Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Hindu Kelas VII
Sradha dan Bhakti
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Hindu SMP kelas VII materi Sradha dan Bhakti lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Sradha dan Bhakti yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Hindu Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Sradha dan Bhakti |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 40 menit = 120 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal konsep dasar agama Hindu dan beberapa bentuk persembahyangan sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Keimanan dan Ketakwaan, Kemandirian, Kewargaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Sradha |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep Sradha sebagai dasar keimanan dalam agama Hindu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan perilaku Bhakti sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan, leluhur, dan sesama. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Sradha terwujud dalam keyakinan adanya Tuhan (Brahman), Atman, Karma Phala, Punarbhawa, dan Moksa, sementara Bhakti terwujud dalam praktik pujian dan persembahan. |
| Konseptual | Sradha adalah keyakinan atau kepercayaan yang mendalam, sedangkan Bhakti adalah pengabdian tulus yang merupakan implementasi dari Sradha. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam memahami dan menginternalisasi ajaran Sradha serta mempraktikkan bentuk-bentuk Bhakti dalam kehidupan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman Sradha dan Bhakti dapat membentuk karakter dan perilaku positif dalam diri mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menjelaskan pengertian Sradha dan lima bagiannya (Panca Sradha) dengan benar.
- Mengidentifikasi contoh-contoh penerapan Panca Sradha dalam kehidupan sehari-hari.
- Menganalisis hubungan antara Sradha dan Bhakti sebagai dasar keimanan Hindu.
- Menjelaskan pengertian Bhakti dan bentuk-bentuknya (Nawa Widha Bhakti) dengan tepat.
- Mempraktikkan salah satu bentuk Bhakti dalam kehidupan sehari-hari.
- Menciptakan karya sederhana yang mencerminkan pemahaman tentang Sradha dan Bhakti.
Pemahaman bermakna: Memahami Sradha dan Bhakti bukan sekadar hafalan, melainkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keimanan serta pengabdian yang membentuk karakter mulia dan harmonis dalam kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa keyakinan terhadap Tuhan dan pengabdian kepada-Nya penting dalam hidup kita?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Memahami Bhakti sebagai wujud pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan. Seni Budaya: Membuat poster atau karya seni yang merefleksikan konsep Sradha dan Bhakti. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan laporan hasil proyek. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berpartisipasi dengan membimbing peserta didik mempraktikkan Bhakti sederhana di rumah, seperti membantu pekerjaan rumah atau bersembahyang bersama. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan poster-poster inspiratif tentang nilai-nilai keagamaan, serta memanfaatkan lingkungan pura/tempat ibadah terdekat sebagai sumber belajar kontekstual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan gawai untuk mencari informasi tambahan tentang Sradha dan Bhakti, menonton video inspiratif, dan membuat presentasi digital sederhana untuk proyek kelompok. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian Sradha dan lima bagiannya (Panca Sradha) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik dengan salam 'Om Swastyastu', mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian yakini sebagai umat Hindu?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami Sradha dan Panca Sradha, serta manfaatnya dalam kehidupan, memotivasi peserta didik untuk aktif. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok, kemudian mengamati gambar-gambar yang berkaitan dengan keyakinan Hindu (misalnya gambar pura, simbol Om, orang sembahyang) dan mencoba mengidentifikasi apa yang mereka yakini dari gambar tersebut. Guru memfasilitasi diskusi untuk menghubungkan keyakinan tersebut dengan konsep Sradha. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Setiap kelompok membaca materi tentang Panca Sradha dari buku ajar atau sumber digital, kemudian mendiskusikan pengertian dan contoh dari masing-masing bagian Panca Sradha. Mereka diminta untuk mencatat poin-poin penting dan contoh nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat, serta memastikan semua peserta didik memahami Panca Sradha. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang Sradha dan Panca Sradha. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, menanyakan refleksi singkat 'Apa yang kalian pelajari hari ini?', dan memberikan tugas rumah untuk mencari contoh Bhakti, lalu menutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan pengertian Bhakti dan bentuk-bentuknya (Nawa Widha Bhakti) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru memulai dengan pertanyaan pemantik 'Bagaimana cara kita menunjukkan keyakinan kita kepada Tuhan dan leluhur?