BerandaModul Ajar SMASejarah › Konsep Berpikir Sejarah
SMA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Konsep Berpikir Sejarah

Modul ajar (RPP) Sejarah SMA kelas X materi Konsep Berpikir Sejarah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II.1 Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah Fase E. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar Sejarah kelas X materi Konsep Berpikir Sejarah — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Konsep berpikir sejarah adalah alat penting untuk memahami masa lalu secara kritis. Ini mencakup kronologi (urutan waktu), periodisasi (pembabakan waktu), diakronis (memanjang dalam waktu), sinkronis (meluas dalam ruang), dan kausalitas (sebab-akibat). Dengan menguasai konsep-konsep ini, kita dapat menyusun narasi sejarah yang utuh, objektif, dan menarik pelajaran berharga untuk kehidupan masa kini dan masa depan.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Konsep Berpikir Sejarah
Sejarah · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Konsep Berpikir Sejarah
Sejarah · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasE / X
Materi PokokKonsep Berpikir Sejarah
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktik Analisis Sumber
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dan dunia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kemandirian, Kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II.1 Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah Fase E
Elemen / DomainPemahaman Konsep Sejarah
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami konsep dasar sejarah, termasuk berpikir kronologis, diakronis, sinkronis, kausalitas, dan periodisasi, serta menerapkannya dalam menganalisis peristiwa sejarah.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPeristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah fakta sejarah yang dapat dianalisis dengan berbagai konsep berpikir sejarah.
KonseptualBerpikir sejarah meliputi pemahaman tentang waktu (kronologi, periodisasi), ruang, sebab-akibat (kausalitas), serta dimensi diakronis dan sinkronis dalam melihat peristiwa masa lalu.
ProseduralMenganalisis suatu peristiwa sejarah secara komprehensif memerlukan langkah-langkah seperti mengurutkan kejadian, mengidentifikasi faktor penyebab, dan menempatkan peristiwa dalam konteks ruang dan waktu.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa pemahaman tentang konsep berpikir sejarah sangat penting untuk menghindari bias dan menyusun narasi sejarah yang objektif dan bertanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian berpikir diakronis dan sinkronis dengan tepat.
  2. Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh penerapan berpikir diakronis dan sinkronis dalam peristiwa sejarah.
  3. Peserta didik mampu menganalisis konsep kausalitas dan periodisasi dalam konteks sejarah Indonesia.
  4. Peserta didik mampu menerapkan konsep berpikir kronologis dalam menyusun urutan peristiwa sejarah.
  5. Peserta didik mampu membedakan ciri-ciri berpikir diakronis dan sinkronis dalam analisis sejarah.
  6. Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis penerapan konsep berpikir sejarah pada suatu peristiwa.
Halaman 2 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami konsep berpikir sejarah memungkinkan kita melihat peristiwa masa lalu secara utuh, kritis, dan relevan, sehingga dapat menarik pelajaran berharga untuk masa kini dan masa depan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa dua sejarawan bisa memiliki tafsir yang berbeda tentang peristiwa yang sama?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktik Analisis Sumber
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis narasi sejarah yang runtut dan jelas, serta penggunaan kosakata yang tepat.
Sosiologi: Menganalisis dampak sosial dan perubahan masyarakat akibat peristiwa sejarah, serta memahami konteks sosial-budaya diakronis dan sinkronis.
Geografi: Memahami dimensi ruang dalam peristiwa sejarah dan bagaimana kondisi geografis memengaruhi jalannya sejarah.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang sejarah keluarga atau peristiwa masa lalu yang mereka alami untuk mengaitkan konsep berpikir sejarah dengan pengalaman pribadi.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur dengan meja-kursi yang fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi papan tulis interaktif atau proyektor, serta akses ke perpustakaan sekolah dan jaringan internet.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform presentasi online (misalnya Google Slides, Canva) untuk menyajikan hasil analisis, serta penggunaan mesin pencari dan database sejarah digital untuk eksplorasi sumber.
Halaman 3 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Peserta didik mampu menjelaskan pengertian berpikir diakronis dan sinkronis dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran. Melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Bagaimana kalian menceritakan liburan panjang kalian?' untuk mengaitkan dengan urutan waktu. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa dua sejarawan bisa memiliki tafsir yang berbeda tentang peristiwa yang sama?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik diajak mengamati dua narasi singkat tentang peristiwa yang sama (misal: Proklamasi Kemerdekaan), satu berfokus pada urutan waktu dan yang lain pada kondisi sosial-politik saat itu. Secara mandiri, peserta didik diminta mengidentifikasi perbedaan fokus narasi tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan temuan mereka dan mencoba merumuskan definisi awal dari berpikir diakronis dan sinkronis berdasarkan narasi yang diamati. Mereka juga mencari contoh lain dari buku teks atau internet.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan menguatkan pemahaman tentang perbedaan serta keterkaitan berpikir diakronis dan sinkronis.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik menyimpulkan bersama esensi berpikir diakronis dan sinkronis. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Peserta didik mampu menganalisis konsep kausalitas dan periodisasi dalam konteks sejarah Indonesia.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru memulai dengan salam dan doa, presensi, serta mengingatkan kembali konsep diakronis-sinkronis. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apakah setiap peristiwa sejarah memiliki satu penyebab tunggal?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik disajikan studi kasus singkat tentang suatu peristiwa sejarah (misal: jatuhnya Orde Baru) dan diminta mengidentifikasi berbagai faktor penyebab serta akibat yang timbul. Mereka juga diperkenalkan pada konsep periodisasi melalui contoh pembagian bab dalam buku sejarah.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok, peserta didik menganalisis studi kasus tersebut untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat (kausalitas) yang kompleks dan mendiskusikan bagaimana peristiwa tersebut dapat ditempatkan dalam suatu periode sejarah yang lebih besar, dengan argumen untuk periodisasi yang berbeda.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis kausalitas dan periodisasi mereka. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan penguatan tentang pentingnya melihat berbagai faktor penyebab dan memahami bahwa periodisasi bersifat interpretatif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik merangkum poin-poin penting tentang kausalitas dan periodisasi. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan memberikan tugas membaca singkat untuk persiapan praktik analisis pada pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (Mini Project)
Tujuan Pertemuan 3Peserta didik mampu menerapkan konsep berpikir kronologis dalam menyusun urutan peristiwa sejarah.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyambut peserta didik, doa, presensi. Melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Bagaimana cara kita memastikan urutan peristiwa sejarah itu benar?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menyusun narasi sejarah dengan konsep berpikir sejarah.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik diingatkan kembali tentang semua konsep berpikir sejarah (kronologis, diakronis, sinkronis, kausalitas, periodisasi). Guru menjelaskan proyek mini: menganalisis sebuah peristiwa sejarah pilihan dengan menerapkan semua konsep tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok memilih satu peristiwa sejarah dari daftar yang disediakan (misal: Perang Diponegoro, Reformasi 1998, Tsunami Aceh 2004). Menggunakan berbagai sumber (buku teks, internet), mereka menyusun kronologi peristiwa, mengidentifikasi faktor diakronis dan sinkronis, menganalisis kausalitas, dan menempatkannya dalam periodisasi relevan. Hasilnya disajikan dalam bentuk infografis atau poster digital.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mempresentasikan infografis/poster mereka, menjelaskan bagaimana mereka menerapkan konsep berpikir sejarah. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya objektivitas dan penggunaan bukti dalam narasi sejarah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik merefleksikan proses belajar dan pentingnya berpikir sejarah. Guru memberikan apresiasi tinggi atas karya dan usaha mereka, mendorong untuk terus belajar sejarah secara kritis. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis penerapan konsep berpikir diakronis, sinkronis, kausalitas, dan periodisasi dalam suatu peristiwa sejarah.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku teks sejarah, akses internet (opsional)

