Modul Ajar & RPP Fikih Kelas III
Shalat Sunnah Rawatib
Modul ajar (RPP) Fikih MI kelas III materi Shalat Sunnah Rawatib lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Shalat Sunnah Rawatib yang Anda cari? Materi Fikih Kelas III lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Fikih |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Shalat Sunnah Rawatib |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami tata cara shalat fardhu dan mengenal beberapa jenis shalat sunnah secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kreativitas, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 |
| Elemen / Domain | Fikih |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami ajaran pokok fikih tentang ibadah, seperti shalat wajib dan sunnah, serta mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan kesadaran akan nilai-nilai keislaman. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, seperti sebelum dan sesudah shalat Zuhur. |
| Konseptual | Shalat sunnah rawatib bertujuan untuk menyempurnakan ibadah shalat fardhu dan meraih pahala tambahan dari Allah SWT. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari niat, jumlah rakaat, dan waktu pelaksanaan shalat sunnah rawatib yang muakkad dan ghairu muakkad. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya shalat sunnah rawatib sebagai bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian shalat sunnah rawatib dengan benar.
- Peserta didik dapat mengelompokkan jenis shalat sunnah rawatib (muakkad dan ghairu muakkad) dengan tepat.
- Peserta didik dapat menjelaskan keutamaan shalat sunnah rawatib dengan percaya diri.
- Peserta didik dapat menghafalkan niat shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat Zuhur dengan lancar.
- Peserta didik dapat mempraktikkan tata cara shalat sunnah rawatib dengan tertib dan khusyuk.
Pemahaman bermakna: Shalat sunnah rawatib bukan hanya sekadar ibadah tambahan, tetapi juga merupakan wujud kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menjadi penyempurna shalat fardhu yang dapat membimbing kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita dianjurkan untuk shalat sunnah sebelum atau sesudah shalat wajib, padahal shalat wajib saja sudah berpahala besar?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam (PAI): menguatkan pemahaman tentang rukun Islam dan ibadah mahdhah. Bahasa Indonesia: melatih kemampuan berkomunikasi dan presentasi hasil diskusi tentang keutamaan shalat. Pendidikan Karakter: menumbuhkan disiplin, kemandirian, dan ketaatan dalam beribadah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak mendampingi dan memberikan teladan dalam membiasakan shalat sunnah rawatib di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan tersedia area yang bersih untuk praktik shalat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial shalat sunnah rawatib dari platform edukasi Islami yang aman dan sesuai usia. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian shalat sunnah rawatib dengan benar dan mengelompokkan jenis shalat sunnah rawatib (muakkad dan ghairu muakkad) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran. Kemudian, guru mengajak peserta didik mengingat kembali shalat fardhu dan bertanya, 'Apakah ada shalat lain yang biasa kita lakukan sebelum atau sesudah shalat wajib?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang shalat sunnah rawatib dan manfaatnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati gambar atau video singkat tentang orang yang sedang shalat sunnah sebelum atau sesudah shalat fardhu. Guru memancing pertanyaan tentang apa yang mereka lihat dan mengapa orang tersebut melakukannya, kemudian menjelaskan konsep dasar shalat sunnah rawatib dan pembagiannya (muakkad dan ghairu muakkad) dengan contoh waktu pelaksanaannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan contoh-contoh shalat rawatib yang termasuk muakkad dan ghairu muakkad, kemudian menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja yang disediakan. Mereka juga mencari tahu alasan di balik pembagian tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pengertian dan jenis shalat sunnah rawatib, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ibadah ini. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama materi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, menugaskan mereka untuk mencari tahu keutamaan shalat rawatib di rumah, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam yang penuh semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat menjelaskan keutamaan shalat sunnah rawatib dengan percaya diri dan menghafalkan niat shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat Zuhur dengan lancar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang jenis shalat rawatib dan menanyakan tugas mencari tahu keutamaan shalat rawatib. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami keutamaan dan menghafal niat shalat rawatib. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak berbagi informasi tentang keutamaan shalat sunnah rawatib yang telah mereka cari. Guru memperkaya penjelasan dengan dalil-dalil singkat (misalnya hadis tentang rumah di surga bagi yang menjaga 12 rakaat rawatib) dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kemudian, guru memperkenalkan bacaan niat shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah Zuhur: 'أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى' (Ushalli sunnatadz Dzuhri rak'ataini qabliyatan lillahi ta'ala - Aku niat shalat sunnah sebelum Zuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala) dan 'أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى' (Ushalli sunnatadz Dzuhri rak'ataini ba'diyatan lillahi ta'ala - Aku niat shalat sunnah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan saling menyimak dan menghafalkan lafaz niat shalat sunnah rawatib. Mereka berlatih melafalkan niat tersebut berulang kali hingga lancar dan saling mengoreksi jika ada kesalahan, menumbuhkan rasa percaya diri. