Modul Ajar & RPP IPA Kelas VIII
sistem ekskresi kulit, paru², & hati
Modul ajar (RPP) IPA SMP kelas VIII materi sistem ekskresi kulit, paru², & hati lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan sistem ekskresi kulit, paru², & hati yang Anda cari? Materi IPA Kelas VIII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | sistem ekskresi kulit, paru², & hati |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar tentang sel, jaringan, dan organ, serta telah mengenal beberapa organ tubuh manusia secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kesehatan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPA |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis struktur, fungsi, dan interaksi organ-organ pada sistem tubuh manusia, serta menjelaskan mekanisme sistem ekskresi dalam menjaga homeostasis tubuh. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Manusia mengeluarkan keringat melalui kulit, karbon dioksida melalui paru-paru, dan zat sisa metabolisme lain melalui hati. |
| Konseptual | Sistem ekskresi adalah mekanisme biologis tubuh untuk menghilangkan produk sisa metabolisme dan kelebihan zat lain agar menjaga keseimbangan internal (homeostasis). |
| Prosedural | Peserta didik akan mengamati model organ ekskresi, menganalisis data percobaan sederhana, dan menyimpulkan fungsi masing-masing organ ekskresi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ ekskresi dan bagaimana pengetahuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi organ-organ ekskresi pada kulit, paru-paru, dan hati.
- Menjelaskan fungsi masing-masing organ ekskresi (kulit, paru-paru, hati) dalam tubuh manusia.
- Menganalisis keterkaitan antara fungsi organ ekskresi dengan kesehatan tubuh.
- Menyajikan hasil pengamatan dan analisis tentang sistem ekskresi kulit, paru-paru, dan hati.
- Merancang upaya menjaga kesehatan organ ekskresi.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa sistem ekskresi pada kulit, paru-paru, dan hati bekerja secara terkoordinasi untuk membuang zat sisa metabolisme yang berbahaya dari tubuh, sehingga menjaga keseimbangan dan kesehatan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa tubuh kita berkeringat setelah berolahraga dan apa hubungannya dengan kesehatan?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Pentingnya hidrasi dan olahraga untuk mengeluarkan keringat serta menjaga fungsi paru-paru. Bahasa Indonesia: Keterampilan menyusun teks persuasif untuk kampanye kesehatan organ ekskresi. Seni Budaya: Mendesain poster edukasi yang menarik dan informatif tentang kesehatan organ ekskresi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi tentang pentingnya pola makan sehat dan kebersihan diri di rumah yang mendukung fungsi organ ekskresi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Penyediaan akses ke sumber air bersih di sekolah dan area kelas yang bersih serta berventilasi baik untuk mendukung praktik menjaga kebersihan diri dan pernapasan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (misalnya Canva, PowerPoint) untuk membuat poster edukasi digital tentang menjaga kesehatan organ ekskresi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi organ-organ ekskresi pada kulit, paru-paru, dan hati. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik saat berkeringat atau batuk, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa tubuh kita berkeringat setelah berolahraga dan apa hubungannya dengan kesehatan?' untuk membangun kesadaran peserta didik akan materi yang akan dipelajari. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati gambar atau video tentang aktivitas manusia yang menghasilkan zat buangan (misalnya olahraga, bernapas), lalu berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi organ-organ yang terlibat dalam proses pembuangan tersebut dan mengaitkannya dengan pengalaman nyata. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok melakukan eksplorasi mandiri menggunakan bahan ajar digital atau buku teks untuk mencari informasi lebih lanjut tentang struktur dan letak kulit, paru-paru, dan hati sebagai organ ekskresi, kemudian mencatat temuan mereka dalam lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi organ ekskresi, sementara kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep awal tentang organ-organ tersebut serta memastikan pemahaman yang benar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan organ-organ ekskresi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, memotivasi untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan fungsi masing-masing organ ekskresi (kulit, paru-paru, hati) dalam tubuh manusia. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mereview singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menyampaikan skenario permasalahan: 'Apa yang terjadi jika salah satu organ ekskresi tidak berfungsi dengan baik?' untuk mengaitkan materi dengan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus atau artikel pendek tentang penyakit yang berhubungan dengan gangguan fungsi kulit, paru-paru, atau hati (misalnya biang keringat, asma, hepatitis), kemudian berdiskusi untuk menghubungkan gejala dengan fungsi organ terkait. