Modul Ajar & RPP IPA Kelas VIII
Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengetahui bahwa tumbuhan memerlukan tanah untuk tumbuh dan beberapa hewan hidup di dalam tanah. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data hasil pengamatan karakteristik tanah dan mengevaluasi solusi untuk menjaga kesuburan tanah. - Kolaborasi — elemen: Kerja sama dan komunikasi
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi masalah tanah dan mengomunikasikan hasil diskusi mereka. - Kemandirian — elemen: Pemahaman diri dan situasi
Peserta didik secara mandiri mengidentifikasi potensi diri dalam menjaga keberlanjutan tanah melalui tindakan nyata.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran III Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep-konsep dasar tentang lingkungan dan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, serta menerapkan pengetahuan tersebut untuk menjaga keberlanjutan alam. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Tanah adalah lapisan teratas bumi yang menjadi tempat tumbuh tanaman dan habitat bagi banyak organisme. |
| Konseptual | Konsep dasar tanah meliputi jenis-jenis tanah, karakteristik fisiknya, dan perannya dalam mendukung kehidupan berkelanjutan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengamati karakteristik fisik tanah dan merancang tindakan sederhana untuk menjaga kesuburannya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya tanah bagi kehidupan dan bagaimana tindakan manusia memengaruhi kualitas tanah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui eksplorasi tekstur tanah secara langsung, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya tiga jenis tanah berdasarkan karakteristik fisiknya dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan peran tanah sebagai habitat dan sumber daya alam bagi kehidupan dengan minimal dua contoh yang relevan.
- Melalui pengamatan model lapisan tanah, peserta didik dapat mengurutkan lapisan-lapisan tanah dari atas ke bawah secara runtut.
- Setelah menganalisis masalah kerusakan tanah, peserta didik dapat merumuskan dua upaya sederhana untuk menjaga kesuburan tanah di lingkungan sekitar dengan mandiri.
- Melalui praktik penanaman sederhana, peserta didik dapat menunjukkan kepedulian terhadap tanah dengan menanam tumbuhan secara hati-hati dan benar.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa tanah bukan hanya sekadar media tanam, melainkan ekosistem kompleks yang vital bagi keberlangsungan hidup seluruh makhluk di bumi, serta setiap tindakan kita memiliki dampak pada kualitas tanah.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa tanah di kebun kita berbeda dengan tanah di pinggir sungai, dan apa dampaknya bagi tumbuhan yang tumbuh di sana?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik menyusun laporan sederhana atau mendeskripsikan hasil pengamatan tentang tanah secara lisan atau tulisan braille. Seni Budaya: Peserta didik membuat model lapisan tanah dari bahan-bahan yang dapat diraba atau membuat poster timbul tentang upaya menjaga tanah. Matematika: Peserta didik mengukur volume air yang diserap oleh berbagai jenis tanah dan membandingkannya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mengamati jenis tanah di sekitar rumah atau kebun, serta mengajak praktik menanam tanaman di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi dengan sampel tanah, pot tanaman, dan area praktik menanam di luar kelas (kebun sekolah) yang aman dan mudah diakses. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan rekaman audio deskripsi tentang jenis-jenis tanah dan video dengan deskripsi verbal untuk memahami proses erosi tanah, disajikan melalui tablet atau speaker. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui eksplorasi tekstur tanah secara langsung, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya tiga jenis tanah berdasarkan karakteristik fisiknya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Tekstur: Peserta didik meraba berbagai sampel tanah dengan mata tertutup dan menebak teksturnya (kasar, halus, lengket).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan peran tanah sebagai habitat dan sumber daya alam bagi kehidupan dengan minimal dua contoh yang relevan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Rantai Kata Tanah: Peserta didik menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan tanah secara bergantian, tidak boleh mengulang.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik fisik berbagai jenis tanah dan merumuskan upaya menjaga kesuburan tanah.
