Modul Ajar & RPP Matematika Kelas II
Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun
Modul ajar (RPP) Matematika SD kelas II materi Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun yang Anda cari? Materi Matematika Kelas II lainnya:
Lihat peta materi setahun9 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik langsung |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep bilangan cacah sampai 20 dan dapat melakukan penjumlahan serta pengurangan sederhana tanpa teknik bersusun.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase A, peserta didik menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, termasuk melakukan penjumlahan dan pengurangan, serta memahami cara menyelesaikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Angka-angka dalam penjumlahan dan pengurangan bersusun diletakkan sejajar sesuai nilai tempatnya. |
| Konseptual | Penjumlahan dan pengurangan bersusun adalah metode sistematis untuk menghitung operasi bilangan dengan melibatkan nilai tempat. |
| Prosedural | Langkah-langkah penjumlahan dan pengurangan bersusun dimulai dari nilai tempat satuan, puluhan, dan seterusnya, dengan memperhatikan konsep menyimpan atau meminjam. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami nilai tempat sangat penting untuk menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bersusun secara akurat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi nilai tempat bilangan dua angka (satuan dan puluhan) dengan tepat.
- Menjelaskan langkah-langkah penjumlahan bersusun tanpa menyimpan dengan benar.
- Melakukan penjumlahan bersusun tanpa menyimpan bilangan dua angka dengan hasil maksimal 99 secara mandiri.
- Menjelaskan langkah-langkah pengurangan bersusun tanpa meminjam dengan benar.
- Melakukan pengurangan bersusun tanpa meminjam bilangan dua angka dengan hasil minimal 0 secara mandiri.
- Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bersusun tanpa menyimpan/meminjam dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Penjumlahan dan pengurangan bersusun membantu kita menghitung angka-angka besar dengan lebih mudah dan teratur, seperti saat menghitung jumlah kelereng atau sisa kue.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menghitung jumlah semua pensil warna di kotakmu dan di kotak temanmu jika pensilnya banyak sekali?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Project-Based Learning dengan praktik langsung |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menulis soal cerita matematika dan menjelaskan langkah penyelesaiannya secara lisan. Seni Rupa: Menggambar ilustrasi untuk soal cerita matematika yang dibuat sendiri. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk menciptakan situasi di rumah yang membutuhkan perhitungan sederhana, seperti menghitung jumlah belanjaan atau sisa uang saku anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan aktivitas praktik, dilengkapi sudut matematika dengan alat peraga balok Dienes atau benda konkret lainnya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi atau permainan edukasi sederhana di tablet/komputer sekolah yang melatih penjumlahan dan pengurangan bersusun secara interaktif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi nilai tempat bilangan dua angka (satuan dan puluhan) dengan tepat dan menjelaskan langkah-langkah penjumlahan bersusun tanpa menyimpan dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa bersama. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar. Guru memulai dengan pertanyaan 'Siapa yang tahu angka 15 terdiri dari angka berapa saja?' untuk mengaitkan pengetahuan awal tentang nilai tempat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar menjumlahkan angka-angka yang lebih banyak dengan cara bersusun. Pertanyaan pemantik 'Bagaimana cara kita menghitung jumlah semua pensil warna di kotakmu dan di kotak temanmu jika pensilnya banyak sekali?' diajukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mengeksplorasi konsep nilai tempat puluhan dan satuan menggunakan balok Dienes atau benda konkret (kelereng, stik es krim) yang dikelompokkan. Guru membimbing peserta didik untuk memahami bagaimana balok satuan dan balok puluhan merepresentasikan bilangan, lalu menghubungkannya dengan penulisan angka bersusun untuk penjumlahan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mencoba menyusun balok Dienes sesuai angka yang diberikan guru, lalu mempraktikkan penjumlahan dua bilangan dua angka tanpa menyimpan dengan meletakkan balok sesuai nilai tempatnya. Mereka kemudian menuliskan hasilnya di LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil penjumlahan mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya menyusun angka sesuai nilai tempat. Diskusi interaktif dilakukan untuk memastikan semua peserta didik memahami konsep dasar penjumlahan bersusun. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang cara menjumlahkan bersusun. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik. Guru memberikan tugas singkat untuk mengulang di rumah dan menyampaikan materi pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan senyuman. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melakukan penjumlahan bersusun tanpa menyimpan bilangan dua angka dengan hasil maksimal 99 secara mandiri dan menjelaskan langkah-langkah pengurangan bersusun tanpa meminjam dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru memeriksa pekerjaan rumah dan mengulas kembali konsep nilai tempat dan penjumlahan bersusun tanpa menyimpan. Guru mengingatkan tujuan pembelajaran hari ini yaitu berlatih penjumlahan bersusun dan mulai belajar pengurangan bersusun. