SMK · Kelas X · Fase E · Semester 1

Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X
Struktur Kontrol dan Fungsi

Modul ajar (RPP) Koding dan Kecerdasan Artifisial SMK kelas X materi Struktur Kontrol dan Fungsi, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Sampul modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X materi Struktur Kontrol dan Fungsi — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Struktur kontrol (kondisional if-elif-else dan perulangan for/while) memungkinkan program mengambil keputusan dan melakukan tugas berulang secara otomatis. Fungsi adalah blok kode yang dapat digunakan kembali untuk tugas spesifik, meningkatkan modularitas dan efisiensi kode. Menguasai keduanya adalah fundamental untuk membangun program yang logis, terstruktur, dan mudah dikelola, menjadi pondasi penting dalam pengembangan perangkat lunak yang lebih kompleks.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Struktur Kontrol dan Fungsi
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Struktur Kontrol dan Fungsi
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasE / X
Materi PokokStruktur Kontrol dan Fungsi
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang algoritma dan sintaksis dasar bahasa pemrograman seperti variabel dan tipe data.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi logika dalam penggunaan struktur kontrol untuk memecahkan masalah pemrograman.
  2. Kolaborasi — elemen: Kerja Sama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan mengimplementasikan fungsi dalam proyek pemrograman.
  3. Kemandirian — elemen: Pemahaman Diri dan Situasi
    Peserta didik memahami kekuatan dan kelemahan diri dalam proses belajar koding serta mengambil inisiatif untuk meningkatkan kompetensi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainPemrograman Komputer
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menerapkan struktur kontrol dan fungsi dalam pengembangan algoritma dan program sederhana untuk menyelesaikan masalah komputasi, serta mendemonstrasikan pemahaman prinsip-prinsip dasar pemrograman terstruktur.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualStruktur kontrol seperti if-else dan for-loop digunakan dalam aplikasi sehari-hari seperti sistem login atau antrean tiket.
KonseptualStruktur kontrol adalah perintah yang mengatur alur eksekusi program, sementara fungsi adalah blok kode yang dapat digunakan kembali.
ProseduralLangkah-langkah yang dipelajari meliputi penulisan kode untuk kondisi (if-else), perulangan (for, while), dan pembuatan serta pemanggilan fungsi.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa pemilihan struktur kontrol dan fungsi yang tepat sangat memengaruhi efisiensi dan keterbacaan kode program.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi berbagai jenis struktur kontrol (kondisional dan perulangan) dalam bahasa pemrograman.
  2. Menerapkan struktur kontrol kondisional (if-else, elif) untuk membuat program yang dapat mengambil keputusan.
  3. Menerapkan struktur kontrol perulangan (for, while) untuk membuat program yang dapat melakukan tugas berulang.
  4. Merancang dan mendefinisikan fungsi dengan parameter dan nilai kembalian untuk modularitas kode.
  5. Mengimplementasikan fungsi dalam program untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat digunakan kembali.
  6. Menganalisis dan mengoptimalkan penggunaan struktur kontrol dan fungsi dalam menyelesaikan studi kasus sederhana.
Halaman 2 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami dan mengaplikasikan struktur kontrol serta fungsi adalah kunci untuk membangun program yang logis, efisien, dan mudah dikelola, memungkinkan penyelesaian masalah komputasi yang kompleks.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa membuat komputer 'berpikir' dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu atau melakukan tugas berulang secara otomatis?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Konsep logika Boolean, deret aritmatika/geometri dalam perulangan, dan fungsi matematika sebagai dasar fungsi pemrograman.
Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis pseudocode yang jelas dan terstruktur, serta menyusun dokumentasi program yang mudah dipahami.
