Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Indonesia Masa Orde Baru
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Indonesia Masa Orde Baru |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami kondisi politik dan sosial Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan hingga peristiwa G30S/PKI sebagai latar belakang Orde Baru. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik mengembangkan kesadaran akan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam peristiwa sejarah Orde Baru. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis berbagai sumber informasi untuk memahami kompleksitas kebijakan dan dampak Orde Baru. - cinta tanah air — elemen: memahami sejarah dan budaya bangsa
Peserta didik mengidentifikasi peran tokoh dan peristiwa penting dalam pembentukan serta dinamika Orde Baru.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar sejarah, menelusuri perkembangan peradaban dari masa praaksara hingga kontemporer, serta menganalisis perubahan dan keberlanjutan dalam konteks Indonesia dan dunia, termasuk refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Orde Baru dimulai dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 dan berakhir pada 1998 dengan reformasi. |
| Konseptual | Orde Baru adalah periode pemerintahan yang ditandai oleh stabilitas politik, pembangunan ekonomi, namun juga sentralisasi kekuasaan dan pembatasan hak sipil. |
| Prosedural | Menganalisis kebijakan ekonomi Orde Baru seperti Repelita dan dampaknya terhadap masyarakat melalui studi kasus dan data statistik. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana interpretasi sejarah dapat dipengaruhi oleh sudut pandang dan sumber yang digunakan, serta pentingnya berpikir kritis dalam memahami masa lalu. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah kemerdekaan dan stabilitas bangsa melalui pemahaman sejarah. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong semangat belajar dan mencari kebenaran dengan menganalisis berbagai perspektif sejarah Orde Baru secara kritis. |
| 3. Cinta Lingkungan | Membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang lestari sebagai warisan pembangunan bagi generasi mendatang. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menumbuhkan empati terhadap korban pelanggaran HAM dan ketidakadilan, serta menghargai perjuangan para pahlawan reformasi. |
| 5. Cinta Tanah Air | Memperkuat rasa nasionalisme dengan memahami dinamika sejarah bangsa dan mengambil pelajaran berharga untuk masa depan Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis sumber primer dan sekunder, peserta didik dapat menjelaskan latar belakang dan proses transisi menuju Orde Baru dengan runtut.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik utama kebijakan politik dan ekonomi Orde Baru secara tepat.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menganalisis dampak positif dan negatif pembangunan Orde Baru terhadap masyarakat Indonesia dengan kritis.
- Setelah mengkaji berbagai perspektif, peserta didik dapat menguraikan faktor-faktor penyebab berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan munculnya gerakan reformasi dengan akurat.
- Dengan menyusun peta pikiran, peserta didik dapat menyimpulkan pelajaran berharga dari masa Orde Baru untuk pembangunan bangsa masa depan secara relevan.
Pemahaman bermakna: Memahami masa Orde Baru membantu peserta didik menyadari kompleksitas sejarah bangsa, dampaknya terhadap kondisi Indonesia saat ini, serta pentingnya menjaga demokrasi dan hak asasi manusia.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah era yang menjanjikan stabilitas dan pembangunan dapat berakhir dengan krisis multidimensi dan tuntutan reformasi?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: Menganalisis kebijakan ekonomi Orde Baru seperti Repelita dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Sosiologi: Mengkaji perubahan struktur sosial dan dinamika masyarakat akibat kebijakan politik dan pembangunan Orde Baru. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdialog mengenai pengalaman mereka di masa Orde Baru untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor untuk presentasi materi dan hasil kerja. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi digital (misalnya Canva atau Google Slides) untuk membuat infografis dan linimasa peristiwa. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis sumber primer dan sekunder, peserta didik dapat menjelaskan latar belakang dan proses transisi menuju Orde Baru dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Sejarah: Guru menyebutkan tiga ciri khas tokoh penting di awal Orde Baru, peserta didik menebak namanya. Dilakukan bergantian untuk tiga tokoh, siapa cepat dia dapat poin.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik utama kebijakan politik dan ekonomi Orde Baru secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Slogan Orde Baru: Guru menampilkan beberapa slogan populer masa Orde Baru (mis. 'Pembangunan Merata', 'Dwifungsi ABRI'), peserta didik menebak maknanya. Dilakukan bergantian, satu slogan satu tebakan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis berbagai sumber untuk memahami latar belakang dan karakteristik Orde Baru.
