SMK · Kelas X · Fase E · Semester 1

Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X
Literasi Digital dan Keamanan Siber

Modul ajar (RPP) Koding dan Kecerdasan Artifisial SMK kelas X materi Literasi Digital dan Keamanan Siber, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Sampul modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X materi Literasi Digital dan Keamanan Siber — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Literasi digital dan keamanan siber adalah fondasi penting untuk berinteraksi di dunia maya. Kita perlu memahami etika berinternet, mengenali ancaman siber seperti phishing dan malware, serta menerapkan strategi perlindungan data pribadi. Dengan mengamankan akun daring dan perangkat, serta terus membangun kesadaran, kita dapat menjadi warga digital yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada lingkungan daring yang aman bagi semua.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Literasi Digital dan Keamanan Siber
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Literasi Digital dan Keamanan Siber
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasE / X
Materi PokokLiterasi Digital dan Keamanan Siber
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengalaman dasar dalam menggunakan perangkat digital dan mengakses internet untuk berbagai keperluan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis berbagai ancaman siber dan mengevaluasi strategi keamanan digital yang efektif dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
    Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk merancang dan mempresentasikan kampanye literasi digital dan keamanan siber.
  3. Kemandirian — elemen: Mengembangkan refleksi diri
    Peserta didik secara mandiri merefleksikan praktik keamanan siber pribadi dan mengidentifikasi area untuk perbaikan berkelanjutan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainKoding dan Kecerdasan Artifisial
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami konsep dasar literasi digital, mengidentifikasi berbagai ancaman keamanan siber, serta menerapkan praktik terbaik untuk menjaga keamanan data dan privasi dalam lingkungan digital.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas contoh nyata kasus penipuan online, kebocoran data pribadi, dan serangan siber yang terjadi di Indonesia dan global.
KonseptualKonsep intinya meliputi literasi digital, etika berinternet, privasi data, ancaman siber (phishing, malware), dan strategi pertahanan siber.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah konkret untuk membuat kata sandi yang kuat, mengidentifikasi tautan berbahaya, dan mengamankan akun daring.
MetakognitifMateri ini mendorong peserta didik untuk menyadari pentingnya berpikir kritis sebelum berbagi informasi daring dan terus memperbarui pengetahuan tentang keamanan siber.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi konsep dasar literasi digital dan etika berinternet dengan tepat.
  2. Menganalisis berbagai bentuk ancaman siber dan dampaknya terhadap individu serta organisasi.
  3. Menerapkan strategi perlindungan data pribadi dan privasi dalam aktivitas daring.
  4. Merancang dan mempresentasikan kampanye kesadaran keamanan siber yang efektif.
  5. Mengevaluasi praktik keamanan siber pribadi dan mengidentifikasi area perbaikan.
Halaman 2 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami literasi digital dan keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menjadi warga negara digital yang bertanggung jawab, mampu melindungi diri, dan berkontribusi pada lingkungan daring yang lebih aman.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita tetap aman dan produktif di dunia digital yang penuh informasi dan ancaman ini?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis teks persuasif untuk materi kampanye dan presentasi yang efektif.
Desain Komunikasi Visual: Penerapan prinsip desain grafis dalam pembuatan poster atau infografis kampanye keamanan siber.
Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang etika bermedia sosial dan tanggung jawab warga negara dalam menjaga ruang digital yang aman dan kondusif.
Kemitraan PembelajaranPeserta didik dapat berkolaborasi dengan komunitas keamanan siber lokal atau praktisi IT untuk mendapatkan wawasan dan umpan balik terhadap kampanye mereka.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang mendukung diskusi terbuka dan kolaborasi, serta akses ke lab komputer atau perangkat pribadi dengan koneksi internet yang aman untuk praktik.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform desain grafis daring (misalnya Canva), perangkat lunak presentasi, dan akses ke sumber daya informasi keamanan siber terpercaya di internet.
Halaman 3 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi konsep dasar literasi digital dan etika berinternet dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Digital: Guru menyebutkan kata kunci terkait digital (misal: 'internet', 'medsos'), peserta didik menebak dan menjelaskan singkat artinya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang manfaat dan risiko internet dalam kehidupan sehari-hari, lalu meminta peserta didik berbagi pengalaman terkait video tersebut.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang literasi digital dan keamanan siber, serta pertanyaan pemantik yang akan dijawab selama pembelajaran.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan kartu berisi definisi atau contoh kasus terkait literasi digital dan etika berinternet.
  2. Setiap kelompok berdiskusi untuk mencocokkan kartu dan menyusun peta pikiran tentang 'Apa itu Literasi Digital?' menggunakan aplikasi digital atau kertas besar.
  3. Guru berkeliling membimbing diskusi, memberikan klarifikasi, dan memastikan pemahaman konsep dasar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Setiap kelompok memilih satu aspek etika berinternet (misalnya: jejak digital, cyberbullying, hak cipta) dan membuat mind map sederhana yang mencakup definisi, contoh, dan dampaknya.
