Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V
Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
Modul ajar (RPP) Koding dan Kecerdasan Artifisial SD kelas V materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil yang Anda cari? Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa masalah dapat diselesaikan dengan langkah-langkah terstruktur.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika |
| Elemen / Domain | Berpikir Komputasional |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah sederhana sehari-hari dengan memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengenali pola, mengabstraksi, dan merancang algoritma. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata masalah kompleks seperti membuat kue atau merapikan kamar yang dapat dipecah menjadi tugas-tugas lebih kecil. |
| Konseptual | Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar menjadi sub-masalah yang lebih mudah dikelola dan diselesaikan secara terpisah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah praktis untuk mengidentifikasi masalah utama, memecahnya, dan menentukan urutan penyelesaian sub-masalah tersebut. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa strategi memecah masalah dapat membantu mereka mengatasi tantangan di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya dalam koding. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari.
- Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan sederhana.
- Menjelaskan pentingnya dekomposisi dalam menyelesaikan masalah.
- Merancang langkah-langkah penyelesaian untuk setiap sub-masalah.
- Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama.
Pemahaman bermakna: Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil (dekomposisi) adalah kunci untuk menyelesaikan tugas yang rumit secara sistematis dan efektif, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa bingung harus mulai dari mana saat menghadapi tugas yang besar dan banyak?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara runtut dan jelas. Matematika: Memecah masalah cerita menjadi operasi matematika yang lebih kecil. Seni Budaya: Merencanakan pembuatan karya seni dengan memecah menjadi tahapan-tahapan kecil (sketsa, pewarnaan, finishing). |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung dengan memberikan contoh masalah sederhana di rumah yang bisa dipecah dan diselesaikan bersama anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok, diskusi, dan presentasi dengan nyaman, dilengkapi papan tulis atau area menempel hasil kerja. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi sederhana (misalnya Google Slides atau Canva) untuk membuat diagram atau poster dekomposisi jika memungkinkan, atau sekadar video ilustrasi masalah kompleks. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik menghadapi tugas sulit. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar memecah masalah dan pentingnya dekomposisi, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita makan kue yang besar? Langsung dimakan semua atau dipotong-potong dulu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati beberapa gambar aktivitas sehari-hari yang kompleks (misalnya, merapikan kamar, menyiapkan sarapan, atau membuat prakarya). Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi apa saja masalah atau tugas besar yang ada pada gambar tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok memilih satu gambar dan mencoba menuliskan masalah utama yang ada. Kemudian, mereka mencoba memikirkan dan menuliskan bagian-bagian kecil dari masalah tersebut yang bisa diselesaikan secara terpisah. Contoh: 'Merapikan kamar' dipecah menjadi 'merapikan tempat tidur', 'menyapu lantai', 'menata buku', 'membuang sampah'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi masalah dan bagian-bagian kecilnya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep bahwa masalah besar bisa dibagi, dan mengaitkannya dengan pentingnya berpikir sistematis. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa memecah masalah itu seperti memotong kue besar agar lebih mudah dimakan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tantangan untuk memecahkan masalah kecil di rumah, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan sederhana dan merancang langkah-langkah penyelesaian untuk setiap sub-masalah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali pertemuan sebelumnya tentang identifikasi masalah besar dan bagian-bagiannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu fokus pada cara memecah masalah dan merancang langkah penyelesaiannya, lalu bertanya: 'Setelah tahu bagian-bagian kecil masalah, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan studi kasus berupa skenario 'Membuat Robot Sederhana dari Kardus' atau 'Menyelenggarakan Pameran Karya Seni Kelas'. Mereka diajak berdiskusi tentang masalah utama dalam skenario tersebut dan bagaimana cara memecahnya menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan terkelola. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik memecah masalah utama skenario menjadi sub-masalah. Untuk setiap sub-masalah, mereka merancang langkah-langkah konkret dan berurutan untuk menyelesaikannya. Misalnya, jika sub-masalahnya 'Menyiapkan bahan', langkah-langkahnya bisa 'Mencari kardus', 'Menggunting', 'Menyiapkan lem'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah dan rancangan langkah-langkah penyelesaiannya. Kelompok lain memberikan masukan dan saran. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya langkah yang jelas dan terurut untuk setiap bagian masalah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa setiap bagian kecil dari masalah perlu langkah-langkah penyelesaiannya sendiri. Guru mengapresiasi kerja keras kelompok, memberikan motivasi untuk terus berlatih memecah masalah, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama dan menjelaskan pentingnya dekomposisi dalam menyelesaikan masalah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali pentingnya memecah masalah dan merancang langkahnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menggabungkan solusi dan memahami manfaat dekomposisi, lalu bertanya: 'Setelah semua bagian masalah selesai, apa yang kita dapatkan?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diingatkan kembali tentang skenario 'Membuat Robot Sederhana dari Kardus' dari pertemuan sebelumnya. Mereka diajak membayangkan bagaimana jika semua sub-masalah (menyiapkan bahan, merangkai bagian, menghias) sudah selesai dikerjakan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok diminta untuk 'menggabungkan' semua solusi sub-masalah yang telah mereka rancang pada pertemuan sebelumnya menjadi satu solusi utuh untuk masalah utama. Mereka menyusun alur kerja lengkap dari awal hingga akhir, kemudian membuat poster atau diagram sederhana yang menunjukkan proses dekomposisi dan penyelesaian masalah 'Membuat Robot Kardus' tersebut. Mereka juga diminta menuliskan mengapa dekomposisi itu penting. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan poster/diagram dan penjelasan mereka tentang pentingnya dekomposisi. Guru memberikan umpan balik, menekankan bahwa dekomposisi membantu kita melihat gambaran besar sambil menyelesaikan bagian-bagian kecil, dan menguatkan pemahaman bahwa ini adalah keterampilan penting dalam koding dan kehidupan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru membuat rangkuman akhir tentang dekomposisi dan manfaatnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas mereka, mendorong untuk menerapkan dekomposisi dalam tugas sehari-hari, dan menutup dengan doa dan pesan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mempraktikkan dekomposisi masalah 'Mempersiapkan Pesta Ulang Tahun' menjadi sub-masalah dan langkah-langkah penyelesaiannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, penghapus, spidol warna
Langkah kerja:
- Baca skenario 'Mempersiapkan Pesta Ulang Tahun' dengan saksama.