Alat & bahan: Sampel tanah liat, tanah berpasir, tanah humus, air, cangkir plastik, sendok, kain lap, lup (kaca pembesar) jika diperlukan.
Langkah kerja:
- Ambil sedikit sampel tanah liat dan rasakan teksturnya. Apakah halus, kasar, atau lengket? Catat hasil pengamatanmu.
- Ulangi langkah 1 untuk sampel tanah berpasir dan tanah humus.
- Tuangkan sedikit air ke setiap sampel tanah. Amati bagaimana air diserap. Apakah cepat atau lambat? Catat pengamatanmu.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu, apa perbedaan utama dari ketiga jenis tanah ini dan apa perannya bagi tumbuhan?
- Rumuskan dua upaya sederhana yang dapat kalian lakukan untuk menjaga agar tanah di sekitar sekolah atau rumah tetap subur dan sehat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang tanah?
- Di mana saja kamu pernah melihat tanah?
- Menurutmu, apa kegunaan tanah bagi tumbuhan?
- Apakah semua tanah sama?
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pengamatan tanah, serta kelengkapan ide yang disampaikan.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi kelompok dan LKPD tentang identifikasi jenis tanah dan upaya menjaga kesuburan tanah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik fisik tanah | Jenis-jenis tanah dan karakteristiknya | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan peran tanah bagi kehidupan | Peran tanah sebagai habitat dan sumber daya | 2 JP | Kolaborasi |
| 3 | Merumuskan upaya menjaga kesuburan tanah | Upaya pelestarian tanah | 2 JP | Kemandirian |
Tanah, lapisan teratas bumi yang sering kita injak, ternyata memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Lebih dari sekadar pijakan, tanah adalah rumah bagi jutaan organisme, gudang air dan nutrisi, serta penopang utama bagi semua tumbuhan. Memahami tanah berarti memahami fondasi kehidupan kita di bumi.
1. Apa Itu Tanah?
Tanah adalah campuran dari batuan lapuk, sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mati, air, dan udara. Tanah terbentuk selama ribuan bahkan jutaan tahun melalui proses pelapukan batuan dan aktivitas organisme. Lapisan tanah yang subur kaya akan humus, yaitu bahan organik dari sisa-sisa makhluk hidup yang sudah membusuk, yang membuat tanah berwarna gelap dan gembur.
2. Jenis-Jenis Tanah
Ada beberapa jenis tanah yang memiliki karakteristik berbeda. Tanah liat terasa lengket dan sulit ditembus air, sering digunakan untuk membuat kerajinan. Tanah berpasir terasa kasar dan mudah ditembus air, sehingga cepat kering. Tanah humus atau tanah subur, terasa gembur, berwarna gelap, dan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karena kaya nutrisi dan mampu menyimpan air dengan baik. Ada juga tanah lempung yang merupakan campuran tanah liat, pasir, dan lumpur.
3. Karakteristik Fisik Tanah
Karakteristik fisik tanah yang mudah diamati antara lain tekstur, warna, dan kemampuan menyerap air. Tekstur tanah bisa dirasakan dengan tangan, apakah kasar (pasir), halus (liat), atau gembur (humus). Warna tanah dapat bervariasi dari cokelat muda hingga hitam pekat, yang sering menunjukkan kandungan bahan organiknya. Kemampuan tanah menyerap air juga berbeda-beda, ada yang sangat cepat seperti tanah berpasir, dan ada yang lambat seperti tanah liat.
4. Peran Tanah bagi Kehidupan
Tanah memiliki banyak peran penting. Pertama, sebagai tempat tumbuh tanaman. Akar tanaman mencengkeram tanah dan menyerap air serta nutrisi di dalamnya. Kedua, sebagai habitat bagi berbagai makhluk hidup, seperti cacing tanah, serangga, bakteri, dan jamur yang membantu menyuburkan tanah. Ketiga, tanah berfungsi sebagai penyimpan air dan penyaring alami yang membersihkan air sebelum masuk ke dalam tanah dan menjadi air tanah yang bersih. Keempat, tanah adalah sumber daya alam yang menyediakan bahan bangunan, bahan baku industri, dan mineral penting.