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu melakukan latihan penjumlahan bersusun tanpa menyimpan menggunakan lembar kerja. Setelah itu, guru memperkenalkan konsep pengurangan bersusun tanpa meminjam menggunakan balok Dienes atau gambar. Peserta didik diajak mengamati dan menemukan pola langkah-langkah pengurangan bersusun. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mempraktikkan pengurangan bersusun tanpa meminjam menggunakan balok Dienes. Mereka mengambil sejumlah balok, lalu mengurangi sesuai soal, dan menuliskan hasilnya di LKPD. Guru berkeliling membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa kelompok maju ke depan untuk menunjukkan cara mereka menyelesaikan soal pengurangan bersusun. Guru memberikan penguatan tentang langkah-langkah yang benar dan mengingatkan untuk selalu mengurangi dari nilai tempat satuan terlebih dahulu. Peserta didik lain memberikan pertanyaan atau tanggapan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum poin-poin penting tentang penjumlahan dan pengurangan bersusun tanpa menyimpan/meminjam. Guru memberikan semangat dan apresiasi atas kemajuan mereka. Guru memberikan tantangan soal cerita sederhana untuk dikerjakan di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melakukan pengurangan bersusun tanpa meminjam bilangan dua angka dengan hasil minimal 0 secara mandiri dan memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bersusun tanpa menyimpan/meminjam dengan percaya diri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas cepat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'Buku Cerita Matematika' sederhana tentang penjumlahan dan pengurangan bersusun. Guru menunjukkan contoh 'Buku Cerita Matematika' yang akan dibuat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru menjelaskan proyek 'Buku Cerita Matematika' yang akan dibuat. Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk membuat 2 soal cerita (1 penjumlahan, 1 pengurangan) yang melibatkan bilangan dua angka tanpa menyimpan/meminjam, lengkap dengan penyelesaian bersusun di buku mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik mulai mengerjakan proyek 'Buku Cerita Matematika' mereka. Mereka menulis soal cerita, menggambar ilustrasi sederhana, dan menyelesaikan soal menggunakan metode bersusun yang telah dipelajari. Guru berkeliling memberikan bimbingan, memastikan soal dan penyelesaiannya benar, serta mendorong kreativitas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Beberapa peserta didik mempresentasikan 'Buku Cerita Matematika' mereka di depan kelas. Mereka membacakan soal cerita dan menjelaskan cara menyelesaikannya. Teman-teman lain memberikan apresiasi dan masukan positif. Guru memberikan penguatan bahwa matematika sangat berguna untuk memecahkan masalah sehari-hari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru melakukan refleksi bersama tentang manfaat belajar penjumlahan dan pengurangan bersusun dan bagaimana mereka bisa menggunakannya di rumah. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas peserta didik dalam membuat proyek. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan harapan agar peserta didik terus semangat belajar matematika. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mempraktikkan penjumlahan dan pengurangan bersusun tanpa menyimpan/meminjam dengan langkah yang benar.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, balok Dienes atau stik es krim, lembar kerja.
Langkah kerja:
- Siapkan alat tulismu dan balok Dienes.
- Ambil balok Dienes sesuai bilangan pertama pada soal, pisahkan puluhan dan satuan.
- Tambahkan atau kurangkan balok sesuai bilangan kedua, mulai dari satuan.
- Hitung total balok atau sisa balok, lalu tuliskan hasilnya pada lembar kerja.
- Pastikan kamu menulis angka-angka sejajar sesuai nilai tempatnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Berapa hasil dari 5 + 3?
- Berapa hasil dari 9 - 4?
- Angka 25, angka 2 menempati nilai tempat apa?
- Angka 25, angka 5 menempati nilai tempat apa?
Formatif (proses): Observasi saat peserta didik mengerjakan LKPD dan berdiskusi kelompok, serta penilaian presentasi 'Buku Cerita Matematika'.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa soal penjumlahan dan pengurangan bersusun serta soal cerita.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi nilai tempat bilangan dua angka (satuan dan puluhan) dengan tepat. | Nilai tempat satuan dan puluhan. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan dan melakukan penjumlahan bersusun tanpa menyimpan bilangan dua angka. | Penjumlahan bersusun tanpa menyimpan. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menjelaskan dan melakukan pengurangan bersusun tanpa meminjam bilangan dua angka. | Pengurangan bersusun tanpa meminjam. | 3 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 4 | Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bersusun. | Penerapan penjumlahan dan pengurangan bersusun. | 3 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Hai anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar cara berhitung yang seru dan mudah, yaitu penjumlahan dan pengurangan bersusun. Cara ini akan sangat membantu kita menghitung angka-angka yang lebih banyak. Yuk, kita mulai petualangan berhitung kita agar semakin pintar!
