Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas VII
Kawih/Pupuh (Seni Sunda)
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Kawih/Pupuh (Seni Sunda) |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang budaya Sunda dan beberapa jenis lagu daerah atau puisi tradisional.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mampu menciptakan lirik kawih atau pupuh sederhana dengan ide-ide baru yang orisinal. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun aransemen dan menampilkan kawih/pupuh. - penalaran kritis — elemen: menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis struktur dan makna kawih/pupuh yang telah dipelajari serta mengevaluasi penampilan kelompok lain.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi berbagai jenis teks sastra Sunda, termasuk kawih dan pupuh, serta mengapresiasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kawih dan pupuh adalah bentuk seni vokal tradisional Sunda yang memiliki karakteristik dan aturan tersendiri. |
| Konseptual | Konsep kawih melibatkan lagu bebas dengan lirik yang puitis, sedangkan pupuh terikat pada aturan guru lagu dan guru wilangan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar prosedur menganalisis struktur kawih/pupuh, menulis lirik sederhana, dan menyajikannya secara vokal. |
| Metakognitif | Peserta didik akan merefleksikan proses belajarnya dalam memahami dan menciptakan karya seni Sunda, serta menyadari pentingnya melestarikan budaya lokal. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan teks dan video, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri kawih dan pupuh (Kinanti, Sinom) dengan tepat.
- Dengan kerja kelompok, peserta didik dapat menganalisis struktur dan makna lirik kawih dan pupuh (Kinanti, Sinom) yang disajikan dengan runtut.
- Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menciptakan lirik kawih atau pupuh (Kinanti/Sinom) sederhana yang sesuai dengan kaidah guru lagu dan guru wilangan dengan mandiri.
- Melalui praktik vokal, peserta didik dapat menyajikan kawih atau pupuh (Kinanti/Sinom) dengan ekspresi dan penjiwaan yang baik.
Pemahaman bermakna: Memahami kawih dan pupuh tidak hanya tentang menghafal lirik, tetapi juga mengapresiasi keindahan bahasa, nilai budaya, dan mampu menciptakan karya serupa sebagai bentuk pelestarian budaya Sunda.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana musik dan lirik lagu daerah bisa menjadi cerminan identitas budaya kita?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami unsur musik, melodi, dan ekspresi vokal dalam seni pertunjukan kawih/pupuh. Bahasa Indonesia: Menganalisis gaya bahasa, diksi, dan pesan moral yang terkandung dalam lirik kawih/pupuh. Sejarah: Menelusuri sejarah dan perkembangan kawih/pupuh sebagai bagian dari warisan budaya Sunda. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari contoh kawih/pupuh di lingkungan sekitar atau di internet. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta dilengkapi dengan fasilitas audio-visual yang memadai. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan internet untuk mencari referensi kawih/pupuh, menonton video penampilan, dan mendengarkan audio untuk inspirasi. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan teks dan video, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri kawih dan pupuh (Kinanti, Sinom) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Lagu Sunda: Guru memutar potongan lagu Sunda (bukan kawih/pupuh) dan peserta didik menebak judulnya. Pemenang mendapat apresiasi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan kerja kelompok, peserta didik dapat menganalisis struktur dan makna lirik kawih dan pupuh (Kinanti, Sinom) yang disajikan dengan runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Sambung Kata Pupuh: Guru menyebutkan satu baris pupuh, lalu peserta didik lain melanjutkan baris berikutnya secara bergiliran. Jika salah, kelompok lain bisa mengambil alih.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui praktik vokal, peserta didik dapat menyajikan kawih atau pupuh (Kinanti/Sinom) dengan ekspresi dan penjiwaan yang baik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tepuk Ritme Pupuh: Guru memberikan pola tepuk tangan sederhana sesuai irama pupuh, lalu peserta didik menirukan dan mengulanginya dengan variasi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri, struktur, dan makna kawih serta pupuh.
Alat & bahan: Teks lirik kawih dan pupuh, alat tulis, lembar kerja
Langkah kerja:
- Amati lirik pupuh Kinanti di bawah ini dengan saksama.
- Baca dan pahami lirik kawih 'Mojang Priangan' serta pupuh 'Kinanti' dan 'Sinom' yang diberikan guru.
- Identifikasi ciri-ciri umum kawih dan pupuh berdasarkan pengamatanmu.
