Modul Ajar & RPP Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX
Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an
Modul ajar (RPP) Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMP kelas IX materi Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran 1.3.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an yang Anda cari? Materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX lainnya:
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami dasar-dasar ilmu tajwid seperti hukum nun sukun, mim sukun, mad, dan mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik menunjukkan sikap toleran dan menghargai perbedaan bacaan dalam Al-Qur'an sebagai bentuk kekayaan Islam. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis berbagai jenis bacaan gharib dan mengidentifikasi karakteristiknya dari sumber yang relevan. - komunikasi — elemen: menyampaikan gagasan
Peserta didik mampu mempresentasikan hasil identifikasi dan praktik bacaan gharib dengan jelas dan percaya diri.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran 1.3 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an dan Hadis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menerapkan kaidah tajwid tingkat lanjut, termasuk bacaan gharib, serta mengidentifikasi dan mengamalkan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis terkait nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bacaan gharib seperti imalah, isymam, naql, dan saktah ditemukan pada beberapa ayat tertentu dalam mushaf Al-Qur'an. |
| Konseptual | Bacaan gharib adalah kekhususan dalam ilmu qira'at yang memerlukan perhatian khusus karena berbeda dari kaidah tajwid umum. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara mengidentifikasi ayat-ayat yang mengandung bacaan gharib dan melafalkannya sesuai kaidah yang benar. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam mempelajari bacaan Al-Qur'an yang kompleks untuk mencapai kesempurnaan tilawah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh-contoh bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian dan macam-macam bacaan gharib dengan tepat.
- Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis karakteristik dan kaidah bacaan imalah, isymam, naql, dan saktah dengan cermat.
- Dengan bimbingan guru dan praktik langsung, peserta didik dapat melafalkan bacaan imalah pada surat Hud ayat 41 dengan tartil.
- Melalui latihan mandiri, peserta didik dapat melafalkan bacaan isymam pada surat Yusuf ayat 11 dengan fasih dan benar.
- Setelah mendengarkan rekaman audio, peserta didik dapat melafalkan bacaan naql pada surat Al-Hujurat ayat 11 dengan tepat.
- Melalui praktik berpasangan, peserta didik dapat melafalkan bacaan saktah pada surat Yasin ayat 52, Al-Qiyamah ayat 27, Al-Kahf ayat 1, dan Al-Mutaffifin ayat 14 dengan lancar.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai bacaan gharib tidak hanya meningkatkan kualitas tilawah Al-Qur'an, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap keagungan bahasa dan syariat Islam.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ada beberapa bacaan di Al-Qur'an yang terdengar unik dan berbeda dari kaidah tajwid biasa?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis struktur kalimat dan bunyi bahasa Arab yang unik, serta menyusun laporan hasil diskusi dengan tata bahasa yang baik. Seni Budaya: Memahami keindahan dan melodi dalam seni membaca Al-Qur'an (tilawah) yang diwarnai oleh variasi bacaan gharib. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an anak di rumah dan memberikan motivasi untuk terus berlatih bacaan gharib. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik membaca, dengan akses mudah ke mushaf Al-Qur'an dan perangkat audio. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi Al-Qur'an digital yang memiliki fitur audio qari dengan berbagai riwayat bacaan untuk membandingkan dan melatih pelafalan gharib. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh-contoh bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian dan macam-macam bacaan gharib dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Ayat: Guru membacakan potongan ayat Al-Qur'an dengan bacaan gharib, lalu peserta didik menebak surat dan ayatnya. Menyenangkan dan memancing rasa ingin tahu.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis karakteristik dan kaidah bacaan imalah, isymam, naql, dan saktah dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Ayat: Guru memulai dengan potongan ayat, lalu peserta didik melanjutkan ayat berikutnya secara bergiliran. Melatih fokus dan hafalan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan bimbingan guru dan praktik langsung, peserta didik dapat melafalkan bacaan imalah pada surat Hud ayat 41 dengan tartil. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Ikuti Aku: Guru melafalkan satu kata atau frasa Arab dengan intonasi tertentu, lalu peserta didik menirukan secara bersamaan. Melatih pendengaran dan pelafalan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mencatat contoh bacaan gharib dari Al-Qur'an dengan tepat.
