Modul Ajar & RPP Prakarya Kelas VIII
Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras
Modul ajar (RPP) Prakarya SMP kelas VIII materi Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan dan alat sederhana yang digunakan dalam pembuatan kerajinan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis berbagai jenis limbah dan potensi pemanfaatannya sebagai bahan kerajinan dengan argumen yang logis. - kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik menciptakan ide-ide kerajinan baru dari bahan limbah lunak dan keras yang belum pernah ada sebelumnya. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, membuat, dan mempresentasikan produk kerajinan dari bahan limbah.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kerajinan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, merancang, membuat, dan mengevaluasi produk kerajinan dari berbagai bahan, termasuk limbah lunak dan keras, dengan memperhatikan aspek estetika, fungsi, serta keberlanjutan lingkungan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kerajinan dari botol plastik bekas, koran bekas, tempurung kelapa, dan pecahan keramik adalah contoh nyata pemanfaatan limbah. |
| Konseptual | Kerajinan bahan limbah lunak adalah kerajinan yang bahan bakunya mudah dibentuk, sedangkan limbah keras sulit dibentuk dan butuh perlakuan khusus. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah merancang, membuat, dan finishing produk kerajinan dari bahan limbah lunak dan keras. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan mengidentifikasi masalah limbah dan mencari solusi kreatif melalui kerajinan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati berbagai contoh produk, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis limbah lunak dan keras dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis potensi pemanfaatan limbah lunak dan keras sebagai bahan kerajinan dengan argumen yang logis.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang gagasan produk kerajinan dari limbah lunak atau keras secara orisinal dan fungsional.
- Melalui praktik mandiri, peserta didik dapat membuat produk kerajinan dari bahan limbah lunak atau keras sesuai rancangan dengan teliti.
- Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi hasil karya kerajinan dari limbah berdasarkan kriteria estetika dan fungsi secara objektif.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa limbah bukan hanya sampah, tetapi dapat diubah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis dan estetis melalui kreativitas dan keterampilan, berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah tumpukan sampah di sekitar kita menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Penerapan prinsip-prinsip desain, estetika, dan teknik berkarya dalam pembuatan kerajinan. Ilmu Pengetahuan Alam: Pemahaman tentang sifat-sifat material limbah (lunak/keras) dan proses daur ulang. Matematika: Perhitungan ukuran, proporsi, dan estimasi biaya bahan jika produk akan dijual. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat membantu peserta didik mengumpulkan bahan limbah dari rumah dan memberikan dukungan moral selama proses pembuatan kerajinan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk kerja kelompok dan praktik, dilengkapi dengan tempat sampah terpilah dan akses ke area terbuka jika diperlukan untuk pengeringan atau pengecatan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk mencari inspirasi ide kerajinan dari limbah dan mendokumentasikan proses pembuatan karya melalui foto atau video pendek. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati berbagai contoh produk, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis limbah lunak dan keras dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Limbah: Guru menyebut ciri-ciri limbah, peserta didik menebak jenis limbahnya. Siapa cepat dan tepat, dia pemenangnya!
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis potensi pemanfaatan limbah lunak dan keras sebagai bahan kerajinan dengan argumen yang logis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Limbah: Satu peserta didik menyebut nama limbah, peserta didik berikutnya menyebut nama limbah lain yang berawalan huruf terakhir dari kata sebelumnya. Contoh: 'Plastik' -> 'Karton' -> 'Nilon'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui praktik mandiri, peserta didik dapat membuat produk kerajinan dari bahan limbah lunak atau keras sesuai rancangan dengan teliti. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tepuk Kreasi: Guru memimpin tepuk tangan dengan irama tertentu, diakhiri dengan seruan 'Kreasi Limbah!' secara serempak. Energi positif!
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis limbah lunak dan keras serta merancang ide kerajinan.
Alat & bahan: Berbagai contoh limbah (plastik, kertas, kain, botol kaca, tempurung kelapa), alat tulis, penggaris
Langkah kerja:
- Tuliskan jenis setiap limbah pada tabel berikut, lalu rancang satu kerajinan dari limbah itu.
- Amati dengan saksama gambar 1 tentang berbagai jenis limbah yang ada di sekitar kita.
- Identifikasi setiap jenis limbah yang tersedia dan catat karakteristik fisiknya (misalnya, mudah dibentuk, padat, ringan, dll.).
- Klasifikasikan limbah tersebut ke dalam kategori 'Limbah Lunak' atau 'Limbah Keras' pada tabel yang disediakan.
- Diskusikan dalam kelompok, potensi kerajinan apa saja yang bisa dibuat dari setiap jenis limbah tersebut.
- Pilih satu jenis limbah dan rancanglah sebuah ide produk kerajinan lengkap dengan sketsa dan perkiraan bahan/alat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang limbah?
- Sebutkan 3 contoh benda yang terbuat dari bahan bekas!
- Menurutmu, mengapa kita perlu mengolah limbah?
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan praktik pembuatan karya, serta penilaian kelengkapan dan kejelasan rancangan ide kerajinan.
Sumatif (akhir): Penilaian produk kerajinan berdasarkan kriteria estetika, fungsi, kebersihan, dan kreativitas, serta presentasi hasil karya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis limbah lunak dan keras | Konsep limbah lunak dan keras, karakteristik dan contohnya | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis potensi pemanfaatan limbah dan merancang ide kerajinan | Potensi limbah sebagai bahan kerajinan, prinsip desain, sketsa rancangan | 2 JP | kreativitas, penalaran kritis |
| 3 | Membuat produk kerajinan dari limbah lunak atau keras | Teknik dasar pembuatan kerajinan dari limbah, finishing produk | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Limbah seringkali dianggap sebagai masalah, namun sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Modul ini akan membimbing Anda untuk menjelajahi dunia kerajinan dari bahan limbah lunak dan keras, mengubah sampah menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat bagi lingkungan.