- Diskusikan dalam kelompok untuk menemukan perbedaan dan persamaan antara kawih, pupuh Kinanti, dan pupuh Sinom.
- Tuliskan hasil diskusi kelompokmu pada tabel perbandingan yang tersedia.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang lagu daerah Sunda?
- Pernahkah kalian mendengar istilah 'kawih' atau 'pupuh'?
- Menurut kalian, apa bedanya puisi dengan lagu?
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, penilaian draf lirik, dan lembar refleksi diri peserta didik.
Sumatif (akhir): Penilaian kinerja presentasi dan penampilan kawih/pupuh serta tes tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri kawih dan pupuh (Kinanti, Sinom) dengan tepat. | Ciri-ciri Kawih dan Pupuh | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis struktur dan makna lirik kawih dan pupuh (Kinanti, Sinom) dengan runtut. | Struktur dan Makna Kawih/Pupuh | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Menciptakan lirik kawih atau pupuh (Kinanti/Sinom) sederhana. | Kreasi Lirik Kawih/Pupuh | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 4 | Menyajikan kawih atau pupuh (Kinanti/Sinom) dengan ekspresi dan penjiwaan yang baik. | Praktik Vokal Kawih/Pupuh | 2 JP | kolaborasi, kreativitas |
Seni Sunda memiliki kekayaan yang luar biasa, salah satunya adalah kawih dan pupuh. Keduanya merupakan warisan budaya luhur yang mengandung nilai-nilai estetika dan kearifan lokal. Mempelajari kawih dan pupuh tidak hanya sekadar mengenal lagu atau puisi, tetapi juga menyelami jiwa dan karakter masyarakat Sunda. Mari kita telusuri lebih dalam keindahan seni vokal ini.
1. Pengertian Kawih
Kawih adalah salah satu jenis lagu Sunda yang memiliki melodi dan lirik bebas, tidak terikat oleh aturan guru lagu dan guru wilangan seperti pupuh. Kawih sering disebut sebagai 'lagu bebas' karena penciptanya lebih leluasa dalam menentukan panjang pendek baris, jumlah suku kata, dan rima. Meskipun bebas, kawih tetap memiliki keindahan bahasa dan seringkali mengandung amanat atau cerita yang mendalam. Contoh kawih terkenal antara lain 'Mojang Priangan' dan 'Es Lilin'.
2. Pengertian Pupuh
Pupuh adalah bentuk puisi tradisional Sunda yang terikat oleh aturan ketat, yaitu guru lagu dan guru wilangan. Guru lagu adalah jatuhnya vokal terakhir pada setiap baris (pada Sunda disebut 'pada' atau 'gatra'), sedangkan guru wilangan adalah jumlah suku kata pada setiap baris. Pupuh memiliki 17 jenis, masing-masing dengan karakteristik dan 'watek' (karakter/sifat) yang berbeda. Pupuh sering digunakan untuk menyampaikan cerita, nasihat, atau ajaran moral.
3. Perbedaan Kawih dan Pupuh
Perbedaan mendasar antara kawih dan pupuh terletak pada keterikatannya terhadap aturan. Kawih bersifat bebas, tidak terikat guru lagu dan guru wilangan, sehingga lebih fleksibel dalam komposisi lirik dan melodinya. Sebaliknya, pupuh sangat terikat pada aturan guru lagu dan guru wilangan yang spesifik untuk setiap jenis pupuh. Keterikatan ini memberikan kekhasan dan tantangan tersendiri dalam menciptakan pupuh, menjadikannya karya sastra yang lebih formal dan terstruktur.
4. Pupuh Kinanti
Pupuh Kinanti adalah salah satu dari 17 jenis pupuh Sunda. Pupuh ini memiliki 'watek' atau karakter yang menggambarkan rasa sayang, rindu, menanti, atau nasihat. Aturan guru lagu dan guru wilangan untuk pupuh Kinanti adalah: 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i. Artinya, setiap baris (padalisan) harus terdiri dari 8 suku kata, dan vokal terakhir pada baris pertama adalah 'u', baris kedua 'i', baris ketiga 'a', dan seterusnya sesuai urutan. Contoh: 'Budak leutik bisa ngapung, babarengan jeung manukna, ulin di langit nu biru, matak waas nu ningalna, ngapungna teu jeung bongan, tapi jeung jangjangna'.