Alat & bahan: Teks sumber sejarah, infografis, pena, kertas/laptop
Langkah kerja:
- Lengkapi garis waktu peristiwa sejarah berikut, lalu ceritakan makna salah satu peristiwa.
Gambar 1. Garis waktu - Amati 1 yang menunjukkan suasana demonstrasi mahasiswa pada masa transisi Orde Baru. Diskusikan apa yang menjadi tuntutan utama mereka.
- Baca dan pahami teks sumber tentang peristiwa Tritura dan Supersemar. Identifikasi tokoh-tokoh kunci dan peran mereka.
- Gunakan informasi dari teks untuk mengisi tabel 1 mengenai latar belakang dan karakteristik awal Orde Baru.
- Diskusikan dalam kelompok, bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut membentuk arah kebijakan Orde Baru di kemudian hari.
- Buatlah kesimpulan singkat mengenai periode transisi menuju Orde Baru berdasarkan temuan kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang peristiwa G30S/PKI?
- Siapa saja tokoh penting yang muncul setelah peristiwa G30S/PKI?
- Menurut Anda, apa itu Orde Baru?
- Apa harapan masyarakat Indonesia pada tahun 1966?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil kerja.
Sumatif (akhir): Penilaian esai singkat mengenai dampak kebijakan Orde Baru dan uji tulis dengan pilihan ganda serta esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan latar belakang dan proses transisi menuju Orde Baru. | Latar belakang dan proses transisi Orde Baru. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi karakteristik utama kebijakan politik dan ekonomi Orde Baru. | Karakteristik kebijakan Orde Baru (politik & ekonomi). | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis dampak pembangunan Orde Baru terhadap masyarakat. | Dampak positif dan negatif pembangunan Orde Baru. | 2 JP | kewargaan |
Masa Orde Baru merupakan salah satu periode penting dalam sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan. Dimulai setelah gejolak politik hebat di pertengahan tahun 1960-an, periode ini membawa stabilitas politik dan pembangunan ekonomi yang signifikan, namun juga diwarnai oleh sentralisasi kekuasaan dan berbagai isu hak asasi manusia. Mempelajari Orde Baru membantu kita memahami akar masalah dan keberhasilan yang membentuk Indonesia modern.
1. Latar Belakang dan Lahirnya Orde Baru
Orde Baru lahir dari krisis politik dan ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan 1960-an, terutama pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Peristiwa ini memicu ketidakstabilan, inflasi tinggi, dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintahan Orde Lama. Tuntutan 'Tritura' (Tiga Tuntutan Rakyat) yang mencakup pembubaran PKI, perombakan kabinet Dwikora, dan penurunan harga, menjadi pendorong utama perubahan. Puncaknya adalah keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966 yang memberikan wewenang kepada Soeharto untuk mengambil tindakan demi stabilitas keamanan, yang kemudian menjadi tonggak awal kekuasaan Orde Baru.
2. Karakteristik Politik Orde Baru
Pemerintahan Orde Baru dikenal dengan stabilitas politik yang kuat, di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Ciri khasnya adalah sentralisasi kekuasaan, peran dominan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) melalui konsep Dwifungsi ABRI, dan penyeragaman ideologi Pancasila melalui P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Partai politik disederhanakan menjadi tiga: Golkar, PPP, dan PDI, dengan Golkar selalu memenangkan pemilihan umum. Kebebasan berpendapat dan pers cenderung dibatasi demi menjaga stabilitas nasional.