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik secara sukarela melafalkan niat shalat sunnah rawatib di depan kelas. Guru memberikan pujian dan penguatan terhadap hafalan mereka, serta mengingatkan kembali keutamaan shalat rawatib untuk memotivasi mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum keutamaan dan niat shalat rawatib yang telah dipelajari. Guru memberikan tugas untuk mempraktikkan niat tersebut di rumah dan bersiap untuk praktik shalat di pertemuan selanjutnya. Pelajaran diakhiri dengan doa dan motivasi untuk selalu bersemangat dalam beribadah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik dapat mempraktikkan tata cara shalat sunnah rawatib dengan tertib dan khusyuk. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali niat shalat rawatib yang telah dihafalkan. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan mempraktikkan shalat sunnah rawatib secara langsung, serta menyampaikan tujuan untuk melatih kemandirian dalam beribadah. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru mengingatkan kembali tata cara shalat secara umum (takbir, rukuk, sujud, dll.) yang telah dipelajari pada materi shalat fardhu. Guru menekankan bahwa tata cara shalat rawatib sama dengan shalat fardhu, hanya berbeda pada niatnya. Guru juga menjelaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kekhusyukan saat praktik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok secara bergantian mempraktikkan shalat sunnah rawatib (misalnya, dua rakaat qabliyah Zuhur dan dua rakaat ba'diyah Zuhur) di area yang telah disiapkan. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi secara personal, memastikan setiap peserta didik dapat mempraktikkan dengan benar dan khusyuk. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setelah praktik, peserta didik duduk melingkar dan berbagi pengalaman. Guru memberikan umpan balik positif atas usaha mereka dan mengoreksi kesalahan umum secara klasikal tanpa menyebut nama. Guru juga mengajak peserta didik untuk merenungkan bagaimana shalat rawatib dapat menjadi kebiasaan baik yang mendekatkan diri kepada Allah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan seluruh materi shalat sunnah rawatib dari pengertian, jenis, keutamaan, niat, hingga praktik. Guru memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi dan semangat belajar mereka, serta mendorong untuk membiasakan shalat sunnah rawatib di rumah. Pelajaran ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi jenis shalat sunnah rawatib dan keutamaannya.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna, spidol
Langkah kerja:
- Bacalah materi tentang shalat sunnah rawatib.
- Kelompokkan shalat sunnah rawatib menjadi muakkad dan ghairu muakkad pada tabel yang disediakan.
- Tuliskan minimal dua keutamaan shalat sunnah rawatib yang kamu pahami.
- Diskusikan hasil kerjamu dengan teman kelompok.
- Siapkan dirimu untuk mempresentasikan hasil diskusi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang shalat sunnah?
- Apakah kamu pernah melihat orang shalat sebelum atau sesudah shalat wajib?
- Shalat wajib apa saja yang kamu tahu?
- Menurutmu, mengapa ada shalat sunnah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelancaran hafalan niat shalat.
Sumatif (akhir): Penilaian praktik shalat sunnah rawatib dan jawaban soal esai tentang keutamaan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian shalat sunnah rawatib | Pengertian dan jenis shalat sunnah rawatib | 2 JP | Keimanan dan ketakwaan, Penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan keutamaan dan menghafal niat shalat sunnah rawatib | Keutamaan dan niat shalat sunnah rawatib | 2 JP | Keimanan dan ketakwaan, Komunikasi |
| 3 | Mempraktikkan tata cara shalat sunnah rawatib | Praktik shalat sunnah rawatib | 2 JP | Keimanan dan ketakwaan, Kemandirian |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan meneladani Rasulullah SAW dengan membiasakan shalat sunnah rawatib sebagai wujud cinta dan syukur. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari dan memahami hukum-hukum fikih tentang shalat sunnah rawatib dengan sungguh-sungguh agar ibadah yang dilakukan sesuai syariat. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga kebersihan dan kesucian tempat shalat serta mengenakan pakaian yang pantas saat beribadah sebagai bentuk penghormatan kepada Allah. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Saling membantu dan mengingatkan sesama teman untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib, serta menghargai perbedaan dalam ibadah. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membiasakan shalat sunnah rawatib sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keislaman dan spiritualitas yang menjadi identitas bangsa Indonesia. |
Anak-anak yang saleh dan salihah, shalat adalah tiang agama. Selain shalat wajib lima waktu, ada juga shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Salah satunya adalah shalat sunnah rawatib, yaitu shalat yang menyertai shalat fardhu. Mari kita pelajari lebih dalam tentang shalat yang penuh berkah ini agar ibadah kita semakin sempurna dan dicintai Allah SWT.