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok melakukan percobaan sederhana (misalnya mengamati penguapan air dari permukaan kulit dengan kertas kobalt klorida atau menguji keberadaan CO2 dari pernapasan dengan air kapur) atau simulasi virtual untuk memahami mekanisme kerja dan produk ekskresi dari kulit dan paru-paru, serta mencari informasi tentang fungsi hati sebagai organ ekskresi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus dan percobaan, menjelaskan fungsi spesifik kulit, paru-paru, dan hati dalam proses ekskresi. Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin timbul. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan fungsi utama setiap organ ekskresi. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik, memberikan motivasi untuk menjaga kesehatan organ, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menganalisis keterkaitan antara fungsi organ ekskresi dengan kesehatan tubuh dan merancang upaya menjaga kesehatan organ ekskresi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan poster atau infografis tentang gaya hidup sehat dan kaitannya dengan organ ekskresi, lalu meminta peserta didik mengaitkan dengan materi sebelumnya dan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit, paru-paru, dan hati (misalnya pola makan, kebersihan, polusi udara, kebiasaan merokok) dan menganalisis dampak dari faktor-faktor tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang sebuah kampanye mini atau poster edukasi digital/manual tentang 'Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Ekskresi' yang mencakup tips praktis untuk kulit, paru-paru, dan hati, sebagai bentuk aplikasi pemahaman mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan hasil rancangan kampanye atau poster mereka. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga kesehatan organ ekskresi sebagai bagian dari gaya hidup sehat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pentingnya menjaga kesehatan organ ekskresi dan bagaimana hal itu dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan partisipasi, memotivasi untuk terus peduli pada kesehatan, dan menutup dengan doa yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi organ ekskresi kulit, paru-paru, dan hati.
Alat & bahan: Gambar/model organ ekskresi, lembar kerja, alat tulis, kertas kobalt klorida, air kapur, sedotan
Langkah kerja:
- Amati gambar/model organ ekskresi (kulit, paru-paru, hati) yang disediakan.
- Diskusikan dalam kelompok mengenai struktur umum dan lokasi masing-masing organ.
- Lakukan percobaan sederhana untuk mengidentifikasi produk ekskresi dari kulit dan paru-paru.
- Catat hasil pengamatan dan diskusikan fungsi spesifik dari setiap organ ekskresi.
- Buatlah rangkuman singkat tentang organ-organ ekskresi dan fungsinya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang keringat?
- Mengapa kita bernapas?
- Apakah kamu tahu organ apa saja yang berperan dalam membuang zat sisa dari tubuh?
- Pernahkah kamu mendengar tentang fungsi hati?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan saat melakukan percobaan.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi organ-organ ekskresi pada kulit, paru-paru, dan hati. | Pengenalan struktur dan letak organ ekskresi. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan fungsi masing-masing organ ekskresi (kulit, paru-paru, hati). | Mekanisme kerja dan produk ekskresi setiap organ. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kesehatan |
| 3 | Menganalisis keterkaitan antara fungsi organ ekskresi dengan kesehatan tubuh. | Dampak gangguan organ dan upaya menjaga kesehatan. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kesehatan |
Tubuh manusia adalah sistem yang kompleks, dan salah satu proses vital yang terjadi di dalamnya adalah ekskresi. Proses ini memastikan bahwa zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan atau berbahaya bagi tubuh dapat dikeluarkan. Tanpa proses ekskresi yang efisien, racun akan menumpuk dan mengganggu fungsi organ, bahkan dapat mengancam kehidupan. Modul ini akan membahas tiga organ penting dalam sistem ekskresi: kulit, paru-paru, dan hati.
1. Kulit sebagai Organ Ekskresi
Kulit, selain berfungsi sebagai pelindung dan pengatur suhu, juga berperan sebagai organ ekskresi. Kulit memiliki kelenjar keringat yang tersebar di seluruh permukaan tubuh. Kelenjar keringat ini menghasilkan keringat yang mengandung air, garam mineral (terutama NaCl), urea, dan sedikit asam laktat. Proses pengeluaran keringat membantu tubuh mendinginkan diri saat suhu lingkungan panas atau setelah beraktivitas fisik. Selain itu, keringat juga membantu membuang sebagian kecil zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh. Penting menjaga kebersihan kulit agar kelenjar keringat tidak tersumbat.