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami Bhakti dan Nawa Widha Bhakti, serta hubungannya dengan Sradha. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menonton video pendek tentang berbagai bentuk pengabdian atau Bhakti dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu (misalnya persembahyangan, melayani orang tua, membantu sesama). Mereka diminta mencatat bentuk-bentuk Bhakti yang mereka lihat dan diskusikan maknanya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus-kasus atau skenario pendek yang menggambarkan permasalahan terkait kurangnya Bhakti atau praktik Bhakti yang keliru. Mereka diminta mengidentifikasi solusi berdasarkan konsep Nawa Widha Bhakti yang telah dipelajari dari bahan ajar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis kasus dan solusi yang mereka rumuskan. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep Nawa Widha Bhakti, dan mengaitkan kembali pentingnya Bhakti sebagai wujud Sradha yang diimplementasikan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru merangkum hubungan Sradha dan Bhakti. Guru memberikan apresiasi, menugaskan peserta didik untuk merencanakan praktik Bhakti sederhana di rumah atau sekolah, dan menutup dengan doa serta salam, mengingatkan untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan salah satu bentuk Bhakti dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi Sradha dan Bhakti serta tugas yang telah diberikan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan Bhakti dan membuat karya yang merefleksikan pemahaman Sradha-Bhakti. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu atau kelompok kecil berbagi pengalaman mereka dalam merencanakan atau mempraktikkan Bhakti sederhana di rumah/sekolah (misalnya membantu orang tua, menjaga kebersihan lingkungan pura). Guru memberikan motivasi dan arahan untuk proyek akhir. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik secara berkelompok membuat 'Pohon Sradha-Bhakti' atau 'Poster Inspirasi Bhakti' yang berisi visualisasi Panca Sradha dan Nawa Widha Bhakti beserta contoh penerapannya dalam kehidupan mereka. Mereka menggunakan berbagai bahan dan kreativitas dalam membuat karya tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'Pohon Sradha-Bhakti' atau 'Poster Inspirasi Bhakti' mereka. Mereka menjelaskan makna dari setiap elemen yang mereka buat dan bagaimana karya tersebut mencerminkan pemahaman mereka tentang Sradha dan Bhakti. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik melakukan refleksi akhir tentang pentingnya Sradha dan Bhakti dalam membentuk karakter. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik, menyimpulkan seluruh materi, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam 'Om Santi, Santi, Santi Om'. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan contoh-contoh Sradha dan Bhakti dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar-gambar situasi kehidupan sehari-hari.
Langkah kerja:
- Amati gambar-gambar yang diberikan oleh guru.
- Diskusikan dalam kelompok, apakah gambar tersebut menunjukkan Sradha atau Bhakti, dan jelaskan alasannya.
- Tempelkan gambar pada kolom yang sesuai di tabel dan tuliskan penjelasannya.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang keyakinan dalam agama Hindu?
- Pernahkah kalian mendengar istilah 'Sradha'?
- Bagaimana cara kalian menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan atau orang tua?
- Apa pentingnya berbuat baik kepada sesama?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan relevansi isi LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek 'Pohon Sradha-Bhakti' atau 'Poster Inspirasi Bhakti' dan tes tulis akhir materi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian Sradha dan Panca Sradha. | Konsep dasar Sradha dan bagian-bagiannya. | 3 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| 2 | Menganalisis hubungan Sradha dan Bhakti serta menjelaskan Nawa Widha Bhakti. | Hubungan Sradha-Bhakti dan bentuk-bentuk Bhakti. | 3 JP | Kemandirian |
| 3 | Mempraktikkan Bhakti dan menciptakan karya tentang Sradha-Bhakti. | Penerapan Bhakti dan visualisasi Sradha-Bhakti. | 3 JP | Kewargaan |
Sradha dan Bhakti adalah dua pilar penting dalam agama Hindu yang tidak dapat dipisahkan. Sradha merupakan keyakinan atau kepercayaan yang mendalam terhadap ajaran agama, sedangkan Bhakti adalah wujud pengabdian tulus yang lahir dari keyakinan tersebut. Memahami dan mengamalkan Sradha serta Bhakti akan membimbing kita menuju kehidupan yang harmonis dan bermakna, baik secara spiritual maupun sosial.
1. Pengertian Sradha dan Panca Sradha
Sradha berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti 'keyakinan' atau 'kepercayaan'. Dalam agama Hindu, Sradha adalah keyakinan teguh terhadap kebenaran ajaran agama. Sradha diwujudkan dalam lima keyakinan dasar yang disebut Panca Sradha, yaitu: Widhi Tattwa (percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa), Atman Tattwa (percaya adanya Atman sebagai percikan Brahman dalam setiap makhluk hidup), Karma Phala Tattwa (percaya hukum sebab-akibat), Punarbhawa Tattwa (percaya kelahiran kembali), dan Moksa Tattwa (percaya tujuan akhir mencapai kebebasan abadi). Kelima keyakinan ini menjadi fondasi bagi umat Hindu dalam menjalani kehidupan.