Alat & bahan: Al-Qur'an, alat tulis, buku tajwid
Langkah kerja:
- Tuliskan bacaan gharib pada setiap letak ayat di tabel berikut, lalu buka mushafnya dan latih cara membacanya.
Bacaan gharib (riwayat Hafs) Letak ayat Bacaan gharib QS Fushshilat: 44 QS Yasin: 52 QS Al-Hujurat: 11 QS Yusuf: 11 - Amati gambar hijaiyah di bawah ini (gambar 1) yang membentuk kata 'majreha' dan 'ta'manna'.
- Buka Al-Qur'an dan temukan ayat QS. Hud:41 dan QS. Yusuf:11.
- Baca kedua ayat tersebut dengan saksama dan perhatikan cara pelafalan kata 'majreha' dan 'ta'manna'.
- Identifikasi jenis bacaan gharib pada masing-masing kata tersebut dan catat kaidah singkatnya pada tabel yang tersedia.
- Cari dua contoh ayat lain yang mengandung bacaan gharib (Naql atau Saktah) selain yang sudah dicontohkan, lalu tuliskan ayat dan jenis bacaannya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang ilmu tajwid?
- Pernahkah kamu menemukan bacaan di Al-Qur'an yang berbeda dari kaidah tajwid biasa?
- Sebutkan tiga hukum tajwid yang kamu ketahui!
Formatif (proses): Observasi guru selama diskusi kelompok dan praktik melafalkan bacaan gharib, serta umpan balik terhadap presentasi kelompok.
Sumatif (akhir): Tes praktik membaca Al-Qur'an yang mengandung bacaan gharib (imalah, isymam, naql, saktah) serta tes tulis untuk identifikasi kaidah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pengertian dan macam-macam bacaan gharib. | Pengertian dan jenis bacaan gharib. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis karakteristik dan kaidah bacaan imalah, isymam, naql, dan saktah. | Karakteristik dan kaidah Imalah, Isymam, Naql, Saktah. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Melafalkan bacaan imalah, isymam, naql, dan saktah dengan tartil dan fasih. | Praktik pelafalan Imalah, Isymam, Naql, Saktah. | 4 JP | komunikasi |
| 4 | Menunjukkan sikap toleran dan menghargai perbedaan bacaan dalam Al-Qur'an. | Hikmah perbedaan bacaan gharib. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
Al-Qur'an adalah mukjizat yang agung, dan setiap huruf serta cara membacanya memiliki kaidah tersendiri. Selain kaidah tajwid umum, ada beberapa bacaan khusus yang disebut 'gharib' karena penyimpangannya dari kaidah standar. Memahami bacaan gharib adalah kunci untuk menyempurnakan tilawah Al-Qur'an dan mengapresiasi keindahan bahasa Arab.
1. Pengertian Bacaan Gharib
Bacaan gharib secara bahasa berarti 'asing' atau 'langka'. Dalam ilmu tajwid, bacaan gharib merujuk pada beberapa cara membaca Al-Qur'an yang berbeda atau menyimpang dari kaidah tajwid pada umumnya. Perbedaan ini bukan karena kesalahan, melainkan karena ia merupakan salah satu riwayat bacaan yang sahih dan mutawatir dari Rasulullah ﷺ. Bacaan gharib ini mengharuskan pembaca untuk melafalkannya sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan oleh para ulama qira'at.
2. Imalah (إمالة)
Imalah adalah memiringkan bunyi fathah ke kasrah, atau bunyi alif ke ya'. Dalam riwayat Hafs 'an Ashim, imalah hanya terdapat pada satu tempat dalam Al-Qur'an, yaitu pada kata مَجْرَاهَا (majreha) di surat Hud ayat 41. Huruf ra' yang berharakat fathah dibaca dengan bunyi 'e' yang tipis, seolah-olah antara fathah dan kasrah. Ini adalah kekhususan yang harus diperhatikan agar bacaan sesuai dengan riwayat yang sahih.