1. Pengertian Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba'diyah). Kata 'rawatib' berarti 'yang mengiringi' atau 'yang mengikuti'. Shalat ini menjadi pelengkap dan penyempurna shalat fardhu kita. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga shalat sunnah rawatib karena keutamaannya yang sangat besar di sisi Allah SWT. Dengan mengerjakannya, kita menunjukkan kesungguhan dalam beribadah.
2. Jenis Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib dibagi menjadi dua jenis utama. Pertama, rawatib muakkad, yaitu shalat sunnah yang sangat dianjurkan karena sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Contohnya dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh. Kedua, rawatib ghairu muakkad, yaitu shalat sunnah yang juga dianjurkan namun tidak sekuat yang muakkad. Contohnya dua atau empat rakaat sebelum Asar, dan dua rakaat sebelum Isya.
3. Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah membangun rumah di surga bagi yang menjaga 12 rakaat rawatib setiap hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 'Barang siapa shalat 12 rakaat dalam sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga.' (HR. Muslim). Keutamaan lainnya adalah sebagai penambal kekurangan shalat fardhu, pengangkat derajat, dan penghapus dosa. Dengan rajin melaksanakannya, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan meraih ridha-Nya.
4. Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib
Niat shalat sunnah rawatib diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram. Misalnya, untuk dua rakaat sebelum Zuhur, niatnya adalah: 'أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى' (Ushalli sunnatadz Dzuhri rak'ataini qabliyatan lillahi ta'ala). Untuk dua rakaat sesudah Zuhur: 'أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى' (Ushalli sunnatadz Dzuhri rak'ataini ba'diyatan lillahi ta'ala). Tata cara pelaksanaannya sama persis dengan shalat fardhu, dimulai dari takbiratul ihram hingga salam, hanya saja jumlah rakaatnya dua rakaat.
Rangkuman: Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba'diyah). Ada dua jenis: muakkad (sangat dianjurkan) dan ghairu muakkad (dianjurkan). Keutamaannya sangat besar, antara lain membangun rumah di surga dan sebagai penyempurna shalat fardhu. Niat diucapkan dalam hati dan tata caranya sama dengan shalat fardhu. Mari kita biasakan shalat sunnah rawatib untuk meraih pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Rawatib | Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. |
| Muakkad | Sangat dianjurkan, sering dikerjakan Nabi Muhammad SAW. |
| Ghairu Muakkad | Dianjurkan, namun tidak sekuat muakkad. |
| Qabliyah | Shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat fardhu. |
| Ba'diyah | Shalat sunnah yang dikerjakan sesudah shalat fardhu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Shalat Sunnah Rawatib" mata pelajaran Fikih Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Fikih Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Amalan Bulan RamadhanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopShalat Tarawih dan WitirBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPuasa SunnahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHal-hal yang Membatalkan PuasaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Fikih di kelas lain
Salat Fardu Lima WaktuFikih Kelas III MISalat BerjamaahFikih Kelas IV MIZakat FitrahFikih Kelas IV MIMakanan dan Minuman Halal-HaramFikih Kelas VI MILihat semua Modul Ajar Fikih Kelas III →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Fikih Shalat Sunnah Rawatib ini gratis?
Ya. Modul Shalat Sunnah Rawatib untuk kelas III MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Fikih kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Fikih kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Shalat Sunnah Rawatib ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, pada Fase B untuk kelas III MI.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Shalat Sunnah Rawatib untuk Fikih kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Shalat Sunnah Rawatib ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Fikih kelas III MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Fikih kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Shalat Sunnah Rawatib pada Fikih MI, Fase B, elemen Fikih.
Bisakah modul Shalat Sunnah Rawatib ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Shalat Sunnah Rawatib dapat Anda sesuaikan dengan murid Fikih kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.