Modul Ajar & RPP Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX
Tartil dan Tahsin Lanjutan
Modul ajar (RPP) Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMP kelas IX materi Tartil dan Tahsin Lanjutan, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Tartil dan Tahsin Lanjutan yang Anda cari? Materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Tartil dan Tahsin Lanjutan |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar dan memahami hukum tajwid dasar seperti mad, nun mati, dan mim mati.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak beragama
Peserta didik menunjukkan kesungguhan dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, dengan menghargai keindahan bahasanya. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis hukum tajwid yang kompleks dan mengidentifikasi kesalahan tartil, lalu menyusun strategi perbaikan bacaan secara mandiri. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Peserta didik menciptakan produk rekaman tilawah Al-Qur'an dengan penerapan tartil dan tahsin yang baik, menunjukkan keindahan dan keunikan gaya bacaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Membaca Al-Qur'an |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil sesuai kaidah tajwid lanjutan, memahami makna dasar ayat, serta mengaplikasikan bacaan dalam praktik ibadah sehari-hari dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak qari' dan qari'ah yang membacakan Al-Qur'an dengan indah dan benar di berbagai kesempatan, seperti lomba MTQ atau acara keagamaan. |
| Konseptual | Tartil adalah membaca Al-Qur'an secara pelan, jelas, dan benar sesuai kaidah tajwid, sedangkan tahsin adalah upaya menyempurnakan bacaan Al-Qur'an dari segi makhraj, sifat huruf, dan hukum tajwid. |
| Prosedural | Prosedur tahsin melibatkan identifikasi kesalahan bacaan, mempelajari hukum tajwid yang relevan, melatih makhraj dan sifat huruf, serta mengulang-ulang bacaan dengan bimbingan guru atau ahli qira'at. |
| Metakognitif | Kesadaran untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur'an adalah bentuk pengamalan ajaran agama dan upaya mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan dan analisis contoh bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi hukum tajwid lanjutan (idgham mutajanisain, idgham mutaqaribain, izhar syafawi, ikhfa' syafawi, idgham mimi) dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru dan praktik berulang, peserta didik dapat melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan makhraj dan sifat huruf yang benar sesuai kaidah tahsin lanjutan secara mandiri.
- Melalui kerja kelompok dan praktik tilawah, peserta didik dapat menerapkan hukum tajwid lanjutan dalam bacaan surah pilihan dengan tartil yang baik dan benar.
- Setelah menganalisis kesalahan umum dalam bacaan, peserta didik dapat mengoreksi bacaan teman sejawat atau diri sendiri dengan memberikan umpan balik yang konstruktif dan solutif.
- Melalui proyek rekaman tilawah, peserta didik dapat menghasilkan produk rekaman bacaan Al-Qur'an (surah pilihan) dengan penerapan tartil dan tahsin yang berkualitas tinggi dan penuh percaya diri.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat merefleksikan proses belajar dan peningkatan kualitas bacaan Al-Qur'an mereka, serta menyusun rencana perbaikan berkelanjutan.
Pemahaman bermakna: Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tahsin yang benar bukan hanya tuntutan agama, tetapi juga kunci untuk memahami pesan ilahi dan merasakan keindahan mukjizat Al-Qur'an, sehingga meningkatkan kualitas spiritual dan praktik ibadah kita.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Al-Qur'an harus dibaca dengan tartil dan tahsin, bukan sekadar lancar?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan memberikan umpan balik yang efektif dan santun saat mengoreksi bacaan teman. Seni Budaya: Memahami unsur keindahan dan estetika dalam seni tilawah Al-Qur'an, serta mengembangkan apresiasi terhadap seni suara Islami. Teknologi Informasi dan Komunikasi: Menggunakan aplikasi perekam suara, editor audio sederhana, dan platform berbagi video untuk proyek rekaman tilawah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berperan sebagai penyimak bacaan (tasmi') di rumah, memberikan dukungan moral, dan memfasilitasi akses ke sumber belajar Al-Qur'an. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata agar nyaman untuk praktik tilawah kelompok, dilengkapi dengan area tenang untuk rekaman, serta akses ke mushaf Al-Qur'an dan perangkat audio visual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi Al-Qur'an digital, video tutorial tahsin, dan perekam suara di ponsel untuk latihan mandiri, merekam bacaan, dan mendapatkan umpan balik secara virtual. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan dan analisis contoh bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi hukum tajwid lanjutan (idgham mutajanisain, idgham mutaqaribain, izhar syafawi, ikhfa' syafawi, idgham mimi) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Ayat: Guru membacakan potongan ayat Al-Qur'an tanpa tajwid lengkap, peserta didik menebak surah dan ayatnya, lalu menyebutkan kesan pertama tentang bacaan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan praktik berulang, peserta didik dapat melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan makhraj dan sifat huruf yang benar sesuai kaidah tahsin lanjutan secara mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Bisik Berantai Ayat: Peserta didik berbaris, guru membisikkan satu kata dalam bahasa Arab ke orang pertama, lalu dibisikkan ke belakang, orang terakhir menuliskan kata yang didengar. Menguji ketepatan pelafalan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui kerja kelompok dan praktik tilawah, peserta didik dapat menerapkan hukum tajwid lanjutan dalam bacaan surah pilihan dengan tartil yang baik dan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Ayat: Guru memulai dengan satu ayat pendek, lalu setiap peserta didik secara bergantian melanjutkan dengan ayat berikutnya dari surah yang sama, sambil memperhatikan tajwidnya.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menerapkan hukum tajwid lanjutan pada ayat pilihan dengan tepat.
