Modul Ajar & RPP Fisika Kelas XII
Konsep dan Fenomena Kuantum
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Fisika |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Konsep dan Fenomena Kuantum |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep gelombang elektromagnetik, energi, momentum, dan struktur atom model Bohr. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: memahami ajaran agama
Peserta didik mengaitkan keteraturan fenomena kuantum dengan kebesaran penciptaan alam semesta oleh Allah SWT. - penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data percobaan efek fotolistrik dan mengevaluasi interpretasi klasik versus kuantum. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide solusi untuk pemanfaatan teknologi kuantum dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Fisika |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara berbagai besaran fisika pada gejala kuantum, serta menjelaskan implikasinya dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Efek fotolistrik, radiasi benda hitam, dan spektrum atom hidrogen adalah contoh fenomena kuantum yang teramati. |
| Konseptual | Materi ini mempelajari konsep diskrititas energi, dualisme gelombang-partikel, dan ketidakpastian dalam skala mikroskopik. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis data percobaan, menerapkan rumus-rumus fisika kuantum, dan memecahkan masalah terkait fenomena kuantum. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa fisika klasik memiliki batasannya dan membutuhkan model kuantum untuk menjelaskan fenomena pada skala atomik. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengagumi kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta dengan hukum-hukum kuantum yang presisi dan menakjubkan. |
| 2. Cinta Ilmu | Membangun semangat keingintahuan dan ketekunan dalam mempelajari teori-teori fisika kuantum yang kompleks namun fundamental. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menyadari bahwa pemahaman fisika kuantum dapat mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan seperti panel surya. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi yang efektif saat berdiskusi tentang konsep-konsep fisika kuantum yang abstrak. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menghargai para ilmuwan Indonesia yang berkontribusi dalam riset fisika kuantum dan mendorong inovasi teknologi untuk kemajuan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep radiasi benda hitam dan hipotesis Planck dengan tepat.
- Dengan menganalisis data percobaan efek fotolistrik, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik efek fotolistrik dan menerapkan persamaan Einstein secara runtut.
- Setelah melakukan simulasi interaktif, peserta didik dapat menjelaskan dualisme gelombang-partikel dan prinsip ketidakpastian Heisenberg dengan benar.
- Melalui studi kasus dan presentasi, peserta didik dapat menganalisis penerapan fenomena kuantum dalam teknologi modern minimal tiga contoh.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa alam semesta pada skala mikroskopis diatur oleh prinsip-prinsip yang berbeda dari fisika klasik, membuka wawasan tentang teknologi modern dan kebesaran penciptaan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa cahaya, yang kita tahu sebagai gelombang, bisa berperilaku seperti partikel saat menumbuk logam dan melepaskan elektron?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kimia: Konsep energi ionisasi dan ikatan kimia yang dijelaskan dengan prinsip kuantum. Biologi: Aplikasi fisika kuantum dalam pencitraan medis seperti MRI atau penjelasan tentang fotosintesis. Teknologi Informasi: Dasar pengembangan komputer kuantum dan kriptografi kuantum. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berdiskusi tentang aplikasi teknologi kuantum (misalnya, laser, panel surya) yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di kelas dengan penataan meja diskusi kelompok dan akses ke laboratorium fisika atau ruang simulasi virtual untuk percobaan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan simulasi interaktif (misalnya PhET Colorado) untuk memvisualisasikan efek fotolistrik dan dualisme gelombang-partikel, serta pencarian literatur ilmiah daring. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep radiasi benda hitam dan hipotesis Planck dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Fisika: Guru menampilkan gambar-gambar terkait konsep fisika (misal: spektrum warna, lampu pijar), peserta didik menebak dan menjelaskan kaitannya dengan materi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis data percobaan efek fotolistrik, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik efek fotolistrik dan menerapkan persamaan Einstein secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Istilah Kuantum: Guru membacakan definisi singkat dari istilah-istilah terkait fisika kuantum (misal: foton, ambang batas), peserta didik menebak istilahnya dengan cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis data percobaan efek fotolistrik dan menentukan nilai fungsi kerja logam.
Alat & bahan: Komputer/laptop dengan akses internet, simulasi PhET 'Efek Fotolistrik', alat tulis
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 tentang skema percobaan efek fotolistrik dan diskusikan komponen utamanya.
Gambar 1. Rangkaian listrik - Buka simulasi PhET 'Efek Fotolistrik' dan atur parameter (jenis logam, intensitas, frekuensi cahaya) sesuai petunjuk.
