Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami proklamasi kemerdekaan dan awal pembentukan negara Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menganalisis dinamika politik masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin sebagai cerminan nilai-nilai keadilan dalam bernegara. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan sistem pemerintahan terhadap kehidupan masyarakat Indonesia pada periode tersebut. - cinta tanah air — elemen: memahami sejarah dan budaya bangsa
Peserta didik menelusuri jejak perjuangan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan dan mengisi kemerdekaan melalui sistem politik yang berbeda.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa kemerdekaan hingga reformasi, termasuk perubahan sistem politik, ekonomi, dan sosial budaya, serta peran Indonesia dalam dinamika global. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia mengalami pergantian kabinet yang sering dan ketidakstabilan politik. |
| Konseptual | Demokrasi Liberal adalah sistem pemerintahan yang mengutamakan kebebasan individu dan peran partai politik, sedangkan Demokrasi Terpimpin adalah sistem yang terpusat pada kepemimpinan presiden. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis sumber-sumber sejarah, mengidentifikasi pola perubahan politik, dan menyimpulkan dampak kebijakan pada era tersebut. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana perubahan sistem politik dapat memengaruhi stabilitas negara dan kesejahteraan rakyat, serta pentingnya belajar dari masa lalu. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menganalisis sejarah Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin sebagai bentuk syukur atas karunia kemerdekaan dan anugerah Allah SWT. |
| 2. Cinta Ilmu | Mengembangkan keingintahuan terhadap peristiwa sejarah dan mencari kebenaran fakta melalui berbagai sumber terpercaya. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mempelajari dampak kebijakan pembangunan terhadap lingkungan sosial dan fisik serta upaya menjaga kelestarian alam dalam konteks sejarah. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai keberagaman pandangan politik dan menghormati perjuangan para tokoh bangsa dalam membangun Indonesia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menganalisis kebijakan dan peristiwa masa lalu untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta mempertahankan kedaulatan NKRI. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis sumber primer dan sekunder, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin dengan tepat.
- Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal secara runtut.
- Dengan studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi kebijakan ekonomi dan politik pada masa Demokrasi Terpimpin dengan kritis.
- Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat menyajikan perbandingan antara Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin dengan jelas dan akurat.
- Setelah mengkaji peran tokoh-tokoh, peserta didik dapat menjelaskan kontribusi tokoh nasional dalam menjaga keutuhan bangsa pada masa Demokrasi Terpimpin dengan minimal tiga contoh.
Pemahaman bermakna: Memahami dinamika politik, ekonomi, dan sosial pada masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin membantu kita mengenali tantangan pembangunan bangsa serta menghargai nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana perubahan sistem demokrasi di Indonesia pada pertengahan abad ke-20 membentuk karakter bangsa kita saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: Peserta didik menganalisis kebijakan ekonomi pada masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin serta dampaknya terhadap kesejahteraan rakyat. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Peserta didik mengkaji relevansi nilai-nilai Pancasila dalam sistem pemerintahan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin. Bahasa Indonesia: Peserta didik mengembangkan kemampuan menyajikan analisis sejarah secara runtut dan argumentatif melalui presentasi dan penulisan laporan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi dengan peserta didik tentang pengalaman atau cerita keluarga terkait masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin di Indonesia. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang interaktif dan nyaman, serta tersedia akses ke perpustakaan madrasah untuk mencari referensi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan mesin pencari, situs berita sejarah online, dan platform video untuk mengakses sumber-sumber primer dan sekunder terkait materi. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis sumber primer dan sekunder, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Sejarah: Guru menyebutkan ciri-ciri singkat seorang tokoh penting pada masa Demokrasi Liberal, peserta didik menebak namanya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Sejarah: Guru menyebutkan satu kata terkait Demokrasi Liberal, lalu peserta didik secara bergantian menyebutkan kata lain yang berhubungan, membentuk rantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri, penyebab, dan dampak Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin.
Alat & bahan: Bahan ajar, alat tulis, kertas flipchart, spidol, gambar.
Langkah kerja:
- Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
Gambar 1. Garis waktu - Amati 1 tentang suasana politik pada masa Demokrasi Liberal dan diskusikan apa yang kalian lihat.
- Baca bahan ajar dan identifikasi ciri-ciri utama Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin, catat pada tabel yang tersedia.
- Diskusikan dalam kelompok penyebab ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal dan tuliskan minimal tiga penyebab.
- Analisis dampak dari kebijakan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin terhadap kehidupan masyarakat.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas dan berikan tanggapan atas presentasi kelompok lain.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang sistem pemerintahan Indonesia setelah kemerdekaan?
- Sebutkan salah satu tokoh penting di awal kemerdekaan Indonesia!
- Menurut kalian, mengapa suatu negara perlu memiliki sistem pemerintahan yang stabil?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian esai mengenai perbandingan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin serta dampaknya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin | Ciri-ciri Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis penyebab dan dampak ketidakstabilan politik pada masa Demokrasi Liberal | Penyebab dan dampak ketidakstabilan politik Demokrasi Liberal | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Mengevaluasi kebijakan ekonomi dan politik pada masa Demokrasi Terpimpin | Kebijakan ekonomi dan politik Demokrasi Terpimpin | 2 JP | penalaran kritis |
Periode pasca-kemerdekaan Indonesia adalah masa yang penuh gejolak. Dua sistem demokrasi yang pernah diterapkan, yaitu Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin, memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing. Memahami kedua era ini penting untuk melihat bagaimana fondasi negara kita dibangun di tengah berbagai dinamika politik dan ekonomi.