5. Pupuh Sinom
Pupuh Sinom memiliki 'watek' yang menggambarkan kegembiraan, keceriaan, atau nasihat. Aturan guru lagu dan guru wilangan untuk pupuh Sinom adalah: 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a. Pupuh Sinom memiliki sembilan baris dalam setiap baitnya, menjadikannya salah satu pupuh yang cukup panjang. Karena wateknya yang ceria, pupuh Sinom sering digunakan dalam acara-acara yang bersifat gembira atau untuk menyampaikan ajaran dengan nada yang ringan. Contoh: 'He barudak kudu regep, ngupingkeun nu jadi guru, ulah sok ngalawan baé, bisi engké jadi rugi, élmu teu bisa nyerep, matak kaduhung nu puguh, hirup moal senang, kajeun teuing urang miskin, asal boga élmu mah moal lali'.
6. Unsur-unsur Kawih
Meskipun bebas, kawih memiliki beberapa unsur yang membangunnya. Pertama, lirik yang merupakan rangkaian kata-kata puitis. Kedua, melodi atau irama yang memberikan suasana pada lagu. Ketiga, tema atau gagasan utama yang ingin disampaikan. Keempat, amanat atau pesan moral yang terkandung. Kelima, diksi atau pilihan kata yang digunakan untuk memperindah lirik dan memperkuat makna. Keenam, ekspresi dan penjiwaan saat menyanyikan kawih untuk menyampaikan emosi yang tepat.
7. Langkah-langkah Menciptakan Lirik Sederhana
Menciptakan lirik kawih atau pupuh sederhana bisa dimulai dengan beberapa langkah. Pertama, tentukan tema yang ingin diangkat (misalnya keindahan alam, nasihat, persahabatan). Kedua, jika membuat pupuh, pilih jenis pupuh (misalnya Kinanti atau Sinom) dan pahami aturan guru lagu serta guru wilangannya. Ketiga, susun ide-ide dalam bentuk kalimat-kalimat pendek. Keempat, kembangkan kalimat tersebut menjadi baris-baris lirik, perhatikan rima dan irama (untuk kawih) atau aturan guru lagu/wilangan (untuk pupuh). Terakhir, baca ulang dan perbaiki lirik agar lebih indah dan bermakna.
Rangkuman: Kawih dan pupuh adalah dua bentuk seni vokal Sunda yang kaya makna. Kawih adalah lagu bebas dengan lirik puitis, sedangkan pupuh terikat aturan guru lagu dan guru wilangan, memiliki 17 jenis dengan watek berbeda. Memahami keduanya melibatkan identifikasi ciri, analisis struktur, dan apresiasi nilai budaya. Kemampuan menciptakan lirik sederhana dan menyajikannya secara vokal merupakan wujud pelestarian warisan budaya Sunda.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kawih | Lagu Sunda yang tidak terikat aturan guru lagu dan guru wilangan. |
| Pupuh | Puisi tradisional Sunda yang terikat aturan guru lagu dan guru wilangan. |
| Guru lagu | Jatuhnya vokal terakhir pada setiap baris pupuh. |
| Guru wilangan | Jumlah suku kata pada setiap baris pupuh. |
| Watek | Karakter atau sifat yang terkandung dalam setiap jenis pupuh. |
| Padalisan | Istilah Sunda untuk baris dalam pupuh atau puisi. |
| Diksi | Pilihan kata dalam penulisan lirik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kawih/Pupuh (Seni Sunda)" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kawih/Pupuh (Seni Sunda) yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Bahasa sunda Terkait
Ragam Bahasa Jeung Tatakrama Basa SundaBahasa Sunda Kelas VII SMPKawih/Pupuh (Seni Sunda)Bahasa sunda Kelas VIII SMPCatetan Pendalaman PribadiBahasa sunda Kelas VII SMPDONGENGBAHASA SUNDA Kelas VII SMPKaulinan Barudak (Permainan Tradisional)BAHASA SUNDA Kelas VII SMPPagunemanBahasa sunda Kelas VII SMPPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) pada Bahasa sunda SMP, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) untuk Bahasa sunda kelas VII.
Apakah modul ajar Bahasa sunda materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini gratis?
Ya. Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa sunda kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kawih/Pupuh (Seni Sunda) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kawih/Pupuh (Seni Sunda) untuk Bahasa sunda kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kawih/Pupuh (Seni Sunda) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa sunda kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa sunda ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.