumber AjaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSusila dan Etika Hindu ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Catur Asrama dan Catur WarnaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisYadnya dalam Kehidupan ModernBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKepemimpinan Hindu (Asta Brata)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModerasi dan Kerukunan UmatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Hindu lain yang sudah tersedia
Dharmasastra sebagai Sumber Hukum HinduPendidikan Agama Hindu Kelas X SMADhamma Sastra sebagai Sumber Hukum HinduPendidikan agama hindu Kelas X SMADharma sastra sebagai sumber hukum hinduPendidikan agama hindu Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng pada Pendidikan Agama Hindu SMA, Fase E, elemen Sradha dan Bhakti.
Modul HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng untuk Pendidikan Agama Hindu kelas X.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu materi HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng ini gratis?
Ya. Modul HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Hindu kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Hindu kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Hindu kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng untuk Pendidikan Agama Hindu kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Hindu kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Hindu kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Hindu ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi HIN.10.1.1. Memahami Pengertian Dharmasastra sebagai Sumber Hukum Hindu HIN.10.1.2. Meng yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.