1. Demokrasi Liberal (1950-1959)
Setelah pengakuan kedaulatan, Indonesia memasuki era Demokrasi Liberal. Sistem ini ditandai dengan berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara 1950 dan seringnya pergantian kabinet. Partai-partai politik bersaing ketat untuk merebut kekuasaan, yang mengakibatkan ketidakstabilan politik. Kabinet Natsir, Sukiman, Wilopo, Ali Sastroamidjojo I, Burhanuddin Harahap, dan Ali Sastroamidjojo II silih berganti dalam waktu singkat. Ketidakstabilan ini menghambat program pembangunan dan penyelesaian masalah negara. Pemilu pertama tahun 1955 menjadi salah satu puncak demokrasi parlementer ini, namun tidak mampu menciptakan stabilitas politik yang diharapkan.
2. Ciri-ciri Demokrasi Liberal
Ciri utama Demokrasi Liberal adalah sistem parlementer, di mana kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Perdana Menteri memegang kekuasaan eksekutif. Adanya multi-partai yang sangat banyak menyebabkan fragmentasi politik dan koalisi yang rapuh. Kebebasan berpendapat dan berserikat dijunjung tinggi. Namun, seringkali kebebasan ini disalahgunakan untuk kepentingan golongan, bukan kepentingan bangsa. Kondisi ekonomi juga belum stabil, menghadapi inflasi dan defisit anggaran yang terus membengkak.
3. Penyebab Ketidakstabilan Demokrasi Liberal
Beberapa faktor menjadi penyebab utama ketidakstabilan pada masa ini. Pertama, persaingan antarpartai yang sangat tajam dan tidak sehat. Kedua, tidak adanya mayoritas tunggal di parlemen, sehingga koalisi yang terbentuk seringkali rapuh dan mudah pecah. Ketiga, konflik internal dalam tubuh angkatan bersenjata. Keempat, tuntutan daerah yang ingin otonomi lebih besar, bahkan ada yang ingin memisahkan diri. Kelima, masalah ekonomi yang belum teratasi dengan baik, seperti kesulitan menstabilkan harga dan mengatasi pengangguran.
4. Konsepsi Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
Melihat ketidakstabilan yang berkepanjangan, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dekrit ini menandai berakhirnya Demokrasi Liberal dan dimulainya era Demokrasi Terpimpin. Inti dari Demokrasi Terpimpin adalah kembali ke UUD 1945 dan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Soekarno ingin menciptakan stabilitas politik dengan memusatkan kekuasaan pada presiden dan mengurangi dominasi partai politik. Konsep ini diharapkan mampu mengatasi perpecahan dan membawa Indonesia menuju pembangunan yang lebih terarah.
5. Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin
Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin meliputi dominasi presiden yang sangat kuat, pembubaran DPR hasil Pemilu 1955 dan pembentukan DPR-GR, serta pembentukan MPRS dan DPA. Peran partai politik dibatasi dan dikontrol oleh pemerintah. Ideologi Manipol-USDEK (Manifesto Politik-Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian Indonesia) menjadi landasan negara. Kebijakan luar negeri cenderung condong ke Blok Timur dan sangat anti-Barat, serta aktif dalam gerakan Non-Blok. Kebijakan ekonomi juga diatur secara terpusat oleh pemerintah.
6. Kebijakan dan Dampak Demokrasi Terpimpin
Pada masa Demokrasi Terpimpin, beberapa kebijakan penting dikeluarkan, seperti pembentukan Front Nasional, konfrontasi dengan Malaysia, dan pembangunan proyek-proyek mercusuar. Di bidang ekonomi, pemerintah berupaya melakukan nasionalisasi perusahaan asing dan membentuk Dewan Perancang Nasional (Depernas). Namun, kebijakan-kebijakan ini seringkali tidak diikuti dengan perencanaan yang matang, mengakibatkan inflasi tinggi dan kesulitan ekonomi bagi rakyat. Di sisi lain, Demokrasi Terpimpin berhasil menjaga kesatuan bangsa dan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI, tetapi juga menimbulkan sentralisasi kekuasaan yang berlebihan.
Rangkuman: Indonesia pernah menerapkan Demokrasi Liberal (1950-1959) dengan sistem parlementer dan multi-partai yang menyebabkan ketidakstabilan politik. Kemudian, beralih ke Demokrasi Terpimpin (1959-1966) yang dipimpin Presiden Soekarno, berfokus pada stabilitas dengan sentralisasi kekuasaan. Kedua era ini menunjukkan tantangan dalam membangun sistem pemerintahan yang efektif dan stabil di Indonesia pasca-kemerdekaan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Demokrasi Liberal | Sistem pemerintahan yang memberi kebebasan individu dan partai politik. |
| Demokrasi Terpimpin | Sistem pemerintahan yang memusatkan kekuasaan pada presiden. |
| Kabinet Parlementer | Kabinet yang bertanggung jawab kepada parlemen. |
| Dekrit Presiden 5 Juli 1959 | Perintah Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 1945. |
| Manipol-USDEK | Ideologi negara pada masa Demokrasi Terpimpin. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Perjuangan Mempertahankan KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDemokrasi Liberal hingga Demokrasi TerpimpinBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Indonesia Masa Orde BaruModul siap unduh · Word + PDF ber-kopIndonesia Masa ReformasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Sejarah di kelas lain
Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah pada Masa PraaksaraSejarah Kelas X MADampak Penjajahan Bangsa EropaSejarah Kelas XI MAKolonialisme dan ImperialismeSejarah Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin pada Sejarah MA, Fase F, elemen Sejarah.
Modul Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin untuk Sejarah kelas XII.
Apakah modul ajar Sejarah materi Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ini gratis?
Ya. Modul Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.