Alat & bahan: Mushaf Al-Qur'an, alat tulis, lembar kerja, ponsel (opsional)
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar huruf hijaiyah berikut dan diskusikan perbedaan makhraj serta sifatnya dengan kelompokmu.
- Baca dan cermati potongan ayat-ayat berikut dari Surah An-Nisa' (ayat 20-22) yang terdapat dalam lembar kerja.
- Identifikasi hukum tajwid lanjutan (idgham mutajanisain, idgham mutaqaribain, izhar syafawi, ikhfa' syafawi, idgham mimi) pada setiap kata yang digarisbawahi, lalu tuliskan hukumnya di kolom yang tersedia.
- Setelah mengidentifikasi, berlatihlah membaca potongan ayat tersebut secara berulang dengan memperhatikan makhraj, sifat huruf, dan hukum tajwid yang telah ditulis.
- Rekam bacaan kelompokmu menggunakan ponsel, kemudian dengarkan kembali dan diskusikan kesalahan yang masih ada untuk diperbaiki.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Coba bacakan Surah Al-Fatihah, apakah ada hukum nun mati/tanwin yang masih keliru?
- Sebutkan tiga contoh huruf yang makhrajnya sering tertukar!
- Apa yang kamu ketahui tentang idgham bighunnah dan bilaghunnah?
- Menurutmu, apa bedanya membaca Al-Qur'an dengan terburu-buru dan dengan tartil?
Formatif (proses): Observasi guru selama diskusi kelompok, praktik tilawah, dan pemberian umpan balik antarpeserta didik, serta penilaian lembar kerja.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek rekaman tilawah Al-Qur'an (surah pilihan) dengan rubrik yang komprehensif mencakup aspek tajwid, makhraj, sifat huruf, dan kelancaran.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi hukum tajwid lanjutan | Pengenalan dan identifikasi hukum idgham mutajanisain, mutaqaribain, izhar syafawi, ikhfa' syafawi, idgham mimi. | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melafalkan makhraj dan sifat huruf | Latihan pelafalan huruf hijaiyah dengan makhraj dan sifat huruf yang benar. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menerapkan hukum tajwid lanjutan dalam tilawah | Praktik tilawah surah pilihan dengan penerapan hukum tajwid, makhraj, dan sifat huruf. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 4 | Mengoreksi bacaan dengan umpan balik | Analisis kesalahan umum dan praktik pemberian umpan balik konstruktif. | 4 JP | penalaran kritis |
Al-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Membacanya adalah ibadah yang mendatangkan pahala. Namun, membaca Al-Qur'an tidak sekadar melafalkan huruf, melainkan harus sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan, yaitu tartil dan tahsin. Modul ini akan membimbing Anda untuk menyempurnakan bacaan Al-Qur'an, khususnya pada hukum tajwid lanjutan serta makhraj dan sifat huruf.
1. Idgham Mutajanisain dan Mutaqaribain
Idgham mutajanisain terjadi ketika dua huruf yang sama makhrajnya tetapi berbeda sifatnya bertemu, di mana huruf pertama sukun dan huruf kedua berharakat, seperti pada kata 'قَدْ دَخَلُوا' (qad dakholu). Sementara itu, idgham mutaqaribain adalah pertemuan dua huruf yang berdekatan makhrajnya dan sifatnya, dengan huruf pertama sukun dan huruf kedua berharakat, contohnya 'قُلْ رَبِّ' (qul robbi). Memahami perbedaan ini penting untuk melafalkan Al-Qur'an dengan benar dan fasih.