1. Pengertian dan Klasifikasi Limbah
Limbah adalah sisa atau buangan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik. Berdasarkan wujudnya, limbah dapat diklasifikasikan menjadi limbah lunak dan limbah keras. Limbah lunak adalah limbah yang mudah diolah dan dibentuk, seperti kertas bekas, kain perca, atau plastik kemasan. Sementara itu, limbah keras adalah limbah yang berwujud padat, keras, dan sulit untuk diuraikan, seperti botol kaca, kaleng, tempurung kelapa, atau pecahan keramik. Pemahaman ini penting sebagai langkah awal dalam menentukan jenis kerajinan yang akan dibuat.
2. Limbah Lunak dan Contoh Kerajinannya
Limbah lunak memiliki karakteristik yang fleksibel dan mudah diolah, menjadikannya pilihan populer untuk berbagai kerajinan. Contoh limbah lunak antara lain kertas bekas (koran, majalah, kardus), kain perca, plastik kemasan (kresek, botol plastik), dan styrofoam. Kerajinan yang dapat dibuat dari limbah lunak sangat beragam, misalnya vas bunga dari koran bekas, tas dari kain perca, bunga hias dari plastik kresek, atau miniatur rumah dari styrofoam. Proses pengolahannya seringkali melibatkan teknik pengguntingan, pengeleman, penjahitan, atau pelipatan.
3. Limbah Keras dan Contoh Kerajinannya
Berbeda dengan limbah lunak, limbah keras memerlukan penanganan dan teknik khusus dalam pengolahannya karena sifatnya yang padat dan sulit dibentuk. Contoh limbah keras meliputi botol kaca, kaleng bekas, tempurung kelapa, cangkang kerang, dan pecahan keramik. Meskipun sulit, limbah keras dapat diubah menjadi kerajinan yang unik dan tahan lama. Misalnya, lampu hias dari botol kaca, celengan dari kaleng bekas, mangkuk dari tempurung kelapa, atau mozaik dari pecahan keramik. Kreativitas dan ketelitian sangat dibutuhkan dalam mengolah limbah jenis ini.
4. Prinsip Desain Kerajinan Limbah
Dalam merancang kerajinan dari limbah, beberapa prinsip desain perlu diperhatikan. Pertama, prinsip kesatuan (unity), yaitu keseluruhan elemen desain harus tampak menyatu. Kedua, prinsip keseimbangan (balance), yaitu penataan elemen agar tidak berat sebelah. Ketiga, prinsip irama (rhythm), yaitu pengulangan atau variasi elemen yang menciptakan kesan gerak. Keempat, prinsip penekanan (emphasis), yaitu menonjolkan bagian tertentu agar menjadi pusat perhatian. Kelima, prinsip proporsi, yaitu perbandingan ukuran yang harmonis. Penerapan prinsip-prinsip ini akan menghasilkan karya yang estetis dan fungsional.
5. Proses Pembuatan Kerajinan Limbah
Proses pembuatan kerajinan dari limbah umumnya meliputi beberapa tahapan. Tahap pertama adalah perencanaan, yaitu menentukan ide, desain, alat, dan bahan. Kedua, persiapan bahan, seperti membersihkan, memotong, atau membentuk limbah sesuai kebutuhan. Ketiga, proses inti pembuatan, yaitu merangkai, menempel, menjahit, atau mengukir. Keempat, finishing, yang meliputi penghalusan, pewarnaan, atau pelapisan agar produk terlihat menarik dan tahan lama. Setiap tahapan memerlukan ketelitian dan kesabaran untuk menghasilkan karya terbaik.
6. Aspek Keberlanjutan dalam Kerajinan Limbah
Membuat kerajinan dari limbah bukan hanya tentang kreativitas, tetapi juga tentang kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah, kita mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, menghemat sumber daya alam, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Kerajinan limbah juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan gaya hidup ramah lingkungan. Oleh karena itu, setiap karya kerajinan limbah memiliki nilai lebih dari sekadar estetika dan fungsi.
Rangkuman: Kerajinan bahan limbah lunak dan keras adalah kegiatan mengubah sisa buangan menjadi produk bernilai. Limbah lunak seperti kertas dan plastik mudah dibentuk, sementara limbah keras seperti kaca dan tempurung kelapa memerlukan teknik khusus. Dengan menerapkan prinsip desain dan proses yang tepat, serta memperhatikan aspek keberlanjutan, kita dapat menciptakan karya inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Limbah Lunak | Limbah yang mudah diolah dan dibentuk. |
| Limbah Keras | Limbah yang berwujud padat, keras, dan sulit diuraikan. |
| Daur Ulang | Proses pengolahan kembali barang bekas menjadi produk baru. |
| Estetika | Keindahan atau nilai seni suatu karya. |
| Fungsional | Memiliki kegunaan atau manfaat praktis. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras" mata pelajaran Prakarya Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Prakarya Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rekayasa Alat Penjernih AirBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAnalisis Peluang UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPromosi Produk SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Prakarya di kelas lain
Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan KerasPrakarya Kelas IX SMPKerajinan bahan keras buatanPrakarya Kelas IX SMPKerajinan Bahan AlamPrakarya Kelas VII SMPKerajinan Bahan BuatanPrakarya Kelas IX SMPLihat semua Modul Ajar Prakarya Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras pada Prakarya SMP, Fase D, elemen Kerajinan.
Modul Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Prakarya kelas VIII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Prakarya materi Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras ini gratis?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras untuk Prakarya kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Prakarya ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kerajinan Bahan Limbah Lunak dan Keras yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.