  2. Peserta didik mempresentasikan mind map mereka di depan kelas, menjelaskan poin-poin penting yang telah mereka diskusikan.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, memicu diskusi lebih lanjut tentang aplikasi etika berinternet.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan poin-poin penting yang telah mereka diskusikan.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, menyoroti pemahaman yang tepat dan area yang perlu diperbaiki.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya literasi digital dan etika berinternet sebagai dasar penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep-konsep kunci yang telah dipelajari tentang literasi digital dan etika berinternet.
  2. Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, lalu memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
  3. Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis berbagai bentuk ancaman siber dan dampaknya terhadap individu serta organisasi.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Emoji Keamanan: Guru menampilkan emoji yang menggambarkan ancaman siber (misal: gembok, virus, pencuri), peserta didik menebak ancaman yang dimaksud dan dampaknya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan beberapa berita utama tentang serangan siber atau kebocoran data terbaru, lalu bertanya 'Apa yang akan terjadi jika ini menimpa kita?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis ancaman siber dan dampaknya, serta mengaitkannya dengan pentingnya keamanan digital.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok dan setiap kelompok menerima kartu kasus (studi kasus singkat tentang phishing, malware, ransomware, atau penipuan online).
  2. Setiap kelompok menganalisis kasus tersebut, mengidentifikasi jenis ancaman, modus operandi, dan potensi dampak yang ditimbulkan.
  3. Guru memfasilitasi diskusi dalam kelompok, memberikan sumber daya tambahan (artikel/video singkat) jika diperlukan untuk pendalaman.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Setiap kelompok membuat poster digital atau infografis sederhana yang menjelaskan satu jenis ancaman siber, cara kerjanya, dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
  2. Peserta didik menggunakan aplikasi desain grafis sederhana untuk membuat poster atau infografis mereka, berkolaborasi dalam kelompok.
  3. Poster atau infografis yang telah dibuat dipajang di dinding kelas atau diunggah ke platform berbagi digital untuk dilihat kelompok lain.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus dan poster/infografis mereka di depan kelas, menjelaskan jenis ancaman dan dampaknya.
  2. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik terhadap presentasi, menyoroti kejelasan penjelasan dan relevansi informasi.
  3. Guru menguatkan pemahaman tentang berbagai ancaman siber dan pentingnya kesadaran untuk melindungi diri dari risiko digital.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum jenis-jenis ancaman siber utama yang telah dipelajari dan dampak seriusnya.
  2. Guru meminta peserta didik menuliskan satu tindakan pencegahan yang akan mereka lakukan setelah mempelajari ancaman siber, lalu memuji upaya belajar mereka.
  3. Guru mengingatkan tentang topik pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Menerapkan strategi perlindungan data pribadi dan privasi dalam aktivitas daring.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Benteng Pertahanan Kata Sandi: Peserta didik secara berpasangan saling menyebutkan contoh kata sandi kuat dan lemah, lalu menjelaskan alasannya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru memulai dengan pertanyaan 'Bagaimana cara kita melindungi diri dari ancaman siber yang sudah kita pelajari?', mengaitkan dengan materi sebelumnya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan strategi perlindungan data dan privasi, serta memperkenalkan proyek 'Kampanye Keamanan Siber'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Peserta didik dalam kelompok mencari informasi tentang strategi perlindungan data (kata sandi kuat, otentikasi dua faktor, pengaturan privasi media sosial, backup data) dari berbagai sumber daring.
  2. Setiap kelompok menganalisis efektivitas setiap strategi dan membahas bagaimana cara mengimplementasikannya secara praktis.
  3. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan contoh nyata implementasi strategi keamanan siber oleh perusahaan teknologi terkemuka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Peserta didik secara individu melakukan audit keamanan akun media sosial atau email mereka, mengidentifikasi pengaturan privasi yang perlu diperbarui dan membuat daftar tindakan perbaikan.
  2. Dalam kelompok, peserta didik mulai merancang konsep kampanye kesadaran keamanan siber (misal: poster, video pendek, presentasi interaktif) yang menargetkan teman sebaya atau keluarga.
  3. Guru memberikan panduan teknis tentang penggunaan alat-alat digital yang dapat digunakan untuk membuat materi kampanye (misal: Canva, KineMaster).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan konsep awal kampanye mereka, termasuk target audiens, pesan kunci, dan media yang akan digunakan.
  2. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap konsep kampanye, menyoroti kekuatan dan area yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
  3. Guru menguatkan pentingnya tindakan proaktif dalam melindungi data pribadi dan privasi, bukan hanya bereaksi setelah terjadi masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan strategi-strategi kunci untuk melindungi data pribadi dan privasi di dunia digital.
  2. Guru memberikan motivasi untuk melanjutkan proyek kampanye keamanan siber dan memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif yang muncul.
  3. Guru mengingatkan tenggat waktu penyelesaian proyek dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Detektif Digital: Amankan Datamu!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Mengidentifikasi ancaman siber dan merancang solusi perlindungan data pribadi.