Sistem Komputer: Pemahaman tentang bagaimana instruksi program dieksekusi oleh CPU dan memori, serta efisiensi algoritma.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau komunitas dapat diajak untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana logika dan otomatisasi digunakan dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari mereka.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di laboratorium komputer yang dilengkapi dengan IDE (Integrated Development Environment) yang mendukung kolaborasi, serta akses internet untuk mencari referensi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform belajar daring seperti Google Classroom untuk berbagi materi, mengumpulkan tugas, dan forum diskusi, serta penggunaan situs seperti Replit atau Jupyter Notebook untuk praktik koding daring.
Halaman 3 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi berbagai jenis struktur kontrol (kondisional dan perulangan) dalam bahasa pemrograman.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Koding: Guru menyebutkan definisi singkat, peserta didik menebak istilah kodingnya. Contoh: 'Alur program bercabang' (jawaban: 'kondisional').
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi algoritma dan flowchart, lalu bertanya 'Menurut kalian, bagaimana cara komputer membuat keputusan atau mengulang suatu pekerjaan?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami jenis struktur kontrol dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa membuat komputer 'berpikir' dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu?' agar peserta didik memahami arah belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Guru menayangkan video singkat tentang penggunaan struktur kontrol dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, lampu lalu lintas atau mesin ATM) untuk memancing diskusi.
  2. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan studi kasus sederhana yang membutuhkan pengambilan keputusan atau perulangan (misalnya, menghitung diskon jika pembelian di atas jumlah tertentu).
  3. Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi bagaimana 'aturan' atau 'kondisi' tersebut dapat diimplementasikan dalam bentuk alur program, dengan bimbingan dari guru.
  4. Guru menjelaskan konsep dasar struktur kontrol kondisional (if-else, elif) dan perulangan (for, while) menggunakan presentasi interaktif dan contoh kode sederhana.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Peserta didik secara individu mencoba menulis pseudocode atau flowchart sederhana untuk studi kasus yang diberikan menggunakan struktur kontrol yang baru dipelajari.
  2. Guru membimbing peserta didik dalam transisi dari pseudocode ke sintaksis bahasa pemrograman Python untuk contoh-contoh dasar.
  3. Peserta didik mencoba menjalankan kode sederhana yang telah ditulis di lingkungan pengembangan terpadu (IDE) untuk melihat hasilnya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Beberapa peserta didik mempresentasikan pseudocode atau kode yang telah mereka buat di depan kelas.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, menyoroti kekuatan dan area yang perlu diperbaiki.
  3. Guru melakukan penguatan konsep dengan merangkum kembali jenis-jenis struktur kontrol dan pentingnya dalam pemrograman.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang struktur kontrol kondisional dan perulangan.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan manfaat belajar struktur kontrol dalam memecahkan masalah sehari-hari dengan suasana positif.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari contoh penggunaan struktur kontrol di aplikasi lain dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Menerapkan struktur kontrol kondisional (if-else, elif) untuk membuat program yang dapat mengambil keputusan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tantangan 'Benar atau Salah': Guru menampilkan pernyataan tentang struktur kontrol, peserta didik mengangkat kartu 'Benar' atau 'Salah'.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang jenis struktur kontrol dan menanyakan 'Apa perbedaan utama antara if-else dan for-loop?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menerapkan struktur kontrol kondisional dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa membuat komputer 'berpikir' dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu?' agar peserta didik termotivasi untuk belajar lebih dalam.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Guru menyajikan sebuah studi kasus yang lebih kompleks, misalnya 'Sistem Penentu Kelulusan Siswa Berdasarkan Nilai dan Kehadiran'.
  2. Peserta didik dalam kelompok menganalisis masalah, mengidentifikasi kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan (misalnya, nilai minimal, persentase kehadiran), dan merencanakan alur logikanya.
  3. Guru membimbing diskusi kelompok untuk memastikan semua aspek masalah teridentifikasi dan dipahami dengan baik.
