Modul Ajar & RPP Matematika Kelas VII
Perkalian (Bilangan Bulat)
Modul ajar (RPP) Matematika SMP kelas VII materi Perkalian (Bilangan Bulat) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Perkalian (Bilangan Bulat) yang Anda cari? Materi Matematika Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Perkalian (Bilangan Bulat) |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (8 JP: Pertemuan 1 3 JP · Pertemuan 2 2 JP · Pertemuan 3 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat serta konsep dasar perkalian bilangan cacah.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kemandirian, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Bilangan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik dapat memahami dan mengoperasikan berbagai jenis bilangan (bilangan bulat, rasional, irasional) serta menerapkan sifat-sifat operasi hitung dalam menyelesaikan masalah kontekstual. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Perkalian bilangan bulat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti menghitung total harga barang, perubahan suhu, atau saldo rekening. |
| Konseptual | Perkalian bilangan bulat adalah operasi penjumlahan berulang dengan memperhatikan tanda positif atau negatif dari bilangan yang dikalikan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah perkalian bilangan bulat positif dengan positif, positif dengan negatif, negatif dengan positif, dan negatif dengan negatif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami aturan tanda dalam perkalian bilangan bulat agar tidak keliru saat menyelesaikan masalah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang bilangan bulat.
- Menentukan hasil perkalian dua bilangan bulat positif dengan benar.
- Menentukan hasil perkalian bilangan bulat positif dengan negatif atau sebaliknya dengan tepat.
- Menentukan hasil perkalian dua bilangan bulat negatif dengan akurat.
- Menerapkan konsep perkalian bilangan bulat dalam menyelesaikan masalah kontekstual.
- Memecahkan masalah yang berkaitan dengan perkalian bilangan bulat secara mandiri dan kolaboratif.
Pemahaman bermakna: Memahami perkalian bilangan bulat bukan hanya sekadar menghafal rumus, tetapi juga memahami konsep di baliknya agar dapat diterapkan secara tepat dalam berbagai konteks kehidupan.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir, mengapa jika bilangan negatif dikalikan dengan bilangan negatif hasilnya bisa positif?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Menghitung perubahan suhu yang turun atau naik secara konstan dalam beberapa jam, atau perubahan kedalaman di bawah permukaan laut. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Menghitung keuntungan atau kerugian dalam transaksi jual beli yang berulang, atau perubahan saldo kas suatu perusahaan. Bahasa Indonesia: Menganalisis dan memahami narasi soal cerita yang kompleks untuk mengidentifikasi operasi matematika yang tepat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana perkalian bilangan bulat digunakan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga atau aktivitas sehari-hari lainnya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Menciptakan sudut belajar yang nyaman di kelas dengan poster aturan perkalian bilangan bulat dan contoh-contoh penerapannya, serta memanfaatkan area luar kelas untuk simulasi pergerakan positif-negatif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Menggunakan aplikasi atau situs web interaktif (misalnya PhET Simulation atau Khan Academy) untuk visualisasi perkalian bilangan bulat dan latihan soal interaktif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang bilangan bulat dan menentukan hasil perkalian dua bilangan bulat positif dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan mengulang konsep penjumlahan berulang pada bilangan cacah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami perkalian bilangan bulat dan mengapa penting dalam kehidupan, lalu melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik diajak mengamati ilustrasi atau video tentang penjumlahan berulang yang mengarah ke konsep perkalian bilangan bulat positif (misalnya, 3 kelompok 4 apel) dan mengidentifikasi pola hubungan antara penjumlahan berulang dengan perkalian. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan konsep dasar perkalian bilangan bulat positif. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal sederhana tentang perkalian bilangan bulat positif, menggunakan garis bilangan atau model visual lainnya untuk memverifikasi jawaban. Mereka berkolaborasi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut dan mencatat temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep perkalian bilangan bulat positif sebagai penjumlahan berulang, serta memastikan pemahaman awal peserta didik. Guru menekankan pentingnya ketelitian dalam perhitungan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Guru menutup dengan doa dan salam penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menentukan hasil perkalian bilangan bulat positif dengan negatif atau sebaliknya dengan tepat dan menentukan hasil perkalian dua bilangan bulat negatif dengan akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi hari ini melalui pertanyaan: 'Bagaimana jika salah satu bilangan yang dikalikan adalah bilangan negatif?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini, yaitu memahami perkalian bilangan bulat dengan tanda berbeda dan perkalian dua bilangan negatif. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan masalah kontekstual yang melibatkan perkalian bilangan bulat positif dengan negatif (misalnya, penurunan suhu beberapa derajat setiap jam). Mereka menganalisis masalah tersebut dan mencoba menemukan pola atau aturan perkalian bilangan bulat dengan tanda berbeda, dibimbing oleh guru dengan pertanyaan-pertanyaan kunci. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan LKPD yang memuat berbagai skenario perkalian bilangan bulat dengan tanda berbeda dan perkalian dua bilangan negatif. Mereka dapat menggunakan alat bantu seperti kancing positif/negatif atau analogi lainnya untuk memvisualisasikan operasi perkalian dan mencari solusi. Mereka juga diminta untuk merumuskan aturan perkalian tanda. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka, termasuk aturan perkalian tanda yang mereka temukan. Guru memberikan klarifikasi, koreksi, dan penguatan konsep, terutama mengenai mengapa negatif dikali negatif hasilnya positif, dengan analogi yang mudah dipahami. Guru mendorong peserta didik untuk bertanya dan berdiskusi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum aturan perkalian bilangan bulat (positif x positif, positif x negatif, negatif x positif, negatif x negatif). Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan keberanian peserta didik dalam berdiskusi. Guru memberikan tugas singkat sebagai tindak lanjut dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menerapkan konsep perkalian bilangan bulat dalam menyelesaikan masalah kontekstual dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan perkalian bilangan bulat secara mandiri dan kolaboratif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik menyebutkan kembali aturan perkalian bilangan bulat. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menerapkan semua yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah nyata dan akan ada praktik penilaian. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik diberikan beberapa studi kasus atau skenario masalah yang lebih kompleks dan beragam, melibatkan perkalian bilangan bulat dalam konteks nyata (misalnya, perhitungan untung-rugi, kedalaman laut, perubahan level air). Peserta didik menganalisis masalah secara mandiri terlebih dahulu untuk mengidentifikasi informasi yang relevan dan strategi penyelesaian. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik secara berkelompok (atau individu) mengerjakan proyek mini/praktik penyelesaian masalah yang diberikan. Mereka harus menunjukkan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis, termasuk penggunaan operasi perkalian bilangan bulat yang tepat. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan semua peserta didik terlibat aktif. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, menjelaskan strategi yang digunakan, dan hasil akhirnya. Peserta didik lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, menguatkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah. Guru juga melakukan penilaian formatif terhadap proses dan hasil kerja kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik membuat rangkuman akhir tentang pentingnya perkalian bilangan bulat dalam berbagai aspek kehidupan dan cara menerapkannya. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha dan pembelajaran yang telah terjadi. Guru memberikan informasi mengenai materi selanjutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup yang penuh semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik memahami dan menerapkan konsep perkalian bilangan bulat melalui aktivitas eksplorasi dan pemecahan masalah.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, kartu bilangan positif/negatif, garis bilangan, penggaris
Langkah kerja:
- Baca dan pahami setiap instruksi pada LKPD dengan cermat.
- Diskusikan dalam kelompok untuk menemukan pola atau aturan perkalian bilangan bulat.
- Gunakan alat bantu yang tersedia (misalnya garis bilangan atau kartu bilangan) untuk memvisualisasikan operasi perkalian.
- Tuliskan hasil diskusi dan jawaban pada kolom yang disediakan.
- Siapkan presentasi hasil kerja kelompok di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Berapakah hasil dari 5 + 5 + 5?
- Jika ada 3 kantong, dan setiap kantong berisi 7 kelereng, berapa total kelereng?
- Apa arti bilangan negatif dalam konteks suhu atau kedalaman?
- Berapa hasil dari 8 - 10?
Formatif (proses): Observasi selama diskusi kelompok dan presentasi, penilaian LKPD, serta umpan balik lisan terhadap pemahaman konsep dan keterampilan kolaborasi.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menerapkan perkalian bilangan bulat dalam berbagai masalah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang bilangan bulat. | Konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menentukan hasil perkalian dua bilangan bulat positif, positif dengan negatif, dan negatif dengan negatif. | Aturan perkalian bilangan bulat dengan berbagai tanda. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| 3 | Menerapkan konsep perkalian bilangan bulat dalam menyelesaikan masalah kontekstual. | Penerapan perkalian bilangan bulat dalam masalah sehari-hari. | 3 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Perkalian bilangan bulat adalah salah satu operasi dasar matematika yang penting dan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Memahami konsep perkalian bilangan bulat akan membantu kita dalam berbagai situasi, mulai dari perhitungan sederhana hingga pemecahan masalah yang lebih kompleks. Mari kita jelajahi dunia perkalian bilangan bulat dengan penuh semangat!
1. Pengertian Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian bilangan bulat dapat diartikan sebagai penjumlahan berulang suatu bilangan. Misalnya, 3 x 4 berarti menjumlahkan angka 4 sebanyak 3 kali (4 + 4 + 4 = 12). Konsep ini berlaku untuk bilangan bulat positif. Untuk bilangan bulat negatif, kita perlu memahami aturan tanda yang khusus. Perkalian adalah cara singkat untuk melakukan penjumlahan berulang, sehingga sangat efisien dalam perhitungan.