Alat & bahan: Laptop/komputer, koneksi internet, aplikasi pengolah kata/desain grafis, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan skenario ancaman siber.
    Ancaman SiberPhishingRansomwareMalwarePeretasan Akun
  2. Diskusikan dalam kelompok, identifikasi jenis ancaman siber yang terjadi pada skenario tersebut dan potensi dampaknya.
  3. Rancang minimal 3 strategi perlindungan data pribadi yang bisa diterapkan untuk mencegah ancaman tersebut.
  4. Buatlah presentasi singkat (maksimal 5 slide) atau infografis digital yang menjelaskan ancaman dan solusinya.
  5. Presentasikan hasil diskusi dan rancangan solusi Anda di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang literasi digital?
  2. Pernahkah Anda mendengar tentang 'phishing'? Jika ya, apa itu?
  3. Menurut Anda, mengapa penting untuk menjaga keamanan data pribadi di internet?
  4. Apa saja aplikasi atau media sosial yang sering Anda gunakan?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas kontribusi pada proyek kampanye keamanan siber.

Sumatif (akhir): Penilaian presentasi kampanye keamanan siber dan hasil refleksi diri tentang praktik keamanan siber pribadi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi konsep dasar literasi digital dan etika berinternet dengan tepat.Konsep literasi digital dan etika berinternet2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis berbagai bentuk ancaman siber dan dampaknya terhadap individu serta organisasi.Jenis-jenis ancaman siber (phishing, malware, dll.)2 JPPenalaran Kritis
3Menerapkan strategi perlindungan data pribadi dan privasi dalam aktivitas daring.Strategi keamanan data dan privasi2 JPKemandirian
4Merancang dan mempresentasikan kampanye kesadaran keamanan siber yang efektif.Perancangan dan presentasi kampanye2 JPKolaborasi, Penalaran Kritis
Halaman 9 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Di era digital yang serba terhubung ini, kemampuan untuk berinteraksi secara cerdas dan aman di dunia maya menjadi sangat krusial. Modul ini akan membimbing Anda memahami literasi digital, etika berinternet, serta berbagai ancaman siber yang mungkin dihadapi. Anda akan belajar cara melindungi diri dan data pribadi, serta bagaimana menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi semua.

1. Literasi Digital dan Etika Berinternet
Literasi digital adalah kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi secara efektif menggunakan teknologi digital. Ini mencakup pemahaman tentang cara kerja internet, mesin pencari, dan media sosial, serta kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan salah (hoaks). Etika berinternet, atau netiket, adalah seperangkat aturan perilaku yang baik dan sopan saat berinteraksi di dunia maya. Ini termasuk menghargai privasi orang lain, tidak menyebarkan kebencian, dan bertanggung jawab atas jejak digital yang ditinggalkan. Memahami keduanya sangat penting untuk menjadi warga digital yang produktif dan bertanggung jawab.

2. Ancaman Siber: Phishing dan Malware
Ancaman siber adalah segala bentuk upaya jahat yang dilakukan melalui internet untuk merusak, mencuri, atau mengakses sistem komputer dan data secara tidak sah. Phishing adalah salah satu bentuk ancaman paling umum, di mana penyerang mencoba mendapatkan informasi sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, dan detail kartu kredit dengan menyamar sebagai entitas terpercaya dalam komunikasi elektronik, misalnya email atau pesan teks. Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau menyusup ke sistem komputer tanpa sepengetahuan pengguna, contohnya virus, worm, Trojan, dan ransomware. Ransomware mengunci data atau sistem dan meminta tebusan untuk memulihkannya.

