Paket CKelas XFase ESemester 1

Modul Ajar & RPP Pendidikan Pancasila Kelas X
Membangun Budaya Taat Hukum

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Hukum adalah aturan mengikat untuk ketertiban dan keadilan. Ada berbagai jenis hukum seperti pidana dan perdata. Penegakan hukum yang adil esensial untuk masyarakat yang harmonis. Pelanggaran hukum berdampak negatif pada individu dan sosial. Membangun budaya taat hukum memerlukan kesadaran, edukasi, teladan, dan partisipasi aktif dari setiap warga negara, termasuk warga belajar, demi terciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Membangun Budaya Taat Hukum
Pendidikan Pancasila · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Membangun Budaya Taat Hukum
Pendidikan Pancasila · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasE / X
Materi PokokMembangun Budaya Taat Hukum
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang aturan dan norma yang berlaku di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Rumusan CP FaseWarga belajar mampu menganalisis norma dan hukum yang berlaku di Indonesia, serta menunjukkan kesadaran dan perilaku taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualFakta bahwa banyak pelanggaran hukum terjadi di masyarakat menunjukkan pentingnya membangun budaya taat hukum.
KonseptualKonsep utama materi ini adalah pentingnya hukum sebagai pengatur kehidupan dan manfaat ketaatan hukum bagi individu serta masyarakat.
ProseduralMateri ini akan membahas langkah-langkah untuk mengidentifikasi jenis-jenis hukum dan strategi menumbuhkan kesadaran hukum dalam diri dan lingkungan.
MetakognitifWarga belajar akan merefleksikan bagaimana pemahaman tentang hukum memengaruhi keputusan dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis kasus pelanggaran hukum, warga belajar dapat mengidentifikasi jenis-jenis hukum yang berlaku di Indonesia dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, warga belajar dapat menjelaskan pentingnya penegakan hukum dalam mewujudkan keadilan dan ketertiban di masyarakat secara argumentatif.
  3. Melalui studi kasus, warga belajar dapat menganalisis dampak pelanggaran hukum terhadap diri sendiri dan masyarakat dengan kritis.
  4. Dengan menyusun rencana aksi, warga belajar dapat merumuskan upaya-upaya konkret untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan sekitar dengan runtut.
  5. Melalui presentasi hasil diskusi, warga belajar dapat menunjukkan komitmen terhadap perilaku taat hukum sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila secara persuasif.
Halaman 2 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Membangun budaya taat hukum adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang tertib, adil, dan harmonis, di mana setiap individu merasakan manfaat dari perlindungan dan kepastian hukum dalam menjalani kehidupan.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kadang kita merasa sulit untuk mematuhi aturan, padahal aturan itu dibuat untuk kebaikan bersama?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Kemampuan menyusun argumen dan presentasi yang persuasif tentang pentingnya taat hukum.
Sosiologi: Analisis dampak sosial dari pelanggaran hukum dan upaya membentuk norma sosial yang mendukung ketaatan hukum.
Teknologi Informasi dan Komunikasi: Pemanfaatan aplikasi desain grafis atau video editor untuk membuat materi kampanye taat hukum.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau tokoh masyarakat dapat diajak berkolaborasi untuk memberikan contoh nyata dan dukungan dalam menumbuhkan kesadaran taat hukum di lingkungan keluarga dan komunitas.
Lingkungan PembelajaranLingkungan PKBM/SKB yang bersih, tertib, dan memiliki aturan jelas serta dipatuhi bersama akan menjadi model nyata bagi warga belajar.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan media sosial atau platform daring untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya taat hukum melalui infografis atau video pendek yang dibuat warga belajar.
Halaman 3 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis kasus pelanggaran hukum, warga belajar dapat mengidentifikasi jenis-jenis hukum yang berlaku di Indonesia dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran warga belajar.
  2. Apersepsi: Tutor mengajak warga belajar berbagi pengalaman tentang aturan yang pernah mereka temui di rumah atau tempat kerja, dan bagaimana rasanya jika aturan tersebut dilanggar.
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang terjadi jika hukum tidak ditaati oleh semua orang?' untuk memicu rasa ingin tahu warga belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Tutor menayangkan video singkat atau berita tentang kasus pelanggaran hukum di Indonesia (misalnya, pelanggaran lalu lintas atau penipuan online) dan meminta warga belajar mengamati dengan saksama.