3. Kebijakan Ekonomi Orde Baru
Fokus utama Orde Baru adalah pembangunan ekonomi. Pemerintah meluncurkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) secara bertahap, dimulai pada 1969. Kebijakan ini menekankan pada sektor pertanian, industri, dan infrastruktur. Investasi asing didorong, dan stabilitas harga dijaga. Hasilnya, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dan swasembada pangan tercapai. Namun, pembangunan juga menimbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi, serta ketergantungan pada utang luar negeri.
4. Dampak Pembangunan Orde Baru
Pembangunan Orde Baru membawa dampak positif dan negatif. Positifnya, terjadi peningkatan kualitas hidup, pembangunan infrastruktur merata, dan stabilitas keamanan terjaga. Program Keluarga Berencana (KB) berhasil mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, di sisi lain, pembangunan juga memicu masalah seperti praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), pelanggaran HAM, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam, serta minimnya partisipasi politik rakyat. Kesenjangan antara kaya dan miskin juga semakin melebar.
5. Krisis dan Berakhirnya Orde Baru
Pada pertengahan 1997, Indonesia dilanda krisis moneter Asia yang parah. Nilai tukar rupiah anjlok drastis, menyebabkan banyak perusahaan bangkrut, PHK massal, dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Ketidakpuasan masyarakat memuncak, memicu demonstrasi besar-besaran yang dipelopori mahasiswa. Tuntutan reformasi mencakup pengunduran diri presiden, penegakan HAM, dan pemberantasan KKN. Puncaknya pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri, menandai berakhirnya era Orde Baru dan dimulainya era Reformasi.
Rangkuman: Masa Orde Baru adalah periode penting dalam sejarah Indonesia yang dimulai dengan Supersemar 1966 dan berakhir pada 1998. Dicirikan oleh stabilitas politik, pembangunan ekonomi melalui Repelita, sentralisasi kekuasaan, dan peran Dwifungsi ABRI. Meskipun membawa kemajuan, Orde Baru juga diwarnai masalah KKN dan pelanggaran HAM. Krisis moneter 1997 dan tuntutan reformasi mengakhiri rezim ini, membuka jalan bagi era demokrasi baru di Indonesia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Supersemar | Surat Perintah Sebelas Maret, penyerahan mandat kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto. |
| Tritura | Tiga Tuntutan Rakyat, tuntutan mahasiswa dan rakyat kepada pemerintah pada 1966. |
| Dwifungsi ABRI | Doktrin yang menyatakan ABRI memiliki peran ganda, yaitu sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. |
| Repelita | Rencana Pembangunan Lima Tahun, program pembangunan ekonomi jangka menengah oleh pemerintah Orde Baru. |
| Reformasi | Perubahan secara drastis untuk perbaikan di berbagai bidang, khususnya setelah jatuhnya Orde Baru. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Indonesia Masa Orde Baru" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Indonesia Masa Orde Baru yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Perjuangan Mempertahankan KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDemokrasi Liberal hingga Demokrasi TerpimpinBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Modul Sejarah lain yang sudah tersedia
Indonesia Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi TerpimpinSejarah Kelas XII MAAsal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah pada Masa PraaksaraSejarah Kelas X MADampak Penjajahan Bangsa EropaSejarah Kelas XI MAKolonialisme dan ImperialismeSejarah Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Indonesia Masa Orde Baru pada Sejarah MA, Fase F, elemen Sejarah.
Modul Indonesia Masa Orde Baru ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Sejarah kelas XII MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Indonesia Masa Orde Baru ini gratis?
Ya. Modul Indonesia Masa Orde Baru untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Indonesia Masa Orde Baru ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Indonesia Masa Orde Baru ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Indonesia Masa Orde Baru dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Indonesia Masa Orde Baru ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Indonesia Masa Orde Baru tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Indonesia Masa Orde Baru untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Indonesia Masa Orde Baru ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Indonesia Masa Orde Baru beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Indonesia Masa Orde Baru yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Sejarah SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.