3. Ancaman Siber: Penipuan Online dan Cyberbullying
Penipuan online mencakup berbagai modus operandi untuk menipu korban agar menyerahkan uang atau informasi pribadi, seperti penipuan investasi, undian palsu, atau jual beli fiktif. Penipuan ini sering kali memanfaatkan manipulasi emosi dan kurangnya pengetahuan korban. Cyberbullying adalah tindakan intimidasi, ancaman, atau pelecehan yang dilakukan melalui media digital, seperti media sosial, pesan teks, atau email. Dampaknya bisa sangat serius, menyebabkan trauma psikologis, depresi, hingga keinginan untuk bunuh diri pada korban. Penting untuk mengenali tanda-tanda dan melaporkan kasus cyberbullying.

4. Perlindungan Data Pribadi dan Privasi
Data pribadi adalah setiap data tentang seseorang yang dapat diidentifikasi secara langsung atau tidak langsung. Melindungi data pribadi berarti menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi tersebut. Privasi adalah hak individu untuk mengontrol informasi tentang diri mereka sendiri. Strategi perlindungan meliputi penggunaan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) untuk lapisan keamanan tambahan, dan secara rutin memperbarui perangkat lunak serta sistem operasi. Pengaturan privasi di media sosial juga harus diperiksa dan disesuaikan secara berkala untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat informasi Anda.

5. Mengamankan Akun Daring dan Perangkat
Selain kata sandi dan 2FA, ada beberapa langkah lain untuk mengamankan akun daring Anda. Selalu waspada terhadap email atau pesan yang mencurigakan yang meminta informasi pribadi. Hindari mengklik tautan yang tidak dikenal. Gunakan VPN (Virtual Private Network) saat terhubung ke Wi-Fi publik untuk mengenkripsi lalu lintas internet Anda. Untuk perangkat, pastikan selalu memasang antivirus yang mutakhir dan melakukan pemindaian rutin. Cadangkan data penting secara teratur ke penyimpanan eksternal atau cloud untuk mencegah kehilangan data akibat serangan atau kerusakan perangkat.

6. Membangun Kesadaran Keamanan Siber
Membangun kesadaran keamanan siber adalah upaya kolektif untuk mendidik individu tentang risiko siber dan praktik terbaik untuk melindungi diri. Ini melibatkan kampanye edukasi, pelatihan, dan penyebaran informasi yang mudah dipahami. Dengan meningkatkan kesadaran, kita dapat menciptakan komunitas daring yang lebih tangguh terhadap ancaman. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keamanan siber, mulai dari tindakan sederhana seperti tidak berbagi informasi pribadi sembarangan hingga melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Bersama-sama, kita bisa menciptakan ruang digital yang lebih aman dan terpercaya.

Rangkuman: Literasi digital dan keamanan siber adalah fondasi penting untuk berinteraksi di dunia maya. Kita perlu memahami etika berinternet, mengenali ancaman siber seperti phishing dan malware, serta menerapkan strategi perlindungan data pribadi. Dengan mengamankan akun daring dan perangkat, serta terus membangun kesadaran, kita dapat menjadi warga digital yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada lingkungan daring yang aman bagi semua.

Halaman 10 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Literasi DigitalKemampuan berinteraksi cerdas di dunia digital.
Keamanan SiberPerlindungan sistem dan data dari serangan digital.
PhishingPenipuan untuk mendapatkan data pribadi dengan menyamar.
MalwarePerangkat lunak berbahaya yang merusak sistem.
Privasi DataHak individu mengontrol informasi pribadinya.
NetiketEtika berperilaku di internet.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Literasi Digital dan Keamanan Siber" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Literasi Digital dan Keamanan Siber — pratinjau tuntas.org

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Literasi Digital dan Keamanan Siber pada Koding dan Kecerdasan Artifisial SMK, Fase E, elemen Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Modul Literasi Digital dan Keamanan Siber ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Literasi Digital dan Keamanan Siber ini gratis?

Ya. Modul Literasi Digital dan Keamanan Siber untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Literasi Digital dan Keamanan Siber ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Literasi Digital dan Keamanan Siber ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Literasi Digital dan Keamanan Siber dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Literasi Digital dan Keamanan Siber ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Literasi Digital dan Keamanan Siber tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Literasi Digital dan Keamanan Siber untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Literasi Digital dan Keamanan Siber ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Literasi Digital dan Keamanan Siber beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Literasi Digital dan Keamanan Siber disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.