2. Hukum Mim Mati Lanjutan
Hukum mim mati (مْ) memiliki tiga jenis: izhar syafawi, ikhfa' syafawi, dan idgham mimi. Izhar syafawi terjadi ketika mim mati bertemu dengan semua huruf hijaiyah selain mim (م) dan ba (ب), dibaca jelas tanpa dengung. Ikhfa' syafawi terjadi ketika mim mati bertemu huruf ba (ب), dibaca samar disertai dengung. Idgham mimi terjadi ketika mim mati bertemu huruf mim (م), dibaca dengan memasukkan mim pertama ke mim kedua disertai dengung. Penguasaan hukum ini sangat krusial untuk menghindari kesalahan fatal dalam bacaan.
3. Makhraj Huruf yang Sering Keliru
Makhraj huruf adalah tempat keluarnya huruf hijaiyah. Beberapa huruf memiliki makhraj yang berdekatan sehingga sering terjadi kekeliruan dalam pelafalannya, seperti antara huruf ح (ha') dan ه (ha), ع ('ain) dan غ (ghain), ذ (dzal), ز (za), dan ظ (zha). Kesalahan dalam makhraj dapat mengubah makna ayat. Latihan intensif dengan bimbingan guru dan mendengarkan rekaman qari' menjadi kunci untuk menyempurnakan makhraj ini.
4. Sifat Huruf dan Pengaruhnya
Sifat huruf adalah karakteristik yang melekat pada setiap huruf hijaiyah, seperti hams (berdesis), jahr (tertahan), syiddah (kuat), rakhawah (lemah), isti'la (terangkat), istifal (merendah), dan lainnya. Memahami sifat huruf membantu kita melafalkan huruf dengan artikulasi yang benar dan membedakannya dari huruf lain yang serupa makhrajnya. Misalnya, perbedaan antara س (sin) dan ص (shad) terletak pada sifat isti'la pada shad.
5. Pentingnya Praktik dan Koreksi
Teori tajwid dan tahsin tidak akan sempurna tanpa praktik yang konsisten dan koreksi yang berkelanjutan. Praktik tilawah secara rutin, menyimak bacaan qari' yang mutqin, serta meminta koreksi dari guru atau teman yang lebih mahir adalah langkah-langkah esensial. Menerima umpan balik dengan lapang dada dan terus berusaha memperbaiki adalah cerminan kesungguhan kita dalam memuliakan Al-Qur'an dan mencapai kualitas bacaan yang terbaik.
Rangkuman: Tartil dan tahsin adalah fondasi penting dalam membaca Al-Qur'an dengan benar dan indah. Penguasaan hukum tajwid lanjutan seperti idgham mutajanisain, mutaqaribain, serta hukum mim mati, ditambah dengan pelafalan makhraj dan sifat huruf yang tepat, akan menyempurnakan bacaan. Praktik berkelanjutan, menyimak, dan koreksi diri maupun dari guru adalah kunci utama untuk mencapai tartil yang berkualitas, sehingga Al-Qur'an dapat dibaca dengan penuh kekhusyukan dan pemahaman yang lebih mendalam.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tartil | Membaca Al-Qur'an secara pelan, jelas, dan benar sesuai kaidah tajwid. |
| Tahsin | Upaya menyempurnakan bacaan Al-Qur'an dari segi makhraj, sifat huruf, dan hukum tajwid. |
| Makhraj | Tempat keluarnya huruf hijaiyah dari rongga mulut atau tenggorokan. |
| Sifat Huruf | Karakteristik yang melekat pada setiap huruf hijaiyah, membedakannya dari huruf lain. |
| Idgham Mutajanisain | Hukum tajwid pertemuan dua huruf yang sama makhrajnya tapi berbeda sifatnya. |
| Ikhfa' Syafawi | Hukum mim mati bertemu huruf ba, dibaca samar disertai dengung. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tartil dan Tahsin Lanjutan" mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Waqaf, Ibtida', dan Tanda MushafModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBacaan Gharib dalam Al-Qur'anModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Kaligrafi Ayat (Khat)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopBERIKUTNYAMunaqasyah Bacaan AkhirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBimbingan Tadarus MandiriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di kelas lain
Imla' Ayat Pilihan LanjutanBaca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas VIII SMPLihat semua Modul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Tartil dan Tahsin Lanjutan pada Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMP, Fase D, elemen Membaca Al-Qur'an.
Modul Tartil dan Tahsin Lanjutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) materi Tartil dan Tahsin Lanjutan ini gratis?
Ya. Modul Tartil dan Tahsin Lanjutan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Tartil dan Tahsin Lanjutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Tartil dan Tahsin Lanjutan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Tartil dan Tahsin Lanjutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Tartil dan Tahsin Lanjutan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Tartil dan Tahsin Lanjutan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Tartil dan Tahsin Lanjutan untuk Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Tartil dan Tahsin Lanjutan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Tartil dan Tahsin Lanjutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Tartil dan Tahsin Lanjutan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.