BerandaModul Ajar SDKoding dan Kecerdasan Artifisial › Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V
Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil

Modul ajar (RPP) Koding dan Kecerdasan Artifisial SD kelas V materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Dekomposisi adalah cara memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan. Langkahnya meliputi mengidentifikasi masalah utama, memecahnya menjadi sub-masalah, dan merancang penyelesaian untuk setiap bagian. Manfaat dekomposisi sangat besar, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari, karena membuat tugas rumit menjadi lebih terstruktur, terorganisir, dan tidak menakutkan. Dengan dekomposisi, kita dapat menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

Bukan Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil yang Anda cari? Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V lainnya:

Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas V · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
Koding dan Kecerdasan Artifisial · Fase C · Kelas V · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasC / V
Materi PokokDekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem-Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa masalah dapat diselesaikan dengan langkah-langkah terstruktur.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePada akhir Fase C, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah sederhana sehari-hari dengan memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengenali pola, mengabstraksi, dan merancang algoritma.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas contoh nyata masalah kompleks seperti membuat kue atau merapikan kamar yang dapat dipecah menjadi tugas-tugas lebih kecil.
KonseptualDekomposisi adalah proses memecah masalah besar menjadi sub-masalah yang lebih mudah dikelola dan diselesaikan secara terpisah.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah praktis untuk mengidentifikasi masalah utama, memecahnya, dan menentukan urutan penyelesaian sub-masalah tersebut.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa strategi memecah masalah dapat membantu mereka mengatasi tantangan di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya dalam koding.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari.
  2. Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan sederhana.
  3. Menjelaskan pentingnya dekomposisi dalam menyelesaikan masalah.
  4. Merancang langkah-langkah penyelesaian untuk setiap sub-masalah.
  5. Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama.
Halaman 2 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil (dekomposisi) adalah kunci untuk menyelesaikan tugas yang rumit secara sistematis dan efektif, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa bingung harus mulai dari mana saat menghadapi tugas yang besar dan banyak?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem-Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara runtut dan jelas.
Matematika: Memecah masalah cerita menjadi operasi matematika yang lebih kecil.
Seni Budaya: Merencanakan pembuatan karya seni dengan memecah menjadi tahapan-tahapan kecil (sketsa, pewarnaan, finishing).
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak untuk mendukung dengan memberikan contoh masalah sederhana di rumah yang bisa dipecah dan diselesaikan bersama anak.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok, diskusi, dan presentasi dengan nyaman, dilengkapi papan tulis atau area menempel hasil kerja.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi presentasi sederhana (misalnya Google Slides atau Canva) untuk membuat diagram atau poster dekomposisi jika memungkinkan, atau sekadar video ilustrasi masalah kompleks.
Halaman 3 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik menghadapi tugas sulit. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar memecah masalah dan pentingnya dekomposisi, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita makan kue yang besar? Langsung dimakan semua atau dipotong-potong dulu?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mengamati beberapa gambar aktivitas sehari-hari yang kompleks (misalnya, merapikan kamar, menyiapkan sarapan, atau membuat prakarya). Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi apa saja masalah atau tugas besar yang ada pada gambar tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok memilih satu gambar dan mencoba menuliskan masalah utama yang ada. Kemudian, mereka mencoba memikirkan dan menuliskan bagian-bagian kecil dari masalah tersebut yang bisa diselesaikan secara terpisah. Contoh: 'Merapikan kamar' dipecah menjadi 'merapikan tempat tidur', 'menyapu lantai', 'menata buku', 'membuang sampah'.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi masalah dan bagian-bagian kecilnya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep bahwa masalah besar bisa dibagi, dan mengaitkannya dengan pentingnya berpikir sistematis.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa memecah masalah itu seperti memotong kue besar agar lebih mudah dimakan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tantangan untuk memecahkan masalah kecil di rumah, dan menutup dengan doa serta salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan sederhana dan merancang langkah-langkah penyelesaian untuk setiap sub-masalah.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali pertemuan sebelumnya tentang identifikasi masalah besar dan bagian-bagiannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu fokus pada cara memecah masalah dan merancang langkah penyelesaiannya, lalu bertanya: 'Setelah tahu bagian-bagian kecil masalah, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik disajikan studi kasus berupa skenario 'Membuat Robot Sederhana dari Kardus' atau 'Menyelenggarakan Pameran Karya Seni Kelas'. Mereka diajak berdiskusi tentang masalah utama dalam skenario tersebut dan bagaimana cara memecahnya menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan terkelola.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok, peserta didik memecah masalah utama skenario menjadi sub-masalah. Untuk setiap sub-masalah, mereka merancang langkah-langkah konkret dan berurutan untuk menyelesaikannya. Misalnya, jika sub-masalahnya 'Menyiapkan bahan', langkah-langkahnya bisa 'Mencari kardus', 'Menggunting', 'Menyiapkan lem'.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah dan rancangan langkah-langkah penyelesaiannya. Kelompok lain memberikan masukan dan saran. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya langkah yang jelas dan terurut untuk setiap bagian masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitPeserta didik dan guru menyimpulkan bahwa setiap bagian kecil dari masalah perlu langkah-langkah penyelesaiannya sendiri. Guru mengapresiasi kerja keras kelompok, memberikan motivasi untuk terus berlatih memecah masalah, dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama dan menjelaskan pentingnya dekomposisi dalam menyelesaikan masalah.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali pentingnya memecah masalah dan merancang langkahnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menggabungkan solusi dan memahami manfaat dekomposisi, lalu bertanya: 'Setelah semua bagian masalah selesai, apa yang kita dapatkan?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diingatkan kembali tentang skenario 'Membuat Robot Sederhana dari Kardus' dari pertemuan sebelumnya. Mereka diajak membayangkan bagaimana jika semua sub-masalah (menyiapkan bahan, merangkai bagian, menghias) sudah selesai dikerjakan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok diminta untuk 'menggabungkan' semua solusi sub-masalah yang telah mereka rancang pada pertemuan sebelumnya menjadi satu solusi utuh untuk masalah utama. Mereka menyusun alur kerja lengkap dari awal hingga akhir, kemudian membuat poster atau diagram sederhana yang menunjukkan proses dekomposisi dan penyelesaian masalah 'Membuat Robot Kardus' tersebut. Mereka juga diminta menuliskan mengapa dekomposisi itu penting.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitKelompok mempresentasikan poster/diagram dan penjelasan mereka tentang pentingnya dekomposisi. Guru memberikan umpan balik, menekankan bahwa dekomposisi membantu kita melihat gambaran besar sambil menyelesaikan bagian-bagian kecil, dan menguatkan pemahaman bahwa ini adalah keterampilan penting dalam koding dan kehidupan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitPeserta didik bersama guru membuat rangkuman akhir tentang dekomposisi dan manfaatnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas mereka, mendorong untuk menerapkan dekomposisi dalam tugas sehari-hari, dan menutup dengan doa dan pesan semangat.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Membantu peserta didik mempraktikkan dekomposisi masalah 'Mempersiapkan Pesta Ulang Tahun' menjadi sub-masalah dan langkah-langkah penyelesaiannya.

Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, penghapus, spidol warna

Langkah kerja:

  1. Baca skenario 'Mempersiapkan Pesta Ulang Tahun' dengan saksama.
  2. Identifikasi masalah utama yang harus diselesaikan.
  3. Pecah masalah utama menjadi 3-4 sub-masalah yang lebih kecil.
  4. Untuk setiap sub-masalah, tuliskan minimal 3 langkah konkret untuk menyelesaikannya.
  5. Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu lakukan jika melihat tumpukan piring kotor yang sangat banyak?
  2. Apakah kamu pernah merasa kesulitan memulai tugas yang besar?
  3. Menurutmu, apakah tugas yang besar harus langsung diselesaikan semua?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka dalam memecah masalah pada LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian poster/diagram dekomposisi dan penjelasan lisan tentang pentingnya dekomposisi.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari.Identifikasi Masalah2 JPPenalaran Kritis
2Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan merancang langkah-langkah penyelesaian.Dekomposisi dan Perancangan Solusi2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
3Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama dan menjelaskan pentingnya dekomposisi.Integrasi Solusi dan Refleksi2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
Halaman 9 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Halo teman-teman hebat! Pernahkah kamu punya tugas besar seperti membersihkan seluruh rumah atau membuat prakarya yang rumit? Pasti rasanya bingung mau mulai dari mana, ya? Nah, di modul ini kita akan belajar cara ampuh untuk menghadapi tugas-tugas besar itu. Kita akan belajar memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan. Yuk, kita mulai petualangan berpikir komputasional kita!