3. Isymam (إشمام)
Isymam adalah memonyongkan bibir seperti saat mengucapkan dhommah, tetapi tanpa suara, setelah membaca huruf sukun. Ini juga hanya terdapat pada satu tempat dalam riwayat Hafs 'an Ashim, yaitu pada kata لَا تَأْمَنَّا (la ta'manna) di surat Yusuf ayat 11. Saat membaca huruf nun yang bertasydid, bibir dimonyongkan sebagai isyarat dhommah, namun suara tetap nun. Isymam ini menunjukkan adanya dua qira'at yang digabungkan.
4. Naql (نقل)
Naql berarti memindahkan harakat hamzah qotho' (ء) ke huruf mati sebelumnya yang sukun, kemudian hamzah itu sendiri dihilangkan. Dalam riwayat Hafs 'an Ashim, naql hanya terjadi pada satu tempat, yaitu pada kata بِئْسَ الِاسْمُ (bi'salismu) di surat Al-Hujurat ayat 11. Harakat kasrah pada hamzah 'alif' dipindahkan ke huruf lam sukun, sehingga menjadi 'bi'salismu' tanpa jeda. Ini memudahkan pelafalan dan menghindari dua huruf mati bertemu.
5. Saktah (سكتة)
Saktah adalah berhenti sejenak tanpa bernafas selama dua harakat, kemudian melanjutkan bacaan. Dalam riwayat Hafs 'an Ashim, terdapat empat tempat saktah yang wajib dilakukan: 1) QS. Al-Kahf:1 (عِوَجَا ۜ قَيِّمًا), 2) QS. Yasin:52 (مَرْقَدِنَا ۜ هَذَا), 3) QS. Al-Qiyamah:27 (مَنْ ۜ رَاقٍ), dan 4) QS. Al-Mutaffifin:14 (كَلَّا ۜ بَلْ). Saktah ini bertujuan untuk membedakan makna atau menjaga kesahihan bacaan.
6. Hikmah Mempelajari Bacaan Gharib
Mempelajari bacaan gharib memiliki banyak hikmah. Pertama, menjaga otentisitas dan keaslian bacaan Al-Qur'an sesuai dengan riwayat dari Rasulullah ﷺ. Kedua, meningkatkan ketelitian dan kesempurnaan dalam bertilawah, sehingga terhindar dari kesalahan yang dapat mengubah makna. Ketiga, menumbuhkan rasa kagum terhadap keindahan dan kekayaan bahasa Al-Qur'an serta keilmuan para ulama yang telah merumuskan kaidah-kaidah ini. Ini juga melatih kesabaran dan ketekunan dalam belajar.
Rangkuman: Bacaan gharib adalah kekhususan dalam ilmu tajwid yang berbeda dari kaidah umum, namun merupakan bagian tak terpisahkan dari riwayat bacaan Al-Qur'an yang sahih. Empat jenis utama yang dipelajari adalah Imalah (memiringkan bunyi 'a' ke 'e'), Isymam (isyarat dhommah dengan bibir tanpa suara), Naql (memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya), dan Saktah (berhenti sejenak tanpa bernafas). Menguasainya penting untuk tilawah yang sempurna.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Gharib | Bacaan Al-Qur'an yang menyimpang dari kaidah tajwid umum. |
| Imalah | Memiringkan bunyi fathah ke kasrah (a ke e). |
| Isymam | Memonyongkan bibir seperti dhommah tanpa suara. |
| Naql | Memindahkan harakat hamzah ke huruf mati sebelumnya. |
| Saktah | Berhenti sejenak tanpa bernafas. |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an dengan pelan, benar, dan indah. |
| Qira'at | Berbagai macam cara membaca Al-Qur'an yang sahih. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an" mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Waqaf, Ibtida', dan Tanda MushafModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Kaligrafi Ayat (Khat)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopMunaqasyah Bacaan AkhirModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBimbingan Tadarus MandiriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMateri Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di kelas lain
Adab Tilawah dan Majelis Al-Qur'anBaca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an pada Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) SMP, Fase D, elemen Al-Qur'an dan Hadis.
Modul Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) materi Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an ini gratis?
Ya. Modul Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an dapat Anda sesuaikan dengan murid Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran 1.3, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an untuk Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.