  4. Guru menjelaskan secara mendalam sintaksis dan penggunaan if, elif, dan else dalam Python, termasuk contoh-contoh dengan operator logika (AND, OR, NOT).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Setiap kelompok merancang pseudocode atau flowchart untuk studi kasus 'Sistem Penentu Kelulusan Siswa' dengan menggunakan struktur kondisional if-elif-else.
  2. Peserta didik kemudian mengimplementasikan pseudocode tersebut menjadi kode Python di komputer masing-masing atau secara berpasangan.
  3. Kelompok menguji program mereka dengan berbagai skenario input (misalnya, nilai tinggi dan kehadiran rendah, nilai rendah dan kehadiran tinggi, dll.) untuk memastikan semua kondisi tertangani dengan benar.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Perwakilan kelompok mendemonstrasikan program mereka dan menjelaskan logika di balik penggunaan struktur kondisional.
  2. Guru dan peserta didik lainnya memberikan umpan balik terhadap program yang didemonstrasikan, termasuk saran untuk perbaikan dan efisiensi.
  3. Guru melakukan penguatan tentang pentingnya mengidentifikasi semua kemungkinan kondisi dan cara penanganannya dalam pemrograman.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan cara efektif menggunakan if-elif-else untuk pengambilan keputusan dalam program.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja keras dan kreativitas mereka, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung.
  3. Guru memberikan tantangan untuk memikirkan skenario lain yang dapat diselesaikan dengan struktur kondisional dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Merancang dan mendefinisikan fungsi dengan parameter dan nilai kembalian untuk modularitas kode.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Koding: Peserta didik bergiliran menyebutkan satu kata terkait koding, membentuk rantai kata tanpa mengulang.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas materi sebelumnya dengan menanyakan 'Bagaimana struktur kontrol kondisional membantu program 'memilih' jalur eksekusi?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang fungsi dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa membuat kode program lebih rapi, mudah dibaca, dan bisa digunakan berulang kali tanpa menulis ulang?' agar peserta didik siap untuk tantangan baru.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Guru menayangkan video pendek tentang konsep 'Don't Repeat Yourself' (DRY) dalam pemrograman dan bagaimana fungsi membantu mencapai prinsip tersebut.
  2. Peserta didik dalam kelompok menganalisis contoh kode yang memiliki banyak pengulangan dan berdiskusi bagaimana cara menyederhanakannya.
  3. Guru menjelaskan konsep fungsi: definisi, pemanggilan, parameter (argumen), dan nilai kembalian (return value) menggunakan analogi mesin atau resep masakan.
  4. Guru memberikan contoh sederhana pembuatan dan pemanggilan fungsi di Python, termasuk fungsi tanpa parameter dan dengan parameter.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Setiap kelompok diberikan studi kasus 'Kalkulator Sederhana' yang membutuhkan fungsi untuk operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
  2. Peserta didik berkolaborasi merancang fungsi-fungsi yang diperlukan, menentukan parameter input dan nilai kembalian untuk setiap fungsi.
  3. Kelompok mengimplementasikan rancangan fungsi mereka ke dalam kode Python, lalu menguji setiap fungsi dengan berbagai input untuk memastikan hasilnya benar.
  4. Peserta didik mengintegrasikan fungsi-fungsi tersebut ke dalam program utama kalkulator yang menggunakan struktur kontrol kondisional untuk memilih operasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan program kalkulator mereka, menjelaskan bagaimana fungsi membuat kode lebih terstruktur dan mudah dikelola.
  2. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik, menyoroti keunggulan modularitas dan potensi perbaikan dalam desain fungsi.
  3. Guru melakukan penguatan tentang manfaat utama fungsi: reusabilitas, keterbacaan, dan kemudahan debugging.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya fungsi untuk membuat kode yang efisien dan terstruktur.
  2. Guru mengapresiasi kerja sama dan inovasi kelompok, menumbuhkan rasa bangga atas pencapaian mereka dalam suasana yang positif.
  3. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari contoh penggunaan fungsi di library Python dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Mari Membangun Logika Program!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat merancang alur program menggunakan struktur kontrol dan fungsi untuk menyelesaikan masalah sederhana.