1. Apa Itu Masalah Kompleks?
Masalah kompleks adalah masalah yang terlihat besar, sulit, dan memiliki banyak bagian yang saling terkait. Contohnya, membuat pesta ulang tahun, merapikan seluruh kamar yang berantakan, atau membuat sebuah program komputer. Jika kita mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, kita mungkin akan merasa kewalahan dan bingung. Oleh karena itu, kita butuh cara untuk menyederhanakannya agar lebih mudah ditangani. Mengenali bahwa suatu masalah itu kompleks adalah langkah pertama yang penting.

2. Mengenal Dekomposisi
Dekomposisi adalah strategi berpikir komputasional yang berarti memecah masalah besar atau tugas yang rumit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih mudah dikelola. Bayangkan kamu punya kue ulang tahun yang sangat besar. Kamu tidak bisa memakan semuanya sekaligus, kan? Kamu akan memotongnya menjadi beberapa potong kecil agar lebih mudah dimakan. Begitu juga dengan masalah, kita potong-potong menjadi bagian kecil yang bisa diselesaikan satu per satu. Ini membuat masalah tidak lagi terlihat menakutkan.

3. Langkah-Langkah Dekomposisi
Bagaimana cara melakukan dekomposisi? Pertama, identifikasi masalah utamanya. Apa sih yang sebenarnya ingin kamu selesaikan? Kedua, pikirkan bagian-bagian apa saja yang membentuk masalah itu. Misalnya, jika masalahnya 'Merapikan kamar', bagian-bagiannya bisa 'merapikan tempat tidur', 'menyusun buku', 'membersihkan meja', dan 'membuang sampah'. Ketiga, pastikan setiap bagian kecil itu bisa diselesaikan secara terpisah dan lebih mudah dari masalah aslinya. Jangan lupa, urutan penyelesaian bagian-bagian itu juga penting!

4. Manfaat Dekomposisi dalam Koding dan Sehari-hari
Dalam koding, dekomposisi sangat penting. Ketika kita membuat sebuah game atau aplikasi, kita tidak langsung membuat semuanya jadi. Kita memecahnya menjadi bagian-bagian kecil seperti membuat karakter, mengatur gerakan, menambahkan suara, atau membuat level. Setiap bagian dikerjakan satu per satu. Di kehidupan sehari-hari, dekomposisi membantu kita mengerjakan PR yang banyak, merencanakan liburan, atau bahkan menyiapkan bekal sekolah. Dengan dekomposisi, masalah besar menjadi lebih mudah dikelola, lebih terorganisir, dan peluang berhasilnya lebih besar.

Rangkuman: Dekomposisi adalah cara memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan. Langkahnya meliputi mengidentifikasi masalah utama, memecahnya menjadi sub-masalah, dan merancang penyelesaian untuk setiap bagian. Manfaat dekomposisi sangat besar, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari, karena membuat tugas rumit menjadi lebih terstruktur, terorganisir, dan tidak menakutkan. Dengan dekomposisi, kita dapat menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.

Halaman 10 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
DekomposisiProses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.
Berpikir KomputasionalProses berpikir untuk menemukan solusi masalah dengan cara seperti komputer, termasuk dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.
Sub-masalahBagian kecil dari masalah utama yang terbentuk setelah proses dekomposisi.
AlgoritmaUrutan langkah-langkah yang jelas dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil — pratinjau tuntas.org

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini gratis?

Ya. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika, pada Fase C untuk kelas V SD.

Ini modul ajar atau RPP?

Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Bisakah modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial SDSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.