- Identifikasi masalah utama yang harus diselesaikan.
- Pecah masalah utama menjadi 3-4 sub-masalah yang lebih kecil.
- Untuk setiap sub-masalah, tuliskan minimal 3 langkah konkret untuk menyelesaikannya.
- Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu lakukan jika melihat tumpukan piring kotor yang sangat banyak?
- Apakah kamu pernah merasa kesulitan memulai tugas yang besar?
- Menurutmu, apakah tugas yang besar harus langsung diselesaikan semua?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka dalam memecah masalah pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian poster/diagram dekomposisi dan penjelasan lisan tentang pentingnya dekomposisi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari. | Identifikasi Masalah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan merancang langkah-langkah penyelesaian. | Dekomposisi dan Perancangan Solusi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama dan menjelaskan pentingnya dekomposisi. | Integrasi Solusi dan Refleksi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Halo teman-teman hebat! Pernahkah kamu punya tugas besar seperti membersihkan seluruh rumah atau membuat prakarya yang rumit? Pasti rasanya bingung mau mulai dari mana, ya? Nah, di modul ini kita akan belajar cara ampuh untuk menghadapi tugas-tugas besar itu. Kita akan belajar memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan. Yuk, kita mulai petualangan berpikir komputasional kita!
1. Apa Itu Masalah Kompleks?
Masalah kompleks adalah masalah yang terlihat besar, sulit, dan memiliki banyak bagian yang saling terkait. Contohnya, membuat pesta ulang tahun, merapikan seluruh kamar yang berantakan, atau membuat sebuah program komputer. Jika kita mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, kita mungkin akan merasa kewalahan dan bingung. Oleh karena itu, kita butuh cara untuk menyederhanakannya agar lebih mudah ditangani. Mengenali bahwa suatu masalah itu kompleks adalah langkah pertama yang penting.
2. Mengenal Dekomposisi
Dekomposisi adalah strategi berpikir komputasional yang berarti memecah masalah besar atau tugas yang rumit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih mudah dikelola. Bayangkan kamu punya kue ulang tahun yang sangat besar. Kamu tidak bisa memakan semuanya sekaligus, kan? Kamu akan memotongnya menjadi beberapa potong kecil agar lebih mudah dimakan. Begitu juga dengan masalah, kita potong-potong menjadi bagian kecil yang bisa diselesaikan satu per satu. Ini membuat masalah tidak lagi terlihat menakutkan.
3. Langkah-Langkah Dekomposisi
Bagaimana cara melakukan dekomposisi? Pertama, identifikasi masalah utamanya. Apa sih yang sebenarnya ingin kamu selesaikan? Kedua, pikirkan bagian-bagian apa saja yang membentuk masalah itu. Misalnya, jika masalahnya 'Merapikan kamar', bagian-bagiannya bisa 'merapikan tempat tidur', 'menyusun buku', 'membersihkan meja', dan 'membuang sampah'. Ketiga, pastikan setiap bagian kecil itu bisa diselesaikan secara terpisah dan lebih mudah dari masalah aslinya. Jangan lupa, urutan penyelesaian bagian-bagian itu juga penting!
4. Manfaat Dekomposisi dalam Koding dan Sehari-hari
Dalam koding, dekomposisi sangat penting. Ketika kita membuat sebuah game atau aplikasi, kita tidak langsung membuat semuanya jadi. Kita memecahnya menjadi bagian-bagian kecil seperti membuat karakter, mengatur gerakan, menambahkan suara, atau membuat level. Setiap bagian dikerjakan satu per satu. Di kehidupan sehari-hari, dekomposisi membantu kita mengerjakan PR yang banyak, merencanakan liburan, atau bahkan menyiapkan bekal sekolah. Dengan dekomposisi, masalah besar menjadi lebih mudah dikelola, lebih terorganisir, dan peluang berhasilnya lebih besar.
Rangkuman: Dekomposisi adalah cara memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan. Langkahnya meliputi mengidentifikasi masalah utama, memecahnya menjadi sub-masalah, dan merancang penyelesaian untuk setiap bagian. Manfaat dekomposisi sangat besar, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari, karena membuat tugas rumit menjadi lebih terstruktur, terorganisir, dan tidak menakutkan. Dengan dekomposisi, kita dapat menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Dekomposisi | Proses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. |
| Berpikir Komputasional | Proses berpikir untuk menemukan solusi masalah dengan cara seperti komputer, termasuk dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. |
| Sub-masalah | Bagian kecil dari masalah utama yang terbentuk setelah proses dekomposisi. |
| Algoritma | Urutan langkah-langkah yang jelas dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap
Pengenalan Berpikir KomputasionalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
Mengenal Kecerdasan Artifisial di Sekitar KitaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEtika dan Keamanan Digital DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProyek Cerita InteraktifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeamanan Digital untuk AnakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Koding dan Kecerdasan Artifisial di kelas lain
Pemecahan Masalah dalam Kehidupan Sehari-hariKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VI SDPemanfaatan Algoritma SederhanaKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini gratis?
Ya. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika, pada Fase C untuk kelas V SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.