2. Widhi Tattwa dan Atman Tattwa
Widhi Tattwa adalah keyakinan akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, Brahman, dengan segala manifestasi-Nya. Umat Hindu percaya bahwa Tuhan adalah pencipta, pemelihara, dan pelebur alam semesta. Atman Tattwa adalah keyakinan akan adanya Atman, yaitu percikan kecil dari Brahman yang bersemayam dalam setiap makhluk hidup. Atman ini bersifat abadi dan tidak dapat mati. Memahami Atman Tattwa mengajarkan kita untuk menghargai setiap kehidupan, karena di dalamnya terdapat unsur ketuhanan yang sama.
3. Karma Phala, Punarbhawa, dan Moksa Tattwa
Karma Phala Tattwa adalah keyakinan bahwa setiap perbuatan, baik maupun buruk, pasti akan membuahkan hasil atau akibat. Ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik. Punarbhawa Tattwa atau Samsara adalah keyakinan tentang kelahiran kembali jiwa yang belum mencapai kesempurnaan. Jiwa akan terus mengalami siklus kelahiran dan kematian hingga mencapai Moksa. Moksa Tattwa adalah tujuan tertinggi umat Hindu, yaitu bersatunya Atman dengan Brahman, mencapai kebebasan dari siklus Punarbhawa, dan merasakan kebahagiaan abadi. Untuk mencapai Moksa, diperlukan pengamalan Dharma yang konsisten.
4. Pengertian Bhakti dan Nawa Widha Bhakti
Bhakti berarti pengabdian, hormat, atau cinta kasih yang tulus. Bhakti adalah wujud nyata dari Sradha. Ada sembilan bentuk Bhakti yang dikenal dengan Nawa Widha Bhakti, yaitu: Sravanam (mendengarkan), Kirtanam (melantunkan), Smaranam (mengingat), Padasevanam (melayani), Arcanam (memuja), Vandanam (menghormat), Dasyam (melayani sebagai hamba), Sakhyam (menganggap Tuhan sebagai sahabat), dan Atmanivedanam (menyerahkan diri sepenuhnya). Setiap bentuk Bhakti ini dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi individu, semuanya bertujuan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Penerapan Sradha dan Bhakti dalam Kehidupan
Penerapan Sradha dan Bhakti sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Sradha memberikan pondasi moral dan spiritual, sementara Bhakti menjadi jembatan untuk mengimplementasikan keyakinan tersebut. Contoh penerapan Sradha adalah percaya bahwa kejujuran akan membawa kebaikan (Karma Phala), sementara contoh Bhakti adalah rajin bersembahyang (Arcanam) atau membantu orang tua (Padasevanam). Dengan mengamalkan keduanya, kita akan menjadi pribadi yang beriman, beretika, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Rangkuman: Sradha adalah keyakinan atau kepercayaan mendalam dalam agama Hindu yang terdiri dari Panca Sradha: Widhi Tattwa, Atman Tattwa, Karma Phala Tattwa, Punarbhawa Tattwa, dan Moksa Tattwa. Bhakti adalah wujud pengabdian tulus yang lahir dari Sradha, diwujudkan dalam Nawa Widha Bhakti. Sradha dan Bhakti saling melengkapi, menjadi pedoman bagi umat Hindu untuk mencapai keharmonisan hidup dan tujuan spiritual tertinggi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sradha | Keyakinan atau kepercayaan dalam agama Hindu. |
| Bhakti | Pengabdian, hormat, atau cinta kasih yang tulus. |
| Panca Sradha | Lima dasar keyakinan dalam agama Hindu. |
| Nawa Widha Bhakti | Sembilan bentuk pengabdian kepada Tuhan. |
| Widhi Tattwa | Percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa. |
| Atman Tattwa | Percaya adanya Atman sebagai percikan Tuhan. |
| Karma Phala Tattwa | Percaya hukum sebab-akibat dari perbuatan. |
| Punarbhawa Tattwa | Percaya kelahiran kembali atau reinkarnasi. |
| Moksa Tattwa | Percaya tujuan akhir mencapai kebebasan abadi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sradha dan Bhakti" mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Pendidikan Agama Hindu Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap
Semester 2 / Genap1 dari 4 siap
Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopHari Suci Keagamaan HinduBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisYoga dan Kesehatan RohaniBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTempat Suci dan KepemangkuanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Hindu di kelas lain
Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPPenerapan Ajaran Tei HitakaranaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPUPAKARA ( sarana upacara yajna )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPUPAVEDAPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu Sradha dan Bhakti ini gratis?
Ya. Modul Sradha dan Bhakti untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Hindu kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sradha dan Bhakti ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sradha dan Bhakti untuk Pendidikan Agama Hindu kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Sradha dan Bhakti ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sradha dan Bhakti dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Hindu kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.