2. Paru-paru sebagai Organ Ekskresi
Paru-paru dikenal sebagai organ pernapasan utama, namun juga memiliki fungsi ekskresi. Dalam proses respirasi seluler, tubuh menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) sebagai produk sampingan. Kedua zat ini kemudian diangkut oleh darah menuju paru-paru. Di dalam alveolus paru-paru, CO2 dan H2O berdifusi dari kapiler darah ke udara di dalam alveolus, kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui proses ekspirasi (menghembuskan napas). Dengan demikian, paru-paru berperan penting dalam menjaga keseimbangan pH darah dan membuang produk sisa pernapasan.
3. Hati sebagai Organ Ekskresi
Hati adalah organ internal terbesar yang memiliki berbagai fungsi vital, termasuk sebagai organ ekskresi. Hati berperan dalam mendetoksifikasi zat-zat berbahaya, seperti racun dan obat-obatan, mengubahnya menjadi bentuk yang kurang berbahaya agar mudah dikeluarkan dari tubuh. Hati juga memecah sel darah merah yang sudah tua, menghasilkan pigmen empedu (bilirubin) yang kemudian diekskresikan bersama empedu ke usus halus dan dikeluarkan melalui feses. Selain itu, hati mengubah amonia (zat beracun hasil metabolisme protein) menjadi urea yang lebih tidak beracun, untuk kemudian dikeluarkan melalui ginjal.
4. Keterkaitan dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi
Kulit, paru-paru, dan hati bekerja sama dalam sistem ekskresi untuk menjaga homeostasis atau keseimbangan internal tubuh. Gangguan pada salah satu organ ini dapat mempengaruhi fungsi organ lainnya dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Misalnya, masalah pada hati dapat menyebabkan penumpukan racun yang bisa berdampak pada kulit. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan ketiga organ ini melalui pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, cukup minum air, berolahraga teratur, menjaga kebersihan diri, dan menghindari paparan zat berbahaya seperti polusi udara dan asap rokok.
Rangkuman: Sistem ekskresi melibatkan beberapa organ penting untuk membuang zat sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan tubuh. Kulit mengeluarkan keringat yang mengandung air, garam, dan urea. Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida dan uap air sebagai hasil pernapasan. Hati berperan mendetoksifikasi racun, memecah sel darah merah, dan mengubah amonia menjadi urea. Ketiga organ ini bekerja sama untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh secara optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Ekskresi | Proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh. |
| Homeostasis | Kondisi keseimbangan internal tubuh yang terjaga. |
| Urea | Zat sisa metabolisme protein yang kurang beracun, dihasilkan hati. |
| Bilirubin | Pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah, diekskresikan hati. |
| Detoksifikasi | Proses menghilangkan atau mengurangi efek racun dalam tubuh. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "sistem ekskresi kulit, paru², & hati" mata pelajaran IPA Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPA Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 4 siap unduh
Sistem Gerak ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem PencernaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem PernapasanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Peredaran DarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Tekanan ZatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGetaran, Gelombang, dan BunyiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCahaya dan Alat OptikModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan AdiktifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPA di kelas lain
Sistem Pencernaan ManusiaIPA Kelas VIII SMPMakanan dan NutrisiIPA Kelas VIII SMPLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VIII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPA sistem ekskresi kulit, paru², & hati ini gratis?
Ya. Modul sistem ekskresi kulit, paru², & hati untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPA kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul sistem ekskresi kulit, paru², & hati ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VIII SMP.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas sistem ekskresi kulit, paru², & hati untuk IPA kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul sistem ekskresi kulit, paru², & hati ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar IPA kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi sistem ekskresi kulit, paru², & hati pada IPA SMP, Fase D, elemen Pemahaman IPA.
Bisakah modul sistem ekskresi kulit, paru², & hati ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan sistem ekskresi kulit, paru², & hati dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.