  2. Tutor memfasilitasi warga belajar untuk mengidentifikasi masalah utama dalam kasus yang ditayangkan dan menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul terkait kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi warga belajar untuk belajar: Tutor membagi warga belajar ke dalam kelompok-kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan LKPD yang berisi studi kasus pelanggaran hukum yang berbeda.
  2. Membimbing penyelidikan: Warga belajar dalam kelompok berdiskusi untuk menganalisis studi kasus, mengidentifikasi jenis hukum yang dilanggar (misalnya, hukum pidana, perdata, atau administratif), serta mencari informasi dari bahan ajar atau sumber lain yang relevan.
  3. Warga belajar mencatat hasil identifikasi dan analisis mereka pada LKPD, termasuk pasal atau aturan yang relevan jika memungkinkan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus mereka di depan kelas, menjelaskan jenis hukum yang dilanggar dan alasan pelanggaran tersebut.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, sementara tutor memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan hasil analisis.
  3. Tutor menguatkan pemahaman warga belajar tentang berbagai jenis hukum dan pentingnya identifikasi yang tepat dalam konteks penegakan hukum.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Tutor bersama warga belajar membuat simpulan mengenai jenis-jenis hukum dan contoh pelanggarannya.
  2. Refleksi: Tutor meminta warga belajar menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu tantangan yang mereka hadapi dalam diskusi kelompok.
  3. Tutor mengapresiasi partisipasi aktif warga belajar dan menutup pertemuan dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyusun rencana aksi, warga belajar dapat merumuskan upaya-upaya konkret untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan sekitar dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran warga belajar.
  2. Apersepsi: Tutor mengajak warga belajar mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis hukum dan dampaknya, kemudian bertanya: 'Apa yang bisa kita lakukan agar masyarakat lebih taat hukum?'
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan memotivasi warga belajar untuk aktif merancang solusi nyata dalam membangun budaya taat hukum.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Tutor menayangkan infografis atau poster tentang manfaat ketaatan hukum dan kerugian akibat pelanggaran hukum, kemudian mengajak warga belajar berdiskusi tentang relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Tutor memfasilitasi warga belajar untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan yang mungkin muncul dalam upaya membangun budaya taat hukum di lingkungan mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi warga belajar untuk belajar: Tutor membagi kembali warga belajar ke dalam kelompok-kelompok kecil (atau melanjutkan kelompok sebelumnya) dan membagikan LKPD 'Rencana Aksi Budaya Taat Hukum'.
  2. Membimbing penyelidikan: Warga belajar dalam kelompok berdiskusi untuk merumuskan rencana aksi konkret. Mereka diminta memikirkan langkah-langkah nyata, siapa yang terlibat, dan target yang ingin dicapai untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan keluarga, tempat kerja, atau komunitas.
  3. Warga belajar mengisi LKPD dengan detail rencana aksi mereka, termasuk strategi edukasi, sosialisasi, atau kampanye sederhana yang bisa mereka lakukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan 'Rencana Aksi Budaya Taat Hukum' mereka di depan kelas, menjelaskan ide-ide dan langkah-langkah yang akan diambil.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan masukan dan saran untuk memperkaya rencana aksi. Tutor memberikan apresiasi dan penguatan terhadap ide-ide kreatif warga belajar.
  3. Tutor bersama warga belajar mengevaluasi kelayakan dan efektivitas berbagai rencana aksi yang telah dirumuskan, serta memberikan panduan praktis untuk implementasinya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Tutor bersama warga belajar menyimpulkan pentingnya peran aktif setiap individu dalam membangun budaya taat hukum.
  2. Refleksi: Warga belajar diminta menuliskan satu komitmen pribadi untuk taat hukum dan satu tindakan kecil yang akan mereka mulai lakukan.
  3. Tutor memberikan apresiasi atas semangat dan ide-ide warga belajar, serta menutup pertemuan dengan doa dan harapan agar budaya taat hukum dapat terwujud.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi jenis-jenis hukum dan merumuskan rencana aksi untuk membangun budaya taat hukum.

Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, spidol warna, laptop/gawai (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati gambar kasus pelanggaran lalu lintas pada LKPD ini, kemudian diskusikan dengan kelompokmu apa saja aturan yang dilanggar.
  2. Identifikasi jenis hukum yang terkait dengan pelanggaran tersebut (misalnya, hukum pidana, perdata, atau administratif) dan tuliskan alasannya.
  3. Diskusikan dampak yang mungkin terjadi akibat pelanggaran tersebut bagi diri sendiri dan masyarakat.
  4. Rancanglah sebuah rencana aksi sederhana untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan terdekatmu (keluarga, tempat kerja, atau komunitas).
  5. Presentasikan hasil diskusi dan rencana aksimu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan satu aturan yang paling sering Anda temui di lingkungan Anda!
  2. Menurut Anda, mengapa orang perlu mematuhi aturan?
  3. Apa yang terjadi jika ada orang yang tidak mematuhi aturan?
  4. Apakah Anda pernah melihat atau mendengar tentang kasus pelanggaran hukum? Jika ya, ceritakan singkat!

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan kualitas argumen yang disampaikan saat presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap 'Rencana Aksi Budaya Taat Hukum' yang disusun kelompok dan kemampuan warga belajar menjelaskan dampak pelanggaran hukum.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis hukum yang berlaku di Indonesia.Pengertian dan jenis-jenis hukum (pidana, perdata, administrasi).2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis dampak pelanggaran hukum terhadap diri dan masyarakat.Dampak positif ketaatan hukum dan dampak negatif pelanggaran hukum.2 JPKewargaan
3Merumuskan upaya membangun budaya taat hukum di lingkungan sekitar.Peran individu dan masyarakat dalam penegakan hukum.2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Hukum adalah pilar utama dalam menjaga ketertiban dan keadilan di masyarakat. Tanpa hukum, kehidupan bisa menjadi kacau balau. Modul ini akan membimbing warga belajar untuk memahami pentingnya hukum, jenis-jenisnya, serta bagaimana kita semua dapat berkontribusi dalam membangun budaya taat hukum demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Mari kita jadikan ketaatan hukum sebagai bagian dari identitas bangsa.

1. Pengertian dan Fungsi Hukum
Hukum adalah seperangkat aturan yang dibuat oleh lembaga berwenang, bersifat mengikat, dan memiliki sanksi bagi pelanggarnya. Fungsi utama hukum adalah menciptakan ketertiban, keadilan, kepastian, dan perlindungan bagi setiap warga negara. Di Indonesia, hukum bersumber dari Undang-Undang Dasar 1945, undang-undang, peraturan pemerintah, hingga peraturan daerah. Dengan adanya hukum, hak dan kewajiban setiap individu menjadi jelas, mengurangi potensi konflik, dan memastikan setiap orang mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum. Ketaatan terhadap hukum menjadi fondasi utama bagi stabilitas sosial dan kemajuan bangsa.

2. Jenis-Jenis Hukum di Indonesia
Hukum di Indonesia dapat dibagi berdasarkan berbagai kriteria. Berdasarkan bentuknya, ada hukum tertulis (misalnya undang-undang) dan hukum tidak tertulis (misalnya hukum adat). Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi hukum publik (mengatur hubungan negara dengan warga negara, seperti hukum pidana dan tata negara) dan hukum privat (mengatur hubungan antarindividu, seperti hukum perdata dan dagang). Memahami jenis-jenis hukum ini membantu kita mengetahui hak dan kewajiban dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari berbisnis hingga berlalu lintas. Contoh konkretnya, hukum pidana mengatur sanksi bagi pencurian, sementara hukum perdata mengatur perjanjian jual beli.

