Modul Ajar & RPP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V
Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami bahwa masalah dapat diselesaikan dengan langkah-langkah terstruktur. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika |
| Elemen / Domain | Berpikir Komputasional |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah sederhana sehari-hari dengan memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengenali pola, mengabstraksi, dan merancang algoritma. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata masalah kompleks seperti membuat kue atau merapikan kamar yang dapat dipecah menjadi tugas-tugas lebih kecil. |
| Konseptual | Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar menjadi sub-masalah yang lebih mudah dikelola dan diselesaikan secara terpisah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah praktis untuk mengidentifikasi masalah utama, memecahnya, dan menentukan urutan penyelesaian sub-masalah tersebut. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa strategi memecah masalah dapat membantu mereka mengatasi tantangan di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya dalam koding. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari.
- Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan sederhana.
- Menjelaskan pentingnya dekomposisi dalam menyelesaikan masalah.
- Merancang langkah-langkah penyelesaian untuk setiap sub-masalah.
- Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama.
Pemahaman bermakna: Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil (dekomposisi) adalah kunci untuk menyelesaikan tugas yang rumit secara sistematis dan efektif, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa bingung harus mulai dari mana saat menghadapi tugas yang besar dan banyak?"
| Praktik Pedagogis | Problem-Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara runtut dan jelas. Matematika: Memecah masalah cerita menjadi operasi matematika yang lebih kecil. Seni Budaya: Merencanakan pembuatan karya seni dengan memecah menjadi tahapan-tahapan kecil (sketsa, pewarnaan, finishing). |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung dengan memberikan contoh masalah sederhana di rumah yang bisa dipecah dan diselesaikan bersama anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok, diskusi, dan presentasi dengan nyaman, dilengkapi papan tulis atau area menempel hasil kerja. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi sederhana (misalnya Google Slides atau Canva) untuk membuat diagram atau poster dekomposisi jika memungkinkan, atau sekadar video ilustrasi masalah kompleks. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik menghadapi tugas sulit. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar memecah masalah dan pentingnya dekomposisi, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita makan kue yang besar? Langsung dimakan semua atau dipotong-potong dulu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati beberapa gambar aktivitas sehari-hari yang kompleks (misalnya, merapikan kamar, menyiapkan sarapan, atau membuat prakarya). Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi apa saja masalah atau tugas besar yang ada pada gambar tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok memilih satu gambar dan mencoba menuliskan masalah utama yang ada. Kemudian, mereka mencoba memikirkan dan menuliskan bagian-bagian kecil dari masalah tersebut yang bisa diselesaikan secara terpisah. Contoh: 'Merapikan kamar' dipecah menjadi 'merapikan tempat tidur', 'menyapu lantai', 'menata buku', 'membuang sampah'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi masalah dan bagian-bagian kecilnya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep bahwa masalah besar bisa dibagi, dan mengaitkannya dengan pentingnya berpikir sistematis. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa memecah masalah itu seperti memotong kue besar agar lebih mudah dimakan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tantangan untuk memecahkan masalah kecil di rumah, dan menutup dengan doa serta salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan sederhana dan merancang langkah-langkah penyelesaian untuk setiap sub-masalah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas kembali pertemuan sebelumnya tentang identifikasi masalah besar dan bagian-bagiannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu fokus pada cara memecah masalah dan merancang langkah penyelesaiannya, lalu bertanya: 'Setelah tahu bagian-bagian kecil masalah, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan studi kasus berupa skenario 'Membuat Robot Sederhana dari Kardus' atau 'Menyelenggarakan Pameran Karya Seni Kelas'. Mereka diajak berdiskusi tentang masalah utama dalam skenario tersebut dan bagaimana cara memecahnya menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan terkelola. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik memecah masalah utama skenario menjadi sub-masalah. Untuk setiap sub-masalah, mereka merancang langkah-langkah konkret dan berurutan untuk menyelesaikannya. Misalnya, jika sub-masalahnya 'Menyiapkan bahan', langkah-langkahnya bisa 'Mencari kardus', 'Menggunting', 'Menyiapkan lem'. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah dan rancangan langkah-langkah penyelesaiannya. Kelompok lain memberikan masukan dan saran. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya langkah yang jelas dan terurut untuk setiap bagian masalah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa setiap bagian kecil dari masalah perlu langkah-langkah penyelesaiannya sendiri. Guru mengapresiasi kerja keras kelompok, memberikan motivasi untuk terus berlatih memecah masalah, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Membantu peserta didik mempraktikkan dekomposisi masalah 'Mempersiapkan Pesta Ulang Tahun' menjadi sub-masalah dan langkah-langkah penyelesaiannya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Halo teman-teman hebat! Pernahkah kamu punya tugas besar seperti membersihkan seluruh rumah atau membuat prakarya yang rumit?
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil, penghapus, spidol warna
Langkah kerja:
- Tuliskan urutan perintah (atas, bawah, kiri, kanan) agar robot mencapai bintang dengan langkah paling sedikit.
Gambar 1. Labirin - Baca skenario 'Mempersiapkan Pesta Ulang Tahun' dengan saksama.
- Identifikasi masalah utama yang harus diselesaikan.
- Pecah masalah utama menjadi 3-4 sub-masalah yang lebih kecil.
- Untuk setiap sub-masalah, tuliskan minimal 3 langkah konkret untuk menyelesaikannya.
- Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu lakukan jika melihat tumpukan piring kotor yang sangat banyak?