5. Lapisan-Lapisan Tanah
Jika kita menggali tanah, kita akan menemukan beberapa lapisan. Lapisan teratas disebut lapisan humus (topsoil), yang paling subur karena banyak mengandung bahan organik. Di bawahnya ada lapisan tanah bawah (subsoil) yang lebih padat dan kurang subur. Selanjutnya ada lapisan batuan induk yang sudah lapuk, dan paling bawah adalah batuan induk yang masih utuh. Setiap lapisan memiliki peran penting dalam ekosistem tanah.
6. Kerusakan Tanah dan Dampaknya
Tanah dapat mengalami kerusakan akibat ulah manusia atau bencana alam. Contoh kerusakan tanah adalah erosi (terkikisnya lapisan tanah oleh air atau angin), pencemaran (masuknya zat-zat berbahaya ke dalam tanah), dan penggundulan hutan yang membuat tanah kehilangan penutup. Dampak kerusakan tanah sangat serius, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, berkurangnya kesuburan tanah, dan hilangnya habitat bagi makhluk hidup.
7. Upaya Menjaga Kesuburan Tanah
Kita semua memiliki peran untuk menjaga agar tanah tetap sehat dan subur. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain: tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang sulit terurai; menanam pohon atau tumbuhan untuk mencegah erosi; membuat pupuk kompos dari sisa-sisa organik; serta mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pertanian. Dengan menjaga tanah, kita menjaga kehidupan berkelanjutan di bumi.
Rangkuman: Tanah adalah lapisan teratas bumi yang vital, terdiri dari batuan lapuk, sisa organik, air, dan udara. Ada berbagai jenis tanah seperti liat, berpasir, dan humus, masing-masing dengan tekstur dan kemampuan serap air berbeda. Tanah berperan sebagai tempat tumbuh tanaman, habitat, penyimpan air, dan sumber daya. Kerusakan tanah akibat erosi atau pencemaran berdampak buruk. Kita dapat menjaganya dengan menanam pohon, membuat kompos, dan tidak membuang sampah sembarangan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Humus | Bahan organik dari sisa tumbuhan dan hewan yang membusuk, menyuburkan tanah. |
| Erosi | Proses terkikisnya lapisan tanah oleh air, angin, atau gravitasi. |
| Habitat | Tempat tinggal alami bagi tumbuhan atau hewan. |
| Tekstur tanah | Perasaan atau rabaan permukaan tanah (kasar, halus, lengket). |
| Kompos | Pupuk organik dari sisa tumbuhan dan hewan yang dibusukkan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra" mata pelajaran IPA Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup (Bagian I): Sistem Pencernaan dan Peredaran DarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisStruktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup (Bagian II): Sistem Pernapasan dan EkskresiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemanfaatkan Usaha, Energi, dan Pesawat SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeknologi Penerapan Tekanan pada ZatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Manfaat Gelombang dan Cahaya bagi ManusiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemisahan Campuran di Sekitar KitaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
Manfaat Gelombang dan Cahaya bagi Manusia — TunanetraIPA Kelas VIII SMPLBMemanfaatkan Usaha, Energi, dan Pesawat Sederhana — TunanetraIPA Kelas VIII SMPLBPemisahan Campuran di Sekitar Kita — TunanetraIPA Kelas VIII SMPLBStruktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup (Bagian II): Sistem Pernapasan dan Ekskresi — TunanetraIPA Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra pada IPA SMPLB, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra untuk IPA kelas VIII.
Apakah modul ajar IPA materi Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra ini gratis?
Ya. Modul Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra untuk kelas VIII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran III Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus, pada Fase D untuk kelas VIII SMPLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra untuk IPA kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas VIII SMPLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul IPA ini cocok untuk SMPLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMPLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan — Tunanetra disusun untuk SMPLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.