Langkah kerja:

  1. Pilih satu peristiwa sejarah Indonesia dari daftar yang disediakan guru.
  2. Identifikasi urutan kronologis peristiwa penting terkait topik pilihan Anda.
  3. Analisis faktor-faktor penyebab (kausalitas) dan dampak peristiwa tersebut.
  4. Jelaskan bagaimana peristiwa tersebut dapat dilihat secara diakronis dan sinkronis.
  5. Tentukan periode sejarah yang relevan untuk peristiwa tersebut dan berikan alasannya.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
  2. Menurutmu, apakah peristiwa sejarah hanya memiliki satu penyebab?
  3. Bagaimana cara kita mengetahui urutan kejadian dalam sejarah?
  4. Pernahkah kamu mendengar istilah 'kronologi'?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian terhadap kelengkapan dan ketepatan LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap infografis/poster digital dan presentasi kelompok yang menunjukkan pemahaman dan penerapan konsep berpikir sejarah.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian diakronis dan sinkronisKonsep diakronis dan sinkronis2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis kausalitas dan periodisasiKausalitas dan periodisasi dalam sejarah2 JPKemandirian
3Menerapkan konsep berpikir sejarah dalam analisis peristiwaPenerapan konsep berpikir sejarah2 JPKolaborasi
Halaman 9 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sejarah bukanlah sekadar deretan tanggal dan nama, melainkan jalinan peristiwa yang kompleks dan dinamis. Untuk memahami sejarah secara mendalam, kita memerlukan 'kacamata' khusus yang disebut konsep berpikir sejarah. Konsep ini membantu kita menata masa lalu, mencari makna, dan menarik pelajaran berharga dari setiap peristiwa yang terjadi.