- Apakah kamu pernah merasa kesulitan memulai tugas yang besar?
- Menurutmu, apakah tugas yang besar harus langsung diselesaikan semua?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka dalam memecah masalah pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian poster/diagram dekomposisi dan penjelasan lisan tentang pentingnya dekomposisi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi masalah kompleks dalam skenario sehari-hari. | Identifikasi Masalah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Memecah masalah kompleks menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan merancang langkah-langkah penyelesaian. | Dekomposisi dan Perancangan Solusi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menggabungkan solusi sub-masalah menjadi solusi masalah utama dan menjelaskan pentingnya dekomposisi. | Integrasi Solusi dan Refleksi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Halo teman-teman hebat! Pernahkah kamu punya tugas besar seperti membersihkan seluruh rumah atau membuat prakarya yang rumit? Pasti rasanya bingung mau mulai dari mana, ya? Nah, di modul ini kita akan belajar cara ampuh untuk menghadapi tugas-tugas besar itu. Kita akan belajar memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan. Yuk, kita mulai petualangan berpikir komputasional kita!
1. Apa Itu Masalah Kompleks?
Masalah kompleks adalah masalah yang terlihat besar, sulit, dan memiliki banyak bagian yang saling terkait. Contohnya, membuat pesta ulang tahun, merapikan seluruh kamar yang berantakan, atau membuat sebuah program komputer. Jika kita mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, kita mungkin akan merasa kewalahan dan bingung. Oleh karena itu, kita butuh cara untuk menyederhanakannya agar lebih mudah ditangani. Mengenali bahwa suatu masalah itu kompleks adalah langkah pertama yang penting.
2. Mengenal Dekomposisi
Dekomposisi adalah strategi berpikir komputasional yang berarti memecah masalah besar atau tugas yang rumit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih mudah dikelola. Bayangkan kamu punya kue ulang tahun yang sangat besar. Kamu tidak bisa memakan semuanya sekaligus, kan? Kamu akan memotongnya menjadi beberapa potong kecil agar lebih mudah dimakan. Begitu juga dengan masalah, kita potong-potong menjadi bagian kecil yang bisa diselesaikan satu per satu. Ini membuat masalah tidak lagi terlihat menakutkan.
3. Langkah-Langkah Dekomposisi
Bagaimana cara melakukan dekomposisi? Pertama, identifikasi masalah utamanya. Apa sih yang sebenarnya ingin kamu selesaikan? Kedua, pikirkan bagian-bagian apa saja yang membentuk masalah itu. Misalnya, jika masalahnya 'Merapikan kamar', bagian-bagiannya bisa 'merapikan tempat tidur', 'menyusun buku', 'membersihkan meja', dan 'membuang sampah'. Ketiga, pastikan setiap bagian kecil itu bisa diselesaikan secara terpisah dan lebih mudah dari masalah aslinya. Jangan lupa, urutan penyelesaian bagian-bagian itu juga penting!
4. Manfaat Dekomposisi dalam Koding dan Sehari-hari
Dalam koding, dekomposisi sangat penting. Ketika kita membuat sebuah game atau aplikasi, kita tidak langsung membuat semuanya jadi. Kita memecahnya menjadi bagian-bagian kecil seperti membuat karakter, mengatur gerakan, menambahkan suara, atau membuat level. Setiap bagian dikerjakan satu per satu. Di kehidupan sehari-hari, dekomposisi membantu kita mengerjakan PR yang banyak, merencanakan liburan, atau bahkan menyiapkan bekal sekolah. Dengan dekomposisi, masalah besar menjadi lebih mudah dikelola, lebih terorganisir, dan peluang berhasilnya lebih besar.
Rangkuman: Dekomposisi adalah cara memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan. Langkahnya meliputi mengidentifikasi masalah utama, memecahnya menjadi sub-masalah, dan merancang penyelesaian untuk setiap bagian. Manfaat dekomposisi sangat besar, baik dalam koding maupun kehidupan sehari-hari, karena membuat tugas rumit menjadi lebih terstruktur, terorganisir, dan tidak menakutkan. Dengan dekomposisi, kita dapat menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Dekomposisi | Proses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. |
| Berpikir Komputasional | Proses berpikir untuk menemukan solusi masalah dengan cara seperti komputer, termasuk dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. |
| Sub-masalah | Bagian kecil dari masalah utama yang terbentuk setelah proses dekomposisi. |
| Algoritma | Urutan langkah-langkah yang jelas dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil" mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Berpikir Komputasional: Menemukan SolusiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMengenal Teknologi Digital: Canggih, Seru, tetapi Harus Bijak!Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Kecerdasan Artifisial: Teman Baru di Dunia DigitalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar Bersama Kecerdasan Artifisial: Si Cerdas yang Terus BelajarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Koding dan Kecerdasan Artifisial lain yang sudah tersedia
Menerapkan Algoritma SederhanaKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SDPengenalan Berpikir KomputasionalKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SDPengenalan Pola dan AbstraksiKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SDPemecahan Masalah dalam Kehidupan Sehari-hariKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VI SDLihat semua Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil pada Koding dan Kecerdasan Artifisial SD, Fase C, elemen Berpikir Komputasional.
Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V SD di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini gratis?
Ya. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil dapat Anda sesuaikan dengan murid Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, Lampiran III, Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Komputer dan Informatika, pada Fase C untuk kelas V SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Dekomposisi: Memecah Masalah Menjadi Bagian Kecil yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Koding dan Kecerdasan Artifisial MI ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.