Alat & bahan: Komputer/laptop, koneksi internet, IDE Python (misalnya, VS Code atau PyCharm), kertas, pensil.

Langkah kerja:

  1. Perhatikan diagram alir di bawah ini yang menggambarkan sebuah proses pengambilan keputusan sederhana. Analisis alur yang terjadi.
    YaTidakYaTidakMulaiApakah lapar?Ada makanan?MakanSelesaiBeli makananUang cukup?BeliPinjam uang
  2. Buatlah pseudocode atau flowchart baru untuk masalah 'Menentukan apakah sebuah bilangan adalah bilangan genap atau ganjil'.
  3. Rancanglah sebuah fungsi bernama `hitung_luas_persegi_panjang` yang menerima dua parameter (panjang dan lebar) dan mengembalikan nilai luasnya.
  4. Tuliskan kode Python lengkap untuk mengimplementasikan pseudocode dan fungsi yang telah Anda rancang, lalu uji dengan beberapa nilai input.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang 'alur program'?
  2. Berikan contoh sederhana di mana komputer perlu 'membuat keputusan'.
  3. Menurut Anda, apa manfaat jika kita bisa menggunakan kembali potongan kode yang sama berkali-kali?
  4. Bisakah Anda menjelaskan perbedaan antara 'input' dan 'output' dalam sebuah program?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan merancang pseudocode, dan kolaborasi dalam menulis kode program.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek mini 'Program Simulasi Antrean Sederhana' yang mencakup fungsionalitas, struktur kode, dan penggunaan struktur kontrol serta fungsi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi berbagai jenis struktur kontrol (kondisional dan perulangan) dalam bahasa pemrograman.Jenis-jenis struktur kontrol (if-else, for, while).2 JPPenalaran Kritis
2Menerapkan struktur kontrol kondisional (if-else, elif) untuk membuat program yang dapat mengambil keputusan.Implementasi if-elif-else, operator logika.2 JPPenalaran Kritis, Kemandirian
3Merancang dan mendefinisikan fungsi dengan parameter dan nilai kembalian untuk modularitas kode.Definisi fungsi, parameter, nilai kembalian.2 JPKolaborasi, Kemandirian
4Menganalisis dan mengoptimalkan penggunaan struktur kontrol dan fungsi dalam menyelesaikan studi kasus sederhana.Proyek mini: Simulasi Antrean Sederhana.2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi, Kemandirian
Halaman 9 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Dalam pemrograman, kita seringkali perlu membuat program yang dapat mengambil keputusan atau melakukan serangkaian tugas secara berulang. Untuk itulah kita membutuhkan struktur kontrol dan fungsi. Struktur kontrol memungkinkan program untuk 'berpikir' dan bereaksi terhadap kondisi yang berbeda, sementara fungsi membantu kita mengelola kode agar lebih rapi, efisien, dan mudah digunakan kembali.

1. Pendahuluan Struktur Kontrol
Struktur kontrol adalah pernyataan dalam bahasa pemrograman yang mengatur alur eksekusi program. Tanpa struktur kontrol, program akan berjalan secara sekuensial dari atas ke bawah. Ada dua jenis utama struktur kontrol: kondisional (pemilihan) dan perulangan (iterasi). Memahami cara kerjanya adalah fondasi untuk membangun program yang dinamis dan interaktif. Misalnya, dalam sebuah game, struktur kontrol menentukan apakah pemain menang atau kalah berdasarkan skor.

2. Struktur Kontrol Kondisional (if-elif-else)
Struktur kontrol kondisional memungkinkan program untuk menjalankan blok kode tertentu hanya jika suatu kondisi terpenuhi. Pernyataan `if` digunakan untuk menguji satu kondisi. Jika kondisi benar, blok kode di dalamnya dijalankan. Pernyataan `elif` (else if) digunakan untuk menguji kondisi tambahan jika kondisi `if` sebelumnya salah. Terakhir, pernyataan `else` digunakan untuk menjalankan blok kode ketika semua kondisi `if` dan `elif` sebelumnya salah. Contohnya adalah sistem login: jika username dan password benar, maka akses diberikan.

3. Struktur Kontrol Perulangan (for)
Struktur kontrol perulangan `for` digunakan untuk mengulang blok kode sejumlah kali yang telah ditentukan atau untuk mengiterasi melalui elemen-elemen dalam sebuah koleksi (seperti daftar atau string). Ini sangat berguna ketika kita perlu melakukan tugas yang sama berulang kali tanpa harus menulis kode yang berulang-ulang. Sebagai contoh, mencetak angka 1 sampai 10 atau memproses setiap item dalam daftar belanja.

4. Struktur Kontrol Perulangan (while)
Struktur kontrol perulangan `while` digunakan untuk mengulang blok kode selama suatu kondisi tertentu masih bernilai benar. Perulangan ini akan terus berjalan sampai kondisi menjadi salah. Penting untuk memastikan bahwa ada mekanisme di dalam blok `while` yang dapat mengubah kondisi menjadi salah, jika tidak, program akan mengalami 'infinite loop' atau perulangan tak terbatas. Contoh penggunaannya adalah meminta input dari pengguna sampai input yang valid diberikan.

5. Pengenalan Fungsi
Fungsi adalah blok kode terorganisir dan dapat digunakan kembali yang dirancang untuk melakukan tugas tunggal yang terkait. Fungsi membantu memecah program besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola, meningkatkan modularitas dan reusabilitas kode. Dengan fungsi, kita bisa menghindari pengulangan kode yang sama (prinsip DRY - Don't Repeat Yourself). Contohnya adalah fungsi untuk menghitung luas area, yang bisa dipanggil kapan saja dibutuhkan.