- Catat data arus fotolistrik yang dihasilkan pada berbagai frekuensi cahaya untuk logam tertentu.
- Buat grafik hubungan energi kinetik elektron maksimum terhadap frekuensi cahaya dari data yang Anda peroleh.
- Tentukan fungsi kerja logam dari grafik yang telah Anda buat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang radiasi benda hitam?
- Bagaimana cahaya berinteraksi dengan materi menurut fisika klasik?
- Apa yang dimaksud dengan energi ambang dalam konteks pelepasan elektron?
Formatif (proses): Observasi diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis data efek fotolistrik.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai tentang konsep dan penerapan fenomena kuantum.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep radiasi benda hitam dan hipotesis Planck. | Radiasi benda hitam, hipotesis Planck, kuantisasi energi. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi karakteristik efek fotolistrik dan menerapkan persamaan Einstein. | Efek fotolistrik, foton, fungsi kerja, frekuensi ambang, persamaan Einstein. | 2 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Menjelaskan dualisme gelombang-partikel dan prinsip ketidakpastian Heisenberg. | Dualisme gelombang-partikel, de Broglie, prinsip ketidakpastian Heisenberg. | 2 JP | penalaran kritis |
| 4 | Menganalisis penerapan fenomena kuantum dalam teknologi modern. | Laser, panel surya, transistor, komputer kuantum. | 2 JP | kreativitas |
Fisika kuantum adalah cabang fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atom dan subatomik. Berbeda dengan fisika klasik yang berlaku pada skala makroskopik, fisika kuantum memperkenalkan konsep-konsep revolusioner seperti kuantisasi energi, dualisme gelombang-partikel, dan prinsip ketidakpastian. Pemahaman terhadap konsep ini menjadi kunci untuk menjelaskan banyak fenomena alam dan mengembangkan teknologi modern.
1. Radiasi Benda Hitam dan Hipotesis Planck
Benda hitam adalah objek ideal yang menyerap semua radiasi elektromagnetik yang jatuh padanya dan memancarkan radiasi termal secara sempurna. Fisika klasik gagal menjelaskan spektrum radiasi benda hitam, terutama pada panjang gelombang pendek (ultraviolet catastrophe). Max Planck pada tahun 1900 mengemukakan hipotesis radikal bahwa energi radiasi dipancarkan atau diserap dalam paket-paket diskrit yang disebut kuanta, dengan energi E = hf, di mana h adalah konstanta Planck dan f adalah frekuensi radiasi. Hipotesis ini berhasil menjelaskan kurva radiasi benda hitam dan menjadi tonggak awal lahirnya fisika kuantum.
2. Efek Fotolistrik dan Foton Einstein
Efek fotolistrik adalah fenomena terlepasnya elektron dari permukaan logam ketika disinari cahaya dengan frekuensi tertentu. Fenomena ini tidak dapat dijelaskan oleh teori gelombang cahaya klasik karena beberapa alasan: adanya frekuensi ambang, energi kinetik elektron yang terlepas bergantung pada frekuensi bukan intensitas, dan pelepasan elektron yang instan. Albert Einstein pada tahun 1905 menjelaskan efek fotolistrik dengan mengusulkan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel energi yang disebut foton, dengan energi E = hf. Ketika foton menumbuk elektron, seluruh energinya diberikan kepada elektron. Jika energi foton lebih besar dari fungsi kerja (energi minimum untuk melepaskan elektron), maka elektron akan terlepas.
3. Dualisme Gelombang-Partikel
Konsep dualisme gelombang-partikel menyatakan bahwa partikel-partikel seperti elektron dan bahkan cahaya dapat menunjukkan sifat gelombang maupun sifat partikel, tergantung pada bagaimana mereka diamati. Louis de Broglie pada tahun 1924 mengusulkan bahwa setiap partikel yang bergerak memiliki panjang gelombang de Broglie λ = h/p, di mana p adalah momentum partikel. Konsep ini diperkuat oleh percobaan difraksi elektron, yang menunjukkan bahwa elektron berperilaku seperti gelombang saat melewati celah sempit. Dualisme ini adalah salah satu pilar utama fisika kuantum yang menantang intuisi klasik kita.