1. Mengenal Nilai Tempat: Satuan dan Puluhan
Setiap angka dalam bilangan memiliki 'rumah' atau nilai tempatnya sendiri. Contohnya, pada bilangan 23, angka 3 menempati nilai tempat satuan, artinya ada 3 buah. Sedangkan angka 2 menempati nilai tempat puluhan, artinya ada 2 tumpukan yang masing-masing berisi 10, jadi totalnya 20. Memahami nilai tempat ini sangat penting agar kita bisa menjumlahkan atau mengurangkan dengan benar. Ingat, satuan selalu di paling kanan, lalu puluhan di kirinya.
2. Penjumlahan Bersusun Tanpa Menyimpan
Penjumlahan bersusun adalah cara menjumlahkan bilangan dengan menuliskannya ke bawah, angka satuan lurus dengan satuan, dan puluhan lurus dengan puluhan. Kita mulai menjumlahkan dari kolom satuan terlebih dahulu, lalu baru kolom puluhan. Contoh: 21 + 13. Kita jumlahkan 1 + 3 (satuan) hasilnya 4. Lalu 2 + 1 (puluhan) hasilnya 3. Jadi, 21 + 13 = 34. Pastikan hasil penjumlahan satuan tidak lebih dari 9.
3. Pengurangan Bersusun Tanpa Meminjam
Sama seperti penjumlahan, pengurangan bersusun juga dilakukan dengan menuliskannya ke bawah. Angka satuan lurus dengan satuan, dan puluhan lurus dengan puluhan. Kita mulai mengurangi dari kolom satuan terlebih dahulu, lalu baru kolom puluhan. Contoh: 35 - 12. Kita kurangkan 5 - 2 (satuan) hasilnya 3. Lalu 3 - 1 (puluhan) hasilnya 2. Jadi, 35 - 12 = 23. Pastikan angka yang dikurangi lebih besar dari angka pengurang di setiap nilai tempat.
4. Mengapa Harus Bersusun?
Menjumlahkan atau mengurangkan dengan cara bersusun membuat perhitungan menjadi lebih rapi dan mudah. Bayangkan jika kita harus menghitung 45 + 23 tanpa bersusun, mungkin akan sedikit membingungkan. Dengan cara bersusun, kita bisa fokus pada satu kolom nilai tempat pada satu waktu, sehingga mengurangi kesalahan. Ini adalah cara yang cerdas untuk menjadi ahli matematika!
Rangkuman: Penjumlahan dan pengurangan bersusun adalah metode berhitung yang sistematis. Kita harus selalu memperhatikan nilai tempat satuan dan puluhan. Mulai hitung dari kolom satuan, lalu ke kolom puluhan. Untuk penjumlahan tanpa menyimpan, hasil satuan tidak boleh lebih dari 9. Untuk pengurangan tanpa meminjam, angka yang dikurangi harus lebih besar dari pengurang di setiap kolom. Cara ini membuat berhitung jadi lebih mudah dan akurat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Nilai Tempat | Posisi angka dalam bilangan yang menunjukkan besarnya nilai angka tersebut. |
| Satuan | Nilai tempat paling kanan pada bilangan, menunjukkan jumlah benda tunggal (1-9). |
| Puluhan | Nilai tempat di sebelah kiri satuan, menunjukkan jumlah kelompok sepuluh. |
| Bersusun | Cara menuliskan bilangan untuk operasi hitung secara vertikal (ke bawah) sesuai nilai tempat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun" mata pelajaran Matematika Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Matematika Kelas II Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap
Bilangan sampai 100Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
Pembagian DasarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengukuran Panjang (cm dan m)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisWaktu dan DurasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPecahan Sederhana (Setengah dan Seperempat)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
Pengurangan Menghitung MundurMatematika Kelas II SDBangun datar dan bangun ruangMatematika Kelas II SDMembilang sampai dengan 50Matematika Kelas II SDPenjumlahan dan Pengurangan DasarMatematika Kelas I SDLihat semua Modul Ajar Matematika Kelas II →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun ini gratis?
Ya. Modul Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun untuk kelas II SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase A untuk kelas II SD.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun untuk Matematika kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.