6. Mendefinisikan dan Memanggil Fungsi
Untuk mendefinisikan fungsi di Python, kita menggunakan kata kunci `def` diikuti dengan nama fungsi dan tanda kurung `()`, yang dapat berisi parameter. Blok kode fungsi diindentasi. Setelah didefinisikan, fungsi dapat dipanggil dengan menulis namanya diikuti tanda kurung. Fungsi juga dapat mengembalikan nilai menggunakan kata kunci `return`. Parameter adalah nilai yang diteruskan ke fungsi saat dipanggil, memungkinkan fungsi beroperasi pada data yang berbeda setiap kali digunakan.

7. Parameter dan Nilai Kembalian Fungsi
Parameter adalah variabel yang terdaftar di dalam tanda kurung saat mendefinisikan fungsi. Mereka bertindak sebagai placeholder untuk nilai yang akan diterima fungsi. Nilai kembalian adalah hasil yang dihasilkan fungsi setelah menyelesaikan tugasnya, yang dikirim kembali ke bagian program yang memanggilnya menggunakan pernyataan `return`. Fungsi dapat memiliki nol atau lebih parameter, dan dapat mengembalikan satu atau lebih nilai, atau tidak mengembalikan apa pun (hanya melakukan aksi).

8. Modularitas dan Reusabilitas Kode
Modularitas adalah praktik memecah program menjadi modul-modul yang lebih kecil dan independen, yang dalam konteks ini diwakili oleh fungsi. Setiap modul memiliki tanggung jawab spesifik. Reusabilitas kode berarti kita dapat menggunakan kembali fungsi yang sama di berbagai bagian program atau bahkan di program yang berbeda, menghemat waktu dan mengurangi kesalahan. Ini adalah prinsip penting dalam pengembangan perangkat lunak yang efisien dan mudah dipelihara.

Rangkuman: Struktur kontrol (kondisional if-elif-else dan perulangan for/while) memungkinkan program mengambil keputusan dan melakukan tugas berulang secara otomatis. Fungsi adalah blok kode yang dapat digunakan kembali untuk tugas spesifik, meningkatkan modularitas dan efisiensi kode. Menguasai keduanya adalah fundamental untuk membangun program yang logis, terstruktur, dan mudah dikelola, menjadi pondasi penting dalam pengembangan perangkat lunak yang lebih kompleks.

Halaman 10 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Struktur KontrolPernyataan dalam program yang mengatur alur eksekusi berdasarkan kondisi atau perulangan.
KondisionalStruktur kontrol yang memungkinkan program membuat keputusan berdasarkan kondisi (misalnya, if-else).
PerulanganStruktur kontrol yang mengulang blok kode sejumlah kali atau selama suatu kondisi terpenuhi (misalnya, for, while).
FungsiBlok kode terorganisir dan dapat digunakan kembali yang melakukan tugas spesifik.
ParameterVariabel yang diteruskan ke fungsi saat dipanggil, berfungsi sebagai input.
Nilai KembalianHasil yang dihasilkan oleh fungsi dan dikirim kembali ke pemanggil.
PseudocodeDeskripsi informal tingkat tinggi dari algoritma pemrograman, tidak terikat sintaks bahasa tertentu.
IDEIntegrated Development Environment, perangkat lunak untuk mempermudah pengembangan program.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Struktur Kontrol dan Fungsi" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Struktur Kontrol dan Fungsi — pratinjau tuntas.org

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Struktur Kontrol dan Fungsi pada Koding dan Kecerdasan Artifisial SMK, Fase E, elemen Pemrograman Komputer.

Modul Struktur Kontrol dan Fungsi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Struktur Kontrol dan Fungsi ini gratis?

Ya. Modul Struktur Kontrol dan Fungsi untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Struktur Kontrol dan Fungsi ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Struktur Kontrol dan Fungsi ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Struktur Kontrol dan Fungsi dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Struktur Kontrol dan Fungsi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Struktur Kontrol dan Fungsi tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Struktur Kontrol dan Fungsi untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Struktur Kontrol dan Fungsi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Struktur Kontrol dan Fungsi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Struktur Kontrol dan Fungsi disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.