4. Model Atom Bohr dan Spektrum Atom
Model atom Bohr, meskipun masih semi-klasik, memperkenalkan gagasan kuantisasi energi pada elektron dalam atom. Bohr menyatakan bahwa elektron hanya dapat berada pada orbit-orbit stabil tertentu dengan tingkat energi diskrit, dan memancarkan atau menyerap energi hanya saat berpindah antar orbit. Ini menjelaskan spektrum garis diskrit yang diamati pada atom hidrogen, di mana setiap garis sesuai dengan transisi energi spesifik. Model ini menunjukkan bahwa energi elektron dalam atom tidak kontinu, melainkan terkuantisasi.
5. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg
Prinsip ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengetahui secara bersamaan dan dengan presisi mutlak posisi dan momentum suatu partikel. Secara matematis, ΔxΔp ≥ h/4π, di mana Δx adalah ketidakpastian posisi, Δp adalah ketidakpastian momentum, dan h adalah konstanta Planck. Prinsip ini bukan karena keterbatasan alat ukur, melainkan sifat intrinsik dari alam semesta pada skala kuantum. Semakin akurat kita mengetahui posisi, semakin tidak akurat kita mengetahui momentumnya, dan sebaliknya.
6. Aplikasi Fenomena Kuantum dalam Teknologi
Prinsip-prinsip fisika kuantum telah merevolusi berbagai bidang teknologi. Contohnya, laser memanfaatkan emisi terstimulasi foton untuk menghasilkan cahaya koheren yang digunakan dalam komunikasi optik, bedah medis, dan pemutar cakram. Sel surya (panel fotovoltaik) mengubah energi cahaya menjadi listrik berdasarkan efek fotolistrik. Transistor, komponen dasar elektronik modern, beroperasi berdasarkan sifat kuantum semikonduktor. Penelitian terbaru juga mengarah pada pengembangan komputer kuantum yang memanfaatkan sifat superposisi dan entangelmen untuk memecahkan masalah kompleks yang tidak mampu ditangani komputer klasik.
Rangkuman: Fisika kuantum menjelaskan fenomena pada skala atomik dan subatomik yang tidak dapat dijelaskan fisika klasik. Konsep utama meliputi kuantisasi energi (Planck), sifat partikel cahaya (foton Einstein) yang menjelaskan efek fotolistrik, dualisme gelombang-partikel (de Broglie), model atom Bohr dengan tingkat energi diskrit, dan prinsip ketidakpastian Heisenberg. Pemahaman ini menjadi dasar bagi banyak teknologi modern seperti laser, panel surya, dan komputer kuantum.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Benda Hitam | Objek ideal yang menyerap dan memancarkan radiasi sempurna. |
| Kuantum | Paket energi diskrit terkecil. |
| Foton | Partikel cahaya pembawa energi kuanta. |
| Fungsi Kerja | Energi minimum untuk melepaskan elektron dari logam. |
| Dualisme Gelombang-Partikel | Sifat materi yang bisa berperilaku sebagai gelombang atau partikel. |
| Konstanta Planck | Konstanta dasar dalam mekanika kuantum (h ≈ 6.626 x 10^-34 J.s). |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Konsep dan Fenomena Kuantum" mata pelajaran Fisika Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Konsep dan Fenomena Kuantum yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Fisika Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 3 siap unduh
Listrik StatisModul siap unduh · Word + PDF ber-kopListrik Arus SearahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKemagnetanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Arus Bolak-BalikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGelombang ElektromagnetikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengantar Instrumental DigitalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Fisika lain yang sudah tersedia
Listrik DinamisFisika Kelas XII MADinamika GerakFisika Kelas XI MADinamika Notasi dan Kesetimbangan Benda TegarFisika Kelas XI MAFluidaFisika Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Fisika Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Fisika kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Konsep dan Fenomena Kuantum pada Fisika MA, Fase F, elemen Pemahaman Fisika.
Modul Konsep dan Fenomena Kuantum ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Konsep dan Fenomena Kuantum untuk Fisika kelas XII.
Apakah modul ajar Fisika materi Konsep dan Fenomena Kuantum ini gratis?
Ya. Modul Konsep dan Fenomena Kuantum untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Konsep dan Fenomena Kuantum ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Fisika kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fisika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Konsep dan Fenomena Kuantum ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Konsep dan Fenomena Kuantum dapat Anda sesuaikan dengan murid Fisika kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Fisika kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Konsep dan Fenomena Kuantum ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Konsep dan Fenomena Kuantum tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Konsep dan Fenomena Kuantum untuk Fisika kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Konsep dan Fenomena Kuantum ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Fisika kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Konsep dan Fenomena Kuantum beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Fisika kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Fisika ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Konsep dan Fenomena Kuantum yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Fisika SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.