2. Perkalian Bilangan Bulat Positif dengan Positif
Jika dua bilangan bulat positif dikalikan, hasilnya akan selalu positif. Contoh: 5 x 3 = 15. Ini sama seperti penjumlahan berulang 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 15. Dalam konteks garis bilangan, ini berarti melangkah ke kanan (arah positif) sebanyak 5 kali, setiap langkah sejauh 3 satuan. Aturan ini adalah dasar yang paling mudah dipahami dalam perkalian bilangan bulat.
3. Perkalian Bilangan Bulat Positif dengan Negatif
Jika bilangan bulat positif dikalikan dengan bilangan bulat negatif, hasilnya akan selalu negatif. Contoh: 3 x (-4). Ini bisa diartikan sebagai penjumlahan berulang (-4) sebanyak 3 kali, yaitu (-4) + (-4) + (-4) = -12. Dalam garis bilangan, ini berarti melangkah ke kiri (arah negatif) sebanyak 3 kali, setiap langkah sejauh 4 satuan. Hasilnya menunjukkan penurunan atau pengurangan.
4. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dengan Positif
Jika bilangan bulat negatif dikalikan dengan bilangan bulat positif, hasilnya juga akan selalu negatif. Contoh: (-5) x 2. Ini dapat diinterpretasikan sebagai 'kebalikan dari 5 kali 2', atau 'mengambil 5 kelompok dari 2'. Jika kita punya 2 kelompok dan 'mengambil' 5, maka hasilnya akan negatif 10. Hasilnya sama dengan 2 x (-5) = -10. Ini menunjukkan sifat komutatif perkalian.
5. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dengan Negatif
Ini adalah konsep yang sering membingungkan, tetapi memiliki logika yang kuat. Jika bilangan bulat negatif dikalikan dengan bilangan bulat negatif, hasilnya akan selalu positif. Contoh: (-3) x (-4) = 12. Salah satu cara memahaminya adalah melalui pola: jika 3 x (-4) = -12, 2 x (-4) = -8, 1 x (-4) = -4, 0 x (-4) = 0, maka (-1) x (-4) haruslah positif 4, dan seterusnya. Negatif dari negatif adalah positif.
6. Sifat-sifat Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian bilangan bulat memiliki beberapa sifat penting. Pertama, sifat komutatif (a x b = b x a), misalnya 3 x (-4) = (-4) x 3 = -12. Kedua, sifat asosiatif ((a x b) x c = a x (b x c)), misalnya (2 x 3) x 4 = 2 x (3 x 4) = 24. Ketiga, sifat distributif (a x (b + c) = (a x b) + (a x c)), misalnya 2 x (3 + 4) = (2 x 3) + (2 x 4) = 6 + 8 = 14. Memahami sifat-sifat ini mempermudah perhitungan.
7. Penerapan Perkalian Bilangan Bulat dalam Kehidupan
Perkalian bilangan bulat sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, untuk menghitung total biaya jika kita membeli beberapa barang dengan harga yang sama, menghitung perubahan suhu yang terjadi secara berkala, atau menghitung saldo keuangan yang bertambah atau berkurang secara teratur. Dalam fisika, konsep ini juga digunakan untuk menghitung perpindahan atau kecepatan. Kemampuan ini sangat penting untuk literasi finansial dan ilmiah.
Rangkuman: Perkalian bilangan bulat adalah operasi penjumlahan berulang yang melibatkan bilangan positif dan negatif. Aturan tanda perkalian adalah kunci: positif kali positif hasilnya positif, positif kali negatif hasilnya negatif, negatif kali positif hasilnya negatif, dan negatif kali negatif hasilnya positif. Memahami konsep dan aturan ini penting untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam matematika dan kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bilangan Bulat | Bilangan yang terdiri dari bilangan positif, nol, dan bilangan negatif. |
| Perkalian | Operasi matematika penjumlahan berulang. |
| Faktor | Bilangan yang dikalikan untuk menghasilkan bilangan lain. |
| Produk | Hasil dari operasi perkalian. |
| Komutatif | Sifat operasi yang urutan operand-nya dapat ditukar tanpa mengubah hasil. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perkalian (Bilangan Bulat)" mata pelajaran Matematika Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Matematika Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap
Bilangan BulatModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPecahanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBentuk AljabarModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersamaan Linear Satu VariabelModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 4 siap
PerbandinganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAritmetika SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHimpunanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGaris dan SudutBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
bilangan rasionalMatematika Kelas VII SMPALJABARMatematika Kelas VII SMPData dan DiagramMatematika Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Matematika Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Perkalian (Bilangan Bulat) ini gratis?
Ya. Modul Perkalian (Bilangan Bulat) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perkalian (Bilangan Bulat) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perkalian (Bilangan Bulat) untuk Matematika kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Perkalian (Bilangan Bulat) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perkalian (Bilangan Bulat) dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.