3. Pentingnya Penegakan Hukum
Penegakan hukum adalah upaya untuk memastikan hukum dilaksanakan secara konsisten oleh semua pihak, baik warga negara maupun aparat penegak hukum. Penegakan hukum yang efektif sangat penting untuk mewujudkan keadilan dan ketertiban. Ketika hukum ditegakkan dengan tegas dan tanpa pandang bulu, masyarakat akan merasa terlindungi dan memiliki kepastian. Sebaliknya, jika penegakan hukum lemah atau diskriminatif, akan timbul ketidakpercayaan publik, meningkatnya angka pelanggaran, dan potensi kekacauan sosial. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat, termasuk warga belajar, memiliki peran dalam mendukung proses penegakan hukum yang adil.

4. Dampak Pelanggaran Hukum
Pelanggaran hukum membawa dampak negatif yang luas, baik bagi individu maupun masyarakat. Bagi individu, pelanggaran dapat berujung pada sanksi hukum seperti denda atau hukuman penjara, merusak reputasi, bahkan membatasi kesempatan hidup. Bagi masyarakat, pelanggaran hukum dapat mengganggu ketertiban umum, menimbulkan keresahan, menghambat pembangunan, dan merusak kohesi sosial. Contohnya, korupsi merugikan negara dan rakyat, sementara pelanggaran lalu lintas meningkatkan risiko kecelakaan. Memahami dampak ini akan memotivasi kita untuk menghindari pelanggaran dan aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang taat hukum.

5. Membangun Budaya Taat Hukum
Membangun budaya taat hukum berarti menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan untuk selalu mematuhi aturan, bukan karena takut sanksi, melainkan karena memahami pentingnya hukum. Ini dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu meluas ke lingkungan masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan meliputi edukasi tentang hukum sejak dini, sosialisasi peraturan yang berlaku, memberikan teladan positif, serta berani menegur atau melaporkan pelanggaran yang terjadi. Partisipasi aktif warga belajar dalam kegiatan sosial yang mendukung ketaatan hukum, seperti kampanye anti-narkoba atau tertib lalu lintas, juga sangat penting. Dengan demikian, hukum menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Rangkuman: Hukum adalah aturan mengikat untuk ketertiban dan keadilan. Ada berbagai jenis hukum seperti pidana dan perdata. Penegakan hukum yang adil esensial untuk masyarakat yang harmonis. Pelanggaran hukum berdampak negatif pada individu dan sosial. Membangun budaya taat hukum memerlukan kesadaran, edukasi, teladan, dan partisipasi aktif dari setiap warga negara, termasuk warga belajar, demi terciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera.

Halaman 9 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Hukum PidanaHukum yang mengatur perbuatan yang dilarang dan disertai sanksi pidana.
Hukum PerdataHukum yang mengatur hubungan antarindividu terkait hak dan kewajiban.
Hukum AdministrasiHukum yang mengatur hubungan antara pemerintah dengan warga negara atau antarlembaga pemerintah.
SanksiHukuman atau konsekuensi yang diberikan atas pelanggaran aturan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Pancasila · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Membangun Budaya Taat Hukum" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Membangun Budaya Taat Hukum — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XPeta Konsep
Membangun Budaya Taat HukumPengertian dan Fungsi HukumJenis-Jenis Hukum di IndonesiaPentingnya Penegakan HukumDampak Pelanggaran HukumMembangun Budaya Taat Hukum
Dari sub-bab Membangun Budaya Taat HukumHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Pancasila · Kelas XProfil Lulusan
KewargaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Membangun Budaya Taat Hukum yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Pancasila kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Membangun Budaya Taat Hukum pada Pendidikan Pancasila Paket C, Fase E, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Pendidikan Pancasila kelas X Paket C di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila materi Membangun Budaya Taat Hukum ini gratis?

Ya. Modul Membangun Budaya Taat Hukum untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Membangun Budaya Taat Hukum ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Pancasila kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Membangun Budaya Taat Hukum ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Membangun Budaya Taat Hukum dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Membangun Budaya Taat Hukum tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Membangun Budaya Taat Hukum untuk Pendidikan Pancasila kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Membangun Budaya Taat Hukum ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Pancasila kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Membangun Budaya Taat Hukum beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Pancasila kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Pendidikan Pancasila ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Membangun Budaya Taat Hukum disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Pendidikan Pancasila Paket CSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.