1. Kronologi dan Periodisasi
Kronologi adalah ilmu tentang waktu yang menyusun peristiwa sejarah secara berurutan dari awal hingga akhir, menghindari anakronisme atau kerancuan waktu. Pentingnya kronologi adalah untuk melihat kesinambungan dan perubahan dalam sejarah. Sementara itu, periodisasi adalah pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan ciri-ciri atau tema tertentu. Periodisasi membantu sejarawan menyederhanakan kompleksitas sejarah dan melihat pola-pola besar, meskipun sifatnya interpretatif dan bisa berbeda antar sejarawan. Contohnya, pembagian sejarah Indonesia menjadi periode praaksara, Hindu-Buddha, Islam, kolonial, dan kemerdekaan.

2. Diakronis dan Sinkronis
Berpikir diakronis berarti memanjang dalam waktu dan menyempit dalam ruang, fokus pada perkembangan suatu peristiwa dari masa ke masa. Pendekatan ini melihat kesinambungan, perubahan, dan perkembangan. Contohnya, mengkaji perkembangan demokrasi di Indonesia dari Orde Lama hingga Reformasi. Sebaliknya, berpikir sinkronis berarti meluas dalam ruang dan menyempit dalam waktu, mengkaji suatu peristiwa pada kurun waktu tertentu secara mendalam dengan berbagai aspek kehidupan. Pendekatan ini bersifat interdisipliner. Contohnya, menganalisis kondisi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia saat Proklamasi Kemerdekaan 1945.

3. Kausalitas dalam Sejarah
Kausalitas atau sebab-akibat adalah salah satu konsep fundamental dalam sejarah. Setiap peristiwa sejarah pasti memiliki latar belakang atau faktor-faktor penyebab yang melatarinya, serta dampak atau akibat yang ditimbulkan. Penting untuk memahami bahwa kausalitas dalam sejarah seringkali bersifat kompleks, multifaktor, dan tidak tunggal. Ada sebab-sebab utama (primer) dan sebab-sebab pendukung (sekunder), serta dampak jangka pendek dan jangka panjang. Menganalisis kausalitas membantu kita memahami mengapa suatu peristiwa terjadi dan bagaimana dampaknya membentuk masa depan.

4. Pentingnya Berpikir Sejarah
Menguasai konsep berpikir sejarah bukan hanya untuk para sejarawan, tetapi juga penting bagi setiap individu. Dengan berpikir kronologis, kita memahami alur waktu; dengan diakronis dan sinkronis, kita melihat kedalaman dan keluasan peristiwa; dengan kausalitas, kita memahami hubungan sebab-akibat; dan dengan periodisasi, kita mampu mengorganisasi informasi. Semua ini melatih kita untuk berpikir kritis, analitis, dan objektif dalam menghadapi informasi, tidak hanya sejarah tetapi juga isu-isu kontemporer. Ini membantu kita menjadi warga negara yang bijak dan bertanggung jawab.

Rangkuman: Konsep berpikir sejarah adalah alat penting untuk memahami masa lalu secara kritis. Ini mencakup kronologi (urutan waktu), periodisasi (pembabakan waktu), diakronis (memanjang dalam waktu), sinkronis (meluas dalam ruang), dan kausalitas (sebab-akibat). Dengan menguasai konsep-konsep ini, kita dapat menyusun narasi sejarah yang utuh, objektif, dan menarik pelajaran berharga untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

Halaman 10 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
KronologiUrutan peristiwa berdasarkan waktu kejadiannya.
PeriodisasiPembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan ciri-ciri tertentu.
DiakronisMelihat peristiwa sejarah memanjang dalam waktu, fokus pada perkembangan.
SinkronisMelihat peristiwa sejarah meluas dalam ruang, fokus pada kondisi pada waktu tertentu.
KausalitasHubungan sebab-akibat antara peristiwa-peristiwa sejarah.
AnakronismeKesalahan penempatan waktu dalam sejarah, tidak sesuai dengan era kejadiannya.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Konsep Berpikir Sejarah" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Konsep Berpikir Sejarah — pratinjau tuntas.org

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Sejarah Konsep Berpikir Sejarah ini gratis?

Ya. Modul Konsep Berpikir Sejarah untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Konsep Berpikir Sejarah ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran II.1 Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah Fase E, pada Fase E untuk kelas X SMA.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Konsep Berpikir Sejarah untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Konsep Berpikir Sejarah ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Konsep Berpikir Sejarah pada Sejarah SMA, Fase E, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.

Bisakah modul Konsep Berpikir Sejarah ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Konsep Berpikir Sejarah dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar Sejarah SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.